NovelToon NovelToon
Suamiku Atasan Kakakku

Suamiku Atasan Kakakku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi / Contest / Tamat
Popularitas:7.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: miopay_17

Kanaya Bhakti adalah siswi teladan di SMA Negeri di kota-nya. Kanaya terlahir dari keluarga yang cukup sederhana. Kedua orang tuanya hanya profesi sebagai seorang guru di Sekolah Negeri.

Kanaya terlahir dari tiga bersaudara, Kanaya merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, dan merupakan anak perempuan satu-satunya dari keluarga Bhakti.

Kanaya dari kecil bercita-cita ingin menjadi seorang Dokter, bagi Kanaya profesi dokter itu pekerjaan yang mulia.

Di pertengahan kelas tiga SMA, Kanaya mendapatkan kenyataan pahit bahwa dirinya sudah di jodohkan dari kecil oleh kedua orang tuanya.

Akankah Kanaya menerima perjodohannya?


Memilih mengejar cita-citanya?


Langsung baca saja "Suamiku Atasan Kakakku"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miopay_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 18

Liburan sekolah telah usai, tepat hari ini, hari pertama kali semua murid masuk ke sekolah. Tanpa terkecuali Kanaya dan Rudi, mereka berdua sudah bangun pagi sedikit bermalas-malasan, saking lamanya libur membuat keduanya malas beranjak dari tempat tidurnya.

"Tok!....Nay! bangun udah pagi, kamu mau sekolah apa lanjut tidur?" Teriaknya Ibu Kanaya, membangunkan Anak gadis-nya.

"Iya Buk! Nay sudah bangun." Jawab Kanaya dari dalam tempat tidurnya.

Setelah membangunkan Kanaya dan mendapatkan sahutan dari dalam, Ibunya melanjutkan membangunkan Anak lelakinya Rudi.

"Tok! Tok!...Rud, Bangun! sudah siang!" Teriak Ibunya menempelkan kepala di daun pintu kamar Anaknya.

"Iya Buk!" Sahutnya dari dalam kamarnya.

Ibu Melati (ibunya Kanaya autthor lupa namanya) hehehe.

Setelah membangunkan kedua Anaknya, Ibu Melati masuk ke dalam dapur, untuk memasak sarapan pagi untuk keluarga, sedangkan suaminya sedang olahraga kecil di halaman depan.

Mereka berdua tengah bersiap di dalam kamar, walaupun enggan untuk pergi ke sekolah, mengingat-ingat cita-citanya membuatnya semangat memulai hari baru, kelas baru, dengan harapan baru.

***

Sudah satu bulan Kanaya kelas tiga, banyak teman-teman yang baru, sedangkan kedua sahabatnya Maldifa dan Andina satu kelas. Hanya Kanaya yang terpisah kelasnya, tetapi mereka tetap bersahabat, ke kantin bareng, belajar pun juga mereka bareng.

Banyak lika-liku perjalanan Kanaya ambil, mulai pindah ke Solo mengikuti kedua orang tuanya, Kanaya harus beradaptasi dengan lingkungan baru, tetangga baru, dan kehidupan yang baru juga.

Di SMA Negeri Surakarta ini, Kanaya menempuh pendidikan jenjang pendidikan menengah atas. Tidak terasa Kanaya sudah kelas tiga, tinggal menghitung bulan lagi, Kanaya akan lulus dari SMA.

Bila flashback, banyak Kanaya dan keluarga lalui mulai tinggal di Jakarta dengan rumahnya yang dulu, walaupun tinggal di pinggiran kota Jakarta, tetapi banyak kenangan-nya.

Rasanya ingin menangis bila mengingat-nya, kedua orang tuanya cuma seorang guru, menghidupi ketiga Anaknya, dan sebagian gajinya untuk mengangsur rumah setiap bulannya.

Masa sulitnya sudah terlewati, semenjak orang tuanya memutuskan pindah ke Solo. Sedikit demi sedikit ekonomi keluarganya mulai membaik, dan di tambahkan kakaknya Reksa sudah lulus kuliah.

"Percayalah setiap kesusahan pasti ada kemudahan."

***

"Nay...." tidak ada jawaban.

"Nay...." Difa mengguncang bahunya Kanaya.

"Eeeh Difa.." Jawabnya Kanaya tanpa rasa salah.

"Kamu dari tadi kok melamun, Nay! ada masalah?" tanyanya Difa.

"Enggak kok Dif." Jawabnya.

Setelah menyelesaikan istirahat-nya di kantin, ketiga sahabat berjalan memasuki kelasnya. Mereka berpisah di depan kelasnya Kanaya, sedangkan Difa dan Dina menuju ke kelas mereka.

Teng.....teng....

Bunyi lonceng sekolah sudah menggema di penjuru SMA Negeri, murid-murid sudah bersorak gembira, dan memasukkan buku-bukunya ke dalam tas sekolahnya.

"Sekian pelajaran dari ibu hari ini! Selamat berjumpa esok hari." Tutur Bu Hesti mengakhiri jam pelajaran terakhirnya hari ini.

