Sebagai gadis biasa, Rona menganggap aneh ajakan paksa menikah dari seorang penerus perusahaan besar. Rupanya terdapat misi dibalik rencananya! meskipun tahu, pernikahan itu tetap berlanjut sesuai kontrak yang mereka sepakati.
Namun cobaan pernikahan satu bulan mereka sangat sangat membuatnya lelah
Bagaimana kelanjutannya? Bagaimana pula pernikahan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Olvi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MCW
Louis kembali ke kamar dengan membawa nampan berisi air satu gelas dan juga dua sendok namun Rona juga melihat mangkok berisikan buah-buah segar. Kang datar menaruhnya di atas nakas dan mulai menggerus obat dan menyuapkannya ke Rona.
"Makan lah buah ini bila ingin," ucap Louis.
"Tentu!"
"Berhentilah bekerja," Ucap Louis tiba tiba.
"Kali ini kenapa lagi?" tanya Rona malas.
"Lihatlah, kau sakit karna kelelahan!" ucap Louis.
"Ada obat."
"Kalau terulang?"
"Ya obat lagi," balas Rona santai.
"Tidak bisa!" ucap Louis.
"Aku ada solusi yang tepat tanpa berhenti bekerja," celetuk Rona.
"Apa?"
"Jangan jadikan aku pembantu di kediaman ini, aku lelah!" ucap Rona mengangkat kedua tangan layaknya tersangka.
"Berhenti bekerja!" putus Louis sedikit meninggi.
"Kau membiarkan aku menjadi pembantu kediaman ini? aku hanya istri kontrakmu bukan pembantu," keluh Rona mulai kesal.
"Turuti saja semua perkataanku!" ucap Louis penuh penekanan.
"Aku tetap menolak, aku akan tetap bekerja juga menjadi pembantu!" putus Rona kekeh.
"KAUU!"
"Kau bilang aku boleh meminta dua syarat saat kau mengatakan tentang pernikahan kontrak ini," ucap Rona mulai ingat syarat yang boleh dimintanya membuat Louis terdiam.
"Aku belum meminta apapun jadi saat ini aku meminta untuk tidak menjadikan aku dan bibi Sarah menjadi pembantu lagi untuk syarat pertama."
"Dan untuk syarat kedua akan menyusul di saat aku menginginkannya," lanjutnya tersenyum namun tatapannya tajam.
Sebenarnya Rona juga lelah menjadi pembantu pagi membersihkan lalu bekerja hingga sore sepulangnya kembali membersihkan. Tak hanya itu dia juga merasa kasihan pada bibi Sarah yang selalu diperlakukan seperti itu.
Padahal Rona diperlakukan seperti itu baru dan hanya beberapa hari lantas bagaimana bibi Sarah? hati tersakiti, fisik tersakiti, mungkin bibi Sarah memang sudah terbiasa karna sebelumnya ia bekerja menjadi pembantu dan hatinya sekuat baja. Namun Rona? dia bahkan tak pernah memasak, ingin makan? sudah disediakan oleh ibunda, membersihkan kamarnya? selalu di bersihkan pembantu.
Meskipun keluarganya tak sekaya Pranata namun keluarganya bisa dibilang berkecukupan hingga bisa memakai pembantu meskipun hanya satu. Ditambah lagi bunda Mila memanjakannya dengan selalu menuruti apapun keinginan Rona entah karna memang sangat sayang atau karna anak semata wayangnya.
Dia tak punya ayah entah di mana keberadaan ayahnya karna sejak ia kecil tak pernah melihat sesosok ayah. Saat dia bertanya pada bunda Mila hanya dijawab. "Ada bunda disisimu mengapa mencari ayahmu? dia jahat dan jangan pernah mencari atau menganggapnya ada"
"Bagaimana?" tanya Rona menagih janji seperti rentenir.
"Bagaimana?" tanya Rona lagi mendesak karna tak ada balasan dari Louis.
"Deal!" ucap Louis mendapat senyuman bahagia dari Rona.
