NovelToon NovelToon
Bayang Yang Runtuh

Bayang Yang Runtuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: Shanti_San

Kiara, putri tunggal keluarga terkaya, memilih menikah dengan pria biasa karena cinta yang ia pikir sangat kuat dan abadi. Selama sepuluh tahun pernikahan, Kiara hidup dengan rasa bersalah yang besar—ia tidak pernah bisa mengandung dan melahirkan anak, selalu menyalahkan dirinya sendiri, dan terus meminum obat yang dikatakan suaminya sebagai vitamin penyehat tubuh.

Semua kepercayaan dan kebahagiaannya runtuh dalam sekejap mata. Kiara mengetahui kenyataan pahit, suaminya telah berselingkuh dengan sahabat terdekatnya sendiri.
Lebih menyakitkan lagi, obat yang ia minum setiap hari ternyata adalah pil penunda kehamilan. Sepuluh tahun ia pikir dia kurang subur, padahal dialah yang menjadi korban, dan suaminya sendirilah penyebab ia tidak pernah bisa memiliki keturunan. Puncak kehancuran tiba saat Kiara tahu sahabatnya kini sedang mengandung anak hasil perselingkuhan mereka.

Kiara pun memilih pura-pura tidak tahu, untuk membalaskan rasa sakitnya karena telah di tipu oleh mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 - baskara Merasa Kasihan

Di ruang kerja yang sunyi dan tertata rapi, Baskara duduk memandang selembar kertas laporan yang baru saja diserahkan oleh Aldo. Jari-jarinya menyentuh tulisan demi tulisan dengan pandangan yang semakin serius, seolah setiap kalimat yang dibacanya membawa beban yang berat di hatinya.

Selama beberapa hari terakhir, Aldo benar-benar menjalankan tugasnya dengan teliti dan rahasia. Ia mengumpulkan berbagai keterangan, mengamati pergerakan Ferdi, hingga menemukan fakta-fakta yang mengejutkan sekaligus menjijikkan. Semua itu kini tertuang jelas di hadapan Baskara.

“Jadi benar… Ferdi berselingkuh dengan Emily, sahabat dekat Kiara sendiri. Dan wanita itu sudah mengandung anaknya selama dua bulan lebih,” gumam Baskara pelan, suaranya terdengar dingin menahan amarah yang mulai membara.

"Lebih dari itu Tuan, Menurut Informasi yang saya dapatkan, Ferdi sering membeli obat di sebuah apotik kenalan nya. yang di duga itu untuk Nona Kiara." jelas Aldo dengan rinci.

"Obat apa?." baskara mengerutkan kening nya menunggu jawaban dari Aldo.

Aldo sejenak terdiam. lalu melanjutkan info yang ia dapat. "Ferdi membeli obat pencegah kehamilan, kemungkinan itu sebab nya Nona Kiara tidak kunjung hamil." jelas aldo, sembari memperlihatkan data-data pembelian dan foto yang di ambil oleh orang suruhan nya.

Mendengar hal itu, Hati Baskara remuk, Ia meremas kertas yang ada di atas meja dengan kuat, cita-cita Kiara yang selama ini di inginkan yaiti memiliki banyak anak benar-benar di hancurkan oleh Ferdi.

"Sialan, bagaimana dia bisa melakukan itu pada Kiara, Kiara jelas sangat menyukai anak kecil dan mimpinya ingin mempunyai anak." Teriak Baskara kesal.

Baskara membuang nafas untuk mengatur emosinya.

Matanya menyempit membaca bagian lain yang menyebutkan kebiasaan Ferdi sering pergi diam-diam ke rumah sewaan Emily, serta pembicaraan di antara mereka yang didengar oleh sumber terpercaya. Semua potongan kejadian mulai tersusun rapi dalam benaknya, menjelaskan mengapa Kiara terlihat selalu menyimpan kesedihan yang tak terucapkan, mengapa rumah tangga itu tidak terlihat bahagia meski terlihat sempurna dari luar.

"Hari-hari apa yang sudah kau lewati dengan bajingan itu Kiara?."

