NovelToon NovelToon
BEYOND THE DOOR OF DEATH

BEYOND THE DOOR OF DEATH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Mata Batin
Popularitas:198
Nilai: 5
Nama Author: elrznta

Hyeana adalah seorang gadis biasa yang tiba-tiba terlempar ke dimensi lain lalu Hyeana mencoba untuk keluar dari sana, ia mencari jalan keluar namun yang dia lalui hanya dunia yang tidak ada ujungnya. lalu tanpa sengaja ia tersandung hingga terjatuh didepan sebuah pintu yang sangat besar dan sangat indah, namun pintu itu otomatis terbuka lebar dengan disertai suara yang aneh. Hyeana ingin mencoba masuk ke sana karena ia berfikir siapa tau jalan untuk ia pulang berada dibalik pintu tersebut. Ketika ia hendak memasuki pintu tersebut, tiba-tiba muncul seorang pria dibelakangnya, lalu pria tersebut mengulurkan tangan-nya dan pria itu berkata, “Belum waktunya kamu berada di sini”.....Tak lama kemudian, Hyeana terbangun kembali di kamarnya dengan seorang pria berdiri di samping tempat tidurnya. Siapakah pria ini dan bagaimana kelanjutan dari kisah mereka? to be continue...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elrznta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

A BEAUTIFUL PLACE

Pagi datang perlahan bersama cahaya matahari yang masuk dari celah tirai kamar Hyeana. Burung-burung mulai terdengar dari luar rumah. Suara motor lewat samar dari jalan depan. Semuanya terasa normal….Sampai Hyeana membuka mata dan melihat Harvey masih ada di kursi dekat meja belajarnya.

Beberapa detik Hyeana cuma bengong setengah sadar sambil menatap pria berjubah hitam itu. Harvey duduk diam dengan satu tangan menopang dagu. Mata merahnya tertuju ke arah jendela, tapi begitu sadar Hyeana bangun….tatapannya langsung berpindah kepadanya.

“kau sudah bangun.”

Suara rendah itu langsung bikin jantung Hyeana sadar penuh.

“H-HARVEY?!”

BRUK.

Hyeana refleks bangun terlalu cepat lalu malah jatuh dari kasur.

“AWWWHH...”

Harvey langsung muncul di sampingnya dalam sekejap.

WHOOSH.

“bodoh.” gumamnya pelan sambil menahan tubuh Hyeana sebelum kepalanya nabrak lantai.

“aku kaget tau!!” balas Hyeana merah total.

Harvey menatapnya beberapa detik.

“aku sudah bilang akan tetap di sini.” ucap Harvey

“IYA AKU TAU, TAPI AKU KIRA ITU MIMPI.” ucap Hyeana kesal

Hening sebentar lalu sudut bibir Harvey naik tipis lagi.

Deg.

Hyeana langsung nunjuk wajahnya panik.

“NAH ITU LAGI.” ucap Hyeana bangga

“Apa?” tanya Harvey

“Kamu senyum lagi!” lanjut Hyeana

“tidak, aku tidak senyum.” ucap Harvey menyangkal

“KAMU JELAS-JELAS SENYUM.” ucap Hyeana kesal lagi

“halusinasi pagi.” ucap Harvey yang masih menyangkal

“Harveyyy!!”

Harvey akhirnya membantu Hyeana berdiri pelan. Tangan dinginnya masih menggenggam pergelangan tangan Hyeana yang bertanda hitam itu.

Namun kali ini….Tanda hitamnya bersinar samar.

Deg.

Ekspresi Harvey langsung berubah serius.

“Hyeana.”

“Hmm, kenapa?”

“jangan bergerak dulu.”

Nada suaranya berubah sangat tenang tapi dingin. Hyeana otomatis diam. Harvey mengangkat tangan satunya perlahan dan menyentuh tanda hitam itu.

WHOOSH~

Aura hitam tipis langsung muncul di sekitar tangan Hyeana.

“EH?!”

Rasa hangat aneh menyebar sampai lengan Hyeana. Bukan sakit…. lebih seperti sesuatu bergerak di bawah kulitnya.

