NovelToon NovelToon
CHOSEN HUMAN

CHOSEN HUMAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Time Travel / Fantasi Isekai
Popularitas:2
Nilai: 5
Nama Author: Ya'purmansyah

Kisah petualangan seorang pemuda yang dipilih semesta untuk pergi bersama para roh pendampingnya ke dunia lain. Disana mereka akan membantu membereskan semua kekacauan yang di sebabkan oleh para pasukan Iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ya'purmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Mahluk Yang Dulu Meneror Desa Leluhurnya

Di situ sudah terhidang makan-makan lezat yang tidak pernah di pesan oleh mereka di awal, makan yang di sediakan untuk mereka itu permintaan dari pemilik kedai tersebut.

Setelah mereka selesai makan, pemilik kedai mengajak mereka ke sebuah ruangan khusus. Di ruangan itu tersimpan berbagai macam barang peninggalan kakek buyutnya yang sangat di jaga dan di rawat dengan baik oleh para keturunannya.

Terlihat ada dua barang peninggalan yang tidak asing di mata Ipul dan Bangkui. Mereka berdua saling memandang sejenak, setelah melihat dua barang itu.

Barang itu berupa sebuah kalung dari anyaman kulit kayu dengan bandul dua taring hewan yang di ikat dengan rambut manusia, serta sarung belati yang terbuat dari kulit hewan buruan.

Kedua benda itu dulunya di pegang oleh dua bersaudara yang sangat mereka kenal. Selain dua benda itu, mereka berdua pernah meninggalkan sebuah pedang pendek yang di pakai untuk melawan musuh mereka waktu itu.

Mereka pun mengamati sekeliling ruangan itu, mencari pedang yang pernah mereka pakai saat itu. Namun pedang yang mereka cari tidak terlihat di antara benda-benda yang ada di ruangan itu.

Karna penasaran Bangkui pun menanyakan dari mana kalung itu di dapat pemilik kedai yang bernama Balui.

Balui pun menjelaskan tentang sejarah kalung itu dari orang pertama yang memegangnya, sampailah ke nenek buyutnya. Dan Kenapa tidak di pakai lagi oleh keturunan mereka.

Semua cerita yang di dengar mereka dari Balui mengenai kalung tersebut sesuai dengan kisah sebenarnya.

Lalu Balui pun mencerita kan tentang sarung belati yang ia simpan itu pernah bertemu pada di masa yang sama dengan kalung itu, sedangkan belatinya di katakan masih melekat di kepala makhluk yang pernah meneror desa leluhurnya.

Selain belati itu ada juga tombak serta pedang pendek yang juga pakai untuk melawan teror pada masa itu, Namun tombak dan pendang tersebut lenyap bersama jasad leluhurnya.

Di yakini turun temurun bahwa kedua leluhurnya sampai saat ini masih ada dan hidup abadi di alam yang sama dengan mereka namun bukan di sini.

Hanya itu saja yang ia tau tentang cerita leluhurnya terdahulu.

Setelah itu Bangkui dan Ishah pun bertanya siap nama ke dua leluhur itu, dan bagaimana cerita mereka bisa selamat dari teror yang mengancam desa mereka itu.

Namun Balui tidak dapat menjawab pertanyaan itu, yang tau hal itu semua hanya lah ayah dan kakeknya saja.

Mendengar perkataan dari Balui, Bangkui dan Ishah pun membuka peti yang mereka bawa masuk dan meminta Nyaring untuk bangun dan keluar dari jasad Ishah yang ada di peti tersebut.

Kreeek.... Terdengar peti itu terbuka

Sesosok makhluk dengan aura menyeramkan perlahan keluar dari dalam peti tersebut. Makhluk yang di kepalanya masih tertancap belati kecil, berambut panjang berwarna putih, dengan mata merah menyala dan wajah yang menyeramkan serta kuku-kuku yang tajam dijari jemarinya.

Makhluk tersebut berdiri tepat di depan Balui yang sedang memperhatikan Ishah membuka peti.

Melihat sosok menyeramkan yang keluar dari peti itu, Balui pun terkejut bukan main karna saat itu Nyaring sang peneror desa sedang berdiri tepat didepannya.

Tubuhnya membeku tak dapat bergerak sesaat melihat makhluk yang pernah meneror desa leluhurnya, seperti cerita yang ia dengar dari kakek nya.

Dengan sedikit keberanian ia mencoba melihat ke arah kepala makhluk itu, dan benar masih tertancap sebuah belati di atasnya.

