NovelToon NovelToon
Istri Untuk Pewaris Pengganti

Istri Untuk Pewaris Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:25.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Banyak sekali yang harus dilakukan Ananta Shakira sebagai bukti baktinya pada orang tuanya. Demi mendapatkan simpati publik, papanya memasukkannya sebagai tenaga pengajar di sebuah Taman Kanak Kanak.yang sudah terkenal dedikasinya dalam menelurkan anak anak pintar yang berbakat.

Kemudian dia juga harus mau dijodohkan dengan Arsen Angkasa, pewaris pengganti yang sedang naik daun, karena pewaris sebelumnya meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

Pewaris pengganti itu butuh power keluarganya yang merupakan pengusaha lokal dan salah satu wakil ketua dewan yang terhormat untuk memperkuat posisinya. Sedangkan keluarganya membutuhkan pewaris ini untuk bisa sejajar di kalangan bisnis dengan menjadikannya sebagai menantu keluarga konglomerat itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Keluarga Oposisi

Danisa-istri Latf Jaffar sedang memperhatikan suaminya yang bercengkerama dengan mantan dan anaknya yang kini menjadi pengganti Ega. Terselip perasaan cemburu dan marah karena keberadaannya sekarang sudah tidak dianggap lagi oleh suaminya. Suaminya lebih mementingkan mantannya yang sakit sakitan.

"Mama minta maaf. Mama minta kamu tetap tenang karena kedudukanmu ngga akan pernah tergantikan oleh Annette," hibur Widari yang masih menemani menantunya.

"Aku ngga pernah melihat Latif bisa tertawa sebahagia itu, ma, sepanjang pernikahan kami," ucapnya sedih.

Widari akui kebenaran kata kata menantunya. Sejak kehadiran Annette, Latif terlihat lebih bahagia. Dirinya dari tadi juga ikut menperhatikan putranya yang nampak bahagia dengan mantan kekasih dan anaknya.

Dia terpaksa meminta Annette kembali. Jika saja Ega tidak meninggal, sesalnya membatin.

Tapi bagaimana lagi, dia butuh Arsen sebagai pewaris, karena cucunya dari Danisa sudah meninggal, bahkan Ega belum menikah.

Karena itu dia mengatur pernikahan Arsen secepatnya. Dia ngga mau terjadi ada apa apa dengan Arsen sebelum memberikannya cicit sebagai pewaris selanjutnya.

Perusahaan ini besar karena kerja kerasnya. Dulu kakak dan adiknya tidak pernah mau ikut campur. Mereka hanya menikmati keberhasilannya saja. Karena itu dia tidak akan membiarkan kursi kekuasaannya dilengserkan untuk mereka.

Tempat tertinggi sebagai pimpinan perusahaan haruslah dari garis keturunannya. Bukan dari abang atau adiknya. Dia tidak peduli walaupun harus memanggil Annette untuk kembali ke sini.

Dia menatap wajah sedih menantunya dengan perasaan yang sama. Dia terpaksa melakukannya.

"Lebih baik sekarang sembuhkanlah hatimu. Pergilah liburan ke luar negeri, shopping atau apa saja. Yang bisa membuat hatimu senang. Nanti setelah Annette meninggal, kembalilah."

Danisa menatap mertuanya dengan tatapan ngga yakin.

"Mama yakin kalo Annette akan meninggal?"

Widari mengangguk.

"Kankernya sudah menyebar. Pengobatannya hanya untuk memperpanjang umurnya saja."

Danisa terdiam. Kemudian dia melihat lagi ke arah luar jendela. Latif, Annette dan Arsen sudah tidak ada lagi di sana. Dia melihat mobil yang melaju pelan meninggalkan rumah mertuanya. Bahkan Latif membelikan mobil baru demi Annette.

Dia iri pada Annette yang bisa mengambil seluruh hati Latif. Dia yang sudah menemani Latif bertahun tahun, langsung terbuang begitu saja dengan kehadirannya kembali.

*

*

*

"Kita tidak bisa melakukan apa apa lagi, bang?" Sentak Sekar kesal. Semenjak pertemuan tadi dia terpaksa memasang wajah ramahnya. Apalagi melihat ada Annette di sana. Dia merasa mantan Latif sedang mentertawakannya dan juga abangnya yang tidak berhasil menjadikan cucu cucu mereka sebagai pewaris pengganti Ega.

