NovelToon NovelToon
My Poor Mama

My Poor Mama

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:967.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: MartinA Felicia

Terkadang kita tidak mengerti arah tujuan kehidupan, kadang kita sudah merasa bahagia namun Maut memisahkan kita dengan orang yang kita cintai, sulit rasanya untuk menjauhkan semua kenangan tentangnya meskipun seorang pengganti sudah memberikan yang terbaik kepada kita.
Ini Novel aku yang kedua mengisahkan tentang Seorang Laki laki yang bernama Betrand yang dengan susah payah mendapatkan hati wanita yang dia cintai bernama Richa Devanya, seorang wanita yang memiliki penyakit Leukemia. Setelah melahirkan seorang putri yang cantik, Richa meninggal dunia dan ibu Betrand memaksa Betrand untuk mencari ibu pengganti buat anaknya.

Namun Betrand masih belum siap, dan muncullah adik Mendiang Richa yang mirip dengan kakaknya yang sudah meninggal. Bagaimana selanjutnya? Apakah Betrand akan jatuh cinta kepada Debby adik Richa? Atau kepada istri pengganti Richa yang bernama Celine yang
dia nikahi secara terpaksa?

Mohon Bantu Author dengan memberikan Like, Vote, koment, dan Favoritkan yah agar semua pemberitahuan Novelku muncul diberanda kalian dan jangan lupa Follow aku 🥰🥰😍

Makasih 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartinA Felicia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana memikat hati Betrand

Pagi telah tiba, Mentari tanpa malu malu menyinari bumi dengan senyumnya, dia menghalangi tetesan air dari langit terus menerus membasahi bumi.

“Syukurlah pagi ini gak diawali dengan hujan.” Ucap Astuty kepada Celine.

Celine hanya terdiam, dia terus membuat adonan bakso ayam dengan tangannya. Dia mengaduk daging ayam giling dengan tepung, terus mengaduk hingga adonan kalis dan menyatu.

“Kau terlihat cemberut?” Ucap Astuty memandangi anak asuhnya.

“Celine sedih, Bu..... Celine sekarang sudah gak kerja, gimana kita mau makan kalau penghasilan Celine uda gak ada. Adapun dari TK di sini, itu hanya 500 ribu, itu gak akan cukup untuk makan kita, belum lagi bayar listrik dan benerin atap.” Ucap Gadis itu.

“Ibu gak habis pikir kenapa kau menolak tawaran keluarga Putri?” Ucap Astuty ikut membantu Celine menyiapkan bakso.

Celine dan Astuty sibuk membuat adonan bakso untuk makan hari itu, karena membuat nya sendiri lebih irit dari pada membeli. Oleh sebab itu Celine lebih suka memasak sendiri dibandingkan membeli dari luar.

“Nak...!” Sahut Astuty lagi.

“Celine juga tadinya mau menerima tawaran itu bu, tapi Ayahnya Putri itu terlalu sombong.... Celine tersinggung.” Ucap Celine.

“Nak, orang susah seperti kita ini emang harus tebal hati, kita gak perlu tersinggung dengan omongan orang kaya seperti mereka, begitulah memang sifat orang kaya.” Ucap Astuty.

“Ibu benar... sekarang apa yang harus kita lakukan?” Tanya Celine.

“Mau gak mau kau harus menerima tawaran itu nak.” Ucap Astuty.

“Tapi aku sudah terlanjur menolak.” Ucap Celine.

“Kau bisa menelpon Betrand, ini nomornya.... katakan padanya kalau kau mau bekerja.” Ucap Astuty.

“Kenapa harus kepada Betrand laki laki sombong itu? Apa ibu punya nomor telepon Bu Ariana?” Tanya Celine.

Astuty tersenyum, “Ibu Ariana hanya memberikan kartu nama itu nak.” Ucap Astuty.

