NovelToon NovelToon
DIJUAL AYAH Rp 500 JUTA, DINIKAHI CEO ROGUE MUSUH KELUARGAKU

DIJUAL AYAH Rp 500 JUTA, DINIKAHI CEO ROGUE MUSUH KELUARGAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: R. AL

Sinta Maharani dijual ayah kandungnya seharga Rp 500 juta untuk lunasi hutang judi.

Pembelinya adalah Arga Wijaya, CEO Rogue terkaya dan paling kejam di Jakarta. Pernikahan kontrak 1 tahun demi warisan triliunan.

Namun di malam pertama, Arga berbisik dingin, "Keluarga Maharani adalah pembunuh keluargaku. Sekarang giliranmu yang membayarnya."

Sinta terjebak. Menikah dengan musuh yang membenci darahnya, sambil menyembunyikan rahasia bahwa dia adalah serigala terakhir berdarah murni.

Mampukah Sinta bertahan di tengah dendam dan cinta terlarang? Ataukah dia akan hancur oleh masa lalu keluarganya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: SANDIWARA DI DEPAN KELUARGA 2 TRILIUN

Perjalanan ke Bandung terasa seperti perjalanan menuju hukuman mati.

Aku duduk di dalam mobil Rolls-Royce Phantom hitam milik Arga yang harganya puluhan miliar. Sopir pribadinya yang menyetir, sementara aku dan Arga duduk di belakang, dengan jarak yang sangat jauh.

Aku sudah berganti gaun, gaun merah maroon 150 juta itu masih melekat di tubuhku, kalung berlian 500 juta melingkar di leherku. Rambutku tertata sempurna. Dari luar, aku terlihat seperti seorang putri konglomerat. Tapi di dalam, aku adalah tahanan yang ketakutan.

Arga sibuk dengan laptopnya, sama sekali tidak menatapku. Sejak dia bilang kami harus tidur seranjang, aku tidak bisa berhenti gemetar.

"Bibi Sari sudah menyiapkan koper kamu. Semua baju kamu di kamar tamu sudah saya buang dan diganti dengan baju baru. Tas kuliah bututmu juga sudah saya buang," kata Arga tanpa menoleh.

"Apa?! Bapak buang tas saya?! Di dalam ada skripsi saya!" Aku hampir berteriak.

Arga akhirnya menoleh, tatapannya dingin. "Skripsi? Sinta, kamu sekarang istri saya. Kamu tidak butuh skripsi butut itu. Saya bisa belikan kamu ijazah S2 dari luar negeri kalau kamu mau. Jangan bertingkah seperti orang miskin lagi."

Aku mengepalkan tanganku. Pria ini benar-benar tidak punya hati.

"Sampai di rumah keluarga, ingat ini," Arga melanjutkan, menutup laptopnya. Dia bergeser mendekatiku, jarak kami kini hanya beberapa senti. "Nama kamu Sinta Wijaya. Kamu bertemu saya di panti asuhan saat saya menjadi donatur, dan saya jatuh cinta pada pandangan pertama padamu karena kebaikan hatimu. Itu cerita yang akan kita pakai. Mengerti?"

Aku mengangguk lemah.

"Dan ini yang paling penting," Arga mencengkeram daguku lagi, memaksa aku menatap matanya. "Keluarga besar saya adalah serigala-serigala berjas. Paman saya, Bibi saya, sepupu-sepupu saya, mereka semua mengincar warisan 2 triliun itu. Mereka akan mencoba menjatuhkanmu, menghina latar belakangmu, memancing emosimu agar kamu mengaku bahwa pernikahan kita palsu. Jangan pernah terpancing. Kamu harus tetap tersenyum dan terlihat bodoh tapi bahagia. Bisa?"

Aku menelan ludah. "Saya... saya akan coba..."

"Bukan coba. Harus bisa. Atau ayahmu akan saya buat menyesal telah dilahirkan."

Mobil masuk ke sebuah gerbang raksasa yang sangat tinggi. Di dalamnya, ada sebuah mansion bergaya Eropa klasik yang sangat besar, dengan taman yang luasnya seperti lapangan bola. Puluhan mobil mewah terparkir di halaman.

Ini adalah rumah keluarga Wijaya di Bandung.

Begitu mobil berhenti, seorang pelayan membukakan pintu untukku. Arga keluar lebih dulu, lalu dengan gerakan yang sangat mesra yang dibuat-buat, dia mengulurkan tangannya padaku.

Aku ragu, tapi aku menyambut tangannya. Tangannya besar, hangat, dan kuat. Dia menggenggam tanganku erat.

"Mulai sekarang akting, Nyonya Wijaya," bisiknya sambil tersenyum palsu yang sangat tampan.

Kami berjalan masuk ke dalam mansion. Di dalam ruang pesta yang sangat megah, sudah berkumpul puluhan orang dengan pakaian super mewah. Semua mata langsung tertuju pada kami.

"ARGA DATANG! ARGA BAWA ISTRINYA!"

Semua orang mengerumuni kami. Aku merasa seperti hewan di kebun binatang.

Seorang wanita paruh baya dengan gaun berlian yang norak langsung menghampiri kami dan menatapku dari atas ke bawah dengan tatapan sinis.

"Wah, jadi ini gadis yang berhasil menjerat Arga? Kenalkan, saya Tante Mira, tante nya Arga. Katanya kamu anak panti asuhan? Pantesan... auranya memang beda ya dengan kami keluarga Wijaya," katanya dengan nada menghina.

Darahku mendidih, tapi aku ingat pesan Arga. Aku harus tersenyum.