“resonansinya meningkat.”

“Hah?”

Tatapan merah Harvey sedikit menyempit.

“Tadi malam bukan hanya karena kau terluka.”

Deg.

“Koneksi antara kita mulai terbuka lebih jauh.”

Kalimat itu bikin jantung Hyeana langsung gak aman lagi.

“K-koneksi apaa?!”

Harvey belum sempat menjawab.

TOK TOK TOK.

Suara ketukan pintu mendadak terdengar.

“Hyeana? Kamu udah bangun belum?”

Deg.

Tubuh Hyeana langsung membeku, itu suara kakaknya dan Harvey…. masih ada di kamarnya.

“ASTAGA.”

Hyeana langsung panik total sambil bisik cepat.

“HARVEY CEPAT SEMBUNYI.”

“Aku tidak terlihat manusia biasa.”

“iya aku tau, tapi kadang kakakku bisa ngeliat kamu!”

TOK TOK TOK.

“Hyeana?”

“I-IYA BENTAR KAK!”

Harvey masih berdiri tenang seolah situasi ini tidak penting sama sekali.

“kau terlalu panik.”

“YA JELAS PANIK LAH.”

Hyeana buru-buru ngerapihin rambut dan selimut berantakan sambil melirik Harvey terus.

“Kalau kakak masuk terus aku reflek ngomong ke kamu gimana?!”

Harvey diam sebentar lalu….

WHOOSH~

Tubuhnya berubah jadi bayangan hitam tipis dan menghilang ke sudut ruangan dekat jendela. Mata Hyeana membulat.

“keren juga.” gumamnya

“aku mendengarnya.” suara Harvey muncul datar dari bayangan.

Deg.

Hyeana langsung salting sendiri.

“STOP TIBA-TIBA NGOMONG.”

CKLEK.

Pintu kamar akhirnya terbuka dan kakak Hyeana masuk, kakaknya menatap Hyeana beberapa detik sebelum menghela nafas lega.

“Kamu bikin kakak khawatir tau. Pulang tengah malam terus langsung tidur.”

“Hehe…maaf ya kak.”

Tatapan kakaknya langsung menyipit.

“Kenapa mukamu merah na?”

Deg.

Hyeana refleks melirik ke arah jendela tempat Harvey bersembunyi.

“AKU BAIK-BAIK AJA KAK.”

“Kamu demam na?”

“ENGGAK KAK.”

Di sudut ruangan, Harvey memperhatikan semuanya diam-diam. Tatapan merahnya sedikit melembut melihat Hyeana panik sendiri. Kakaknya masih memperhatikan Hyeana dengan tatapan curiga.

“Beneran gak sakit na?”

“Iya kak, serius.” jawab Hyeana cepat sambil nyengir kaku.

Tatapan kakaknya sempat bergerak ke arah jendela. Untuk sepersekian detik, entah kenapa hawa kamar terasa dingin. Namun tidak ada siapa-siapa di sana.

“yaudah, kamu cepet siap-siap sekolah.”

“Okeee kak.”

Setelah kakaknya keluar dan pintu tertutup lagi...

BRUK.

Hyeana langsung jatuh duduk di lantai sambil megang dada.

“HUH, AKU HAMPIR MATI.”

“Kau terlalu berlebihan.” suara Harvey muncul datar.

Bayangan hitam di sudut ruangan perlahan membentuk tubuhnya lagi. Hyeana menoleh ke arah Harvey.

“Coba kamu bayangin kalo kamu cewek terus tiba-tiba disamperin sama kakak pas ada cowok misterius di kamar.” ucap Hyeana

“Aku bukan manusia.” jawab Harvey

“ITU MALAH LEBIH PARAH.” jawab Hyeana lagi

Harvey menatap Hyeana beberapa detik sebelum akhirnya memalingkan wajah sedikit.

“cowok misterius?”

Deg.

Hyeana langsung salah tingkah lagi.

“BUKAN ITU POINNYA.”

Sudut bibir Harvey naik tipis dan kali ini Hyeana benar-benar lihat jelas.

