NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / CEO
Popularitas:989
Nilai: 5
Nama Author: Reyanza Rayyan Fahlevy

Pernikahan Yang Rumit, Cinta yang Rumit dan Hati yang juga ikut Rumit!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyanza Rayyan Fahlevy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Setelah ketegangan di ruang makan mereda dan Alvaro telah berangkat menuju Menara Maheswara untuk memimpin rapat koordinasi pasca-pernikahan, Alyssa memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar lantai dasar. Sifat taktisnya mendorongnya untuk mengenali setiap jengkal laboratorium baru tempat ia akan hidup selama masa kontrak ini berjalan.

Langkah kakinya membawa Alyssa menuju bagian belakang rumah, di mana sebuah koridor panjang berlantai marmer putih berujung pada pintu kaca besar yang menghadap langsung ke taman bunga dalam ruangan. Di dalam ruangan berkubah kaca raksasa itu, ratusan jenis anggrek langka dan tanaman hijau eksotis tumbuh subur, menciptakan kontras yang menyegarkan dari kebekuan interior.

Di tengah taman, duduk seorang wanita paruh baya di atas kursi rotan putih gantung. Wanita itu mengenakan gaun terusan berbahan linen halus berwarna krem, memancarkan keanggunan alami yang tidak dibuat-buat. Rambutnya yang mulai diselingi uban perak disanggul rapi, membingkai wajah yang memancarkan ketenangan.

Dia adalah Helena Maheswara, bibi kandung Alvaro satu-satunya anggota keluarga inti Maheswara yang memilih menarik diri dari hiruk-pikuk perebutan takhta korporasi dan menghabiskan waktunya di kediaman utama ini.

Mendengar langkah kaki Alyssa yang mendekat, Helena menoleh. Alih-alih memberikan tatapan menyelidik atau dingin layaknya Mahendra ataupun Arsen, sepasang mata teduh wanita itu justru melebar hangat. Sebuah senyuman tulus yang sangat langka di dalam rumah ini terkembang di wajahnya.

"Ah, kamu pasti Alyssa," ucap Helena, suaranya terdengar lembut dan berirama tenang. Ia bangkit berdiri dengan keanggunan seorang aristokrat tua, lalu melangkah menyambut Alyssa. "Selamat datang di rumah ini, Sayang. Maaf bibi tidak sempat menemuimu secara pribadi semalam karena kondisiku yang kurang fit setelah resepsi."

Alyssa sempat tertegun selama satu ketukan. Menerima kehangatan yang begitu mendadak di tengah lingkungan yang sebeku es ini membuat pertahanan taktisnya sedikit goyah. Namun, ia segera menguasai diri, menyambut uluran tangan Helena dan membungkuk hormat.

"Terima kasih atas sambutannya, Bibi Helena. Suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu dengan Anda," jawab Alyssa jernih dan sopan.

Helena menepuk punggung tangan Alyssa dengan lembut, sebuah sentuhan fisik pertama di dalam ini yang benar-benar menyalurkan kehangatan nyata ke dalam dada Alyssa. Berbeda jauh dengan seluruh anggota keluarga Maheswara lainnya yang memandang pernikahan ini sebagai transaksi saham, wanita elegan di hadapannya ini menjadi satu-satunya sosok yang membuat Alyssa merasa benar-benar diterima sebagai seorang manusia, bukan sekadar bidak catur.

"Mari, duduklah bersamaku. Bi Marta baru saja mengantarkan teh chamomile hangat," ajak Helena, menuntun Alyssa menuju meja kaca kecil di tengah taman anggrek.

Mereka duduk berdampingan, menikmati keheningan taman yang menenangkan selama beberapa saat sebelum Helena menuangkan teh ke cangkir porselen Alyssa. Mata teduh Helena menatap lekat-lekat gurat wajah Alyssa, menangkap sisa-sisa kelelahan sekaligus keteguhan baja yang terpancar dari sepasang mata jeli keponakan barunya itu.

