NovelToon NovelToon
Dendam Yang Salah (Sang Bos)

Dendam Yang Salah (Sang Bos)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:312
Nilai: 5
Nama Author: shkira

Sebuah pertemuan yang tidak terduga terjadi pada Mariana purnama, yang akan mengubah hidup nya, akibat salah sasaran kebencian dan juga dendam dari seorang bos mafia, yang di kenal sebagai Hansen Deen.yang punya pengaruh dan kuasa besar di negara A.


pertemuan yang awalnya tidak di sengaja untuk Ana malah menjadi pertemuan yang akan membawa nya dalam masalah besar untuk hidup nya.

SELAMAT MEMBACA ,SEMOGA TERTARIK😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shkira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS 18

Satu tahun berlalu..

Ana, sibuk memetik hasil panen buah dan sayur di kebun belakang rumah nya. Wajah nya tampak sangat senang ketika menikmati hasil jerih payah nya yang telah ia rawat beberpa bulan ini.

Ia memetik buah dan sayur yang sudah siap di panen, Sambil melakukan panggilan video dengan Risa yang memperhatikan nya dari layar ponsel yang di letakan di gubuk kecil menghadap kebun.

Risa terlihat gatal ingin memetik buah dan sayur yang segar-segar di kebun itu ," Ana! Beri aku satu buah apel merah yang kamu petik itu!" Seru nya, menelan air liur.

Ana tersenyum kecil mendekat ke ponsel "Ini untuk mu, habiskan semua nya!" Meletakan satu keranjang penuh apel di depan ponsel sampai menutupi layar.

"Anaaaa!"

"Hihihi..kenapa, tadi kamu bilang mau, ini sudah aku ambilkan semua untuk kamu!" Goda nya. Menyingkirkan keranjang.

Ana mengambil ponsel nya melihat Risa yang menekuk wajah nya. "Baiklah, baiklah aku minta maaf!" Rayu nya.

"Tidak ku maafkan!"

"Haiss.. kalau begitu sebagai permintaan maaf, akan aku kirim sebagian hasil panen ku ke rumah mu besok!"

"Tidak mau!"

"Ayolah Risa, aku kan cuma bercanda!"

Risa melirik pada Ana "Baik aku maafkan, tapi.. ada satu syarat!"

"Hmm.. katakan apa syaratnya?" Tanya Ana, sambil meneguk air di botol minum nya.

"Kamu harus datang ke pernikahan ku!"

Seketika Ana menyemburkan air yang baru saja ia minum, saat mendengar ucapan Risa yang membuat nya terkejut.

Mata nya hampir keluar menatap tidak percaya " Risa, Kamu bercanda kan?"

"Aku serius, Minggu depan aku menikah!" Balas nya datar.

Ana mencubit pipi nya untuk memastikan apakah dia sedang mimpi atau tidak.

Risa menatap datar pada Ana "Kamu tidak mimpi, aku serius!"

"Tapi Risa.. dengan siapa kamu menikah? Kenapa tiba-tiba sekali?" Ana masih tidak bisa percaya.

"Aku jelaskan nanti setelah kamu ke kota, kamu harus berkemas malam ini, besok sopir akan menjemput mu!"

Risaaa!

Dari kejauhan Ana mendengar suara tante mei memanggil" Apa itu Tante mei?"

Risa bergegas bangun dari ranjang nya "Iya, itu ibu! aku matikan dulu ya, dahh!"

"Tunggu Ris.."

Panggilan berakhir, sebelum ana menyelesaikan kalimat nya.

Notifikasi pesan masuk berbunyi.

'jangan sampai ibu tau kamu akan kembali ke kota. ini kejutan!'

Isi pesan Risa dengan emoji mengedip sebelah mata. Ana membalas dengan mengirim sebuah stiker bergambar ibu jari melingkar.

Setelah itu ia melatakan ponsel nya lalu menatap langit pagi yang cerah "Aku tidak ingin ke kota!" tangan nya mengambang di udara menghalangi pandangan nya ke langit.

Ia tidak ingin pergi Namun ia harus pergi. jika tidak itu akan menyakiti Hati Risa dan kedua orang tua nya.