"Boleh aku mengatakan sesuatu padamu?" tanya Rona
"Apa?" tanya balik Louis dengan mengerutkan dahi.
"Hari ini kau benar benar tampan!" puji Rona mencoba menggoda Louis, niatnya hanya bercanda saja.
"Benarkah?" Tanya Louis mengangkat salah satu alisnya tapi mendapat anggukan.
"Jadi selama ini aku tak tampan?"
"Tidak terlalu," balas istrinya.
"Ohh," Louis hanya ber oh ria tak tau apa yang ada didalam hatinya mungkin malu? mungkin percaya diri? Mungkin kesal? hanya Louis yang tahu!
"Istirahatlah!" ucap Louis berjalan mengambil laptop.
"Kau mau ke mana?"
"Hanya di sini," Jawab Louis duduk disofa memangku laptopnya.
Rona tersenyum melihat itu, dia menyandarkan kepalanya dan mengambil handphone.
Tentu saja mengscrol salah satu aplikasi favoritenya karna ia tak bisa tidur, dia sudah tidur sedari kemaren namun mungkin ia akan kembali tidur lagi karna efek obat Dan benar saja beberapa menit kemudian Louis melihat Rona yang sudah terlelap dengan handphone yang masih menyala ditangannya. Ia berjalan kekasur mengambil handphone Rona dan menaikkan selimut
Dilihatnya isi handphone Rona setelah kembali ke sofa
Membuka aplikasi berwarna hijau dilihatnya satu persatu pesan pesan yang dikirim maupun diterima Rona. Setelah puas melihat dan tak mendapat pesan yang serius ataupun aneh alhasil ia menaruh handphone Rona ke atas nakas sebelah Rona lalu kembali menatap laptop dan melakukan aktivitas lanjutannya hingga melihat jam yang sudah menunjuk angka satu Ia pun turun dan makan siang bersama keluarganya
"Gimana kondisi istrimu?" tanya ayah Louis di tengah makan siangnya.
"Baik," ucap Louis singkat
"Kak Rona sakit apa?" tanya Fani penasaran.
"Shuttt! diamlah kau jangan bertanya soal wanita penjebak itu!" tegur Mama Dara memberikan tatapan tajam ke Fani.
"Maaf," ucap Fani menunduk dan memilih melanjutkan makannya.
Tradisi Di keluarga ini, makan pagi makan siang dan makan malam bersama bila melewati makan bersama maka mereka harus memasak sendiri jadi lapar ataupun tidak mereka tetap harus makan bersama sesuai jadwal siapapun itu tak terkecuali tuan Tian meskipun Louis pernah melanggarnya dan mereka bungkam saja.
Keluarga Pranata dididik sedisiplin mungkin dan harus seperfect mungkin
Bila melanggar akan mendapatkan hukuman. Tradisi dan keluarga macam apa ini?
"Dia demam," balasan Louis mendapat anggukan dari Fani.
Louis menghabiskan makanannya terlebih dahulu dan berniat akan menyuruh salah satu pelayan untuk memasak. "Masakkan sop dan buatkan jus alpukat," pinta Louis.
"Baik," ucap Pelayan mengangguk paham.
"Untuk siapa?" tanya Mama Dara penasaran.
"Rona."
"Tidak boleh! kau jangan memanjakannya! Biarkan dia memasak sendiri!" ucap Mama Dara sewot namun mendapat tatapan tajam saja langsung membungkam mulutnya.
'Dasarr,awas saja kau wanita penjebakk! ' batin Mama Dara geram.
Bersambung.
dgn kebahagiaan rona dan Louis...
jg anak mereka...
yg di bilang SM Rona itu benar Louis SM tuan aldrich itu laki² paling bego dan tolol...
mereka ga tau kalo Layla itu emang perempuan jalang yg selalu melayani om²...
akhirnya malah mempermalukan diri sendiri,,, rasain km mama dara makanya jd mertua jgn jahat...
🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jgn mau kalah SM laki ...🤭🤭🤭👍👍