NovelToon NovelToon
Dendam Berdarah Sang Mafia

Dendam Berdarah Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Malam itu, Akila Georgina kehilangan segalanya.

Tunangan yang dicintainya ternyata berselingkuh dengan adik tirinya sendiri. Belum sempat pulih dari pengkhianatan itu, Akila kembali dijadikan kambing hitam atas kecelakaan yang merenggut nyawa seorang wanita bernama Natalie Hartawan.

Dan putra wanita itu adalah William Hartawan—mafia kejam yang dikenal sebagai The Reaper.

William yakin Akila adalah penyebab kematian ibunya.

Maka ia menjadikan Akila istrinya. Bukan karena cinta, melainkan demi dendam.

"Mulai hari ini, kau adalah istriku. Dan hidupmu menjadi harga atas kematian ibuku."

Namun, semakin lama William mengenal Akila, semakin ia menyadari bahwa wanita yang ingin ia hancurkan ternyata hanyalah korban dari permainan orang lain.

Dendam perlahan berubah menjadi rasa memiliki.

Sementara Akila mulai dihadapkan pada satu pilihan: tetap membenci pria yang memaksanya masuk ke dalam pernikahan itu, atau mempercayai hati yang diam-diam mulai luluh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

5 Tahun Kemudian

Tampak sepasang kembar yang lucu tengah duduk bersantai di sofa.

Tak lama setelahnya decakan terdengar dari salah satunya.

"Ah menyebalkan sekali! Apa kau tak bisa geser lebih jauh ke samping Atheos? Menyingkirlah, ini benar-benar menyesakkan, kau bisa duduk di tempat lain." Ucap Anak perempuan dengan nama Athena.

Padahal jarak duduk antara Athena dan Atheos cukup jauh.

Mereka adalah dua kembar milik Akila yang kini sudah tumbuh menjadi Anak-anak.

Atheos dan Athena nama mereka.

Atheos menggeser tubuhnya, tak lama setelahnya Athena malah berteriak karena kesal sendiri.

"Akhhhh!" Kesalnya.

Sebenarnya yang salah disini bukanlah Anak laki-laki itu tapi emosi Athena sungguh tak bisa dibendung karena tak diajak oleh Akila untuk ikut bekerja dengan Akila.

"Kau kesal atau bagaimana? Jangan membuatku ikut tak mood Athe!" Kesal Atheos yang sakit kepala mendengar teriakan yang mereka yakini adalah Adik mereka.

Karena badan Athena yang paling kecil mungkin Athena lah yang paling akhir terlahir walau mereka kembar.

Athena mulai meneteskan air matanya dan menangis sekencang mungkin karena ucapan Atheos. Ia kesal harusnya dipeluk jangan dimarahi.

"Aku tak suka dengan Atheos!" Ucap Athena sambil terisak.

Tangisnya malah makin menjadi-jadi membuat Sari yang sedang memasak di dapur dibuat terkejut.

Sari mengakhiri pekerjaannya.

Sari bergegas keluar menatap dua Anak itu.

Jika Atheos menutup telinga maka tidak dengan Athena, Anak itu menjerit menendang angin sambil histeris menangis kencang.

"Nona Athena ada apa?" Cemas Sari menunduk dengan sopan.

Athena mengangkat kepalanya menatap Sari.

"Dia mengusikku, aku benar-benar sangat..."

"Aku tidak membuatmu menangis ya. Kau saja yang cengeng." Ucap Atheos.

Tangis Athena makin kencang membuat Sari menggenggam lembut tangan mungil Athena. Mau ditenangkan juga pasti akan sangat susah.

Tak lama setelahnya Atheos berucap.

"Anak ini pasti kesal tidak dibawa Mommy pergi bekerja, dari tadi juga dia yang cari masalah denganku. Kalau Mommy sudah mengatakan kita di Mansion saja ya artinya tetaplah di Mansion jangan nakal Athena." Ucap Atheos.