Ana termenung lama di gubuk kecil nya. Setalah memikirkan cukup lama Akhirnya Ia sudah memutuskan untuk pergi ke kota besok.

Ia beranjak dari duduk nya, membersihkan diri setelah dari kebun. Ana pergi ke kamar untuk berkemas. Ia hanya membawa sedikit pakaian untuk satu Minggu di kota.

Sejak Risa membahas tentang kota, ia Kembali teringat oleh Hansen.

Ia sangat ingat ancaman yang pernah di ucapkan Hansen dulu. Sehingga ia takut jika Kembali lagi ke kota ia akan bertemu dengan Hansen.

Sebenar nya Ana tidak ingin kembali namun ia terpaksa harus kembali.

Keesokan hari nya..

mobil yang di kirim oleh Risa datang terlambat, sopir baru datang setelah pukul 3 sore ia mengatakan saat di jalan mengalami pecah ban di wilayah yang cukup jauh dari pemukiman. Sehingga ia harus menunggu mobil derek untuk membawa mobil nya ke bengkel Terdekat.

Ana bisa mengerti situasi sang sopir, namun Risa ia sudah mengoceh sejak pagi karena kelalaian sopir nya yang tidak hati-hati.

Sopir segera memasukkan koper milik ana ke bagasi. Mereka segera berangkat sore itu.

Dalam perjalanan Ana sempat tidur selama satu jam, karena ia sangat mengantuk sebab semalaman ia tidak bisa tidur karena cemas.

Pukul 07:00 malam, mobil sudah setengah jalan dari perbatasan kota,. Butuh 1 jam lagi untuk sampai di lokasi. Ana sudah merasa sangat bosan di dalam mobil. Akhirnya ia memutuskan untuk tidur lagi agar waktu berputar lebih cepat.

Namun Baru saja ia akan memejamkan mata tiba-tiba tubuh nya terguncang ke depan. Sang sopir menginjak rem mendadak.

Ia panik ketika melihat Ana terbentur ke depan.

"Ma..maaf, nona Ana! Apa anda terluka?"

Ana mengusap kening nya yang terbentur "Tidak papa, aku baik-baik saja! Ada apa pak, kenapa tiba-tiba berhenti?"

Sang sopir terlihat panik "Itu nona, di depan ada yang menghalangi mobil kita!" Tunjuk sang sopir.

Sebuah mobil melintang di jalan, ada 3 orang berdiri dengan membawa senjata tajam di tangan nya. Mereka adalah berandalan yang ingin merampok.

Situasi jalan yang Mereka lewati kebetulan cukup sepi, sang sopir tidak menyangka akan sangat sial malam itu.

Ana panik ketika salah satu dari tiga orang itu berjalan mendekat kedepan mobil menunjuk pada mereka agar keluar.

"Pak, bagaimana ini?" Tanya Ana takut.

Sang sopir pun sejak tadi sudah keringat dingin ketakutan. Ia yang sudah paruh baya tidak mungkin melawan mereka bertiga yang bersenjata tajam.

"Nona, saya akan alihkan perhatian mereka, nanti lari lah sejauh mungkin mencari perlindungan!" Jelas nya, mengarahkan.

"Pak, apa anda mau melawan mereka?"

"Saya tidak punya pilihan lain, asal anda selamat itu adalah tugas saya!" Tegas nya.

Ana tertegun kaget dengan jawaban sang sopir " Kalau begitu, bertahan lah sebentar aku akan mencari bantuan!"

Sang sopir tersenyum haru "Terimakasih, nona Ana, selamatkan diri mu dulu, jangan pedulikan saya!" Ucap sang sopir bertekad. Ia segera keluar dari mobil berjalan ke arah para berandalan yang sudah menunggu nya.

"Apa yang kalian inginkan!" Ucap nya, dengan Berani.

Para berandalan itu tertawa lantang ketika melihat thanya orang tua yang menantang nya " Tidak ada, hanya ingin barang berharga! Tapi.." melirik kedalam mobil "Setelah melihat ada gadis cantik di dalam sana, aku jadi berubah pikiran!" Ucap nya tertawa mesum. Mantap pada Ana.