"Sementara jalannya sudah tertutup, Sekar. Ubay dan Cakra juga mendukung Arsen. Lebih baik kita lihat dulu kinerja Arsen. Kalo dia gagal, baru kita pikirkan untuk melengserkannya," jawab Yusril setelah menghembuskan asap rokoknya. Mereka sudah berada di rumah Sekar, yang hanya berjarak beberapa belas meter saja dari rumah Widari.

"Ya, kata Cakra, Arsen tidak sulit mengendalikan perusahaan. Sepertinya Annette sudah membekalinya dengan sangat baik," tukas Sekar sambil menatap jauh ke langit.

"Tidak disangka ternyata dia bisa balik lagi ke sini mengambil haknya." Helaan Nafas Sekar terdengar panjang.

Yusril malah tergelak.

"Adikku terpaksa menjilat ludahnya sendiri," cemoohnya. Dulu Widari mengusir Annette dan melarangnya kembali hingga membuat Latif Jaffar keponakannya patah hati.

Dia hidup tapi ngga ada jiwa selama bertahun tahun. Sekarang Yusril bisa melihat jiwa Latif lagi, karena Annette dan anak yang tidak disangkanya ada, kini sudah bersamanya lagi.

"Itu karena dia tidak mau berbagi kekuasaannya dengan kita. Dia memang egois. Dia lebih suka memilih keturunan tidak sahnya yang sudah dia buang dari pada cucu cucu kita," rutuk Sekar geram.

"Begitulah dia. Dia tidak pernah berubah," tawa Yusril terdengar sumbang.

"Yang penting kita tetap menerima keuntungan. Jadi sekarang kita nikmati dulu saja," lanjutnya lagi.

"Ya, begini juga baik," Sekar mencoba sabar seperti abangnya. Belum tentu dia dan abangnya akan kalah selamanya. Lagi pula tidak perlu memikirkan bagaimana rumitnya bekerja, bertemu klien dan mempertahan atau menaikkan harga saham. Bisa duduk santai, jalan jalan dan shopping ke luar negeri serta selalu mendapatkan aliran dana yang sangat besar, malah lebih menyenangkan.

"Pernikahan Arsen dan Ananta juga belum tentu langgeng. Mereka juga dikejar Widari untuk segera punya anak. Cucu cucu kita masih punya kesempatan untuk menggantikan posisi Arsen," pungkas Yusril yang dianggukkan Sekar.

Sekarang dia semakin mengerti aturan mainnya.

*

*

*

Ananta masih memikirkan kata kata mamanya saat dia sudah bergelung di dalam selimutnya.

Secepatnya punya anak atau ikut program bayi tabung.

Ananta menggelengkan kepalanya. Dia tidak akan menuruti keinginan mereka. Kalo memang sudah saatnya, mereka pasti akan memilikinya.

Tapi kalo saatnya belum, dia tidak akan mau memaksa menggunakan alternatif bayi tabung.

Akhirnya Ananta bisa juga tertidur setelah membulatkan tekatnya.

*

*

*

Ananta terpaku ketika melihat Arsen sudah menunggu sambil menyandar di badan mobilnya pagi ini

Kapan dia datang? batinnya saat keluar dari dalam rumahnya.dan melihat laki laki ini.

"Loh, ada Arsen?" Suara mamanya langsung heboh. Papanya yang berada di samping mamanya tersenyum tipis.

"Om, tante." Arsen langsung mendekat dan menyalim santun tangan kedua orang tuanya.

"Mau antar Ananta? Tapi nanti kamu ngga akan terlambat?" tanya Prameswari senang tapi juga merasa agak khawatir. Jangan sampai karena mengantar putrinya dapat mengganggu aktivitas sibuk Arsen.

Iya, nih, batin Ananta. Dia lebih suka mengendarai mobilnya saja. Lagi pula nanti dia pasti akan canggung sekali, apalagi mengingat kejadian kemarin. Kuduk Ananta merinding lagi.

"Ngga, kok, tante. Masih cukup waktunya," sangkal Arsen dengan nada sopan.

"Ooh .... Begitu, ya. Ayo, Ananta, kenapa masih bengong," seru Prameswari saat melihat putrinya masih bergeming.

Ananta dengan ragu berjalan ke arah mobil Arsen. Calon suaminya membukakan pintu mobil untuknya, sama seperti kemarin juga melindungi kepalanya.

Mobil pun melaju meninggalkan rumah Ananta.

