NovelToon NovelToon
Dicintai Sang Berandal Tampan

Dicintai Sang Berandal Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Rachel adalah definisi dari kesempurna, masa depannya begitu cerah, hidupnya sudah diatur sedemikian rupa oleh Ibunya, hingga banyak yang merasa iri pada Rachel. Namun, tanpa mereka tahu, Rachel merasa hidupnya seperti boneka, terutama setelah perceraian Ayah dan Ibunya.

Hingga akhirnya, Rachel sudah muak dengan hidupnya yang selalu diatur oleh Ibunya dan memutuskan untuk pergi menemui Ayahnya dan memilih tinggal bersamanya, Rachel yang terbiasa dengan kemewahan, begitu tersiksa ketika berada di tempat Ayahnya yang jauh berbeda dengan kehidupan mewahnya bersama Ibunya.

Tanpa Rachel sadari, kedatangannya untuk menemui Ayahnya membawa sebuah takdir yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, di mana ia dipertemukan dengan seorang pria dengan seribu macam permasalahan dalam hidupnya.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Rachel mampu bertahan tanpa kemewahan dari Ibunya? Siapakah pria dengan seribu macam permasalahan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Mencintaiku?

"Mom... apa kabar?" tanya Rachel ragu, tangannya hanya menepuk pelan punggung Ibunya.

​"Mommy luar biasa baik, apalagi setelah melihat prestasimu di London. Kamu benar-benar permata Trinity Beauty, Rachel. Mommy sudah menyiapkan makan siang spesial untukmu, semua makanan favoritmu," ucap Mommy Viona sambil merangkul bahu Rachel dan membawanya menuju ruang makan.

​Ruang makan itu dipenuhi bunga-bunga segar. Di atas meja marmer, hidangan mewah tertata rapi. Mommy Viona terus-menerus mengambilkan lauk ke piring Rachel, sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama dua puluh tujuh tahun kehidupan Rachel sebelumnya.

​"Mommy sangat bangga padamu, kamu sudah membuktikan bahwa kamu layak memimpin kerajaan bisnis ini. Jakarta sangat merindukanmu, Rachel. Dan Mommy... Mommy sadar, Mommy mungkin terlalu keras padamu dulu," ucap Mommy Viona dengan nada suara yang nyaris terdengar tulus dan matanya menatap Rachel dengan penuh kasih sayang yang berlebihan.

Rachel meletakkan garpunya, ia merasa ada sesuatu yang mengganjal di ulu hatinya. Perubahan drastis ini bukannya membuatnya tenang, justru membuatnya waspada. Mommy Viona yang hangat adalah yang sedang merencanakan sesuatu yang besar.

​"Terima kasih, Mom. Tapi aku hanya melakukan apa yang Mommy minta. Jadi, apa alasan sebenarnya Mommy memintaku pulang secepat ini?" tanya Rachel dan mencoba mencari celah di balik keramahan ibunya.

Mommy ​Viona tertawa kecil, tawa yang terdengar sangat halus. "Hanya ingin putriku kembali, itu saja," jawab Viona yang semakin membuat Rachel curiga, namun Rachel memilih diam dan mengangguk saja.

"Oh ya, Mommy udah beliin dress cantik banget, besok kamu pakai ya," lanjut Mommy Viona

"Dress? Buat apa, Mom?" tanya Rachel.

"Besok Mommy mau rayain keberhasilan kamu, pokoknya sekarang kamu istirahat aja dan besok kamu harus dandan yang cantik," ucap Mommy Viona.

"Iya, Mom," jawab Rachel.

Setelah makan, Rachel pergi ke kamarnya dan menutup pintunya rapat-rapat, meninggalkan kehangatan semu yang baru saja ia rasakan di ruang makan. Ia meletakkan tas tangannya di atas ranjang king size yang empuk, namun tubuhnya justru memilih untuk berdiri di balkon dan menatap hamparan taman luas yang tertata simetris.

​Dua tahun berlalu dan Rachel merasa seperti telah menempuh perjalanan ribuan kilometer, namun hanya berakhir kembali ke kotak emas yang sama.

​"Kenapa Mommy berubah?" gumam Rachel lirih.

