Empat tahun lamanya Arunika mengalah dan hidup sebagai istri pajangan, demi menghormati amanah almarhum ayahnya. Namun, segalanya hancur saat ia mendengar rencana kejam Saka. Pria itu berniat menikah lagi dengan kekasihnya, namun menolak menceraikan Arunika hanya karena butuh statusnya demi warisan keluarga Daniswara. Saka mengira Arunika wanita lemah yang akan pasrah dipoligami.
Kekecewaan mendalam itu justru membangkitkan sisi cerdas yang selama ini Arunika sembunyikan. Tanpa labrakan histeris, Arunika menyusun skenario skakmat dalam senyap. Tepat di hari pernikahan megah Saka, ia melangkah pergi membawa dokumen cerai dan menayangkan video perselingkuhan suaminya di gedung pesta. Sebuah langkah sunyi yang tidak hanya menyelamatkan harga dirinya, tetapi juga menjadi awal runtuhnya seluruh takhta palsu yang Saka banggakan.
Ingin tahu kisah selengkapnya? Yuk ikuti cerita Langkah Sunyi Arunika hanya di NovelToon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 Surat dari Raditya
Suasana di dalam ruang perpustakaan pribadi kediaman utama Daniswara mendadak mencekam, seolah-olah seluruh pasokan udara tersedot habis dalam hitungan detik. Lina masih berdiri tegak dengan napas memburu dan dada naik turun menahan luapan emosi. Sepasang matanya menatap tajam ke arah Pak Baskoro, merasa berada di atas angin dengan argumen silsilah patriarki yang baru saja ia teriakkan. Baginya, status Saka sebagai cucu laki-laki dari anak laki-laki adalah hukum mutlak yang tidak bisa diganggu gugat oleh apa pun, termasuk oleh fakta baru bahwa Arunika adalah anak dari putra pertama Kakek Agung dari pernikahan masa lalunya.
Di samping ibunya, Saka mengepalkan tangan erat-erat. Ego lelakinya yang setinggi langit kembali tegak. Pria itu menatap lurus ke arah Pak Baskoro, menuntut validasi atas haknya yang ia kira tidak akan bisa diruntuhkan oleh mantan istrinya. Di sudut belakang, Valerie mulai menarik napas lega, jemarinya yang lentik perlahan melonggar dari Cengkeraman tas mewahnya. Ia yakin, celah silsilah ini akan menyelamatkan masa depannya dan membatalkan perintah untuk mengosongkan rumah yang sekarang menjadi tempat tinggalnya, mengabaikan bahwa dirinya telah membuat kesalahan besar terhadap Saka.
Namun, Pak Baskoro sama sekali tidak memperlihatkan gurat kepanikan. Pengacara senior itu hanya menatap Lina dengan pandangan mata yang dipenuhi rasa iba sekaligus muak yang teramat mendalam. Beliau memperbaiki letak kacamatanya, lalu membacakan lembar pamungkas dari dokumen wasiat pembagian aset sebelum beralih ke berkas rahasia berikutnya.
"Ada satu poin mutlak yang perlu saya sampaikan sebelum kita melangkah lebih jauh, Nyonya Lina, Tuan Saka," ujar Pak Baskoro, suaranya yang berat bergema dengan tegas memotong ketegangan di ruangan itu. "Almarhum Tuan Raditya Daniswara sangat memahami karakter dan harga diri dari Ibu Arunika Wiranata yang begitu tinggi. Beliau tahu, ada kemungkinan Ibu Arunika akan menolak seluruh pelimpahan aset delapan puluh lima persen ini."
Pak Baskoro menatap lurus ke arah sepasang mata Saka yang mendadak menegang. "Oleh karena itu, Tuan Raditya telah mengunci klausul hukum ini secara permanen: 'Jika Arunika Wiranata tidak bersedia menerima seluruh bagian warisan yang telah ditetapkan, maka delapan puluh lima persen seluruh aset pribadi, rumah, dan saham kendali mayoritas Daniswara tersebut akan langsung dialihkan untuk disumbangkan sepenuhnya kepada yayasan sosial dan lembaga amal nasional.' Artinya, apa pun keputusan yang diambil oleh Ibu Arunika kelak, tidak ada satu sen pun dari harta mayoritas ini yang bisa kembali ke tangan Anda atau Tuan Saka. Celah kalian untuk merebutnya kembali telah di kunci rapat."
