Kehidupan kampus Sheyra selalu berjalan lancar dan tenang sebelum ia bertemu pria menyebalkan bernama Alvaro. Alvaro adalah seorang duda anak 1 yang tinggal berdua dengan anaknya. Di mata Sheyra, Alvaro merupakan pria berhati dingin, egois, dan jahat. Namun pandangan itu seketika runtuh ketika Sheyra melihat sisi lain Alvaro ketika bersama anaknya.
Takdir seolah membawa mereka untuk terus bertemu dan bertemu. Hingga akhirnya membuat cinta tumbuh di antara keduanya. Namun jatuh cinta tidaklah mudah. Masalah demi masalah selalu datang untuk menguji kekuatan cinta mereka.
Mulai dari Alvaro yang minder dengan statusnya, Sheyra sang pencemburu buta, seseorang dari masa lalu, restu keluarga hingga trauma berat Alvaro atas kematian istrinya.
Akankah keduanya bisa mengatasi permasalahan tersebut demi mempertahankan cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzZura02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18 - Bertemu Orang Baru
Sheyra sedang menikmati waktunya dengan berbaring di kasur sembari menonton drama Korea favoritnya. Setelah pulang dari liburan keluarga, sudah dua hari ia tidak datang ke daycare. Oleh karena itu sepulang dari kampus ia bisa menikmati waktunya bermalas-malasan di dalam kamar. Ia merasa keputusannya untuk mengambil libur adalah hal yang tepat. Disamping bisa menghilangkan rasa pegalnya, ia juga bisa mengistirahatkan pikirannya sejenak dengan memiliki waktu bersantai untuk dirinya sendiri.
Sheyra menonton drama sambil ditemani dengan segelas matcha hangat dan keripik singkong kesukaannya. Sesekali ia tertawa terbahak-bahak ketika di dalam drama menampilkan sebuah adegan lucu. Kadang juga karena terlalu hanyut dalam ceritanya, ia akan menangis jika adegannya terlalu menyedihkan.
Sheyra menyuapkan keripik ke dalam mulut dengan mata yang tetap terfokus menatap layar ipadnya. Ia memasang mode silent pada handphonenya yang artinya bahwa ia sedang tidak ingin diganggu.
Kini Sheyra hampir bisa melupakan perasaannya terhadap Alvaro. Ia meyakinkan diri untuk menjalani hidup seperti biasanya, sebelum ia bertemu dengan cowok itu. Sheyra merasa waktu liburannya kemarin benar-benar membantu perasaannya menjadi lebih baik.
Di pertengahan drama, Sheyra menjeda tontonannya. Ia beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil sesuatu dari dalam laci kamarnya. Sebuah sheet mask skincare korea di tangannya. Tak butuh waktu lama, ia segera membuka sheet mask tersebut dan memakainya di wajah. Ia menatap dirinya di pantulan cermin. Ah, rasanya dingin dan menyegarkan.
Setelah itu Sheyra kembali ke atas kasur. Menurutnya menonton drama sambil memakai masker akan membuatnya merasa rileks. Saat akan kembali melanjutkan menonton drama, Sheyra menyadari bahwa matcha di gelasnya sudah hampir habis. Dengan malas ia beranjak dari tempat tidurnya. Sepertinya ia harus membuat matcha segelas lagi di dapur.
Sheyra menuruni tangga rumahnya menuju dapur. Rumahnya tampak sepi. Sekarang ia sedang sendirian di rumah. Satu jam yang lalu Bundanya berpamitan untuk ikut acara arisan ibu-ibu komplek.
Sheyra menuangkan bubuk matcha dan air hangat ke gelas lalu mengaduknya. Tiba-tiba ia merasa rindu dengan anak-anak yang ada di daycare. Apalagi sudah 4 hari mereka tidak bertemu. Khususnya kepada Lyra, Ia sangat merindukan gadis kecil yang manis itu.
Sheyra melamun sambil berpikir. Saat ia kembali masuk ke daycare nanti, bagaimana cara dia memperlakukan Lyra? Apakah ia masih bisa memandang Lyra seperti sebelum ia tahu bahwa Lyra adalah anak dari cowok yang ia sukai? Sheyra segera menepis pemikiran semacam itu. Bagaimana pun juga Lyra hanyalah seorang anak kecil polos yang tidak tahu apa-apa. Gadis kecil yang belum bisa mengerti perasaan orang dewasa yang cenderung rumit.
Sheyra tidak membenci Lyra. Sama sekali tidak. Mungkin ia hanya akan merasa sedikit sedih ketika melihat Lyra. Karena Lyra adalah bukti bahwa Alvaro sudah berkeluarga. Sebuah alasan yang mengharuskan Sheyra mundur sebelum maju untuk memperjuangkan cintanya.
Sheyra sangat merindukan Lyra. Ia rindu akan keceriaan anak kecil itu. Ia ingin melihat senyum Lyra lagi. Saat membayangkan wajah Lyra, Sheyra baru menyadari bahwa anak itu memiliki mata dan senyum Alvaro. Pantas dia tumbuh menjadi anak yang sangat cantik.
