NovelToon NovelToon
DEWA PERANG DAN KUCING BENCANA

DEWA PERANG DAN KUCING BENCANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:885
Nilai: 5
Nama Author: Argo Sujendro

Di dunia di mana batas tertinggi manusia hanyalah Saint Rank, Sander Duster—putra ketiga keluarga militer terkuat di Elegrand Kingdom—dianggap gagal karena tidak memiliki bakat Life Energy seperti para ksatria lain. Namun takdirnya berubah saat ia menyelamatkan seekor kucing hitam misterius di tengah badai salju.

Kucing itu ternyata adalah Behemoth, salah satu Legendary Beast pemegang Hukum Devouring yang hampir memusnahkan dunia di masa lalu.

Melalui ikatan Soul Resonance yang tak disengaja, Sander perlahan memperoleh kekuatan fisik abnormal yang melampaui logika manusia biasa. Di balik kehidupan akademi, intrik politik bangsawan, ancaman perang antar kerajaan, dan kebangkitan monster legendaris mulai mengguncang dunia.

Saat semua orang memperebutkan kekuasaan, Sander justru berjalan menuju sesuatu yang belum pernah dicapai siapa pun dalam sejarah—

God Rank, ranah sang Dewa Perang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Argo Sujendro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Langkah Pertama

Suara desis angin yang tajam dari arah atas seketika memicu alarm bahaya di dalam insting murni Sander Duster. Ketika ia menolehkan wajahnya setengah putaran, sepasang mata hitamnya menangkap bayangan hitam besar milik Thorn Lizard mutan yang tengah melesat jatuh bebas, dengan cakar beracun yang hanya berjarak beberapa jengkal dari pundak rapuh Sylvia Frost. Sylvia sendiri baru saja menyadari ancaman tersebut, wajah cantiknya memucat karena syok, dan sirkulasi elemen es miliknya terlalu lambat untuk ditarik kembali demi membangun dinding pertahanan darurat di atas kepalanya.

Tanpa berpikir panjang bahkan untuk satu per sekian detik, Sander menghentakkan kaki kanannya dengan kekuatan fisik murni yang luar biasa ekstrem ke atas permukaan tanah berlumpur. Dorongan berat itu melontarkan tubuh tegapnya maju ke depan laksana sebuah anak panah legam yang lepas dari busurnya.

Sander secara mutlak membuang seluruh kalkulasi taktis mengenai keselamatan dirinya sendiri, bergerak murni atas dasar dorongan batin untuk melindungi Sylvia yang berada di posisi bahaya. Meskipun ia tahu dengan sangat jelas di dalam hati kecilnya bahwa kondisi fisiknya saat ini masih jauh lebih lemah dan belum memiliki sirkulasi zirah pertahanan yang matang jika dibandingkan dengan kekuatan monster tingkat puncak Bronze Rank, pemuda berusia empat belas tahun itu menolak untuk membiarkan sahabatnya terluka di depan matanya sendiri.

Ia melompat menghalangi jalur jatuh sang monster, membalikkan posisi punggung tegapnya untuk bertindak sebagai perisai murni, sembari memeluk tubuh Sylvia dengan tangan kirinya untuk menarik gadis itu menjauh dari titik benturan utama.

"Sander! Jangan!" teriak Elena Aurelius dari arah kejauhan dengan wajah yang dipenuhi rasa ngeri yang mendalam melihat Sander menyerahkan tubuh murninya langsung di bawah cakar beracun Thorn Lizard mutan.

Pada momen kritis di mana cakar hitam legam sang monster menyentuh permukaan zirah kulit kelabu Sander, sebuah keajaiban yang luar biasa pekat mendadak meledak dari dalam titik terdalam pusaran tubuhnya. Riak emosi murni untuk melindungi dan tekad besi klan Duster yang menolak untuk tunduk pada batasan takdir memicu sebuah resonansi magis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Untuk pertama kalinya sejak ia dilahirkan di bawah langit benua Asteria, Life Energy di dalam pembuluh darah Sander Duster bereaksi secara alami tanpa perlu dipicu oleh batu penguji fana. Itu bukanlah Life Energy tradisional yang memancarkan pendaran warna elemen dasar, melainkan sebuah denyut energi keperakan yang sangat padat, murni, dan membawa getaran kuno yang laksana sebuah badai salju abadi bercampur riak hitam keperakan milik Behemoth dari ikatan Soul Resonance mereka.

Aliran kekuatan baru itu meledak hebat dari sumsum tulangnya, merembes keluar melewati pori-pori kulitnya, dan membentuk sebuah lapisan tipis zirah energi tak kasat mata yang membungkus seluruh struktur punggung dan lengan kanan Sander dalam sekejap mata.