Merasa tak terima Athena menarik tangan Atheos lalu menggigitnya dengan sangat kuat.

"Sakitttt! Athena nakal!" Kesal Atheos.

Akhirnya keduanya malah menangis bersamaan.

Sari kewalahan, ia sering sekali mendapatkan hal heboh kalau merawat dua kembar ini. Untungnya mereka berdua sebenarnya Anak baik-baik, hanya saja Athena memang sedikit manja.

Tapi tetap saja terkadang Athena menangis karena ulah Atheos. Ah mereka berdua sama saja.

Suara langkah kaki membuat Sari menoleh, ia menemukan Akila melangkah masuk bersama paper bag.

Tatapan Akila jatuh pada putri kecilnya yang paling manja itu lalu pada Atheos.

"Athena, Atheos, ada apa sayang?" Tanya Akila.

Akila yang kini berstatus sebagai Ibu tunggal malah terlihat semakin cantik, karirnya bahkan semakin bagus.

Athena berlari lalu merengkuh tubuh Akila dengan manja.

"Mommy, Atheos memarahiku. Aku benar-benar tidak kuat harus ditinggal dengan dia, Mommy tolong ajak aku ya." ucap Athena.

Ck! Atheos terkejut melihat akting Athena ini selalu nyata kalau mau diajak pergi oleh Akila.

Tadinya Atheos sempat menangis tapi kali ini sudah tidak lagi walau jarinya masih sedikit perih karena perbuatan Athena.

Sebenarnya Akila mau saja membawa Anak-anaknya saat bekerja tapi sayangnya Akila masih banyak kecemasan, ia takut kalau di kemudian hari William malah menemukan mereka.

Walau sudah berlalu sangat lama, tetap saja Akila takut. Bagi Akila dua kembar miliknya hanya Putra dan Putri Akila bukan William.

Akila menggendong Athena membuat Athena mengalungkan tangannya di leher Akila.

"Athena boleh ikut Mommy terus ya, Athena..."

"Sebenarnya Athena bosan, bukan karena Atheos mengganggumu. Apa Mommy benar?" Tanya Akila membuat Athena menghirup wangi rambut Akila dengan senang.

Kepala Athena mengangguk karena ia tak bohong pada Akila.

"Hmm, jadi bolehkan kalau Athena selalu ikut Mommy saja, janji Athena tak akan merepotkan Mommy. Sungguh Athena janji." Ucapnya dengan sangat manja dan begitu merengek.

Akila tersenyum melihat tingkah Putrinya itu.

Akila duduk di sofa itu, ia duduk di samping Atheos.

Sedangkan Athena ada dipangkuan Akila.

"Mommy cemas kalau kalian berada diluar makanya Mommy membeli Mansion dan membangun taman juga tempat hiburan dalam Mansion ini. Mommy tak mau kalau kalian..."

"Apa yang membuat Mommy cemas?" Tanya Atheos memotong ucapan Akila.

Akila menoleh ke samping menatap putranya itu lalu tangannya terulur merapikan helaian rambut Atheos yang sedikit memanjang.

Kalau dipikir-pikir lagi Akila terlalu banyak kecemasan padahal waktu telah berlalu sangat lama.

"Kalian bosan ya?" Tanya Akila tanpa menjawab ucapan Atheos.

Anak laki-laki Akila memilih diam kecuali Athena yang menganggukkan kepalanya dengan antusias.

"Aku mau seperti Anak-anak lain, aku tak mau belajar di dalam Mansion. Ini tak seru Mom, aku juga mau memiliki teman bahkan..."

Tiba-tiba Atheos memotong ucapan Athena.

"Sudahlah Athena, kau membuat Mommy jadi banyak pikiran. Memangnya apa yang salah ada di Mansion mewah dan sebesar ini? Mommy sudah sangat bekerja keras jadi jangan buat Mommy berpikir keras karena permintaannya itu" Ucap Atheos membuat Athena hampir menangis.

