NovelToon NovelToon
Setelah Perpisahan

Setelah Perpisahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Single Mom
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: #kupunyacerita

Antara Arkananta Pradipta dan Leana Anastasya.
pertemuan kembali setelah belasan tahun berpisah mengungkap berbagai rahasia.
sepasang mantan suami istri yg sama-sama msih mendendam cinta dulu adalah pasangan muda yang menikah muda di usia mereka baru 16 tahun dan mereka berpisah karena pertentangan dari orang tua masing-masing...
yang mau tau cerita selengkapnya nya di baca☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon #kupunyacerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab. 18 flashback

ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

Di pagi hari yang cerah, tapi tak secerah wajah wanita cantik yang sedang berbaring di atas tempat tidurnya. Leana sudah bangun dejak beberapa menit yang lalu tapi, dia enggan untuk bangun, wajahnya muram tak bersahabat.

Pasalnya sekarang dia sedang merasa kelelahan, bagian intinya terasa perih. Bagaimana tidak.. Tadi malam Arkan telah membuka sesuatu yang berharga dari bagian tubuhnya itu dan Arkan melakukannya juga berulang kali.

Sekarang Leana malas rasanya bangun dari tempat tidur hanya sekedar untuk mencuci muka, Tapi perutnya begitu lapar ingin segera Untuk di isi.

"sayang jangan cemberut gitu dong, aku minta maaf ya udah buat kamu capek gini!?".

"aku mau mandi Ar, aku juga laper tahu, ini semua gara gara kamu!!, tadi malam aku dah bilang jangan ngelakuin itu, tapi apa kamu malah ngerayu aku, jadinya aku luluh kan!!?".. Lea menggerutu dan menyalakan Arkan atas kejadian tadi malam sambil terisak pelan takut suaranya terdengar oleh ibunya yang mungkin sudah pulang saat ini.

"iya sayang, iya salah aku kok.. Tadi aku udah pesan makanan buat kita ya, dan sekarang sebagai permintaan maaf aku, kamu aku gendong ke kamar mandi ya!?". Arkan sudah berdiri dengan hanya memakai kolor di depan Lea yang sekarang sudah di posisi duduk. Arkan siap memposisikan diri untuk menggendong istri.

"ehh, gak usah Ar, nanti kita di lihat oleh ibu di luar aku gak mau ibu berpikir macam-macam tentang kita..? Tolak lea tak mau di gendong.

"ya memang kita udah buat macam-macam kan tadi malam, jawab aja jujur kalau kita lagi bikin anak..!!" kata Arkan cuek tak peduli dan bicara tanpa di filter.

"dasar buaya mesum". kata Lea memutar bola mata malas.

"yank..ini kamu mau aku gendong apa gak hmm??". tanya Arkan lembut sambil duduk di sisi ranjang dan mengulurkan tangan merapikan rambut istrinya yang menjuntai ke muka. Hal itu membuat Leana menahan nafas, Arkan terlalu hangat bagi nya. "bagaimana aku gak luluh kalau gaya gini..?! suamiku sweet banget lagi.." kata Lea membatin.

"nafas sayang?". Bisik Arkan di telinga Lea.

Lea yang kaget tidak sadar mendorong Arkan dengan kuat yang membuat suaminya itu terjelembab ke belakang. Untung gak sampe jatuh ke lantai.

"astaga, kok kamu dorong aku sih?!". Kesal Arkan.

"siapa suru kamu tiba-tiba udah di depan aku, aku kan kaget!". jawab Lea tak mau kalah yang akhirnya membuat Arkan tak mau berdebat lagi.

Tanpa ba-bi-bu Arkan mengangkat tubuh Lea yang telah di gulung selimut untuk dia bawa ke dalam kamar mandi yang ada di luar tepatnya nya berada didepan dapur.

"Ar, turunin aku biar aku jalan sendiri saja!".

"diem sayang, nurut sama suami!"

"kamu ya memang tukang paksa!"

"tapi aku sayang kamu!!"

"tapi aku kesel sama kamu Arkan!!".

"dan aku makin cinta sama kamu Leana Anastasya Pradipta!?".

"terserah," mengalah Lea, bukan karena dia tidak bisa berdebat tapi malu dan salah tingkah karena kata cinta dari suaminya. Lea menyembunyikan wajah memerahnya di dada bidang suaminya dan tersenyum di baliknya membuat Arkan gemas dan ingin mengulang adegan yang tadi malam.

Sesampainya didalam kamar mandi, Arkan menurunkan leana untuk dimandikan, Leana tidak ngebantah Leana biarkan saja suaminya melakukan aktivitas nya sampai akhirnya ada suara ketukan pintu baru Arkan berhenti untuk keluar dan melihat siapa yang datang dan ternyata kulir yang mengantarkan makanan untuk mereka, Bahkan untuk ibu mertuanya juga dia pesan.

singkat cerita Arkan dan Lea sudah berada di meja makan diruangan itu.

mereka duduk berhadapan di meja makan.

Terdengar langkah kaki mendekat dari arah belakang tubuh Arkan dan Arkan refleks berbalik untuk melihat dan ternyata itu adalah ibu mertuanya sesuai prediksi Arkan.

