NovelToon NovelToon
DOSENKU, SUAMIKU

DOSENKU, SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dosen / Nikahmuda
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Silvi Wahyu

“Aku benci dosen perfeksionis.”
Itu kalimat pertama yang Rhea tulis di buku catatannya setelah bertemu Arga...dosen muda favorit kampus yang terkenal dingin, disiplin, dan sulit didekati.
Sayangnya, hidup Rhea perlahan mulai dipenuhi pria itu.
Dari kelas pagi yang melelahkan, bimbingan yang selalu berubah menjadi perdebatan, hingga tatapan-tatapan kecil yang mulai terasa berbeda.
Rhea tidak pernah berniat jatuh cinta pada dosennya sendiri.
Masalahnya…Arga sendiri juga mulai merasa sulit melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silvi Wahyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pagi Hari yang Kacau

Pagi itu rumah Rhea sudah terasa seperti medan perang kecil bahkan sebelum matahari benar-benar naik sempurna.

Suara langkah tergesa memenuhi kamarnya yang berantakan. Buku-buku kuliah terbuka di atas lantai, beberapa lembar kertas terselip di bawah meja belajar, sementara totebag hitam milik Rhea tergeletak setengah terbuka di atas ranjang.

Udara kamar terasa sedikit pengap karena jendela masih tertutup sejak malam, membuat suasana makin sesak di tengah kekacauan yang belum sempat dibereskan.

Rhea berlutut di depan meja sambil membongkar isi laci dengan napas tidak beraturan.

“Enggak mungkin hilang… enggak mungkin hilang…”

Tangannya bergerak cepat memindahkan stabilo, headset, sticky notes, sampai kabel charger yang kusut seperti akar tanaman. Namun benda kecil berwarna hitam yang ia cari tetap tidak terlihat.

Sebuah flashdisk berisi file presentasi yang harus ia bawakan pagi ini.

Rhea menutup mata sebentar sambil mengembuskan napas frustasi. Keringat di pelipisnya mulai turun perlahan, sementara pikirannya terus berputar mencoba mengingat ulang setiap langkah yang ia lakukan dua hari lalu.

Di luar kamar, suara ibunya terdengar samar. “Rhea! Ayo sarapan?”

“Bentar, aku lagi nyari barang, Mah.” balasnya cepat.

Ia kembali membuka tasnya untuk ketiga kali, lalu berhenti sesaat saat menyadari sesuatu. Kosong.

Wajahnya langsung pucat.

“Ya Tuhan…”

Semalam ia masih ingat, dua hari lalu ia mengerjakan revisi presentasi sampai hampir pukul dua pagi. Ia ingat jelas memindahkan file terakhir ke flashdisk sebelum ketiduran di meja belajar. Artinya benda itu seharusnya masih ada di kamar ini.

“Mati aku… mati.”

Rhea mendadak berdiri dan berjalan cepat menuruni tangga menuju ruang tengah sambil menenteng tas dan juga laptopnya. Matanya menyapu seluruh ruangan, sofa, hingga rak televisi dengan panik yang mulai sulit disembunyikan.

Ruang yang biasanya terasa biasa saja pagi ini tampak seperti menyembunyikan sesuatu, seolah setiap sudutnya sengaja tidak mau membantu.

Ia mencengkeram rambutnya sendiri pelan.

“Please jangan hari ini…”

Hari ini adalah hari pertama presentasinya bersama dengan dosen baru. Dan entah kenapa seluruh jurusan sudah ribut membicarakan dosen itu sejak minggu lalu.

Rhea sebenarnya tidak terlalu peduli. Sampai pagi ini berubah menjadi bencana kecil yang sukses membuat jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.

“Sial… ke mana perginya benda kecil itu?”

Rhea kembali membuka laci meja ruang tengah dengan gerakan tergesa, membuat isi di dalamnya langsung berantakan dalam hitungan detik. Remote televisi tergeser, charger tersangkut di antara gunting kecil, dan beberapa baterai bekas ikut berserakan di atas permukaan meja tanpa sempat ia pedulikan.

Flashdisk hitam dengan gantungan kucing kecil itu tetap tidak ada di sana.

“Astaga…”

Ia berpindah ke laci berikutnya tanpa sempat merapikan apa pun, tangannya bergerak lebih cepat dari pikirannya sendiri, sementara napasnya mulai terasa berat karena panik yang makin naik.

Jam dinding di ruang tengah berdetak pelan, tapi di telinganya suara itu terasa makin keras seolah sengaja menambah tekanan di kepalanya.

“Astaga, Rhea… kamu ini cari apa?”

Suara ibunya membuat Rhea langsung menoleh. Wanita itu baru keluar dari dapur sambil membawa spatula kayu, alisnya terangkat melihat ruang tengah yang sudah seperti habis dilewati badai kecil.

“Mah… Mamah lihat flashdiskku yang warna hitam ada gantungan kucingnya nggak?”

“Mamah nggak lihat sama sekali. Kalau iya pasti udah mamah simpen,” jawab Mamanya sambil melirik sekeliling yang berantakan, lalu menghela napas pelan.

“Coba tanya Bi Imas.”

Rhea tidak menunggu lama, langsung melangkah cepat menuju ruang makan dengan langkah terburu-buru yang hampir tidak terkontrol, seolah rumah itu sendiri ikut memperlambat geraknya.

“Bi… Bibi…”

Bi Imas yang sedang menyapu langsung menoleh.

“Iya, Mbak Rhea?”

“Bi Imas lihat flashdisk aku nggak?”

“Fles… fles apa, Mbak?”

Rhea langsung menepuk keningnya sendiri pelan, napasnya terdengar frustrasi, sudah jelas dari jawaban

itu ia tidak akan mendapat hasil apa pun.

“Aduh…”

Ia menghela napas pendek dan menahan diri sejenak sebelum akhirnya melirik jam dinding di ruang tengah, dan begitu melihat angkanya, wajahnya langsung berubah pucat.

“Ya ampun… telat…”

“Memangnya penting banget, Rhea?” tanya ibunya dari arah belakang dengan nada yang masih tenang.

“Itu file presentasi aku, Mah…” jawab Rhea cepat sambil sudah bergerak kembali ke ruang tengah, mengambil tasnya dari sofa dan memasukkan laptop dengan gerakan tergesa tanpa peduli rapi atau tidak, semua dilakukan seperti sedang dikejar sesuatu yang tidak terlihat tapi terasa sangat nyata.

“Yaudah deh, aku berangkat ya, Mah. Udah telat.”

“Loh...sarapan dulu, Sayang.”

“Nanti aja di kampus, Mah. Udah telat banget.” Ia sudah setengah keluar pintu sambil masih memakai sepatunya dan menoleh sekilas ke belakang. “Aku bawa mobil sendiri ya.”

“Ya sudah, hati-hati.”

“Iya-iya…”

Pintu depan tertutup sedikit lebih keras dari biasanya, meninggalkan rumah yang kembali tenang dengan Ibunya yang hanya menggeleng pelan, sementara suara langkah Rhea sudah menghilang tergesa di luar rumah.

“Dasar Anak itu…” gumamnya lirih.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!