"Aku ngga tau bisa datang jam berapa ke acara sekolah kamu. Tapi tetap aku usahakan datang," janji Arsen di tengah kediaman mereka.

Karena acara tadi malam, beberapa klien yang dibatalkan pertemuannya kemarin minta dimajukan pertemuannya pada hari ini. Desas desus kalo dia akan menikah sudah mulai berhembus.

"Ya, ngga apa." Dari papanya, Ananta tau betapa sibuknya Arsen bekerja. Mungkin kalo besok dia menemani Arsen, dia baru akan melihat sesibuk apa apa laki laki ini hingga perlu dicarikan calon istri untuk dinikahi.

Hening lagi.

"Tentang permintaan nenek yang ingin kamu cepat hamil dan juga tentang program bayi tabung, jangan terlalu dipikirkan."

Ananta ngga menyangka bisa mendengar perkataan ini dari Arsen. Hatinya jadi tersentuh. Ngga nyangka Arsen akan sepengertian ini.

"Aku akan tetap berusha keras menghamili kamu. Jadi kamu jangan khawatir. Kita ngga perlu program bayi tabung."

Loh? Ananta melirik laki laki yang lagi fokus menyetir ini dengan sinis.

Dia rupanya sudah salah paham. Tetap aja laki laki ini ingin buru buru punya anak dengannya.

Uugghh....

"Kalo perlu malam pertama kita lakukan berkali kali." Arsen mengedipkan sebelah matanya ketika melihat wajah tegang Ananta.

1
Herman Lim
moga mank betul klo agnia yg buat Ega mati 🤣🤣🤣
Pujierde
tampol aja An cowok kaya gitu mah
Mai_mai
terima kasih thor upnya..... semangat terus
Ernaaaaa
hayu Thor semangat aku penasaran ini
✨@dian_$💫
lanjoootttt lamoo amattt up nya authoorrrr
hiro_yoshi74
makin kesini rahasia kematian ega makin terkuak .....
heeeh menikah demi saham ide gila .....iya kalo anak yg punya saham cantik dan masih muda kalo udah tua kapok kalian ber✌
Mai_mai
thor up lagi..... setiap harilah thor kalo bisa upnya semangat ak selalu tunggu
Rahma AR: ya, ada lagi... smg cepat review ntnya
total 1 replies
hiro_yoshi74
andai nenek ega tau belangya kamu agnia .
cuma di ambil cucunya aja induknya di asingkan baru tau rasa lo .
hiro_yoshi74
akhirnya up juga kk mksih 🙏🏼
semangat💪
Rahma AR: sama sama😊
total 1 replies
anggita
like🌹bunga👍
hiro_yoshi74
kk kpn up lagi wooooy 🤭✌
Rahma AR: bentar, lg diketik
total 1 replies
Pujierde
iyalah pasti sakit bukannya bareng sama istrinya apalagi baru ditinggal sama anaknya emang tega tuh si lalatip selotip 😤😤
Pujierde
tapi kami juga menyakiti hati wanita yang baru kehilangan anaknya arsen jika kamu ingin mendekatkan kembali papi dan mama kamu, tidakkah kamu mengerti sakitnya istri papi kamu padahal beliau tidak tau apa" mengenai papi dan mama kamu
Pujierde
syukurlah ubay dan cakra bisa menerina arsen dengan baik memang harusnya begitu saling membantu biar semakin maju
Pujierde
ngebayangin mama ananta waktu bertemu dengan papanya ananta pasti pakaian seksi dan bisa jadi agresif sama papanya ananta 😁😁
Pujierde
model mertua yang jahat sama menantu klo menantunya gak sesuai kriteria yang diinginkan kasihan cucu"nya juga nantinya
Pujierde
bukan pujian yang tulus dari seorang ibu
Pujierde
banyak banget didunia konoha hal seperti ini padahal kerjaan cuma duduk, buka hp entah apa yg di tonton bahkan ada yang gak datang rapat malah pergi ketmpt lain🤦🤦🤦🤦🤦🤦
Pujierde
bener jahat kamu lalatip selotip, bukannya istri didatangi malah melalui telp awas aja ada hukum alam yg akan kamu terima 😤😤
Pujierde
gak boleh gituuuuuu lalatip kasihan istri kamu danisa sudah kehilangan anak sekarang suami lebih memproritaskan mantannya tega kamu lalatip 😤😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!