NovelToon NovelToon
Mayat Gudang Kimia

Mayat Gudang Kimia

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mafia / Dunia Masa Depan
Popularitas:388
Nilai: 5
Nama Author: Martin deBs Komarudin1670

" Tolong keluarkan saya darisini...!! Saya mau keluar... Tolong bukain pintunya....!! " Triakan
keras Heru salah seorang eks pekerja pabrik garmen yang berlokasi di sentra industri terkemuka tak satupun ada yang merespon.
Entah tujuannya apa ia berkunjung ke area gudang yang sudah lama tutup akibat krisis yang berkepanjangan. Gudang kimia yang dulunya merupakan salah satu pabrik textile
terbesar yang pernah menyerap tenaga kerja
mencapai ribuan orang itu, kini tinggal nama saja karena sudah di alihfungsikan menjadi gudang penyimpanan zat kimia kain, sangat berbahaya bagi manusia . Gudang itu sendiri dulunya merupakan pabrik Garment terbesar yang pernah ada di negeri ini. Dan sekarang keberadaan gudang itu sendiri terbengkalai, tidak terawat sebagai mana mestinya. Kotor dan berdebu serta sebagian beberapa mesin operatornya banyak yang berkarat. Namun dibalik itu pun gudang kimia yang letaknya tak jauh dari deretan pabrik pabrik lainnya banyak menyimpan misteri kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martin deBs Komarudin1670, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jon mengabarkan Heru hilang pada Robin

" Tapi kami akan tetap terus berusaha agar

 semua tuntutan bapak bapak terpenuhi.....

 Ya minimal beberapa point penting bisa kita

 menangkan..... Ya kalo perlu semuanya..... "

Kata Febry berandai andai dihadapan para buruh yang hadir dalam forum tersebut.

" Ya haruslah pak..... Pengabdian kami pada

 perusahaan Pak Chandra sudah lebih dari

cukup, tapi kalo balasannya seperti ini, siapa

yang kecewa, Pak....? " Cetus salah seorang lagi dari mereka yang hadir.

" Ya saya memahami perasaan bapak bapak

semuanya.....Tapi bagi perusahaan sendiri

 tidak mungkin memahami hal itu.... Buat

mereka yang penting, bapak kerja dibayar

dan urusan lain diluar itu, pihak perusahaan

 tidak mau tau.... " Kata Febry merespon ucapan salah seorang buruh yang hadir. Sementara Robin terus berpikir, apa sebenarnya yang ia perbuat untuk meredam gelombang protes dari rekan rekannya. Sebab Robin yakin cara cara kekerasan tidak mungkin bisa mengatasi persoalan, yang ada justru semakin runyam dan dapat memperburuk persoalan. Dirinya pun sebenarnya sadar kalo ada kubu kubu yang gak suka dan ada juga kubu yang mendukung kinerja pria selalu bijak dalam mengambil keputusan, namun Robin tetap tidak akan mempermasalahkan, yang penting baginya sama sama memperjuangkan nasib rekannya secara keseluruhan. Dia cukup demokratis dan tidak egois dalam memutuskan suatu masalah tetap memperhatikan orang orang yang tidak sejalan dengannya dan tujuan hidupnya Robin cuma satu yakni memperjuangkan hak-hak yang menjadi dasar tuntutannya. Lebih dari itu bukan menjadi hak preogratifnya. Menyangkut ada kubu lain yang mengambil perannya untuk memprotes tuntutan yang sama, Robin tidak mempedulikan bahkan pria cekatan itu juga gak tau kalo diantara rekannya yang bukan dari aliansinya sudah banyak hilang secara misterius, karena memang tidak pernah ada laporan yang masuk ke redaksi telinganya. Dan meskipun Robin tau, bukan menjadi kapasitas Robin juga untuk melarangnya, karena meski dilarang juga mereka pasti gak terina, sebab kinerja Robin dianggap lamban dalam setiap menangani persoalan.

" Sebetulnya yang kami tuntut cuma komitmen

 perusahaan, bukan yang lain.... Pihak pabrik

berjanji dalam hal ini Pak Chandra yang akan

mengganti kerugian para pekerja akibat

 pemberhentian para pekerja secara mendadak

dan itu sudah tertuang dalam surat keputusan

 ketenagakerjaan yang berlaku.... Diluar dari itu

bukan menjadi kewenangan saya..... " Kata Robin dengan nada tegas dan bijak. Rekannya yang hadir nampak tumpah ucapan semangat sambil manggut manggut , setuju apa yang diucapkan Robin. Febry diam sejenak karena suasana forum sedikit riuh gempita. Setelah suasana tenang baru Febry berucap. datar.

" Ya saya paham itu semua..... Namun pada

 hakekatnya kembali lagi kita harus sabar,

karena setiap persoalan pasti ada proses

yang harus kita jalani..... Tapi bapak bapak

tenang saja, kami bekerja akan semaksimal

mungkin demi memenuhi tuntutan semua.... "

Kata Febry sambil menoleh kanan kiri rekan rekan advokat nya itu. Kemudian menutup forum pertemuannya dengan para pekerja yang masih belum ada titik terang akan kemenangan dari tim kuasanya.

