NovelToon NovelToon
Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Mafia / Pengantin Pengganti
Popularitas:24.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Sejak kecil, Kirana Lin dibuang ke desa karena terlahir bisu. Meski tak mampu berbicara, ia memiliki kecerdasan luar biasa dan segudang prestasi.

Dua puluh tahun kemudian, Kirana kembali ke keluarga Lin untuk menggantikan putri angkat mereka menikah dengan Kendra Wu, penguasa keluarga Wu yang lumpuh akibat kecelakaan.

Semua orang mengira Kirana akan menderita di tangan Kendra. Namun, gadis bisu itu justru berhasil membuat sang penguasa jatuh cinta dan membantunya merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.

Yuk simak kisahnya! Yang tidak suka langsung skip!👊👊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berikan Hak Kirana

Keesokan paginya, suasana ruang makan keluarga Lin terasa jauh lebih sunyi daripada biasanya. Seluruh anggota keluarga telah berkumpul untuk sarapan, tetapi tidak ada percakapan hangat seperti hari-hari sebelumnya.

Arthur dan Sean duduk bersebelahan dengan wajah datar. Sesekali, keduanya melirik Shania yang duduk di samping Nyonya Meylan, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang berinisiatif menyapanya.

Shania menyadari perubahan sikap kedua kakaknya. Ia berusaha memasang senyum manis, tetapi senyum itu terasa canggung karena Arthur dan Sean sama sekali tidak memberikan respons.

Sementara itu, Kirana duduk dengan tenang sambil menikmati sarapannya. Ia tidak terlalu peduli dengan suasana di sekelilingnya, terlebih setelah kejadian semalam yang membuatnya semakin yakin bahwa keluarga Lin memang tidak mudah dipercaya.

Nyonya Meylan yang sejak tadi memperhatikan meja makan akhirnya meletakkan sumpitnya. Ia menoleh kepada Kirana dengan ekspresi seolah sedang membicarakan sesuatu yang sangat wajar.

“Kirana, pernikahanmu dengan Kendra Wu tinggal beberapa hari lagi,” ucapnya. “Mama sudah menyiapkan mahar untukmu, jadi nanti kamu cukup membawa satu kotak saja.”

Kirana menghentikan gerakan tangannya. Ia mengangkat wajah dan menatap Meylan tanpa menunjukkan reaksi berlebihan.

Meylan melanjutkan, “Keluarga Wu itu keluarga besar yang sangat berkecukupan. Mereka tidak kekurangan apa pun, jadi Mama rasa mahar sebanyak itu sudah cukup untukmu.”

Arthur yang mendengar perkataan ibunya langsung meletakkan sumpitnya. Suara kecil dari peralatan makan yang menyentuh meja membuat beberapa orang menoleh kepadanya.

“Ma, kenapa mahar Kirana hanya satu kotak?” tanyanya dengan nada tidak percaya. “Bukankah dia juga putri keluarga Lin?”

Meylan sedikit mengernyit. “Arthur, Mama sudah mempertimbangkannya. Kirana akan masuk ke keluarga Wu, dan setelah menikah nanti dia pasti tidak akan kekurangan apa pun.”

“Lalu kenapa?” Arthur menatap ibunya. “Apa karena keluarga Wu kaya raya, berarti keluarga Lin tidak perlu memberikan hak yang seharusnya diterima Kirana?”

Meylan tampak tidak senang dengan pertanyaan tersebut. Ia kemudian melirik Shania sebelum kembali menjawab.

“Bukan begitu maksud Mama. Lagipula, lebih baik sebagian mahar itu dialihkan untuk Shania saja, karena dia dan Julian juga akan menikah dalam waktu dekat.”

Shania yang namanya disebut langsung menundukkan kepala. Dari luar, ia tampak seperti tidak ingin mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi milik kakaknya, tetapi diam-diam ia berharap Meylan benar-benar berhasil mengalihkan mahar tersebut.

Arthur tertawa kecil tanpa humor. “Mama lupa sesuatu?”