Baskara menutup matanya sejenak, lalu menghela napas panjang. Dalam hatinya muncul berbagai pertanyaan yang terus berputar. “Apakah Kiara sudah mengetahui kenyataan ini? Apakah kesedihan dan tatapan kosong di matanya itu disebabkan oleh pengkhianatan ganda ini? Atau dia masih tidak tahu apa-apa, dan terus hidup dalam kebohongan yang menyakitkan?”

Baskara lalu bertanya pada Aldo apa yang ada di benaknya.

"Kemungkinan belum tahu Tuan, karena logikanya, kalau sudah tahu tidak mungkin Nona Kiara masih ingin bersama laki-laki seperti itu kan Tuan." balas Aldo karena ia pun tidak tahu pasti apakah Kiara tahu, karena selama pencarian info tentang Ferdi, Aldo tidak menemukan ada nya Kiara yang mengikuti atau pun gerakan Kiara. Kiara tampak sibuk di perusahaan ayah nya saja.

Karena yang sebenarnya, Kiara sudah tahu sejak awal dan dia tidak mau membuang tenaga untuk melihat perzinahan yang di lakukan oleh Ferdi dan Emely, Kita fokus pada Urusan nya, fokus pada perusahaan ayah nya dan foto mencari bukti untuk menyudutkan Ferdi. Karena dengan Ferdi sibuk dengan Emely dan menjadi lengah, dengan mudah Kiara mengali info lebih dalam.

Mendengar penuturan Aldo, Baskara pun mengangguk tanda setuju.

"Iya, apa yang kamu katakan ada benar nya, sialan kenapa ada manusia seperti Ferdi. aku tidak mengerti kurang baik pada Kiara padanya, semua orang tahu siapa Ferdi itu, dia benar-benar tidak bersyukur." baskara tampak kesal dan membanting File-file yang di berikan Aldo.

selain marah karena Ferdi telah berkhianat dari Kiara, Baskara juga merasa sangat kasihan pada wanita yang ia cintai sejak dulu itu, hidup dalam kebohongan suami nya selama bertahun-tahun, bahkan merencanakan hal yang jahat.

Ia merasa bingung sekaligus iba. Jika Kiara sudah tahu, berarti ia telah memikul beban yang sangat berat sendirian tanpa berani bercerita pada siapa pun. Jika belum tahu, maka saat kebenaran itu terungkap nanti, luka yang diterimanya pasti akan jauh lebih dalam dan menyakitkan. Apa pun keadaannya, Baskara berjanji dalam hatinya untuk melindungi Kiara, tidak peduli apa pun risikonya.

"Baiklah Aldo, kau boleh pergi."Ucap Baskara yang ingin sendiri. Aldo pun mengiyakan nya dan berjalan keluar dari ruangan Baskara.

Baskara pun tenggelam didalam pikiran nya, ini adalah hal yang besar. yang ia rasa Kiara perlu tahu.

"Apa aku perlu menghubungi Kiara dan memberitahunya sekarang?." Gumam nya.

"Aku kan menghubungi nya."

Baskara mengangkat telefon genggam nya untuk menghubungi Kiara, ia sangat ingin memberitahu wanita itu secepat nya. Saat sambungan telefon tersambung Baskara Ragu, ia takut saat Kiara tahu, Kiara akan terluka dan menyakiti diri sendiri.

Sementara Kiara yang melihat Baskara menghubungi nya mengangkat telefon namun Baskara diam saja tidak bersuara.

"Baskara."

"Halo Kara."

Panggilan kedua Kiara seketika menyadarkan Baskara dari lamunan. Ia pun menjadi salah tingkah.

"Kiara."

"Iya, ada apa, kamu kenapa diam saja."Balas Kiara menanyakan telefon itu hening beberapa saat.

"Tidak, mungkin tadi jaringan."

"Oh begitu, ada apa kamu menghubungi Kara?."

Baskara sejenak terdiam memikirkan alasan yang jelas. "Aku tadi ingin mengajak mu makan siang, tapi seperti nya kamu sibuk ya?." Tanya Kara.

"Maaf Kara, aku hari ini sangat sibuk di kantor ayah ku, mungkin lain kali, boleh kan?." Tanya Kiara yang merasa tidak enak karena harus menolak laki-laki itu.