" Baiklah kalo begitu, kami tutup aja forum

tanya jawab ini seputar permasalahan yang

sedang kita hadapi ini, semoga harapan kami

menjadi harapan bapak bapak juga tentunya.. "

Urai Febry lagi , menambahkan sambil mengemasi beberapa berkas yang sedikit berantakan diatas mejanya. Setelah merasa lengkap pria dan temannya itu langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut. Tak lama kemudian diikuti para pekerja yang mewakili teman temannya termasuk Robin sebagai ketua koordinator. Robin masih belum enggan meninggalkan ruangan , pria itu masih sibuk membereskan surat surat yang dianggap perlu dan tak lama ia di hampiri beberapa rekannya ysng masih setia mendampingi perjuangannya dan tak ada kata menyerah sebelum tuntutan itu dikabulkan pihak Pak Chandra.

" Robin, kamu gak kangen sama kondisi pabrik

 garmen kita.... Sebab ada diantara teman

 teman kita yang gak sejalan dengan kita pada

 dateng.... Ya sekedar kangen kangen gitulah,

siapa tau ada Pak Chandra disana.....? " Ucap salah satu rekannya yang enggan disebutkan namanya. Robin masih fokus dengan berkas berkas yang ia kumpulkan sebagai acuan tuntutannya bagi semua pekerja.

" Kan saya udah pernah bilang..... Jangan suka

membuat masalah sebelum kita mendapatkan

keputusan dari pengadilan..... Sebab saya

khawatir jika kita melakukan hal yang di luar

dari tuntutan kita akan masalah besar, dan itu

mungkin saja yang membuat mereka terus

mengulur waktu, karena diantara teman kita

yang melakukan di luar koridor hukum yang

sedang kita jalankan..... " Jawab Robin sambil bekerja merapikan berkas berkas kemudian di

masukan ke dalam tas hitamnya.

" Kamu yakin tim pengacara kita akan berhasil

memenangkan gugatan kita, Bin..... Sebab

sampai saat ini kabar yang kita dapatkan dari

tim pengacara kita belum ada kabar yang

menggembirakan.... " Mendengar ucapan dari rekan setianya itu tiba-tiba Robin menghentikan

kesibukan sejenak.

" Jon..... Dana yang sudah kita keluarkan gak

sedikit untuk membayar mereka bertiga.....

Terus kalo kita tiba-tiba menghentikan tugas

yang sedang mereka kerjakan, itu akan jadi

sia sia.... Sebaiknya kasi aja kesempatan dulu

sampai sejauh mana pengerjaannya.... " Kata Robin mencoba memahami kinerja tim kuasai hukumnya itu.

" Kalo begitu saya gak bisa menyalahkan rekan

kita yang bergerak mencari keadilan sendiri

diluar sana...... Ya karena mereka gak sabar

agar tuntutannya cepat cepat terrealisasi.... "

Ucap Jon seolah menggurui Robin yang sudah bersusah payah menggunakan tim advokat yang dibentuk dalam kesepakatan bersama.

" Itu hak mereka..... Saya gak bisa mencegah

kalo menurut mereka itu lebih baik.... Tapi

yang perlu diingat.....Semua apapun resikonya

yang mereka kerjakan akan menanggungnya

sendiri...... " Kata Robin dalam pandangan perspektifnya yang tidak mengikat.

" Apakah kamu ingat sama Heru , Bin.....Teman

yang selalu menolak setiap keputusan apa

pun yang keluar dari mulut kamu.....? " Tanya Jon pada Robin yang ia sendiri pun sudah terlalu lama tidak mendengar kabarnya.

" Ya saya masih ingat..... Sudah lama saya gak

mendengar kabarnya..... Apakah dia baik baik

saja..... Heru itu orangnya terlalu keras.....

Berapa kali ia mau merusak rencana saya.... "

Jawab Robin datar saja, tidak memperlihatkan

sikap yang dendam. Padahal jelas jelas Heru ingin menjatuhkan reputasi Robin yang sudah baik di mata para buruh , ya karena sikapnya itulah yang menilai setiap lawannya itu sebagai kawan untuk mengoreksi setiap kekurangan terhadap dirinya. Sebab kalo gak begitu tidak ada yang bertugas menjaga fungsi kontrolnya.

" Ada yang bilang, dia hilang di pabrik.... " Kata Jon dengan nada serius. Robin coba bersikap tenang, tidak terlalu menanggapi infonya Jon yang luar biasa.

" O ya.... Kok bisa..... Bukannya dia itu dulunya

bagian dari pengawas pabrik.....? " Tanya balik Robin pada Jon.

" Ya , itukan dulu , sebelum posisinya diambil

sama kamu, Bin..... " Jawab Jon membuat Robin diam berpikir sejenak.

1
Haeqal Langit
Semangat admin! Aku mendukungmu💪
Luneaa
wah sepi kayak punyaku, semangat ya🥹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!