"Bibi tahu, tinggal di rumah ini tidak akan mudah bagimu, Alyssa," ujar Helena tiba-tiba, nadanya beralih menjadi lebih serius namun tetap lembut. "Keluarga ini... telah lama melupakan bagaimana cara memperlakukan satu sama lain dengan hati. Semuanya diukur dengan angka dan kekuasaan."

Alyssa memegang cangkir tehnya, merasakan kehangatan cairan itu menjalar ke jemarinya yang dingin. "Saya sudah mempersiapkan diri untuk itu, Bibi."

Helena tersenyum tipis, ada gurat kesedihan yang samar di sudut matanya saat ia mengalihkan pandangan ke arah koridor lantai dua yang menuju ke sayap kiri bangunan. Wanita itu menarik napas dalam, lalu memberikan sebuah nasihat penting yang selama ini terkunci rapat dari dunia luar mengenai sosok penguasa dingin ini.

"Tentang Alvaro..." Helena menjeda kalimatnya, memastikan tidak ada pelayan yang menguping di sekitar mereka. Ia kembali menatap Alyssa dengan tatapan yang sangat dalam. "Jangan membenci sikapnya yang kaku terlalu dalam, Alyssa. Di balik sikap dinginnya yang seperti batu karang itu, ada luka besar masa lalu yang belum sembuh. Dia hanya seorang anak yang dipaksa tumbuh menjadi monster pelindung sebelum waktunya."

Kata-kata Helena berdentang pelan di dalam kepala Alyssa, memicu rasa ingin tahu taktisnya sekaligus menyentuh sudut empati yang selama ini ia kunci rapat di balik mental bajanya. "Luka... masa lalu?" gumam Alyssa pelan.

Helena mengangguk lemah, namun sebelum ia sempat menjelaskan lebih jauh, suara derap langkah kaki pelayan yang tergesa-gesa terdengar mendekati taman, memotong percakapan intim yang baru saja membuka tabir misteri seorang Alvaro Regantara Maheswara.

...****************...

Seorang pelayan muda berhenti di ambang pintu kaca taman, membungkuk hormat dengan napas yang sedikit memburu. "Mohon maaf mengganggu waktu Anda, Nyonya Helena, Nyonya Alyssa. Ada kiriman paket besar dari kediaman utama Tuan Besar Mahendra di luar. Petugas kurir meminta konfirmasi dan tanda tangan langsung dari Nyonya Alyssa sebagai nyonya rumah yang baru."

Alyssa melirik Helena sekilas, menangkap isyarat anggukan lembut dari wanita paruh baya itu yang seolah mempersilakannya untuk menyelesaikan urusan domestik tersebut. Sifat taktis Alyssa kembali mengambil alih. Ia meletakkan cangkir tehnya perlahan di atas meja kaca.

"Saya permisi sebentar, Bibi Helena," pamit Alyssa dengan senyum sopan.

"Tentu, Sayang. Pergilah. Kita bisa mengobrol lagi nanti," balas Helena hangat.

Alyssa bangkit berdiri, merapikan blazer putih saljunya, lalu melangkah mengikuti pelayan menuju aula depan. Namun, di sepanjang koridor panjang yang sepi itu, kata-kata Helena terus berdengung di dalam kepalanya seperti pita rekaman yang berputar berulang kali.

Di balik sikap dinginnya, ada luka yang belum sembuh.

Kalimat itu memicu analisis mendalam di benak Alyssa. Selama ini, ia hanya melihat Alvaro sebagai sosok predator korporasi yang kejam, pria berumur 28 tahun yang arogan dan menguliti harga dirinya dengan selembar kertas kontrak. Ia tidak pernah menduga bahwa di balik dinding es yang dibangun Alvaro, ada sebuah trauma atau luka masa lalu yang begitu besar hingga mampu mengubah pria itu menjadi 'monster pelindung' seperti yang digambarkan oleh Helena.