Atheos suka sekali membuat Athena tersinggung dan tujuan Athena selalu gagal. Percayalah kalau Athena pasti akan membalas tingkah Atheos ini nanti.

Akila yang melihat Putrinya hendak menangis segera menenangkan Athena.

"Athena jangan menangis, tenanglah. Maaf kalau Mommy tidak memahami kalian selama ini. Kalau memang Athena mau keluar bahkan pergi jalan-jalan maka ajaklah Sari, kalian boleh keluar untuk jalan-jalan asal jangan terlalu jauh dari Sari." Ucap Akila.

Walau jauh di hati Akila rasanya berat sekali memberi keputusan seperti itu.

Athena segera menggeleng, rupanya bukan kebebasan seperti itu yang Athena mau.

"Bukan Mom, Athena cuma mau bersama Mommy. Sejak satu tahun terakhir ini Mommy sering sibuk dan jarang ada di Mansion. Kalaupun ingin jalan-jalan maunya dengan Mommy." Jujur Athena membuat hati Akila terusik.

Padahal Akila sudah mengusahakan segalanya, ia tak mau kalau sampai masa depan para Anak-anaknya terbengkalai, maka dari itu Akila bekerja keras namun ternyata Anak-anaknya Akila lebih butuh sosok Akila yang selalu ada.

Ah Akila merasa gagal.

Segera ia membawa dua Anak itu untuk dipeluk.

"Apa Mommy harus mencoba berhenti saja untuk menjadi koki di restoran? Sepertinya Mommy harus menyerahkan pekerjaan pada yang lain, Mommy sadar kalau kalian lebih penting dari apapun. Maafkan Mommy ya Athena, Atheos." Ucap Akila dengan nada yang begitu lembut.

Sikap milik Akila selalu saja membuat kedua Anak kembar itu merasa tenang. Nyatanya mau seperti apa Akila berucap, entah kenapa hanya Akila yang bisa menenangkan amarah dua Anak itu.

"Kami menyayangi Mommy lebih dari apapun, hidup sederhana akan lebih indah alih-alih punya tempat tinggal semewah ini. Aku dan yang lain cuma butuh Mommy di hidup kami, bahkan kami lebih suka Apartemen kecil milik Mommy dulu." Ucap Athena membuat kepala Atheos mengangguk kecil.

Keduanya lebih setuju seperti itu, ya mereka pindah baru-baru saja ke Mansion mewah yang Akila beli.

Mendengar permintaan dua Anaknya membuat Akila mengangguk.

"Jika memang mau kalian begitu maka Mommy akan setuju, apapun itu Mommy akan menuruti mau kalian. Besok kita pindah ke Apartemen itu lagi ya." Ucap Akila.

Kedua Anak itu segera memeluk Akila bersamaan.

"Aku sayang sekali dengan Mommy." Ucap Atheos.

"Aku juga." Ucap Athena.

Sari tersenyum menatap kedekatan Ibu dan Anak-anak itu.

Bagi Sari, Akila tidak gagal menjadi sosok Ibu yang baik bagi Anak-anak itu.

---

Di sisi lain - Kota X - Markas William

William mendengar semua yang Reno katakan, amarahnya membuncah.

Kehilangan Akila itu sudah hampir tujuh tahun dan Reno baru mendapatkan kebenarannya.

"Bodoh!" Begitulah William dipenuhi amarah.

Bagaimana tidak? Baru saja Reno mengatakan bukti tentang segalanya.

Bukan Akila yang mengemudi malam itu tapi ada perempuan lain di dalam mobil itu dan perempuan itulah yang mengemudi hingga kecelakaan terjadi.

William memejamkan matanya, lama tidak bertemu Akila dan sekarang bukti baru ia temukan bahwa selama ini perempuan yang telah ia sakiti sama sekali tak bersalah.

Semua ingatan dari kejahatannya malah teringat perlahan dalam otaknya.

