sebuah kisah yang sangat menyentuh namun juga menyakitkan tapi tetap dijalani dengan cara yang kadang sulit untuk di terima. Akankah antara Aira dan Ridwan sanggup menjalani? dan bagaimana dengan Zaki. Apakah yang terjadi selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Zarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 33 pernikahan Ridwan dan Zahra
Dua Minggu berlalu begitu cepat. Kini tibalah saatnya Ridwan dan Zahra menggelar pernikahan. Pernikahan Ridwan dan Zahra di gelar di mesjid yang tidak jauh dari pondok pesantren Kiai Abdullah dan berdekatan dengan rumah Kiai Abdullah.
Ridwan berserta rombongannya pun telah tiba. Hari ini Ridwan terlihat begitu tampan dengan mengenakan pakaian jas berwarna putih dan senada dengan pecinya.
kini tinggal menunggu mempelai wanita yang belum tiba di masjid. Waktu telah menunjukkan pukul sembilan pagi sebentar lagi acara ijab Kabul pun akan di gelar.
Akhirnya rombongan mempelai wanita pun telah tiba. Kiai Abdullah dan rombongannya pun memasuki masjid.
Ridwan melihat sepintas kearah Zahra pun tersenyum . Zahra pun membalas senyum an itu di balik cadarnya. Ridwan merasa sangat tegang karena semuanya penuh kejutan.
Sampai saat ini Ridwan masih belum mengetahui seperti apa wajah istrinya itu.
Acara resepsi pernikahan antara Ridwan dan Zahra pun di mulai.
Kiai Abdullah pun mengucapkan ijab Kabul. Muhammad Ridwan Hanafi apakah engkau sudah siap ? Ucap kiai Abdullah .
Insyaallah siap Kiai,
Yasudah mari kita mulai ijab Kabulnya.
Ridwan pun menganggukkan kepalanya.
Saya nikahkan anak kandungku Azzahra Salsabila dengan mahar satu set perlengkapan alat shalat dan satu set perhiasan emas di bayar tunai !
Saya terima nikah dan kawinnya Azzahra Salsabila dengan sejumlah mahar tersebut di bayar tunai !
Bagaimana saksi !
Sah !
Sah !
Sah !
Semua menjawab dengan serentak. Alhamdulillah,
Setelah selesai ijab kabul Zahra pun meraih tangan suaminya dan menciumnya dengan takzim. Begitupun Ridwan mencium kening Zahra.
Kini Ridwan dan Zahra telah selesai melangsungkan ijab kabul . Setelah ijab Kabul kini rombongan kedua mempelai pergi ketempat resepsi pernikahan mereka yang ada di salah satu hotel.
Kedua mempelai pun bersanding di singgasana pelaminan yang begitu megah. Semua tamu undangan datang silih berganti mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.
Zahra yang merasa sedikit lelah karena melayani tamu undangan yang begitu ramai akhirnya memutuskan untuk duduk sebentar.
Ridwan yang peka terhadap Zahra pun meraih tangan istrinya untuk duduk berdua.
Ridwan pun membisikkan sesuatu ke telinga Zahra.
Zahra, malam ini apakah aku sudah boleh membuka penutup wajahmu ?
Ridwan membisikkan pas dekat dengan telinga Zahra.
Zahra merasa wajahnya panas oleh hembusan nafas suaminya. Ia merasa sangat terkejut dan kaget.
Semua mata tertuju pada Ridwan dan Zahra. Salah satu sejawat rekan kerja pak Hanafi pun memuji anak dan menantunya itu.
Selamat ya pak Han, anak dan menantunya begitu serasi.
Oh tentu saja. Terimakasih atas ucapannya.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Para tamu undangan pun sudah berangsur sepi.
Kamar pengantin kini telah disediakan dan sudah lengkap dengan baju ganti kedua mempelai.
karena sebelumnya orang tua Zahra telah menyiapkan pakaian ganti untuk Zahra dan telah di serahkan ke pada pegawai hotel yang mendekor kamar pengantin.
Dan kini tibalah saatnya Zahra dan Ridwan untuk istirahat. Karena saat ini tamu undangan pun sudah mulai sepi.
Ibu Aisyah pun menghampiri anak dan menantunya itu.
Ridwan , seperti menantu ummi sudah lelah . Lebih baik kamu bawa Zahra untuk beristirahat di kamar. Nanti ini biar ummi sama yang lainnya akan membereskan semua ini.
Baiklah ummi, kalau gitu Ridwan akan mengajak Zahra untuk kekamar. Setelah itu Ridwan dan Zahra menuju kamar hotel. Sesampainya di kamar Ridwan pun duduk di tapi ranjang yang telah ditaburi kelopak bunga mawar merah.
Zahra pun menelan salivanya. karena malam ini ia akan tidur satu ranjang dengan seseorang yang telah menikahinya.
"Zahra, mari sini duduk dekat aku, tadi kata ummi kamu lelah kamu istirahat dulu tapi sebelum itu aku ingin membuka cadarmu apakah kamu mengizinkannya ?" Tanya Ridwan dengan lembut.
Zahra pun melangkahkan kakinya menuju ke arah ranjang dimana Ridwan duduk .
Zahra pun duduk di sebelah suaminya.
Ridwan pun menghadap ke arah Zahra.
Zahra yang masih menundukkan kepalanya dengan perlahan Ridwan membuka cadar Zahra.
Saat cadar sudah terbuka Ridwan melihat wajah ayu Zahra bibir yang tipis dan hidung yang mancung . Mukanya putih bersih dengan sedikit riasan makeup membuat wajah Zahra sangat cantik alami.
Ridwan menelan ludahnya sendiri dan begitu terpana oleh kecantikan istrinya saat ini.
salam DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS 🙏🏻🤭