Luka apa yang bisa membuat seseorang mematikan seluruh emosi dan kehangatan di dalam dirinya? Apakah itu alasan mengapa Alvaro begitu terobsesi dengan kendali mutlak dan kekuasaan di Maheswara Group?

Langkah kaki Alyssa akhirnya membawa dirinya sampai di lobi utama. Di sana, Bi Marta sudah berdiri di dekat dua buah kotak kayu besar berukir mewah yang diletakkan di atas lantai marmer. Di samping kotak itu, seorang pria bersetelan rapi memegang sebuah gawai digital untuk tanda tangan.

"Nyonya Alyssa," Bi Marta membungkuk kaku saat melihat kedatangannya. "Ini adalah kiriman dari Tuan Besar Mahendra. Berisi beberapa barang peninggalan keluarga yang secara tradisi harus diserahkan kepada istri dari pewaris utama."

Alyssa maju setapak, menandatangani gawai digital yang disodorkan kurator tersebut dengan gerakan tangan yang mantap. Begitu petugas kurir berpamitan dan melangkah keluar, Alyssa menatap dua kotak kayu di hadapannya.

Misteri tentang masa lalu Alvaro yang baru saja dibisikkan oleh Helena, berpadu dengan kiriman formalitas dari Mahendra ini, menegaskan satu hal pada Alyssa: ia tidak hanya masuk ke dalam sebuah pernikahan kontrak, melainkan ke dalam pusat labirin rahasia keluarga Maheswara yang sangat gelap. Dan untuk bertahan hidup sekaligus memenangkan permainan ini, ia harus mempelajari setiap jengkal kelemahan musuh maupun sekutunya termasuk luka lama tersembunyi yang dimiliki oleh suaminya sendiri.

1
THE GIRL COOL😑
peransaran gue sama foto nya
THE GIRL COOL😑
wkwkwk! pas di meja makan gue sampe mau ketawa untuk ke tahan😭
THE GIRL COOL😑
gue baca nya ngakak banget!!! bagus thor kau berbakat👍👍👍😍
reyanzarayyanfahlevy_: hehehhe bisa aja😍, masih pemula kakak😭😍
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
🤣🤣🤣
THE GIRL COOL😑
gue kadang heran... Alvaro sama cewek nya Alyssa sama "AL" depan nya😍
reyanzarayyanfahlevy_: iyaaaapppp🤭
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
brak² aja🤣 sabar²👍
reyanzarayyanfahlevy_: wkwkwk🤣🤣
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
gue baca peraturannya kesel cok
THE GIRL COOL😑
Berarti si Al Siapa namanya Si ceweknya itu nggak usah membuat makanan buat dia nggak boleh nyiapin apalah Pokoknya nggak boleh gituan dilarang sekalian gitu biar Alvaro nya tuh gua kesel
THE GIRL COOL😑
wow sok kali ini alvaro🤣🤣🤣
THE GIRL COOL😑
seangkuh itukah seangkuh itukah Alvaro
reyanzarayyanfahlevy_
Aku Bangga dengan Karya Ku...........
THE GIRL COOL😑
gue yg baca aja sakit cok🤣
THE GIRL COOL😑: yg alvaro bilang kalau apa gitu ada lah😭😭🤣🤣🤣
total 2 replies
THE GIRL COOL😑
kejambah woiii😭😭😭
reyanzarayyanfahlevy_: wekduyyy
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
jjangan di kasihani al!!!
reyanzarayyanfahlevy_: 😭🤭🤭 wkwkwkwk🤣🤣
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
jijik
THE GIRL COOL😑
terharu wehhh😭
THE GIRL COOL😑
di jodohi emang gak enak, bukti nya kk aku
THE GIRL COOL😑: serius!!!
total 2 replies
THE GIRL COOL😑
isss sombong
THE GIRL COOL😑
bagusss menunjukan ke dewasaan yg kuat💪💪
THE GIRL COOL😑: hehehe🤭
total 9 replies
THE GIRL COOL😑
aduhhhh alvaro
reyanzarayyanfahlevy_: wkwk😭😭😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!