Arga langsung merangkul pinggangku erat dan menarikku ke dalam pelukannya. "Tante Mira, jaga bicara Tante. Sinta adalah istri saya, Nyonya Wijaya yang sah. Aura nya memang beda, aura nya jauh lebih tulus dan murni daripada orang-orang yang hanya mengejar harta warisan."

Satu kalimat itu membuat Tante Mira langsung bungkam dan wajahnya merah padam.

Semua orang berbisik-bisik.

Tiba-tiba dari tengah kerumunan, muncul Kakek yang kemarin video call. Dia duduk di kursi roda, didorong oleh perawat. Wajahnya terlihat lebih pucat, tapi matanya masih tajam.

"Kakek!" Arga membawa ku berlari kecil menghampiri Kakek.

Kakek menatapku dan tersenyum hangat. Senyum tulus pertama yang aku lihat sejak kemarin.

"Kamu Sinta ya? Cucu menantu Kakek? Sini Nak, mendekat."

Aku berlutut di depan kursi roda Kakek dan mencium tangannya. Tangan Kakek yang keriput mengelus kepalaku dengan lembut.

"Cantik kamu Nak. Arga beruntung dapat kamu. Arga itu sejak orang tuanya meninggal 10 tahun lalu jadi dingin, tidak punya teman, tidak punya pack. Kakek takut dia akan sendirian seumur hidup. Tapi sekarang Kakek tenang melihat dia punya kamu."

Mendengar kata-kata Kakek, hatiku terasa sakit. Jadi Arga memang yatim piatu sejak kebakaran pabrik itu. Pantas dia begitu membenci keluargaku.

"Kek, saya janji akan jaga Mas Arga," kataku, dan kali ini air mataku tulus, bukan akting.

Kakek mengangguk puas. "Bagus! Karena itu, Kakek sudah siapkan hadiah! Malam ini Kakek umumkan! 70% saham Wijaya Group senilai 2 Triliun akan Kakek wariskan kepada Arga dan istrinya! Dengan syarat, dalam satu tahun mereka harus memberikan Kakek cicit!"

Satu tahun harus punya anak?!

Aku dan Arga saling berpandangan. Wajah Arga langsung tegang.

Di dalam kontrak kami Pasal 3 tertulis TIDAK BOLEH HAMIL!

Ini bencana. Kontrak kami melarangku hamil, tapi syarat warisan mengharuskan kami punya anak.

Arga mencengkeram tanganku di bawah meja dengan sangat kuat sampai aku hampir menjerit kesakitan. Dia menatapku dengan tatapan yang berkata, "Jangan berani-berani hamil."

Aku mengangguk ketakutan.

Pesta berlanjut. Aku dipaksa berkenalan dengan puluhan sepupu Arga yang semuanya menatapku dengan iri dan benci.

Di tengah pesta, saat Arga sedang berbicara bisnis dengan pamannya, aku pergi ke toilet untuk menenangkan diri.

Saat di dalam toilet mewah itu, aku tidak sadar ada dua sepupu perempuan Arga yang mengikutiku.

Mereka masuk dan mengunci pintu toilet.

"Jadi kamu pelacur murahan yang dibayar Arga untuk jadi istri kontrak ya?" kata salah satunya, sepupu bernama Clara, sambil menyiramkan air minum ke gaun mahalku.

"Apa?"

"Kami tahu! Arga butuh istri cepat untuk warisan! Kamu pasti dibayar berapa? 100 juta? Dasar cewek matre! Keluarga Maharani yang miskin itu memang terkenal penipu!"

Gaun 150 juta ku kini basah dan kotor.

Mereka mendorongku sampai punggungku membentur dinding.

"Jangan pernah mimpi jadi bagian dari keluarga Wijaya! Kamu hanya sampah!"

Aku menangis, tidak melawan. Aku memang sampah di mata mereka.

BRAK! Pintu toilet didobrak dengan sangat keras sampai hampir jebol.

Arga Wijaya berdiri di sana dengan wajah yang sangat, sangat marah. Matanya merah menyala, aura Alpha dominannya meledak memenuhi seluruh ruangan, membuat dua sepupunya itu langsung gemetar ketakutan dan berlutut.

"Siapa yang menyuruh kalian menyentuh istri saya?" Suaranya pelan, tapi mengerikan seperti auman serigala.

Clara gemetar. "Maaf Kak Arga... kami hanya..."

Arga tidak peduli. Dia berjalan melewati mereka, melepas jas mahalnya, dan memakaikannya ke tubuhku yang basah.

Dia kemudian menggendongku dengan gaya bridal style di depan semua orang yang melihat dari luar toilet. Dia menggendongku seolah aku adalah sesuatu yang sangat berharga.

"Siapa pun yang menyentuh Sinta Wijaya, berarti menyentuh saya. Dan saya akan pastikan orang itu tidak akan pernah menginjakkan kaki di rumah keluarga ini lagi," kata Arga dengan suara keras yang didengar semua tamu pesta.

Dia membawaku keluar dari pesta, meninggalkanku dengan pertanyaan besar di hatiku.

Apakah tadi itu... akting juga? Atau dia benar-benar marah karena aku dihina?

Di dalam pelukan Arga yang hangat, untuk pertama kalinya, aku merasa sedikit aman.

Tapi aku tahu, ini hanya sandiwara. Dia membenciku. Dan dia tidak akan pernah mencintaiku.

Malam ini, kami harus tidur seranjang di kamar tamu mansion ini. Dan syarat cicit dari Kakek menggantung di atas kepala kami seperti bom waktu.

Apa yang akan Arga lakukan padaku malam ini?

(Bersambung...)

""Selamat membaca kawan' hehe""

1
aina susiyanti77
keren kk😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!