"Tidak masalah, sudah ku duga kau pasti sibuk, lain kali saja, kalau begitu aku tutup telefon nya ya Kiara, maaf menganggu mu." Balas Baskara dengan cepat, Kiara pun mengiyakan.

"Tidak masalah Kara, Baik lah, aku tutup telefon nya ya."

setelah sambungan telefon terputus. Baskara menghela nafas lega. Ia begitu gugup saat ia harus menyembunyikan kebenaran itu sementara waktu.

Baskara mengusap wajahnya. Membuang nafas berat nya karena terpaksa diam dan menahan untuk memberitahu Kiara.

"Astaga Kiara, aku bahkan bingung harus mulai dari mana, aku harap kamu baik-baik saja setelah mendengar hal ini." Baskara mengambil bingkai foto Kiara dari dalam laci mejanya. melihat foto Kiara dengan tatapan sangat dalam.

"Aku mencintaimu Kiara, aku tidak rela dia menyakitimu, aku sudah rela kau bersama nya, bahkan sampai hari ini hati ku hanya ada kamu seorang, hari-hari ku tanpa 1 hari pun tanpa sosok bayang mu. Aku berjanji akan melindungi mu bagaimana pun caranya."

"Selamanya, aku akan selalu ada di sisimu." Baskara berjanji pada dirinya sendiri. Bahwa Kiara akan selalu ia lindungi, dan ia siap membahagiakan Kiara Jika Ferdi tidak sanggup.

1
Teh Yen
cie Kiara udh berani pegang tangan Bagaskara uhuuyyy senengnya pake banget tuh Bagaskara xixiiii
Teh Yen
kapan jadiannya dong kalian ih engg sabar deh liatnya
Teh Yen
iya tapi jangan lama lama.kiara.ntar keburu.d samber ulat bulu lagi gmn dong
Teh Yen
engg akan sadar sadar kynya tuh c Ferdi yah huih 😤
Teh Yen
penyesalan.selalu.datang terlambat yah kan Emily
Teh Yen
trima kasih Aldo kamu terbaik.hihii
Teh Yen
ayo kiara kapan kamu jujur sama bagaskara tentnga perasaanmu ntar keduluan ulet Keket yg kmr kan bahaya bisa d bawa pergi jauh ntar Bagaskaranya gmn dong ???
Teh Yen
Oalah mimpi toh kirain beneran Kiara engg mungkin senekat itu kan hehe 😁
Teh Yen
aaah sayang sekali coba kalau tadi Tidka ada asisten Kiara yg ketuk pintu mungkin kalian sudah....aaah jd senyum" sendiri bayanginnya haha
Teh Yen
baru sadar sekarang Emily hemmm 😏 sudah berulang kali d ingatkan oleh orang tuamu tentang keputusanmu tp kmu yg ttp ngeyel kan
Teh Yen
jangan bersedih Kiara ,,mungkin takdir Tidka menginginkan kamu punya ank dari laki" seperti Ferdi karena nanti itu bisa jadi Tidka baik ,, sudah move on aj.skoga kamu bisa menemukan kebahagian kembali bersama seseorang yg benar" mencintai kamu dengan tulus
Teh Yen
selamat yah Kiara
Teh Yen
yah mulailah hidup yg baru semangat baru jangan ambil milik ornga lain lagi yah
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan yang ga tahu diri kamu itu Emily
Yeni Astriani
lanjut Author
Teh Yen
smoga rencanamu berhasil Kiara ,,dan Ferdi tidak meminta yg aneh" tentunya
Teh Yen
siap siap kamu mempertanggung jawabkan perbuatanmu selama ini Ferdi
Teh Yen
masih punya muka aj tuh c Ferdi mau masuk kantor Wijaya engg tau malu iiih
Teh Yen
ya sudah coba saja Emily apa kamu bisa bertahan d tengah keterpurukan ekonomi hemm 😏 .... aku ragu sih kita liat saja nanti
Teh Yen
wah Emily sepertinya otakmu Tidka bisa berpikir dengan jernih ,, setelah semua yg terjadi kamu masih menginginkan Ferdi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!