Melihat belati itu, Balui pun hampir pingsan karna tidak menyangka dirinya bisa bertemu langsung dengan sosok yang ada dalam sejarah kehidupan leluhurnya itu.

Dengan tubuh yang lemas dan wajah pucat, ia terduduk di sebuah sofa sambil merenung.

ia bahkan tidak pernah menyangka bisa bertemu hal yang tidak mungkin terjadi.

Setelah kesadarannya kembali pulih, Balui pun bergegas membawa Ipul dan lain untuk bertemu dengan ayahnya.

Dengan menggunakan alat transportasi milik Balui sampai lah mereka di sebuah istana yang sangat megah.

Setelah sampai ke istana, mereka pun masuk ke dalam dengan dikawal oleh penjaga untuk bertemu raja yang bernama Baluos.

Baluos adalah kakek dari Balui, seorang raja senja di kota itu, ia merupakan keturunan dari orang sakti yang menjadi makhluk gaib yang dulu ikut melindungi kerajaan.

Raja senja bertugas menjaga kota gaib agar tidak dapat di masuki orang-orang dari alam luar, dan menjadi pemimpin tertinggi dari semua makhluk gaib yang ada di sana.

Sedang pemimpin tertinggi dari semua manusia di sana disebut raja fajar. Mereka bersama-sama menjaga kota gaib ini agar damai dan sejahtera.

Setelah mereka ada di hadapan sang raja senja, Balui sang cucu mulai menceritakan tentang tamu yang dibawanya itu kepada kakeknya. Setelah mendengarkan cerita dari Balui, kakeknya pun mengajak mereka masuk ke ruangan perjamuan tamu untuk berbincang.

Di ruangan itu sudah ada ayah Balui bernama Dazbus, ia adalah orang yang kelak akan menggantikan Tahta sang raja yang ada di kota gaib itu setelah sang raja wafat.

Setelah mereka duduk di tempat perjamuan, mereka semua yang ada di sana memperkenalkan dirinya masing-masing.

Setelah selesai perkenalan diri, sang raja mulai membuka obrolan mengenai Nyaring sang peneror desa leluhur mereka.

Dan Bangkui pun meminta kepada istrinya untuk mengeluarkan Nyaring dari dalam peti.

Setelah Nyaring keluar, sang raja dan Dazbus terbelalak melihat sosok gaib yang selalu di ceritakan kepada semua keturunan mereka.

Hanya sang kakek dan ayah Balui saja yang mengetahui cerita kalau makhluk yang dulu meneror desa itu di bawa oleh orang-orang yang berhasil mencegah teror saat itu.

Sang Raja dan anaknya tidak pernah menyangka bisa bertemu penyelamat desa leluhurnya secara langsung. Sang Raja pun mulai bertanya kepada mereka.

“Apakah tidak berbahaya membawa makhluk itu bersama kalian.?” Tanya sang raja sedikit cemas.

“Makhluk inilah yang meminta sendiri untuk ikut bersama kami, karna jasad ku yang ada di dalam peti ini bisa melindunginya agar tidak musnah dari dunia ini. Jadi dia tidak akan berani melawan apa yang kami perintahkan kepadanya.!” Jawab Ishah menjelaskan kepada sang raja.

“Begitu rupanya ya. Jadi makhluk itu selamanya harus mengikuti kalian agar tidak lenyap dari dunia ini kan.?” Tanya raja lagi kepada Ishah.

“Benar sekali baginda. Tapi dia bisa bebas, kalau saja tuan kami mau membebaskannya dengan mencabut belati yang ada di kepalanya maka ikatan kontraknya kepada kami akan hilang dan ia pun bisa bebas seperti dulu lagi.!” Jawab Ishah sembari menjelaskan.

“Kalau begitu kejadiannya sih sebaiknya jangan pernah di cabut belati itu agar dia tidak menjadi ancaman bagi siapa pun. Tapi bisakah belati itu di cabut oleh orang lain.?” Tanya raja lagi

“Tidak bisa baginda. Belati itu hanya bisa di cabut oleh orang menancapkannya saja, jadi tidak ada yang bisa mencabutnya selain orang tersebut.!” Jawab Ishah lagi.

“Eemmm kalau begitu syukurlah. Jadi tak perlu takut jika belati itu masih ada di kepalanya.!” Ujar raja merasa sedikit tenang.

Sang Raja pun lanjut bercerita setelah kepergian mereka yang tiba-tiba lenyap dari desa dahulu, dan cerita Usang dan Kambang setelah mereka tiada sampai dengan saat ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!