Arkan berdiri untuk menyapa mertuanya itu. "pagi Tante" sapa Arkan tapi tidak ada tanggapan dari mertuanya yang ikut duduk di sisi lain di meja makan.

Arkanpun acuh, dia duduk dan melanjutkan membuka kotak nasinya.

"Bu" sapa Lea pelan sedikit takut melihat ibunya yang tumben sekali keluar makan.

biasanya ibunya itu akan betah di dalam kamar. Dan ini membuat hati Lea tidak tenang.

Arkan melirik istrinya yang seperti orang gelisah di saat bersamaan Lea melirik ke Arah Arkan dan berdua sama-sama tersenyum kecil agar tidak untuk khawatir. Interaksi mereka tidak lepas dari pandangan Jasmin yang masih terdiam tanpa ekspresi.

"oh ya tante tadi saya juga ada pesan makanan buat Tante siapa tahu Tante belum makan!" kata Arkan sambil memberi sekotak nasi Padang Kepada ibu mertuanya.

Jasmin tidak menolak dia mengambilnya untuk di makan, dan itu membuat hati Arkan dan Leana lega.

Mereka makan dalam dia tidak ada yang bersuara, dan setelah makanan mereka masing-masing telah habis barulah terdengar suara dari seseorang.

"siapa nama kamu?!" tanya Jasmin kepada Arkan dengan suara yang masih terdengar sangat dingin.

"Arkan Tante!!" jawab Arkan lugas tanpa ada takut sedikitpun.

"apa kamu serius dengan pernikahan ini.?" tanyanya lagi.

"iya saya serius dengan anak Tante, saya tidak menyesal menikah dengan anak Tante saya menyayangi Lea Tante, dan saya mohon restu Tante untuk kami!". Ucap Arkan tegas sambil menatap mata mertuanya tanda dia dia serius dengan ucapannya.

"terus, apakah orang tua kamu tahu kalau kamu sudah menikahi anak orang?". tanya Jasmin lagi yang kali ini membuat Arkan menunduk malu karena sadar ini adalah hal yang besar yang harus segera di tuntaskan.

Leana yang dari menunduk kepala tapi menyimak pembicaraan ibu dan suaminya seketika angkat kepala untuk melihat suaminya dan menunggu jawaban sang suami. Itu membuat hati Lea was was takut jika orang tua Arkan tidak setuju dengan hubungan mereka.

"orang tua saya belum tahu dan orang tua saya sedang tidak ada negara ini Tante, mereka sedang ada perjalanan bisnis.!" jawab Arkan merasa bersalah.

Lea sedikit kecewa mendengar jawaban itu, tapi dia tidak mau bicara apapun dia serahkan semuanya kepada Arkan pikir nya.

"kalau begitu jangan temui Lea dulu sebelum kamu memberi tahu orang tuamu dan kamu membawa orang tuamu untuk datang kesini untuk menjemput Leana!!." kata Jasmin tegas mutlak tidak ada negosiasi lagi.

"saya akan pastikan orang tua saya setuju Tante, kalau mereka pulang saya akan segera membawa mereka kemari ..Tapi saya mohon Tante jangan larang saya untuk tinggal di sini bersama istri saya." melas Arkan agar tetap tinggal di rumah itu bersama istrinya.

di posisi Lea tidak berani membantah, dia juga mengerti atas sikap ibunya itu, tapi di hati paling dalam dia merasa ada sesuatu yang berada jika Arkan tidak tinggal disini. dua hari bersama Arkan membuat nya tidak ingin jauh dari suaminya. Apalagi hubungan mereka sudah terlanjur jauh.

"kamu turuti perintah saya atau saya tidak akan merestui hubungan kalian." kata Jasmin memberikan pilihan dan terpaksa di setujui oleh Arkan demi mendapatkan restu ibu mertua.

"Bu tapi saya boleh kan datang kesini untuk antar jemput Lea ke sekolah dan datang untuk sekedar main?". Tanya Arkan sedikit nego.

"hmm, tapi tidak lebih dari satu jam dan jangan sampai kamu menginap ataupun menyusup lewat jendela..dan itu berlaku mulai hari. Sebelum saya berangkat jam 3 kamu sudah harus meninggalkan rumah ini!". Ucap Jasmin telak sambil berdiri dan meninggalkan meja makan untuk masuk ke dalam kamar.

Arkan menatap ke Arah Leana menggenggam tangan sang istri dan berkata. "Sayang nanti malam jangan kangen ya, jangan sampai susah tidur ya karena gak ada aku di samping kamu!" Arkan mencoba untuk bercanda untuk mencairkan suasana.

"siapa coba yang kangen dan gak bisa tidur, kalau kamu gak ada aku bisa tidur cepat, gak ada yang ganggu, gak tidur bedesakan juga!". Jawab Leana tegas walau matanya tidak bisa di bohongi kalau dia sedih.

"kalau aku gak ada gak ada yang peluk dong, gak ada yang elus kepala kamu, gak ada yang cium kamu, dan kita juga gak bisa bikin Dede!!". Kata Arkan dan dia berbisik di kalimat Akhirnya yang dimana membuat Leana memukul lengan suaminya gemes itu.

"dasar buaya mesum." kata Lea yang membuat Arkan tertawa karena melihat ekspresi lucu istrinya dengan bibir yang mengerucut.

"sayang ayo ke kamar...."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!