Deg.
Wajah Lina seketika memucat mendengar klausul kejam tersebut. Tadinya dia berpikir mereka bisa membujuk atau mengintimidasi Arunika agar menyerahkan kembali saham mayoritas itu tanpa sisa. Namun suaminya itu benar-benar telah memutuskan seluruh finansial mereka.
Belum sempat Lina meluapkan kemarahannya, Pak Baskoro membuka lembaran dokumen berikutnya dari balik segel khusus berkas bersampul hitam. Pak Baskoro mengambil empat buah amplop putih yang bersegel.
"Tuan Raditya menitipkan keempat amplop ini untuk diberikan pada masing-masing keluarganya sesuai dengan nama yang tertera. Empat buah surat pribadi yang beliau tulis dengan tangannya sendiri. Surat ini bisa menjawab alasan kuat Tuan Raditya memberikan bagian yang besar kepada Ibu Arunika."
Pak Baskoro melangkah maju mendekati Saka, Lina, Kakek Agung, dan Pak Kevin sebagai perwakilan sah dari Arunika sambil membagikan keempat amplop putih tersebut berdasarkan nama yang tertulis.
Saka mengerutkan kening, jantungnya mendadak berdegup kencang tak beraturan. Dengan jemari yang gemetar pelan, dia merobek segel amplop tersebut, mengeluarkan selembar kertas tebal yang berisikan tulisan tangan papanya, lalu mulai membaca baris demi baris kalimat di dalamnya dalam kesunyian batinnya sendiri.
Untuk anakku, Saka.
Jika surat ini sampai kepadamu, itu artinya pernikahan kamu dan Arunika sudah berakhir. Dan Papa yakin sekali itu karena kesalahan kamu. Sebelum kamu membaca surat ini, kamu pasti sudah tahu siapa Bagus Wiranata dan Arunika sebenarnya. Ya, mereka adalah kakak dan keponakan Papa. Selain terbukanya rahasia tentang mereka, ada satu rahasia lain yang harus kamu ketahui.
Saka...Papa berat untuk menyampaikan ini, tapi kamu harus tau. Kamu anak Papa, tapi bukan berasal dari darah daging Papa. Kamu anak mamamu dengan pria lain.
Dan Papa mengetahui kenyataan ini tepat di hari ulang tahun kamu yang ke lima belas, karena sebuah kebetulan.
Hari itu, dunia Papa runtuh begitu mengetahui Mama kamu telah berkhianat.
Namun, bagaimanapun juga, Papa adalah seorang ayah yang membesarkanmu sejak bayi. Rasa sayang di dalam hati Papa untuk kamu tidak bisa berubah dan nyata, Saka. Karena itu Papa tetap menunjuk kamu menjadi CEO Daniswara Group setelah Papa tiada, meskipun dengan syarat kamu harus menikah dengan Arunika. Sekarang kamu pasti tahu maksud dari syarat yang Papa ajukan.
Sebagai bentuk sayang Papa ke kamu, Papa tetap menyisakan porsi saham tiga persen untuk masa depanmu. Hiduplah dengan baik setelah ini Saka. Jika kamu ingin tahu siapa ayah kandung kamu, kamu bisa tanyakan langsung pada mamamu."
DUARR!
Isi surat Raditya terasa seperti vonis mati yang meremukkan seluruh eksistensi diri dan harga diri Saka. Air mata Saka jatuh membasahi pipinya yang pucat pasi, napasnya memburu naik turun menahan sesak yang luar biasa hebat di dalam dadanya. Ayahnya tahu dia anak dari laki-laki lain sejak dia remaja, namun ayahnya tetap menyayanginya dan melindunginya. Sedangkan dia... dia justru membalas ketulusan itu dengan menghancurkan Arunika.