Namun siapa perempuan yang saat itu ada bersama Akila? Dan gilanya keterangan dari Kevin masih tetap sama. Kevin memang tidak menyalahkan Akila, tapi ia bersaksi bahwa Akila memang mabuk.

"Sial! Apapun yang terjadi kau harus dapatkan kembali Akila. Bawa dia ke hadapanku dan aku ingin menghancurkan hidup wanita yang ada bersama dengan Akila dalam mobil itu. Aku akan membawa kehancuran yang mengerikan karena ia telah membuat Mommy ku pergi untuk selamanya." Ucap William bersama emosinya.

Reno mengangguk pelan, ia pikir William sudah menghapus dendam itu seiring berjalannya waktu. Ternyata semuanya tetap sama sekalipun ada kesalahan di masa lalu tentang tuduhan mengenai Akila.

William menatap foto pria yang membawa wanita dari mobil itu keluar, sayangnya foto itu tidak menampilkan wajah jelas dari wanita itu.

"Saksi itu bukan pria itu." Tiba-tiba William berucap.

Pria yang William maksud adalah Kevin.

"Apa yang membuat Tuan berpikir seperti itu?" Tanya Reno berhati-hati.

"Foto ini." Ucap William mengangkat lembaran foto itu.

"Sosok yang mengambil potret inilah yang menjadi saksi siapa yang mengemudi mobil itu. Dan dapatkan pengirim foto ini, aku benci dipermainkan." Ucap William.

Reno mengangguk paham, ucapan William sangat benar. Namun yang menjadi pertanyaan, terlalu banyak sosok yang tidak diketahui. Sangat disayangkan karena tempat itu sama sekali tak memiliki CCTV jalan.

"Aku mau secepatnya kau mencari Akila, karena hanya Akila yang tahu siapa sosok yang ada di mobil malam itu bersama dengannya!" Ucap William.

Jika bukan Akila maka tak akan ada yang mungkin buka suara. William bersumpah akan memaksa Akila menjawab pertanyaannya nanti.

"Baik Tuan, saya mengerti. Saya akan segera mencari Nona Akila hingga dapat." Ucap Reno.

Usai itu, pintu ruangan kerja William diketuk. Ada Hanum yang muncul menatap cucunya.

"Grandma mau bicara denganmu." Ucap Hanum.

William meminta Reno untuk pergi dan ia membiarkan Hanum masuk.

Hanum duduk, ia terdiam menatap cucu tunggalnya yang paling keras kepala itu.

"William, bukankah kau harusnya sadar bahwa usiamu sudah sangat matang untuk menikah?" Tanya Hanum.

Ucapan itu membuat William mengangkat kepalanya menatap Hanum.

"Menikah? Kenapa aku harus berpikir untuk menikah? Aku menjalani hidup dengan caraku bukan cara orang lain. Aku tak berniat menciptakan kehidupan yang lebih buruk." Ucap William membuat Hanum menghembuskan nafas lelah.

"William, kau harus menemukan cinta agar hidupmu sedikit lebih berwarna. Tidak mungkin jika kau menjalani kehidupan yang sama setiap saat, ini tentang kehidupan bukan..."

"Cinta? Itu benar-benar omong kosong! Bagaimana bisa kau menyebut soal cinta padaku yang menjalani hidup buruk sejak kecil? Putramu tidak mencontohkan hal baik padaku, jadi bagaimana caraku bisa mencintai?" Tanya William membuat Hanum merasa sedih.

Penuturan itu memang tak salah.

Semuanya karena Antonie, andai saja Antonie tak memiliki sikap yang buruk maka semuanya tak akan jadi seperti ini.

Antonie adalah sosok yang sangat payah.

"William, tidak selamanya cinta itu buruk. Grandma yakin kau akan menemukan perempuan lebih baik sekalipun Amel pernah mengkhianatimu. Tolong percayalah..."

"Aku tak akan pernah percaya pada ucapan yang membicarakan omong kosong. Sama seperti saat ini, kau sedang membicarakan omong kosong padaku. Jika tujuanmu hanya untuk membujuk aku menikah, maka lupakan saja." Ucap William dengan tegas.