Setelah selesai membuat matcha, Sheyra kembali menaiki tangga menuju kamarnya. Entah kenapa tangannya tergerak untuk mengambil handphone miliknya yang tergeletak di atas kasur. Dengan iseng ia mengecek nomor Alvaro. Sheyra membulatkan matanya saat menyadari bahwa Alvaro sudah tidak lagi memblokir nomornya. Foto kucing hitam sudah menghiasi foto profil WhatsApp Alvaro.
Syukurlah. Kini Sheyra merasa lega. Tandanya Alvaro tidak lagi membencinya. Setelah ini tugas Sheyra hanyalah melupakan Alvaro.
Sebuah notif chat dari Keisha muncul di layar handphone Sheyra. Sheyra sekilas membaca notif tersebut, tertulis di sana. ‘Shey, kalo gak sibuk mau coba gue kenalin ke temen cowo gue gak?’
Sheyra terlihat bingung. Ia membalas pesan Keisha untuk menanyakan perihal maksud pesan Keisha yang dikirimkan kepadanya. Kemudian tak butuh waktu lama, Sheyra segera mendapatkan balasan.
‘Gue punya temen. Orangnya ganteng, baik, pengertian, royal abissss, green flag parahhhh. Dia lagi nyari cewek. Lu mau coba gak buat ketemu dia? Siapa tau cocok.’
Setelah membacanya, Sheyra tidak langsung membalas pesan itu. Ia berpikir untuk beberapa menit. Apakah ia harus mengiyakan tawaran Keisha?
Sheyra berpikir mungkin ini saatnya membuka hatinya untuk cowok lain. Siapa tau dengan hal ini Ia bisa cepat melupakan Alvaro. Apalagi Keisha sahabatnya bilang bahwa cowok itu adalah sosok yang baik. Oleh karena itu ia yakin dan percaya dengan ucapan Keisha. Sepertinya tidak salah jika ia mencoba bertemu terlebih dahulu. Kalaupun tidak cocok pun tidak masalah.
‘Iya, gue mau Kei.’ balasan Sheyra yang ia kirimkan kepada Keisha.
***
Sheyra berada di parkiran sebuah cafe—tempatnya janjian dengan cowok yang dikenalkan oleh Keisha. Sheyra mengambil cermin dari dalam tasnya lalu bercermin untuk merapikan rambut dan make upnya. Sheyra sedikit merasa gugup. Ini pertama kalinya ia melakukan sebuah kencan buta. Pertemuan pertamanya dengan orang yang belum benar-benar ia kenal.
Sheyra mengetikkan sebuah pesan di handphonenya, ‘Kei, duh gugup banget nih. Gue udah sampe di cafe.’ Lalu sedetik kemudian Sheyra mengirimkan pesan tersebut kepada Keisha.
Notif pesan masuk. Sebuah pesan dari cowok yang hari ini akan bertemu Sheyra. Sheyra segera membalasnya.
‘Udah di mana?’
^^^‘Aku udah sampe di cafe.’^^^
‘Okay, apa perlu aku jemput di depan?’
Membaca pesan terakhir dari cowok itu, dengan cepat Sheyra langsung menolak. Ia tidak ingin terlalu merepotkan di pertemuan pertama mereka. Sheyra segera memasuki cafe tersebut. Matanya menelusuri setiap sudut cafe untuk mencari cowok yang telah membuat janji dengannya.
Senyum terbentuk di sudut bibirnya ketika matanya menangkap seorang cowok yang sedang melambaikan tangan ke arahnya. “Sepertinya dia orangnya.” gumam Sheyra pelan.
Sheyra berjalan menghampiri cowok itu. Melihat kedatangan Sheyra, cowok itu langsung berdiri dari tempat duduknya.
“Maaf ya udah bikin kamu menunggu lama.” Kata Sheyra dengan segera. Ia merasa tidak enak hati karena membuat seseorang menunggu kedatangannya.
“Ah, gak usah minta maaf. Aku juga baru sampe semenit yang lalu.” ujar cowok itu berbohong. Ia sengaja berbohong karena tidak ingin membuat Sheyra merasa bersalah.
Sheyra segera mengangguk. Ia mengambil duduk di depan cowok itu. Lalu cowok itu menjulurkan tangannya ke arah Sheyra, bermaksud mengajak bersalaman.
“Namaku Randy. Salam kenal ya. Senang bisa ketemu kamu. Terima kasih juga udah meluangkan waktunya buat ke sini.” ucapnya ramah.
Sheyra membalas uluran tangan Randy. “Sheyra. Aku juga begitu. Senang bisa ketemu.”
Setelah saling memperkenalkan diri. Mereka langsung memesan makanan dan minuman. First impression Sheyra terhadap Randy adalah dia pria yang sangat baik, ramah, sopan dan juga tampan. Randy tahu bagaimana cara memperlakukan wanita dengan baik. Randy juga pintar mencari topik obrolan sehingga pembicaraan mereka berjalan sangat seru. Sesekali Sheyra terlihat tertawa ketika mendengar lelucon yang Randy lontarkan.
^^^Bersambung…^^^