NovelToon NovelToon
MIRRA (Pacar Pura-pura)

MIRRA (Pacar Pura-pura)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Teen
Popularitas:597
Nilai: 5
Nama Author: Mila Kylla

" Gue suka sama lo...lo harus jadi pacar gue!!" Suara berat seorang pria membuatnya cukup gugup.

"Maaf, tapi gue suka nya sama orang lain." Mirra dengan penuh keberanian menolak pria tinggi tegap yang berada di hadapannya.

"Nggak bisa, lo harus jadi pacar gue, titik!!!" Tegas pria itu sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Mirra.


Mirra Afessya, gadis belia yang baru saja duduk di bangku kelas satu SMA itu harus dihadapkan dengan pria yang ternyata diam-diam dan pura-pura mengagguminya.

Akankah Mirra menerima pengakuan paksa itu? Ataukah Mirra akan menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Kylla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terungkap

" Lo mau jalan apa mau bareng gue Mirr? " Tanya Angkasa.

Zian dengan sigap langsung menjawab pertanyaan dari Angkasa untuk Mirra. " Lo nggak liat ada gue? Ya jelas Mirra bareng gue naik mobil, gue masih inget rumah lo juga. "

" Oh.." Angkasa hanya berbicara singkat lalu dia kembali menaiki motornya.

" Sabar-sabar Zian, ada saat nya ntar lo ngehajar tu orang. " Gumam Zian.

" Ayo buruan kak, malah diem aja..." Pekik Mirra yang sudah berada di samping mobil Zian.

" Iya...iya...bawel banget sih..."

Mereka pun langsung menuju rumah Angkasa, dan setibanya di rumah Angkasa, Mirra dan Zian pun langsung masuk ke dalam rumah Angkasa. Di dalam ruang tengah juga sudah terlihat nenek Angkasa yang sudah menunggu Angkasa, serta ada Diana juga mama Angkasa yang juga menemani nenek nya Angkasa.

" Mirra, maaf ya, tante jadi ngerepotin kamu. " Ucap Diana dengan tersenyum kepada Mirra.

" Nggak apa-apa tan, aku nggak ngerasa di repotin kok. " Jawab Mirra lalu menghampiri mama nya Angkasa.

Sementara Zian, dia masih berdiri mematung dan dia juga terlihat begitu canggung saat ini, dan saat mama nya Angkasa melihat Zian, dia langsung mengenali Zian karena memang dahulu Zian dan Angkasa begitu akrab dan Zian juga sering berkunjung ke rumah Angkasa kala itu.

" Zian? Kamu benar Zian kan? Ya ampun, udah lama banget tante nggak liat kamu Zian, gimana kabar kamu? " Tanya Diana dengan senyuman yang masih saja mengembang di bibir pucatnya.

" Baik tan..."

" Sini duduk, kok kamu bisa ada di sini? Apa emang kamu sengaja mau main ke sini dan ketemu Angkasa? " Tanya mamanya Angkasa penasaran.

Angkasa terlihat begitu kesal, lalu dia menyela obrolan antara Zian dan mamanya. " Ma, aku pergi dulu ya anter nenek, dan Zian, dia nggak ada niatan main, cuma kebetulan aja tadi ketemu di depan dan aku suruh aja sekalian mampir. " Jawab Angkasa sambil melirik ke arah Zian sinis.

" Oh gitu...yaudah sana cepet kamu anter nenek, udah ada Mirra sama Zian, jadi kamu nggak usah khawatirin mama, sebenernya mama sendiri juga nggak apa-apa tapi kamunya aja yang kekeh pengen minta tolong sama Mirra. "

" Yaudah,aku berangkat...ayo nek.." Angkasa kemudian menuntun neneknya.

Kini di rumah Angkasa hanya ada Zian, Mirra serta mamanya Angkasa, Zian bahkan merasa semakin canggung dan tidak tau harus melakukan hal apa saat ini.

" Kalian mau minum apa? " Tanya Diana mencairkan suasanya yang terlihat canggung itu.

" Biar aku aja tan yang ambil minuman di dapur, tante istirahat aja. " Mirra pun langsung beranjak dari duduknya.

" Makasih ya Mirr, di dalem kulkas ada buah, kamu bikin jus aja Mirr. "

" Iya tan..." Mirra pun segera menuju dapur, dan Zian kini hanya tinggal berdua saja dengan mamanya Angkasa.

Mirra bahkan pergi ke dapur dengan senyuman yang mengembang, dia sangat bahagia melihat Zian yang terlihat canggung dan seperti tidak dapat berkutik sama sekali di hadapan mamanya Angkasa.

"Rasain, mati kutu kan lo..." Gumam Mirra dengan raut wajah bahagianya.

" Zian...kamu sekolah dimana sekarang? " Tanya Diana dengan tiba-tiba dan itu sedikit mengejutkan Zian yang sedang terdiam itu.

" Ah, aku sekolah di Guna Bangsa tan. "

" Wah, berati kamu satu sekolah sama Angkasa? "

" Iya tan, tapi aku udah kelas dua sekarang. "

" Ah iya, kamu bener...setelah kecelakaan itu Angkasa koma, dan dia terpaksa harus nunda sekolahnya setahun, kalo diingat-ingat, tante nggak pernah liat kamu lagi setelah kecelakaan itu ya Zian. "

Zian sedikit tertunduk, dia kebingungan harus beralasan apa, dan dia juga menyadari jika seharusnya dia tidak perlu datang ke rumah Angkasa saat ini mengingat bagaimana perlakukannya kepada Angkasa selama ini.