Celine mulai berpikir sejenak bagaimana caranya di akan mengatakan pada Betrand kalau dia mau merubah keputusanya.

“Bagaimana ini? Apa aku harus meminta nomor Bu Ariana dari Betrand? Atau aku langsung aja bilang?” Gumam Gadis itu dalam hati.

Sementara itu di kediaman Leonardo, tampak Leonardo sedang menikmati sarapannya.

“Dimana Putri?” Tanya Leonard kepada istrinya.

“Putri di Panti Asuhan pah, semalam mamah mau cerita tapi krena mama lihat papa uda tidur, jadi mama gak enak banguninnya” Ucap Istrinya.

“Kok bisa Putri ada di Panti?” Tanya Leonard.

“Jadi ceritanya pah, Perempuan yang menculik Putri itu ternyata bukan penculik pah, dia itu wanita baik yang menolong Putri...Dia itu tinggal di Panti Asuhan.” Ucap Ariana.

“Panti? Dia yatim piatu?” Tanya Leonard.

“Iya..Kasihan dia pah, dia anak yang baik, dia mengurus Panti Asuhan bersama ibu kepala Yayasan Panti, Pah... Putri sayang banget sama Celine.” Ucap Ariana.

“Oh... terus kapan mama mau jemput Putri?” Tanya Leonard.

“Mungkin besok pah, tapi nanti mama mau minta Betrand untuk kesana nganterin pakaian Putri...” Ucap Ariana.

“Emangnya Betrand mau? Dia kan gak pernah mau ngurusin Putri.” Ucap Leonard.

“Iya sih Pah... Mama jadi kepikiran Pah..” Ucap Ariana.

“Kepikiran apa?” Tanya Leonard lagi.

“Gimana kalau kita cariin istri buat Betrand?” Tanya Ariana.

“Mah.. Cari istri buat Betrand sama aja mama kayak ngelukis diatas Batu keras.” Ucap Leonard.

“Ngelukis diatas batu itu biarpun susah tapi bisa pah, dari pada melukis diatas air, sama sekali gak bisa. Mama yakin kalau Betrand itu bakalan jatuh cinta lagi.” Ucap Ariana.

“Kalau dia gak jatuh cinta gimana mah? Papa kasihan dan gak mau ambil resiko dengan wanita yang akan menjadi istrinya, Mama lihat aja anak kandungnya sendiri aja gak pernah diurusnya apalagi wanita lain.” Ucap Leonard.

“Pah... gimana kalau papa kasih kepercayaan aja sama mama, biar mama yang urus semuanya?” Tanya Ariana.

“Yauda terserah deh mah..” Jawab Leonard.

Ariana semakin senang karena suaminya memberikan izin untuk dia walaupun bukan izin secara langsung tapi setidaknya suaminya tidak melarang usaha Ariana mencarikan wanita pengganti Richa yang akan menjadi ibu sambung Richa.

***

Debby Adik mendiang Richa sudah mulai berkencan online dengan beberapa laki laki, Debby mengoleksi banyak kontak laki laki dari semua yang minta kenalan kepadanya. Pagi itu Debby terlihat sibuk mengecek hp nya.

“Kamu sarapan dulu baru main hp!” Ucap Ayahnya.

Dengan wajah cemberut dia mengantungi ponselnya dan melanjutkan makannya, “Pah... Debby minta duit dong.” Ucap Debby.

“Bukannya Papa sudah kasih ke mama agar mama yang berikan kamu uang saku?” Tanya Ari (Ayah Debby).

“Iya, Pah, tapi kurang pah..” Jawab Debby.

“Yaudalah Pah, kasih aja, Debby kan anak satu satunya kita.” Ucap Dewi yang selalu membela anaknya.

“Mama ini gimana sih? Mama kan tahu kalau sekarang kita sudah gak seperti dulu lagi, kita sudah susah sekarang ini. Satu satunya penghasilan cuma dari Butik mendiang Richa yang hidup segan mati tak mau.” Ucap Ari.