"Baik Buk!" Suara serempak di kelasnya Kanaya.

Setelah Buk Hesti meninggalkan kelasnya, semua murid-murid menghambur keluar membawa tas di punggungnya.

***

Pukul 15.00 WIB, Kanaya baru saja tiba di rumahnya. Rasa lelah akibat menunggu angkutan umum yang lama, sangat jelas di rasakan Kanaya.

"Assalamu'alaikum, Kanaya pulang."

"Walaikumsalam, Nduk."

"Sekolahnya piye nduk?"

"Baik Bu."

Ibu Melati menyodorkan satu gelas air putih ke putrinya Kanaya, Ibu tahu pasti kamu capek.

"Suwun Yo Buk!"

"Kanaya masuk kamar dulu, Buk! mau mandi dan ganti pakaian."

"Iyo sana!"

Kanaya melenggangkan kakinya, untuk masuk ke kamarnya langkah kakinya sedikit gontai, rasa capeknya tidak bisa Kanaya tutupi.

"Ahhhh empuknya..." Kanaya menubruk tempat tidurnya.

***

Ibu Melati memilih pensiun dini, jika suami istri bekerja tidak ada yang mengurus rumah, suami, dan Anaknya. Dengan persetujuan suami, akhirnya Ibu Melati memilih mementingkan keluarga.

Reksa juga satu pendapat dengan ibunya, karena Reksa tidak mau ibunya sangat kecapekan bila harus mengurus rumah, dan wanita karir.

Beberapa hari di Bandung, membuat Reksa merindukan keluarganya. Ternyata Tama sangat manja, bila dengan Mamanya. Melihat sifat Tama berubah 180 derajat dengan keseharian-nya di kantor. Bila sudah di rumah, Tama akan semakin manja dengan orang-orang di rumahnya, terutama Mamanya.

***

Serangkaian ritual mandi dan berganti pakaian selesai, Kanaya keluar dari persembunyiannya jam menunjukkan pukul 16.30 Wib. Ibunya juga sudah selesai memasak, tetapi Kanaya lebih memilih menyirami tanaman di depan rumahnya, sembari mengarahkan selang ke tanaman, Kanaya bersenandung.

Lepaskanlah ikatanmu dengan Aku

Biar kamu senang

Bila berat melupakan Aku

Pelan-pelan saja

"Nay...." Panggil ibu Melati.

"Nay di depan Buk! lagi siram bunga." sahut Kanaya.

"Oohh kirain ibu! kamu kemana, Nay."

"Ahhh ibu! kangen Nay ya."

Sore hari mereka saling bertukar cerita, mereka bercanda berdua sembari menunggu Bapaknya pulang dari sekolah. Sedangkan Rudi masih belajar kelompok di rumah temannya.

Senja mulai datang, meninggalkan peraduannya. Semua keluarga sudah berkumpul di meja makan, untuk makan bersama, kebiasaan dari dulu tidak pernah keluarga Bhakti tinggalkan.

Autthor double Up. kasih jempolnya dong

1
Cat Lover
buset itu mah bayi umur 4 kapan lebih visualisasi nya
Adila Ardani
gak ketemu Thor judul nya
Nunx Nurhayati: ga ada kak
total 2 replies
Lina Herlina
Kecewa
Lina Herlina
Buruk
Rima Ummu Abelzhifa
membosankan
KatRoy Roy
nggak jls bangat sii
Siti
aku x fham btul alur cite die ni
Kosong
Asataga feelnya gk dapat bangat..
Kebanyakan ceritanya tentang keseharian gk jelas..
Giliran dapat intinya malah di Singkat alurnya 🤯🤯
Sumpah frustasi
Kosong
Ya ellah tarik ulur terus 🙄
Kosong
Asli sampe episod ini aku kebanyakan skipnya 🤣
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
saran aja nih untuk otor nya mending nggak usah terlalu di perjelas kegiatanx toh pra pembaca jg udah ngerti yg penting itu inti katanya ada
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
sedikit saran yah tor klu semisal kek Tama gini mending jgn sebutin nama nya ganti aja jadi ' aku/saya ganti baju dulu,lalu kita pergi bersama ' nah kek gitu kan enak nggak harus nulis nama tokoh nya jg aneh bgt jadinya
Isna Asnia Ulhamdi
lah bukannya orang tua kanaya udah kenal sama tama ya lewat reksa
ini gimana ceritanya tolong
Frida Arlini
Luar biasa
ww
GA ADA GREGET CRITANYA, GARING, DR TD SCROL DOANG
ww
CERITA GARING GINI KOQ BISA 200 PART YA? 🤔
ww
PKAI daun , GoBlok tolol bego nya ga ketulungan
ww
ada alamat rumah kantor ada kantor polisi, sesorang CEO koq GOBLOKK BNGET YA , **LOL
ww
pihak rumah sakit kerja sama dengan polisi, pihak tama lg nyari jg psti kerja sama polisi nyari orang hilang, koplakkk trlalu ngada2 ceritanya gak ktm sampai berbulan2 **LOL
Mice Zaimarni
bingung gk nyambung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!