“KAMU SENYUM LAGI!”

“Aku tidak.”

“BOHONG.”

Hyeana langsung bersiap untuk mandi, berganti pakaian, dan lanjut sarapan sebelum berangkat ke sekolah.

*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊

Sekolah hari itu berjalan normal. Langit cerah. Angin pagi adem. Suasana kelas ramai seperti biasa, begitu Hyeana masuk kelas.....

“WOIIII ORANG YANG KEMAREN HILANG UDAH DATANG.” teriak Haras dari belakang.

“NAJIS KAGET.” Hyeana refleks lempar penghapus.

BUGH.

“HAHA KENA!” ucap Hyeana lagi

“WOI SAKIT.” teriak Haras

Ara langsung ketawa ngakak di mejanya.

“Aku bilang juga apa, pasti moodnya balik normal.”

Seana yang lagi duduk sambil baca buku melirik Hyeana sebentar.

“mukamu lebih bagus hari ini na.”

Hyeana langsung berhenti narik kursi.

“Hah, bagus gimana?”

“Maksudku gak kayak mayat lagi.” lanjut Seana santai.

“SEANA.” ucap Hyeana

“Apaa, aku cuma jujur.”

Olla ikut nimbrung sambil naruh minuman di meja Hyeana.

“Tapi serius sih. Kemarin kamu serem banget.” ucap Olla

Anne mengangguk cepat.

“Iya! Aku kira habis nangis semalaman.” ucap Anne

Lidia malah nyender sambil menyipitkan mata curiga.

“Atau jangan-jangan....kamu abis chat sama cowok ya.” ucap Lidia dengan tatapan curiga

“GAK ADA.” jawab Hyeana cepat

“Tumben cepet banget jawabnya.” kata Haras.

“CURIGA NIH.” lanjut Haras

Hyeana langsung panik sendiri.

“YA KARENA EMANG GAK ADA.” ucap Hyeana sedikit kesal

Ara tiba-tiba nyengir jahil.

“Nama depannya H kali?” ucap Ara meledek

Deg.

Hyeana langsung keselek ludah sendiri.

“BATUK — KHUUK.”

“EH BENERAN ADA?!” Olla langsung heboh.

“GAK ADA WOI.” jawab Hyeana cepat

Seana yang sedari tadi diam perlahan menutup bukunya.

“H?”

Tatapan tajamnya bikin Hyeana langsung merinding.

“Nggak penting kok!” jawab Hyeana cepat.

Haras langsung ketawa keras.

“Anjir pasti bener.”

“Fix.”

“Wah wah wah.”

“Kita akhirnya punya bahan gosip.”

“DIEM KALIAN.”

Satu kelas malah makin ribut ngeledekin Hyeana sampai mukanya merah total. Tanpa Hyeana sadari…di luar jendela kelas, sesosok bayangan hitam berdiri di atap gedung sekolah, mata merah Harvey memperhatikan semuanya diam-diam terutama saat Haras terlalu dekat narik kursi Hyeana, tatapannya langsung dingin.

WHOOSH.

Angin mendadak lewat keras sampai Haras merinding sendiri.

“Kok jadi dingin banget ya.”

Hyeana refleks menoleh ke jendela dan di sana bayangan hitam Harvey berdiri tenang sambil menatap kelas.

Deg.

Hyeana langsung refleks nutup mulut biar gak manggil namanya. Mata merah itu menatapnya beberapa detik… lalu menghilang lagi bersama angin.

“Kamu kenapa na?” tanya Ara.

“Hah? E-enggak ra.”

Namun sudut bibir Hyeana naik kecil tanpa sadar.

Sekolah hari itu berjalan dengan normal, tidak ada keanehan dan semuanya berjalan lancar-lancar saja sampai Hyeana pulang kerumah.

*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊

Malam datang jauh lebih tenang daripada biasanya. Setelah makan malam, bercanda sedikit sama kakaknya dan ngerjain tugas seadanya, Hyeana akhirnya tidur lebih cepat dari biasanya. Kamarnya gelap, hanya cahaya bulan masuk samar dari jendela. Di kursi dekat meja belajar, Harvey masih ada di sana. Tatapan merahnya diam memperhatikan Hyeana yang tertidur pulas, Suasana dikamar itu menjadi sunyi sampai perlahan Harvey berdiri.