Pikiran Rachel berputar, Ibunya yang lembut, itu bukan Ibunya yang ia kenal. Selama ini, setiap tindakan Ibunya adalah sebuah strategi. Jika sekarang ia bersikap seperti malaikat, artinya ada sesuatu yang direncanakan oleh Ibunya.

Seluruh area ballroom pribadi di dalam mansion Viona telah disulap menjadi ruang makan bertema royal gold. Karpet bulu putih menutupi lantai marmer dan lilin-lilin kristal setinggi satu meter berjajar rapi, menciptakan bayangan yang menari-nari di dinding.

Rachel berdiri di depan cermin dan menatap pantulan dirinya yang mengenakan dress mahakarya desainer ternama, sebuah gaun off shoulder berwarna biru gelap dengan taburan payet yang berkilau seperti bintang di langit malam. Rambutnya disanggul modern, memperlihatkan leher jenjangnya yang kini dihiasi kalung berlian senilai jutaan dolar.

"Cantik sekali," ucap Mommy Viona yang tiba-tiba muncul di belakangnya dan menyentuh bahu Rachel melalui cermin.

"Malam ini bukan hanya tentang merayakan kesuksesanmu di London, Rachel. Tapi tentang mengukuhkan posisimu di puncak kelas sosial," lanjutnya.

Rachel hanya diam, ia merasakan firasat buruk itu semakin nyata ketika ia mendengar suara tawa berat yang sangat ia kenali dari arah ruang tamu utama.

Begitu mereka menuruni tangga besar, Rachel melihat sosok Julian berdiri di samping Ayahnya, Tuan Pratama, pemilik bisnis properti. Julian tampak sedikit berbeda dari dua tahun lalu, ia terlihat lebih mapan dengan setelan tuxedo hitam, namun sorot matanya yang penuh obsesi dan kesombongan masih tetap sama.

"Selamat malam, Rachel," sapa Julian, melangkah maju dan meraih tangan Rachel untuk mengecup punggung tangannya dengan gerakan yang sangat menjijikkan bagi Rachel.

"London benar-benar mengubahmu menjadi dewi," lanjut Julian.

Rachel menarik tangannya sesopan mungkin, "Selamat malam, Julian," balas Rachel.

Acara makan malam dimulai dengan obrolan basa-basi tentang saham dan perkembangan pasar properti. Namun, tepat saat hidangan utama berupa truffle risotto disajikan, Tuan Pratama berdeham dan memberikan kode pada Mommy Viona.

"Viona, kurasa kita tidak perlu membuang waktu lebih lama lagi," ucap Tuan Pratama sambil tersenyum lebar.

Mommy Viona meletakkan gelasnya dan menatap Rachel dengan binar mata yang kini terlihat sangat tajam, binar yang membuktikan bahwa kehangatannya yang sebelumnya hanyalah umpan.

"Rachel, sayang. Kesuksesanmu di London telah meyakinkan keluarga Pratama bahwa kamu adalah satu-satunya pasangan yang pantas untuk Julian. Malam ini, di depan saksi keluarga, kami ingin meresmikan pertunangan kalian," ucap Viona.

Deg!

Jantung Rachel seolah berhenti berdetak, ia menatap Julian yang kini mengeluarkan sebuah kotak beludru merah kecil dari saku jasnya. Di dalamnya, sebuah cincin berlian berukuran besar berkilau dengan angkuh.

"Rachel, aku ingin kamu mendampingiku saat aku mengambil alih kepemimpinan perusahaan keluargaku nanti, mari kita satukan Trinity Beauty dan Pratama Group," ucap Julian dengan nada bicara yang lebih mirip sebuah kesepakatan bisnis daripada lamaran cinta.

Rachel mengepalkan tangannya di bawah meja, kukunya menekan telapak tangan hingga perih. "Mom," suara Rachel terdengar rendah namun tegas dan memecah keheningan yang penuh ekspektasi itu.

Mommy Viona masih tersenyum, meski sudut matanya sedikit berkedut. "Ya, sayang? Pakailah cincinnya," ucap Mommy Viona selembut mungkin.

"Kenapa Mommy tidak pernah bertanya apakah aku mau atau tidak?" tanya Rachel dan matanya menatap lurus ke arah Mommy Viona, mengabaikan Julian yang masih memegang kotak cincin itu.