"Aku tidak akan membiarkan kalian menyentuh Nona!"

"Nona? Hahahah.. jadi dia nona keluarga kaya, hmm.. aku ingin coba rasa nya seorang tuan putri!" Menyeringai jahat " Minggir kau pak tua!" Ucap nya, Mendorong dengan kasar sang sopir.

Salah satu berandalan itu mendekat ke mobil . Sang sopir dengan cepat menahan nya. Lalu ia memberi isyarat pada Ana untuk ia segera melarikan diri. Ana Bergegas keluar dari mobil lalu lari sekuat tenaga .

Melihat mangsa nya kabur berandalan itu memukul perut sang sopir hingga ia tersungkur.

"Tua bangka, kamu mengacaukan semua nya , urus dia." Menendang " aku akan urus gadis kecil itu!"

Berandalan itu mengejar Ana yang sudah berlari jauh dari pandangan nya.

Ana berlari sudah cukup jauh namun jalan yang ia lalui masih juga tidak menemukan siapapun untuk menolong nya.

Langkah nya semakin melemah ia tidak sanggup lagi berlari. Berandalan yang mengajar nya semakin dekat.

Nafas Ana tersengal ia sudah tidak bisa lari lagi.

Dari kejauhan ana melihat lampu mobil berjalan ke arah nya. Dengan sisa tenaga yang ia punya Ana berlari menuju mobil itu untuk meminta bantuan.

Ana tiba-tiba mengahalangi mobil yang masih berjalan.

Suara decitan terdengar keras ketika mobil mengerem mendadak. Ana terpaku pucat saat melihat Hanya tinggal satu jengkal lagi tubuh nya akan terhantam.

Ia tergolek jatuh di depan mobil. Ia benar-benar sangat syok.

Namun tidak di sangka kebetulan yang tidak di rencana kan datang, orang yang ada di dalam mobil Adalah Hansen yang saat itu baru saja pulang dari perbatasan kota bersama Ares.

" Bos, aku hampir menabrak orang!" Ucap nya panik.

Ketika ia akan keluar. Tiba-tiba Ana sudah berada di pintu kemudi menggedor kaca.

"Tolong, tolong aku!" Dengan suara gemetar . Ana meminta pertolongan.

Hansen tertegun, mata nya berkaca ketika melihat Ana , ia tidak percaya akhirnya ia bisa bertemu lagi dengan Ana, setelah satu tahun lama nya ia berusaha melupakan, namun ia malah di pertemukan kembali oleh nya.

Suasana pecah ketika

Berandalan yang mengejar Ana, Menarik kasar Ana menjauh dari mobil. "Dasar sial, cari mati kamu!" Maki nya jengkel.

Ana menangis kesakitan saat tangan berandalan itu menjambak kuat rambutnya.

"Tolong aku!" Lirih nya menatap kedalam mobil.

Hansen langsung bergegas keluar untuk menyelamatkan Ana. Sosok nya yang muncul dari dalam mobil membuat

Ana tertegun kaget.

"Lepaskan dia!" Ucap Hansen. Dingin.

Berandalan itu menarik kasar lengan Ana " Tuan kamu jangan ikut cam..."

DOR!

Hansen langsung menyelesaikan semua nya dengan sekali tembak tanpa berbelit. Ia menembak kaki kiri berandalan itu sebelum berandalan itu selesai bicara.

Ana hanya terpaku pucat melihat berandalan itu berguling kesakitan. Ia bisa melihat expresi Hansen yang kejam ketika menembak.

Hansen melangkah mendekat dengan wajah datar menatap Ana, ia meraih pergelangan tangan Ana, lalu membawa nya pergi.

Ana tau dia tidak akan bisa lari saat itu. Sebab masih ada orang lain yang menunggu pertolongan nya "Tu..tunggu!"

Langkah Hansen terhenti.

"Aku bersama dengan sopir tadi, tolong selamatkan dia. disana masih ada dua berandalan lagi!" Ucap nya, memohon.

Mereka pergi untuk menyelamatkan sang sopir.. Ares segara turun menangani dua berandalan yang sedang memukuli sang sopir hingga membuat nya tak berdaya.

.

.

.

.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!