“Apa maksudmu?”

“Kakek dan Nenek sebelum meninggal sudah menetapkan sejumlah aset dan harta atas nama Kirana,” jawab Arthur tegas. “Kenapa Mama justru berniat mengalihkannya kepada Shania?”

Wajah Meylan seketika berubah. Ia tidak menyangka Arthur akan mengungkit persoalan warisan di hadapan seluruh keluarga.

“Apa salahnya?” balasnya cepat. “Shania juga cucu mereka. Dia juga bagian dari keluarga ini, jadi wajar kalau dia mendapatkan bagian.”

Arthur menatap ibunya dengan kecewa. “Jangan lupa, Ma. Shania bukan cucu kandung Kakek dan Nenek.”

Suasana ruang makan langsung membeku.

“Mama lupa kalau Shania hanya anak yang diadopsi?” lanjut Arthur. “Kirana adalah cucu kandung mereka, dan aset itu memang sengaja disiapkan untuknya.”

Shania langsung mengangkat wajah. Wajahnya memucat, tetapi ia segera menunduk kembali seolah-olah perkataan Arthur barusan sangat menyakitkan baginya.

Meylan tampak tersinggung. “Arthur! Apa maksudmu mengatakan hal seperti itu di depan Shania?”

“Aku hanya mengatakan kenyataan, Ma,” jawab Arthur. “Kenapa Mama selalu memperlakukan Kirana berbeda?”

Ia melirik adik kandungnya yang masih duduk diam di tempatnya. “Kirana sudah kehilangan dua puluh tahun kehidupannya bersama keluarga ini, dan sekarang setelah kembali, Mama masih ingin mengurangi haknya?”

Meylan membuka mulut, tetapi tidak langsung menemukan jawaban.

“Selama ini, apa yang tidak pernah Mama berikan kepada Shania?” lanjut Arthur. “Sementara Kirana bahkan tidak pernah mendapatkan kesempatan yang sama.”

Sean yang sejak tadi diam akhirnya ikut angkat bicara. Ia meletakkan sumpitnya dan menatap Meylan dengan ekspresi serius.

“Meski Mama tidak mau memberikan aset itu secara sukarela, pengacara Kakek dan Nenek tetap akan menyerahkannya kepada Kirana,” ujar Sean. “Mama masih ingat wasiat terakhir mereka, bukan?”

Meylan langsung terdiam. Ia tentu masih mengingat isi surat wasiat kedua mertuanya. Sebelum meninggal, mereka telah memastikan bahwa sejumlah aset keluarga akan menjadi hak Kirana ketika gadis itu kembali dan mencapai usia yang telah ditentukan.

Selama Kirana tinggal di desa, Meylan tidak pernah benar-benar membicarakan persoalan tersebut. Ia bahkan berharap pernikahan Kirana dengan Kendra dapat membuat gadis itu segera meninggalkan keluarga Lin tanpa banyak menuntut haknya.

Shania mengepalkan tangan di bawah meja. Ia benar-benar tidak rela mendengar bahwa aset yang selama ini dianggapnya sebagai bagian dari kekayaan keluarga justru harus diserahkan kepada Kirana.

Tapi ia segera mengubah ekspresinya. Dengan suara lembut, ia berkata, “Sudahlah, Kak Arthur, Kak Sean. Aku tidak apa-apa kok.”

Ia menoleh kepada Kirana dengan senyum tipis. “Kalau memang itu hak Kak Kirana, berikan saja semuanya kepada Kak Kirana. Aku tidak keberatan.”

Meylan langsung menatap putrinya. “Shania, kamu tidak perlu mengatakan begitu.”

“Tidak apa-apa, Ma,” jawab Shania sambil menunduk. “Aku masih punya Mama dan Papa. Aku tidak ingin Kak Kirana merasa kalau aku merebut sesuatu darinya.”

Arthur hanya memandang Shania dengan wajah datar. Setelah kejadian semalam, ia tidak lagi mudah mempercayai sikap polos adiknya itu.