Senyum Mommy Viona membeku, suasana di meja makan yang tadinya hangat seketika berubah menjadi sedingin es.

"Rachel, jangan mulai. Kita sudah sepakat bahwa kepulanganmu adalah untuk masa depan perusahaan," bisik Mommy Viona, suaranya kini kembali pada nada perintah yang tajam.

"Masa depan perusahaan atau masa depan ambisi Mommy?" balas Rachel, lalu berdiri dan membuat kursi makan marmer itu berderit nyaring.

"Maaf sekali, Tuan dan Nyonya Pratama. Saya tidak bisa menerima pertunangan ini, saya tidak pernah setuju dengan perjodohan ini, saya tidak ingin memberikan hidup saya pada pria yang tidak saya cintai," ucap Rachel.

Julian tertegun sejenak, tangannya yang memegang kotak beludru merah itu bergetar halus. Seringai percaya dirinya luruh, digantikan oleh gurat kemarahan yang tertahan, ia merasa seperti ditampar di depan Ayahnya sendiri dan calon Ibu mertuanya yang berkuasa.

​"Tidak mencintaiku?" Julian tertawa hambar, sebuah tawa yang terdengar sangat terhina. Ia berdiri perlahan, matanya menatap Rachel dengan kebencian yang mulai membara.

​"Setelah dua tahun aku menunggumu, menjaga aset keluarga ini dan menolak banyak wanita demi menghormati kesepakatan orang tua kita, kau berani bicara soal cinta? Cinta itu omong kosong, Rachel! Kita bicara soal aliansi dua dinasti, kau pikir kau siapa? Rakyat jelata yang bisa memilih pasangan berdasarkan perasaan?" bentak Julian.

​Tuan Pratama juga berdiri, wajahnya memerah padam. "Viona! Apa maksudnya ini? Kau bilang putrimu sudah menerima Julian dan mau menikah dengan Julian," bentaknya pada Viona.

.

.

.

Bersambung.....

1
chess🍂
jreng jreng 🫣
chess🍂
hey hey apa2an kau bang Daniel main civok2 aja😏😏
chess🍂
ahhhhhh co cweeeet 🫣🫣
chess🍂
demi apa gue ikut deg2kan🤣😭
chess🍂
luar biasa,sangat rekomendasi banget
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
chess🍂
demi apa ni novel bisa bawa kt ke cerita di dalam nya,saat menjelaskan sebuah tempat aku tuh berasa melihat langsng tempat it,sumpah keren banget kak....
Bunga Andthea
karya nya luar biasa,alur cerita menarik tidak membosankan,semangat untuk author nya
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Eva Tigan
Sama sama punya masa lalu yg kelam..Cinta mereka akan semakin kuat sampai maut yg memisahkan
Nurminah
nah seneng bukan ceo yg menyamar 🤣🤣🤣
Eva Tigan: bosan ya Bunda dengan thema yg itu itu saja😄
total 1 replies
Indriani Kartini
apakah Daniel anak konglomerat ???🤭
falea sezi
muter doank. kasih lak emak. dia yg sok itu itu karma.
Aidil Kenzie Zie
maren ngakunya nyesal lahirkan Rachel lah sekarang datang lagi bingung y nyonya menir 🤭🤭
Eva Tigan
Sediiihhhh banget ya Daddy Brian
Semoga Mommy Viona segera tersingkir dari kehidupan mereka
lia juliati
semangat danil 💪
Eva Tigan
Cerita ini sangat menarik,,melambangkan Cinta sejati bukan karena harta dan kemewahan tetapi hati yang tulus dan ikhlas.
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Eva Tigan
Daniel sesayang itu sama istrinya, membuat hatiku ikut meleleh juga🥰
English Lesson
bagus👍🏻👍🏻
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Eva Tigan
Ya Ampun...kasihan Daniel..Siapa yg bisa menolong dia untuk keluar dari Pertarungan maut itu..biar dia bisa hidup Damai bersama Keluarga kecil nya
Eva Tigan
Jangan Bilang Daniel masih ikut bertarung seperti yg dulu itu.
lia juliati
sukses untuk Rachel n danil, danil suami yg luar biasa selalu dukung istrinya😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!