Sirkulasi energi tersebut memang belum sempurna seutuhnya. Alirannya masih terasa sangat kasar, bergejolak liar, dan belum stabil karena baru pertama kali dipaksa keluar oleh tekanan hidup mati di bawah situasi medan perang yang nyata. Rasa perih laksana pembuluh darah yang terbakar hebat seketika merayap di sepanjang garis punggung Sander akibat benturan kapasitas energi yang terlalu dipaksakan.

Namun, pendaran energi keperakan yang belum matang tersebut sudah lebih dari cukup untuk menyelamatkan nyawa Sylvia Frost dari kematian.

Benturan keras laksana dua bongkah baja abadi yang beradu menggema dahsyat di tengah Hutan Arden. Cakar beracun Thorn Lizard mutan menghantam telak lapisan zirah energi keperakan di punggung Sander, menciptakan percikan riak sihir yang melontarkan gelombang tekanan udara ke sekeliling mereka. Alih-alih merobek daging atau mematahkan tulang punggung Sander, serangan tingkat puncak Bronze Rank tersebut justru tertahan secara mutlak, membuat monster reptil besar itu melengking kaget karena merasakan hantaman balik fisik yang luar biasa keras hingga tubuhnya terpental jatuh ke atas tanah berlumpur di samping mereka.

Sander terhuyung dua langkah ke depan sembari tetap mendekap Sylvia dengan aman, napasnya memburu berat, dan sisa energi keperakan di sekeliling tubuhnya langsung memudar kembali masuk ke dalam pusaran internalnya karena kehabisan kapasitas pasokan. Walaupun tubuh fisiknya mengalami kelelahan yang ekstrem dan memar kebiruan mulai terbentuk di sepanjang otot punggungnya, sepasang mata hitam Sander tetap memancarkan kilatan tekad jernih yang begitu tajam dan tidak goyah sedikit pun.

Gideon Valentine dan Elena Aurelius memanfaatkan celah emas tersebut dengan tingkat efisiensi yang sangat tinggi. Elena melesat laksana kilat cahaya, mengayunkan rapier safirnya dalam sebuah tebasan vertikal murni yang langsung memotong kepala Thorn Lizard mutan yang tengah limbung di atas tanah, menyelesaikan pertempuran hebat di perimeter mereka secara bersih saat kawanan monster yang tersisa mulai bergerak mundur ketakutan ke dalam kegelapan hutan.

Di kejauhan, terisolasi di atas sebuah dahan pohon purba raksasa yang tertutup oleh sihir ilusi tingkat tinggi yang tidak bisa dideteksi oleh panca indra murid tahun pertama, berdiri seorang pria paruh baya dengan jubah hitam akademisi. Pria itu adalah salah satu profesor senior berspesialisasi deteksi militer yang bertugas mengawasi jalannya ujian dari balik bayangan.

Sepasang mata abu-abunya yang tajam sejak awal tidak pernah beralih dari memperhatikan seluruh pergerakan taktis yang dilakukan oleh kelompok Sander Duster sejak menit pertama mereka menginjakkan kaki di Hutan Arden. Ia menyaksikan dengan sangat jelas bagaimana Sander membuang senjatanya, melompat tanpa ragu demi melindungi sahabatnya, hingga momen langka di mana pendaran energi keperakan yang belum stabil itu meledak menahan serangan puncak Bronze Rank.

"Menarik..." bisik sang profesor senior dengan nada suara yang sangat rendah, seulas senyuman penuh arti yang sarat akan penilaian strategis perlahan mengembang di wajah tuanya yang kaku.

Pria itu mengeluarkan sebuah perkamen dokumen sihir khusus dari balik jubahnya, lalu menggunakan pena bulu angsa hitam untuk mengunci dan menuliskan nama Sander Duster di barisan paling atas daftar pengamatan khusus militer akademi.

"Sangat menarik, Sander Duster. Ketiadaan warna di atas batu penguji tradisional kemarin ternyata bukanlah sebuah kegagalan, melainkan sebuah tabir misteri dari jenis sirkulasi energi baru yang belum pernah tercatat di dalam buku sejarah peradaban kerajaan ini," lanjut sang profesor sembari melipat kembali dokumen rahasia tersebut sebelum tubuhnya menghilang perlahan tertelan oleh riak sihir ilusi malam.

Di tengah keheningan Hutan Arden yang mulai pulih kembali, riak takdir yang baru telah resmi bergerak. Tanpa disadari oleh faksi selatan maupun Damian von Drake yang sibuk mengumpulkan poin di tempat lain, seseorang yang memiliki otoritas tinggi di dalam struktur Elegrand Royal Academy kini telah mulai memperhatikan dengan sangat serius potensi tersembunyi yang tersimpan di dalam wadah fisik murni milik sang putra ketiga klan Frost Wolf dari Utara.

1
Manusia Ikan 🫪
bagus bagus, aku kasih nawar untuk kamu/Chuckle//Rose/

folback aku yah ehehe
Argo Sujendro: termakasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!