Tangis Saka pecah tanpa suara, tubuhnya gemetar hebat di atas kursi, membuat orang-orang di sekitarnya bertanya-tanya penuh kecurigaan. Valerie yang duduk di belakang langsung terbelalak cemas, berbisik panik menanyakan isi surat tersebut. Namun Saka sama sekali tidak mendengarkan suara istrinya.
"Ada apa Saka?!" tanya Lina panik.
Suara Lina yang cukup tinggi membuat Saka melihat ke arah ibunya. "Kalau Mama ingin tahu jawabannya, baca saja surat Mama sendiri."
Saka berdiri, menyambar surat tersebut, dan berjalan keluar meninggalkan perpustakaan begitu saja tanpa memberikan penjelasan sepatah kata pun kepada siapa pun. Valerie berdiri tertegun, linglung menatap kepergian suaminya.
Mendengar jawaban Saka, Lina yang melihat putranya menangis tergugu lalu kabur, mulai didera ketakutan yang teramat sangat. Dengan tangan yang gemetar hebat, Lina membuka surat yang ditujukan untuknya dalam diam.
Untuk istriku, Lina.
Surat ini sampai ke tanganmu, itu artinya pernikahan Saka dan Arunika sudah berakhir. Aku yakin ada andil kamu di dalamnya, karena kamu menolak waktu aku mengatakan akan menikahkan Saka dengan Arunika. Sekarang kamu pasti sudah tahu siapa Bagus Wiranata dan Arunika sebenarnya. Dan itulah alasan mengapa aku menikahkan Saka dengan Arunika yang memiliki darah Daniswara sebenarnya.
Sekarang aku ingin kamu tahu, aku sudah lama tahu saka bukan anak kandungku. Saat itu kita merayakan ulang tahun Saka yang ke lima belas tahun. Dan kita terpaksa melarikannya ke rumah sakit karena alergi makanan. Saat itulah aku tidak sengaja mendengar percakapan kamu dengan Hendrawan. Sebagai ayah kandung Saka, dia ingin meminta waktu bisa lebih dekat dengan anaknya. Tapi kamu justru mengingatkan dia untuk menjauh, tetap menjaga jarak seperti biasanya, agar hubungan kalian tidak terendus olehku.
Hari itu juga aku melakukan pemeriksaan menyeluruh, dan mendapatkan fakta medis: aku mandul akibat cedera organ dalam kecelakaan maut di masa remajaku dulu. Kecelakaan maut di mana nyawaku diselamatkan oleh Bagus Wiranata dari garis kematian. Itulah awal pertemuan kami, tanpa kami tahu bahwa kami memiliki garis darah yang sama.
Kita memang menikah karena perjodohan bisnis yang dilakukan orang tua kita, tapi aku benar-benar mencintai kamu. Sebagai istriku meskipun kamu berkhianat, aku masih memberikan bagian untukmu lima persen dan rumah yang kita tempati selama ini.
Membaca rahasia kotornya diketahui Raditya, seluruh pasokan oksigen di sekitar Lina seolah menguap habis. Wajahnya memutih dengan bibir yang bergetar hebat, dadanya naik-turun menahan tekanan mental yang teramat dahsyat hingga merusak sistem saraf tubuhnya.
Bruk!'
Kesadaran Lina hilang sepenuhnya. Tubuhnya ambruk, jatuh pingsan dari atas kursi ke atas lantai marmer yang dingin.
slain mngabaikn istri,dia jg smp ngsih obt dlm dosis tnggi biar nika ga hmil anknya...mnyebalkn kl skrng smp ngejar nika,bkn krna cnta tp krna hrta...🙄🙄🙄
yang pastinya mau balikan agar bisa jadi orang kaya lagi 🤣🤣🤣🤣
d kira gmpng gt buat ktmu sm nika.....🙄🙄🙄
stlh mnyesal krna udh mnykti arunika,sbntr lg bkln d ksih kjutan yg lain dr istri trcnta.....🙄🙄🙄
senengnya kalo arunika tetap di kelilingi org2 baik ,,
gx perlu km ketemu lgi dg saka ,, biar laa dy hdup yg telah di pilih ny ,,
slain kluarga,ada jg mas mahen yg diam2 prhtian....mnimal yg onoh ga bkln brani ngusik lg....
Lanjut thor👍👍