“Pah.. Uang itu gak akan bisa papa bawa pulang loh, sama anak sendiri aja pelit..” Ucap Dewi.

“Ih Mama selalu aja menbuat Debby manja, Papa gak mau Debby itu terikut zaman dan sekolahnya hancur.” Ucap Ari.

“Yaudalah Mah, Papa mah emang gitu gak akan mau ngasih, coba ke Kak Richa dulu, pasti dibela belain jual mobil cuma buat buka Butik.” Ucap Debby menbandingkan.

“Kalian ini gimana sih? Richa itu sudah tenang di surga, tapi kalian masih aja bahas dia, cemburuin dia.” Ucap Ari.

“Papa ini gimana sih? Apa yang dikatakan Debby itu benar, Papa emang pilih kasih.” Ucap Dewi.

Akhirnya selisih paham itu terjadi pagi itu, Debby pergi meninggalkan rumah tanpa pamit karena ngambek, Dewi masuk ke kamar karena kecewa sama suaminya, dan Ari melanjutkan sarapannya karena dia tahu itu sudah biasa terjadi.

“Dari pada aku kesal mikirin istri dan anakku, mendingan aku makan dan setelah itu aku stalking foto cucuku di sosial media Bu Ariana besanku.” Ucap Ari dalam hati.

Semenjak Richa meninggal, Dua keluarga itu memang sedikit berjarak, meskipun tidak ada pertengkaran namun keduanya seperti saling menjauh. Ari diam diam membuka sosmed besannya hanya untuk mengetahui perkembangan Putri.

“Hanya dengan gambar ini, aku bisa melihat wajah cucuku...” Ucap Ari meneteskan air mata.

Setiap kali dia rindu pada Richa, Putri kesayangannya itu, dia hanya melihat koleksi foto Putri yang dia simpan di Galery hp nya.

“Wajahmu sangat mirip dengan ibumu saat masih kecil.” Ucap Ari.

***

Ariana menghubungi Celine untuk menanyakan Putri.

“Halo.... ini dengan siapa?” Tanya Celine.

“Ini neneknya Putri nak, kemarin ibu meninta nomor telepon kamu dari ibumu.” Ucap Ariana.

“Kebetulan sekali, Syukurlah kalau rejeki memang gak kemana.” Gumam Celine dalam hatinya.

“Oh iya, kebetulan sekali ada yang ingin Celine bicarakan bu..” Ucap Celine.

“Apa itu, Nak? Oh ya Putri sehat kan? Dia lagi ngapain?” Tanya Ariana.

“Putri sedang bermain dengan teman temannya bu, Dia sehat kok..” Ucap Celine.

“Kamu mau bilang apa Celine? Kenapa kamu gak telpon ibu duluan kalau memang kamu mau ngomong sama ibu?” Tanya Ariana.

“Sebenarnya Celine malu, Bu mengatakan ini, Celine sebenarnya merasa kalau Celine gak pantas bilang ini, tapi setelah Celine pikir pikir, sebaiknya Celine terima tawaran ibu bekerja jadi gurunya Putri.” Ucap Celine.

“Bagus... Celine da masuk dalan rencanaku.” Ucap Ariana dalam hati.

“Bu... apa masih bisa Celine bekerja dengan ibu?” Tanya Celine.

“Gimana ya Celine, ibu uda terlanjur terima orang lain jadi gurunya Putri, aduh gimana yah?” Ucap Ariana.

“Bu... Tolonglah Celine, Celine akan lakuin apa aja, asalkan Celine bisa kerja.” Ucap Celine.

“Gimana ya Celine, aduh.... ibu susah jelasinnya.” Ucap Ariana.

“Bu... Jadi pembantu di rumah ibu juga gak masalah, tolonglah Celine... Celine butuh untuk hidup adik adik Panti” Ucap Celine sedih.