" Maaf tan, aku selama ini nggak tau kabar soal Angkasa, dan aku pikir, mungkin Angkasa lagi di luar kota atau di luar negeri. " Jawab nya beralasan untuk berbohong.

" Ah gitu...iya juga ya, kalo di pikir-pikir kecelakaan itu pas banget setelah kelulusan kalian. "

" Iya tan...dan aku juga baru tau kalo Angkasa pernah koma...maaf ya tan. " Ucapnya lagi berbohong.

"Iya Zian nggak apa-apa kok..."

Zian sedikit tersenyum samar, dan dia cukup lega karena mama nya Angkasa terlihat mempercayainya.

" Oh ya, kamu kenal juga sama Mirra? " Tanya Diana lagi yang kini penasaran dengan kedekatan Mirra dan juga Zian.

Zian langsung mengembangkan senyumannya dan kemudian mengangguk. " Iya tan, aku pacar nya Mirra." Ungkapnya sehingga mamanya Angkasa pun terlihat begitu terkejut.

" Pacar?? Apa kalian pacaran diem-diem? " Diana bertanya seperti itu karena dia tau bagaimana Julia melarang keras Mirra untuk berpacaran ataupun sebatas dekat dengan laki-laki.

" Nggak kok tan, kita pacarannya terang-terangan. " Ungkapnya lagi tanpa tau jika sebenarnya Mirra dilarang berpacaran oleh mamanya.

" Berarti kamu udah ketemu sama mama nya Mirra? "

Zian menggeleng. " Belum tan, kita baru pacaran beberapa hari, dan aku belum sempet ketemu sama mama nya Mirra. "

" Zian...Mirra udah cerita sama kamu belum soal mamanya?" Tanya mamanya Angkasa yang kini mengkhawatirkan hubungan Zian dan juga Mirra.

Zian pun menggeleng, dan saat mama nya Angkasa ingin memberitahu Zian soal mamanya Mirra, Mirra dari arah dapur mulai berjalan menghampiri mereka dengan membawa dua gelas jus mangga, dan juga secangkir teh hangat untuk mama nya Angkasa.

" Tan, ini aku bikinin teh hangat buat tante..." Ucap Mirra sambil meletakkan secangkir teh dan juga dua gelas jus mangga di atas meja. Mirra juga kembali duduk di samping Diana.

Diana kini menatap lekat Mirra, lalu dia membelai lembut rambut Mirra. " Mirra...tadi Zian bilang kalau kalian pacaran, apa kamu udah bilang sama mama kamu? " Tanya Diana lembut dengan raut wajah khawatirnya.

Mirra pun langsung menatap Zian dengan tatapan tajamnya, dia tidak menyangka jika Zian akan memberitahu pada Diana soal hubungan yang menurutnya bukanlah hubungan yang serius itu pada Diana.

" Tan...tolong tante jangan bilang sama mama ya...mama pasti bakal marah banget tan, dan mama juga pasti bakal kecewa banget sama aku, tolong rahasiain dari mama ya tan. " Pinta Mirra dengan raut wajah sedihnya.

" Iya Mirra, tante nggak bakal bilang sama mama kamu, tapi lambat laun mama kamu pasti tau soal hubungan kamu sama Zian, dan kalau dia sampai tau, kamu tau kan apa yang bakal terjadi, bukan cuma kecewa dan marah, bisa-bisa mama kamu berhentiin kamu dari sekolah. Dia bilang ke tante dulu, misalkan kamu nekat pacaran, mama kamu bakal ngelarang kamu sekolah dan dia bakal suruh kamu buat home schooling. "

" Iya tan aku tau..."

" Dan kamu juga kenapa nggak kasih tau Zian soal mama kamu? "

Mirra pun tertunduk, dia memang tidak berniat memberitahu Zian karena baginya Zian hanyalah pacar pura-puranya, dia tidak serius menjalani hubungan tersebut, dan menurutnya tidak ada gunanya juga memberitahu Zian soal larangan mamanya itu.

Sedangkan Zian, kini dia terlihat kebingungan, Zian bahkan terheran-heran saat Diana bilang jika mungkin mamanya Mirra akan melarang Mirra sekolah apabila Mirra ketahuan berpacaran.

" Sebenernya ada apa? Kok kamu nggak pernah cerita ke aku soal mama kamu Mirr? " Tanya Zian sok lembut pada Mirra.

Mirra mendengus kesal, lalu menatap tajam Zian," Nanti pulang dari sini aku bakal jelasin ke kamu. " Jawabnya dengan wajahnya yang sudah terlihat sangat kesal dan juga tertekan.

"Mirra, pesen tante cuma satu...kalau emang kamu masih mau ngelanjutin hubungan kamu sama Zian, kamu harus bisa jaga sikap, dan jangan sampai mama kamu tau ya..."

Mirra mengangguk lemas. " Iya tan..."

" Yaudah, kalian minum dulu jusnya...tante bakal jaga rahasia kok..." Ungkap Diana lalu kemudian tersenyum ke arah Mirra, dia kini mencoba untuk menenangkan Mirra yang terlihat sedikit lemas setelah Diana mengetahui soal hubungannya dengan Zian.

" Iya tan..." Jawab Mirra lalu tersenyum samar. " Diminum kak, aku udah effort bikin nya. " Pinta Mirra pada Zian yang saat ini juga terlihat sedang terus saja menatap ke arah Mirra.

" Ah iya Mirr, aku minum..."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!