Hanum menatap wajah tampan milik cucunya itu. Usia William sudah benar-benar cukup melebihi batas untuk menikah.

Tak lama setelahnya Hanum berucap lagi.

"Siapa perempuan itu? Kau sering menyebut namanya sama seperti tadi sebelum Grandma masuk ke ruangan ini. Jadi katakan pada Grandma siapa Akila?" Tanya Hanum membuat rahang pWilliam mengeras.

"Bukan urusanmu!" Ucap William tak suka.

Kembali helaan nafas milik Hanum terdengar lagi.

"Grandma mau melihat kaum menikah sebelum Grandma pergi dari dunia ini." Ucap Hanum.

William memejamkan matanya, ia menarik nafas dalam-dalam lalu membuka matanya.

"Aku tak akan menikah dengan siapapun dan juga jangan ikut campur pada urusanku. Apapun itu jangan berlagak tahu tentangku." Begitulah William berucap.

Hanum bangkit dari posisi dupduknya, ia tersenyum menatap wajah William.

"Kalau memang maunya begitu maka Grandma akan mencari tahu siapa Akila bagimu. Jika Grandma tahu segalanya maka Grandma akan mencari perempuan itu dan..."

"Pergilah dari ruangan ku! Aku tak akan sudi mengikuti ucapanmu. Kau dan Antonie itu sama saja. Sekali lagi aku tegaskan, jangan ikut campur dalam urusanku!" Ucap William.

Hanum menggeleng cepat.

"Kau salah. Grandma sama sekali tak pernah mendukung Antonie, kalaupun aku dan dia tak melepaskan hubungan, itu karena dia adalah Putra tunggal ku. Dan kau adalah cucuku William." Ucap Hanum.

William tak memperdulikan ucapan Hanum, ia malah memilih menyalakan rokok lalu menyesapnya dalam ruangan itu.

Hanum hanya bisa terdiam lalu pergi dari ruangan milik William.

---

Bersambung...

1
Adinda
coba diperhatikan lagi nama tokohnya biar gak salah
Alia Chans: oke kak 🙏🥲
total 1 replies
Adinda
valen bukannya aqila
Nayla Syberia
Sebenernya bagus sih,cuman entah knp si William tetep ga berubah yaa,kek iblis gitu berwujud manusia,mungkin para pengikutnya bakal sungkem kalik yaa.
Yaa sejauh ini sih bagus² aja ceritanya, semangat yaa buat kakak penulis nya
Alia Chans: Makasih buat saran nya
Btw kan sifat William mencerminkan judul novel nya ya kak🤭🤭
total 1 replies
mary dice
sangat rumit ckckck
Alia Chans: ..🤭🤭🤭
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Nelson Sihombing
Dah di curi, kasih makan pun tak
Haryati Atie
harus nya akila bisa ambil kepercayaan william dh dia percaya bru kabur akila.
Alia Chans: Ini lagi ngajari Akila hal sesimpel itu🤭
total 1 replies
Nelson Sihombing
suka karakter Akila
Haryati Atie
thourr tipo ya jdi vallen .
Alia Chans: Sorry atas ketidaknyamanan nya, soalnya seingatku Valen tadi😭😭
total 1 replies
Gita ayu Puspitasari
kok jadi Valen kak
Mia Camelia
suka nih sama sisi posesif nya wiliam ke akila🤭
lanjut thor😄
Alia Chans: siap kak🤭/Smile//Smile/
total 1 replies
nurulmarisa
seru banget ceritanya 😘
Alia Chans: Thank you kak🙏🏻
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
crazy up kak
Alia Chans: Ditunggu ya 🤭/Slight//Slight/
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
🔵🌹 Widian🧕
nah ...jadi sial kan mengolok-olok kakak sendiri.
duhh...moga Akila bisa terselamatkan .
Alia Chans: emm gimana ya...🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!