NovelToon NovelToon
The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:35.1k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Bagaimana jadinya jika jiwa seorang remaja cewek tomboi modern yang hobi tawuran, bermulut tajam, dan ceplas-ceplos terlempar ke masa lalu? Sialnya lagi, dia bangun di dalam tubuh permaisuri Xia Ruo, wanita paling rapuh dan tertindas di Kekaisaran Han yang baru saja mencoba bunuh diri karena tidak tahan diabaikan oleh kaisar yang penguasa berdarah dingin yang terkenal kejam.

Kini, tidak ada lagi Permaisuri Xia Ruo yang hobi menangis terisak. Yang ada hanyalah permaisuri baru yang berani duduk bersila di atas ranjang sutra sambil memanggil sang Kaisar kejam dengan sebutan "Mas Bro". Didampingi oleh Yuan er, pelayan setianya yang selalu menangis histeris dan berusaha keras mendidik sang permaisuri agar bisa berbicara lembut, Xia Ruo harus memutar otak untuk bertahan hidup. Mulai dari melabrak dapur istana demi makanan enak, melatih fisiknya yang selemah triplek basah, hingga menghadapi Kaisar kejam yang anehnya... justru mulai terobsesi dengan perubahan barbar dirinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 13 : penonton misterius di balik dinding

Pejabat Wang tidak butuh waktu dua kali untuk berpikir. Dengan tangan yang gemetar hebat hingga nyaris menumpahkan bak tinta di mejanya, dia buru-buru membuka laci rahasia. Pria tambun itu mengeluarkan bukan hanya satu, melainkan tiga kantong kain sutra tebal yang bergemerincing padat.

"I-ini, Permaisuri! Ini jatah bulanan Anda yang utuh... dan ini tambahannya, emas batangan kecil sebagai permohonan maaf dari hamba yang bodoh ini!" cicit Pejabat Wang sambil menyodorkan kantong-kantong itu dengan kedua tangan di atas kepala, posisinya persis seperti buronan yang menyerahkan diri ke aparat keamanan.

Ara menyambar kantong-kantong itu dengan sekali sentak, lalu melemparkannya ke arah Yuan-er yang langsung menangkapnya dengan sigap. Yuan-er memeluk kantong uang itu erat-erat, matanya berbinar-binar seperti baru saja melihat tumpukan harta karun jatuh dari langit.

"Nah, gini dong. Kooperatif. Dari tadi napa, kagak usah pake acara gebuk-gebukan segala," kata Ara santai sambil menepuk-nepuk pundak Pejabat Wang dengan kasar hingga pria itu nyaris terjungkal ke depan. "Mulai hari ini, kalau jatah paviliun gua telat atau kurang sekeping aja... lu tahu sendiri kan markas lu ini bakal gua bikin jadi lapangan bola? Paham, Mas Bro?"

"Pa-paham, Permaisuri! Hamba berjanji tidak akan pernah berani lagi!" Pejabat Wang mengangguk secepat kilat, meratapi nasibnya yang sial bertaruh melawan monster berwujud wanita jelita.

Ara mendengus puas, lalu berbalik arah dengan gaya angkuh. "Yuk, vitamin! Kita cabut. Waktunya belanja makanan enak lagi!"

Di balik dinding partisi kayu berukir yang memisahkan ruang utama Biro Keuangan dengan ruang tunggu pribadi, sesosok pria tinggi tegap sejak tadi berdiri diam menyaksikan seluruh kejadian. Jubah sutra hitam bersulam naga emas yang dikenakannya tampak berkilau samar di dalam kegelapan sudut ruangan.

Kaisar Yan.

Pria itu awalnya datang ke Biro Keuangan untuk memeriksa laporan pajak tahunan secara mendadak. Namun, siapa sangka dia justru disuguhi tontonan gratis yang luar biasa menghibur. Sepasang mata elangnya sejak tadi tidak lepas dari setiap pergerakan Ara.

Dia melihat sendiri bagaimana wanita yang dulu hanya bisa bersujud pasrah dan meratapi nasibnya, kini bergerak dengan kelincahan yang tidak masuk akal.

Cara Ara menghindari pukulan tongkat, presisi hantaman tangan kosongnya pada dagu pengawal, hingga kekuatan tendangannya yang sanggup merobohkan lemari kayu padat, itu semua bukan sekadar amukan orang gila. Itu adalah teknik bertarung yang sangat efisien, tanpa gerakan sia-sia, layaknya seorang prajurit elite yang terbiasa hidup di ujung ajal.

"Kaisar..." Kasim Gao yang berdiri di belakang sang penguasa berbisik dengan suara super pelan, wajahnya dipenuhi keringat dingin. "Apakah... apakah hamba harus memanggil pasukan pengawal kekaisaran untuk mengamankan Permaisuri?"

Kaisar Yan perlahan mengangkat tangan kanannya, memberi isyarat agar Kasim Gao menutup mulutnya. Sudut bibir tegas sang Kaisar perlahan tertarik ke atas, membentuk seulas senyuman miring yang sangat langka. Ada kilatan kekaguman yang samar di dalam manik mata dinginnya yang biasanya tanpa emosi.

