Apa jadinya jika kedua pengantin sepakat kabur dihari pernikahan mereka, sementara acara akan segera di gelar.
Mikayla dan Haikal adalah korbannya, karena mereka dipaksa Nikah menggantikan kedua pengantin yang kabur entah kemana.
Jangan lupa follow Ig mamie_kembar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku bukan bodoh
Haikal tak puas membaca email yang dikirim oleh Devan. Dia Kembali mengambil ponselnya dan menelpon Devan. Tapi nomor Devan tak bisa di hubungi. Karena kesal Haikal mematikan ponselnya dan naik keatas tempat tidur.
Dilihatnya mika yang tertidur di sofa dengan tenang, timbul rasa bersalah dihati Haikal mengingat sikap kasar dan kejamnya dirinya selama ini.
Haikal berjalan menuju sofa dan menggendong mika, lalu memindahkannya tidur di tempat tidur.
Haikal juga ikut membaringkan dirinya disana. Memilih memejamkan matanya dan coba melupakan kesedihan hatinya atas pengkhianatan yang dilakukan oleh Amira.
Pagi pagi sekali mika sudah bangun, dia begitu terkejut saat membuka mata, yang dilihatnya adalah wajah tampan suaminya.
*Jika di perhatikan seperti ini, kamu ganteng juga bee, alis mata yang tebal, rahang yang kuat dan tegas dan bibir yang tebal. Nih, bibir yang selalu saja menghina dan merendahkan ku. Pengen rasanya aku gunting ni bibir, UPS....apa apaan aku ini,
bee jika tertidur begini, kamu terlihat tampan, nggak lagi marah marah dan atau pasang muka galak. bathin mika.
Haikal bergerak membuat mika tersadar dari lamunannya*.
Mika coba bangkit dan bangun tapi pelukan Haikal membuatnya tak bisa bergerak.
"Bee, lepas aku mau bangun ini sudah siang." ucapnya lembut
"Ehm..." Haikal semakin mengeratkan pelukannya
"Bee lepas" ucap mika yang berontak
Perlahan Haikal membuka matanya saat dia merasa risih dan terganggu.
"Kamu ngapain tidur disini? meluk aku lagi!" ucapnya dengan datar.
Tuhkan baru juga di puji dah kumat, aku tarik kembali pujian ku tadi padanya. dasar menyebalkan. bathin mika.
"Lepas, aku mau bangun, kau yang memeluk ku." ucap mika kesal
Haikal tersadar dan dia melepaskan pelukannya. Tapi pelukannya sangat nyaman. dan aku merasa tenang didalam dekapannya. bathin Haikal.
Mika keluar kamar mandi dan terlihat sudah rapi. Haikal hanya menatapnya lembut kemudian dia bangkit menuju kamar mandi, mandi dan bersiap kembali bekerja.
Dimeja makan semua sudah berkumpul. Mika dan ibunya telah menyiapkan sarapan diatas meja. Haikal turun dan ikut bergabung dengan Zein.
"Pagi, pa!" sapa Haikal
"Eh...pagi kal, gimana tidurnya nyenyak." tanya Zein.
"Nyenyak pa."
"Sayang, ambilkan sarapan untuk suami mu." ucap Zahra
Mika mengambilkan. nasi goreng untuk haikal.sebagai sarapannya. Haikal memakannya dengan lahap. Nasi goreng buatan mika sangat lezat dan dia sangat menyukai nya.
"Ma, pa kami berangkat dulu. Lain kali kami pasti akan menginap lagi." ucap mika memeluk Zahra.
"Rumah ini selalu terbuka untuk mu sayang." jawab Zahra
Setelah berpamitan, mereka berdua berangkat pulang, Haikal akan mengantarkan mika ke rumah sakit sebelum dia ke kantornya.
"Jam berapa kamu pulang?" tanya Haikal
"Aku...eh...jam tiga" jawab mika tergagap
ini pertama kalinya Haikal peduli dengannya dan menanyakan kapan dia pulang.
"Nanti aku jemput." ucap Haikal selanjutnya.
Mika turun begitu mobil mereka memasuki area rumah sakit. "Makasih bee" ucapnya membuka pintu dan turun.
Haikal tak bergeming, "Apa kau lupa sesuatu?" tanya Haikal kepada mika.
"Aku, " mika memperhatikan penampilannya dan membuka tasnya, ponselnya sudah dia bawa.
"Tidak ada, aku membawa semuanya." jawab mika
Haikal kesal mika melupakan kebiasannya mencium tangan Haikal.
"Nih, apa kau ingin jadi istri durhaka? aku hanya tak mau ikut kau ajak ke neraka." ucap Haikal ketus.
Oh jadi maksudnya aku lupa mencium tangannya , dasar kekanakan.
Mika meraih tangan Haikal dan menciumnya, kemudian tanpa dia duga Haikal mencium pipinya.
Blush....wajahnya berubah merona. Ini pertama kalinya suaminya mau melakukan kontak fisik tanpa terpaksa atau memaksa.
Setelah itu mobil Haikal melaju pergi meninggalkan rumah sakit.
Mika kembali berjalan setelah mampu menguasai hati dan pikirannya. Hatinya bingung melihat tingkah laku suaminya yang tiba tiba berubah baik.
...****************...
Haikal melajukan mobilnya dengan kencang menuju kantornya. Hatinya panas mengingat akan pengkhianatan Amira.
Devan, ya Devan lah tujuan utamanya. Dia akan meminta Devan segera membuktikan semua kebusukan Amira.
"Pagi pak" sapa petugas keamanan
"Pagi" jawab Haikal datar, dia langsung melangkah masuk ke dalam ruang kerjanya. Devan sudah menunggunya di depan pintu.
"Devan" panggil Haikal
Devan langsung mengikutinya masuk ke dalam ruangannya.
"Mana bukti yang saya minta!"
Devan mengeluarkan beberapa lembar photo, kopian tiket dan reservasi hotel yang di tempati oleh Amira dan kekasihnya.
Haikal tertawa miris, Devan hanya bisa menatap iba kepadanya.
"Apa langkah anda selanjutnya bos?" tanya Devan.
"Aku akan menemuinya?"
lanjut
aq suka bangat sma wanita yg teguh sma pendirian ,gk mudah luluh...
gk gampangan ...lanjut
liat istri di sapa sma cowo ,
padahal haikal masih lanjut pacaran sma mira ,dasar egoes haikal ...
ayo mika jangan hirau kan haikal
biar kan makan cemburu nya...
lanjut ..
gk keliata wanita lemah ...
mika memang harus tegas ...
tapi tetap perhatian layak nya istri sholehah ,aq suka bangat ...lanjut
mira ditutupi ,biar haikal tau...
jangan sampai bosan kita tunggu nya,lanjut...