Sementara itu, Kirana tetap diam. Ia tidak berniat ikut campur dalam perdebatan tersebut, sebab baginya hak yang sudah ditetapkan oleh kakek dan neneknya tidak perlu dimohonkan kepada siapa pun.

Sejak tadi, Tuan Leo Lin hanya mendengarkan percakapan anak-anak dan istrinya. Akhirnya, pria itu meletakkan sumpitnya dan mengangkat wajah.

“Sudah cukup,” katanya tegas.

Semua orang langsung menoleh kepadanya.

“Berikan mahar Kirana sesuai dengan wasiat Ibu dan Ayah,” lanjut Leo. “Jangan ada yang dikurangi atau dialihkan kepada siapa pun.”

Meylan tampak hendak membantah, tetapi Leo kembali berbicara sebelum istrinya sempat menyela.

“Untuk mahar Shania, biar Papa yang urus. Kita tidak perlu mengambil hak Kirana hanya untuk mempersiapkan pernikahan anak yang lain.”

Meski Leo tidak menyukai dan tidak menyayangi Kirana seperti Shania. Tapi, ia masih menghormati wasiat kedua orang tuanya.

Shania langsung menundukkan wajah lebih dalam. Ia tidak menyangka ayahnya yang selama ini jarang ikut campur dalam persoalan keluarga justru mengambil keputusan yang merugikan dirinya.

Meylan akhirnya mengangguk dengan wajah terpaksa. “Baiklah, kalau memang itu keputusan Papa.”

Tangan Shania semakin mengepal kuat, bahkan buku-buku jarinya menekan kuat ke kulitnya.

Awas kau Kirana! Aku akan mengambil semua milikku!

1
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
aq suka aku Suak gaya lor deh Kirana
sat set tnpa drama
keren pojok nya
wuih jous gandos
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
apa iya mama nya s diri yg membuatnya
aaahhh mboh lah mumet AQ sweeter
otornya lho bikin penasaran Mulu 🤣🤣🤣
MataPanda?_
semangat trus kak lanjut terus 💪😄😄
Patrish
waahh...sadis juga ya Kirana
Patrish
aku sudah menebak...jarum perak beraksi
Patrish
lhaaahhhh...dasar serigala busuk
Tiara Bella
aku suka cerita nya bangus bngt.....
Tiara Bella
wow thor 6 bab sehari ini aku pdmu pkknya..../Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Maria Lina
mksihhh bnyķk"thor ud up double"🙏🙏🙏😘😘
syh 03
seperti biasa selalu bagus novel authornya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Kak bantu Komen yang plagiat Guo Mei. Judul plagiat itu "Balas dendam sang Putri"
total 1 replies
Hary Nengsih
wah kirana 👍👍👍ternyata
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
wahhh, merindingnya nih pembalasan dari Kirana🤭, tapi tapi, kalian cocok banget, semoga nanti gak ada kata cerai di antara mereka /Determined/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
Nah kan, fix ini, si Meylan bukan ibu kandungnya kan? eh atau... Meylan ini ibu kandungnya, namun sepertinya dia tidak menyukai keberadaan Kirana karena ia merasa akan menjadi penghalang bagi Shania🤔
mama_im
iblis wanita mulai beraksi 😈😈😈🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Kendra dan Kirana cocok karna mereka sama" kuat dan tegas jngn lupa cerdas 😏☺️
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kok saya curiga kl yg ngasih racun itu Meylan ibu nya Kirana sendiri 😏😏
teh tubruk
nah kan bener ternyata sudah tidak bisa di pakai lagi,sudah impoten kau julian😂😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
si minyak goreng emang stres dia sendiri yg cari masalah tp malah nyalahin Kirana ampun dah 🤦😏😡
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ahh bilang saja mau mangku kirana kan wekkk gitu aja repot Kendra
🤭🤭🤭🤭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
malukan kan kalian gara" si minyak goreng 😏😏 jd jngn trus nyalahin Kirana dan bilang pembawa sial karna faktanya si minyak goreng itu yg pembawa sial 😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!