“Ibu boleh aja sih, tapi ada syaratnya.” Ucap Ariana.

“Syarat apapun akan Celine lakukan bu, asalakn Celine dapat kerjaan.” Ucap celine.

“Oke kalau begitu, Kamu harus bisa membuat Ayahnya Putri Jatuh cinta, karna Dengan begitu Betrand akan kembali seperti dulu lagi.” Ucap Ariana.

“Apa? Tapi itu semua gak mungkin Bu...” Jawab Celine.

“Gak ada yang gak mungkin, kalau kamu memang niat mau menghidupi adik adik panti, kamu pasti mau melakukan itu, kan gak pekerjaan haram. Kamu hanya cukup membuat Betrand jatuh cinta saja.” Ucap Ariana.

“Tapi kalau aku gak berhasil gimana bu?” Jawab Celine.

“ Saya janji, kalau dalam waktu 1 bulan kamu bisa membuat Betrand jatuh cinta, Saya akan memberikan kamu duit 50 Juta. Kamu bisa memperbaiki Panti Asuhan, dan membiayai adik adik Panti kamu.” Ucap Ariana.

“Tapi, Bu, Kalau Betrand jatuh cinta pada Celine, gimana?” Tanya Celine lagi.

“Itu akan kita bahas nanti, setelah proyek ini selesai. Kamu mau tidak?” Tanya Ariana.

Celine berpikir sejenak, dia melihat rumahnya yang sudah semakin hancur atap dan dindingnya, adik adik Panti juga semakin besar dan semakin butuh uang banyak untuk sekolah. Celine menghela nafasnya, “Iya bu.. Celine mau.” Jawabnya.

Ariana tersenyum, karena semuanya berjalan sesuai kehendaknya. Dia memang sudah simpati dengan Celine sejak dia melihat kebaikan hati Celine.

“Semoga kamu bisa merebut hati Betrand.” Ucap Ariana mengakhiri teleponnya.

Bersambung, Jangan lupa Like, koment dan Vote aku yah kak , dan jangan lupa follow dan singgah di Novel aku yang berjudul Sad Marriage, Terimahkasi.

1
Alya Yuni
Ibu Astuty ko jhat
Ai Hodijah
ok aku ta baca ya thor
KARMILA Sari
next
Francis Purba
ayo up dong
Nurul nasution Cantik
seih
Nurul nasution Cantik
sedih bgt
KUTU Buku
up
KUTU Buku
ku suia smua karyamu
KUTU Buku
seru
up bab seaon 2 dong
Maria
bgus
Fadjhar Roeslie
salam kenal buat othor,saya mampir 🤭😬
Aya Saleh
Betrand plin plan jd orng,mknya idupnya kacau mulu.Klau Aldi tegas..ak suka itu
𝙱𝚞𝚗𝚍𝚊 𝙰𝚛𝚞𝚖𝚒❣️
baru mampir, smangat ya Thor 💪
Aya Saleh
Demen nich gwe klau pp mertua kyk gini.G belain anaknya ,Bisa bersikap tegas.Semangat Thor..like n comments selau mengikuti..plus favorit put
Aya Saleh
Ad Aldi .
demen nich gwe😀
Aya Saleh
Gitu dech laki2..dia sadar melakukan kesalahan tp posesif banget sm istri.Apa d
para lelaki memang terlahir posesif n egois kah
Aya Saleh
Bu Astuty g beres nich
Aya Saleh
Gedeq ak sm c Bertrand ntu..sok jaim pdhal butuh.Masak mau idup dlm bayang2 masa lalu mulu,Ud dpt pengganti yng begitu baik pula..g bersyukur lu Bertrand
Aya Saleh
Wah parah nich bocah,msh kecil idupnya ud urakan
Aya Saleh
Ak langsung put favorit Thor.. memberikan semangat pada mu..jgn kendor sy Thor😀💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!