“Hyeana.” ucap Harvey

Tidak ada respon.

“Hyeana.” panggilnya lagi

Masih tidur.

Harvey mendekat lalu menyentuh pelan ujung rambutnya.

“Hyeana bangun.” panggil Harvey sekali lagi

Deg.

Mata Hyeana terbuka perlahan, pandangan buramnya langsung menangkap wajah Harvey yang sangat dekat.

“UWAAAH?!”

Hyeana hampir jatuh dari kasur lagi kalau Harvey tidak nahan bahunya.

“Kenapa kamu suka kaget sendiri?” tanya Harvey datar.

“KAMU MUNCUL TENGAH MALAM.”

“Ayo ikut denganku.”

“Hah? Ikut kemana?”

Harvey mengulurkan tangan.

“aku ingin menunjukkan sesuatu.”

Hyeana masih setengah ngantuk, tapi akhirnya menggenggam tangan dingin itu.

WHOOSH—

Dunia langsung berubah, kabut hitam Netherveil muncul sesaat… lalu perlahan menghilang dan Hyeana membeku.

“Ini cantik banget.”

Di depan mereka terbentang tempat yang benar-benar berbeda dari Netherveil yang biasa Hyeana lihat. Danau hitam luas memantulkan cahaya seperti langit malam penuh bintang. Pohon-pohon tinggi bercahaya biru berdiri di sekitar air. Ribuan partikel cahaya kecil beterbangan seperti kunang-kunang. Langit Netherveil di tempat itu dipenuhi aurora gelap keunguan yang bergerak pelan.

Disana tidak ada jeritan roh, tidak ada hawa menyeramkan, hanya ada rasa tenang, sangat tenang. Hyeana melangkah pelan mendekati danau dengan mata berbinar.

“Ini…tempat apa?”

“tempat yang tidak bisa dimasuki oleh roh lain.”

Harvey berdiri di belakangnya sambil memperhatikan reaksi Hyeana.

“Aku gak tau ternyata ada tempat di Netherveil yang bisa seindah ini”

Hyeana jongkok dekat air danau. Permukaannya langsung membentuk riak cahaya lembut saat disentuh.

“WOAH?!”

Matanya langsung berbinar kayak anak kecil, Harvey diam memandangnya lama, sangat lama. Sampai Hyeana menoleh.

“kenapa lihat-lihat aku terus?”

“tidak apa.”

Padahal untuk pertama kalinya setelah ratusan tahun, Harvey merasa tempat itu benar-benar hidup lagi. Karena dulu…Seorang gadis juga pernah tertawa di tempat yang sama, rambut panjangnya yang tertiup angin aurora......Senyumnya yang hangat......Suara lembut memanggil namanya.

“Ileana…”

Deg.

Harvey tersadar saat Hyeana tiba-tiba nyipratin air cahaya ke arahnya.

CIPRAT.

“…...?”

Hyeana langsung ketawa.

“HAHA kena.”

Harvey menatap lengan jubahnya yang terkena percikan cahaya lalu perlahan menatap Hyeana lagi.

“Kau baru saja menyerang Raja Kematian.”

“Tapi rajanya kalah.”

Hening sebentar. Lalu....Harvey berjalan mendekat dan menyentuh permukaan danau.

WHOOSH.

Air cahaya langsung naik membentuk gelombang kecil yang nyiram Hyeana balik.

“AAAAH HARVEY.”

Untuk pertama kalinya…Harvey tertawa kecil. Sangat pelan tapi terdengar jelas dan Hyeana langsung diam membeku.

Deg.

Mata merah Harvey sedikit melembut saat melihat ekspresi kaget Hyeana.

“kenapa diam?”

Hyeana menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya senyum pelan.

“Ternyata kamu bisa ketawa juga.”

TO BE CONTINUE

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!