"Tidak perlu," ucap Kaisar Yan, suaranya berat dan rendah. "Biarkan dia. Wanita itu... ternyata memiliki taring yang cukup tajam."

Kaisar Yan melangkah keluar dari balik partisi kayu setelah Ara dan Yuan-er benar-benar pergi meninggalkan area Biro Keuangan. Dia menatap ke arah pintu gerbang yang hancur berantakan akibat tendangan Ara, lalu melirik Pejabat Wang yang saat ini sedang sibuk menangis sambil mengelap sisa air kencing di lantainya.

"Wang," panggil Kaisar Yan dingin.

Pejabat Wang yang mendengar suara familiar itu langsung menoleh. Begitu melihat sang Kaisar berdiri di sana, dia langsung merangkak histeris dan bersujud di kaki Kaisar Yan. "Kaisar! Tolong hamba! Permaisuri... Permaisuri sudah gila! Beliau merampok Biro Keuangan dan menghajar para pengawal! Anda harus menghukumnya, Kaisar!"

Kaisar Yan menatap Pejabat Wang dari atas ke bawah dengan pandangan meremehkan yang amat pekat. "Menghukumnya? Untuk apa? Bukankah kau yang lebih dulu bermain api dengan memotong jatah resminya?"

Pejabat Wang langsung membeku, lidahnya mendadak kelu tak bisa berkata-kata lagi.

"Dendam pintu dapur istana kemarin sudah impas dengan hancurnya Biro Keuangan ini," lanjut Kaisar Yan dingin, nadanya tidak menerima bantahan sama sekali. "Jika aku mendengar kau atau keponakanmu, Selir Li, mencoba bermain trik murahan lagi di belakangku... bukan hanya jabatanmu yang hilang, tapi kepalamu juga akan menyusul pintu-pintu yang hancur itu. Mengerti?"

"Ba-baik, Kaisar! Ampuni hamba!" Pejabat Wang membenturkan dahinya ke lantai berulang kali.

Kaisar Yan berbalik arah, melangkah pergi meninggalkan kekacauan tersebut. Pikirannya kini sepenuhnya teralihkan. Rasa bosannya terhadap intrik istana belakang yang biasanya monoton dan memuakkan, mendadak sirna total. Kegigihan dan keberanian barbar yang ditunjukkan Xia Ruo yang baru ini benar-benar telah menyalut rasa penasaran di lubuk hatinya yang paling dalam.

1
Lo Lifuna
mereka cuti 2 Minggu dari istana kan?
apa ini ceritanya uda melewati 2 Minggu?
perasaan baru 1 hari deh. kok besok sudah balik ke istana?
Yadi
🤣🤣🤣
Lo Lifuna
ini gimana ya alurnya. menteri Wang itu sebenarnya paman atau ayahnya selir agung?

terus bukannya selir agung dihukum di istana dingin?

terus ayahnya ketahuan kudeta kenapa selir agung masih di istana?
Rima Yuliatin
nah akhirnya Nemu cerita yg mantap..ini baru seru alurnya berbobot tp dikemas santai dan ringan..lope lope dahhhh..😍
heldahell: makasih kak,udah suka sama ceritanya😙
total 1 replies
Arix Zhufa
bar bar sekali 😅
Arix Zhufa
jihaha....ara bahasa gaul mu jangan di bawa kesini
Arix Zhufa
lucu banget...ok mgkn masih bahasa gaul gpp karena belum mengenal lingkungan aslinya
Cintya Tya
mantep thor.... ceritae top markotop... lain dari yg lain.. 👍👍🤣🤣
Dbz Mar
😭😭😭😭😭😭😭 mengelap air kencingnya tuh
Yadi
Yeeeeey.... 💃🕺💃🕺
Akhirnya takluk juga singa betina 🕺💃🕺💃
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Andaikan dijadikan film, bisa sangat seru dah
Yadi
ya iyalah paksu Kaisar Yan pada bucin pada singa betina si Ara, lah wong Ibu Negara dgn strateginya dan juga bela diri jurus tawurannya bisa menyelesaikan masalah tanpa masalah, apalagi sifat petakilannya yg bar bar ceplas ceplos mulutnya.. itu menandakan bhw sang permaisuri bersifat jujur dan wajar, tdk diolah olah..alias natural alami 😁😁😁
Jendra
bagus banget ceritanya, si ara yg kocak dan pemberani bikin sangat terhibur😊
Jendra
Wah asik nih lucu🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Ambyar dah krn dikalahkan bunyi perut cewe badas sang Permaisuri 🤣🤣🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

knp jurus tawuran bisa mengalahkan tehnik bertarung si Jendral....??

hayo jawab 🤣🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣 Ingat ya, gelar tertinggi Ara adalah "Anak Tongkrongan"
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Polisi dijaman modern saja memakai bubuk cabai untuk membubarkan aksi tawuran antar remaja 🤣🤣🤣
Lah ini dipakai untuk membabat habis para pemberontak, mana tahan pasukan pemberontak melawan bubuk cabai? 🤣🤣🤣
Yadi
Mana tahan gaya bertarung anggun kerajaan "kuno" dgn gaya bertarung jurus "tawuran"....?? 🤭🤭🤭🤭
Pa Muhsid
kurang tor tanggung 😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!