NovelToon NovelToon
Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

(SEASON 2)

Dengan Inti Emas Iblis di Dantian-nya, Shen Yuan kini meninggalkan benua kelahirannya. Ia melangkah menembus Gerbang Lintas Benua menuju jantung peradaban Sembilan Cakrawala, siap membawa badai darah mematikan bagi para dewa palsu yang pernah merenggut segalanya darinya. Perburuan yang sesungguhnya baru saja dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesengsaraan Langit

Hutan Batu Cadas di malam hari bagaikan labirin makam raksasa yang dibentuk oleh alam. Pilar-pilar batu kapur setinggi ratusan tombak menjulang menembus kegelapan, menyembunyikan ribuan rahasia kelam di balik bayangannya.

Shen Yuan melesat menembus celah-celah bebatuan tersebut seperti embusan angin malam. Setelah menempuh jarak sepuluh li dari lokasi pembantaian Tiga Iblis Awan Emas, ia akhirnya menemukan apa yang ia cari: sebuah celah sempit di dasar tebing batu yang tertutup oleh semak berduri beracun.

Ia menyibak semak tersebut dan melangkah masuk. Celah itu terhubung dengan sebuah gua bawah tanah alami yang cukup luas, kering, dan dikelilingi oleh dinding batu yang memancarkan hawa dingin menetralisir suhu tubuh.

"Tempat yang cukup bagus untuk sebuah tungku penempaan," gumam Shen Yuan.

Ia tidak langsung duduk. Dari dalam Kantong Qiankun-nya, ia mengeluarkan beberapa Inti Binatang tingkat menengah hasil buruannya, serta belasan bilah pedang patah yang ia pungut dari medan pertempuran sebelumnya. Ia menancapkan pedang-pedang itu di mulut gua dan menempatkan Inti Binatang di titik-titik simpul tertentu.

Dengan sedikit aliran hawa murni iblis, sebuah Susunan Aksara Penangkal Kesadaran tingkat menengah diaktifkan. Lapisan energi tipis berwarna kelabu menyelimuti dinding gua, menahan segala bentuk cahaya, suara, dan riak hawa murni agar tidak bocor ke luar.

"Persiapan yang rapi," puji Leluhur Darah dari dalam lautan kesadarannya. "Tapi Bocah, apakah kau benar-benar siap? Kau baru saja menginjak Tahap Awal Inti Emas. Memaksa menyerap lima ratus Batu Roh Tingkat Tinggi sekaligus bukanlah sekadar makan malam; itu sama saja dengan menelan lima ratus gunung berapi aktif!"

Shen Yuan duduk bersila di tengah gua. Matanya yang gelap memancarkan ketegasan mutlak.

"Tian Chen sedang tertidur di Lembah Gema Abadi," jawab Shen Yuan dalam batinnya. "Master Mu mengatakan ia memiliki kekuatan di Puncak Peleburan Jiwa atau bahkan Pemisahan Duniawi. Jika aku datang ke sana dengan kekuatanku saat ini, aku hanya akan menjadi debu di bawah telapak kakinya. Aku tidak punya waktu untuk memadatkan hawa murni secara perlahan selama bertahun-tahun."

Shen Yuan mengibaskan lengan jubahnya.

Wussshhh!

Cahaya putih susu yang luar biasa menyilaukan meledak di dalam gua yang gelap gulita itu. Lima ratus butir Batu Roh Tingkat Tinggi melayang di udara, mengelilingi tubuh Shen Yuan. Energi murni yang terkandung di dalam kristal-kristal ini begitu padat hingga udara di dalam gua langsung berubah menjadi cairan embun spiritual yang menetes ke lantai.

Batu Roh Tingkat Tinggi tidak hanya mengandung hawa murni dalam jumlah yang luar biasa berlimpah, tetapi juga memuat jejak-jejak kaidah alam murni yang sangat langka.

"Mulai!"

Shen Yuan memejamkan mata. Sutra Penelan Surga, Putaran Roda Kehancuran Mutlak!

Seketika itu juga, pusaran iblis raksasa meletus dari seluruh pori-pori kulitnya. Tidak seperti biasanya yang menyedot perlahan, pusaran kali ini membuka rahangnya dan langsung menggigit seratus butir Batu Roh Tingkat Tinggi pada tarikan napas pertama!

Kraaaak! Bummmmm!

Seratus batu kristal itu pecah berkeping-keping. Energi putih suci yang setara dengan lautan hawa murni menghantam masuk ke dalam jalur nadi Shen Yuan.

"Uughhh!" Shen Yuan mengerang keras. Kepalanya mendongak ke belakang. Tubuh Emas Gelap-nya langsung memancarkan pendaran cahaya yang menyilaukan, urat-urat nadinya menonjol seperti ular yang meronta-ronta di bawah kulit.

Rasa sakitnya seratus kali lipat lebih mematikan daripada saat ia menelan Inti Emas Jian Wushuang! Hawa murni dari Batu Roh Tingkat Tinggi terlalu murni, menolak untuk ditundukkan oleh hawa murni iblisnya yang penuh dengan aura pembantaian. Dua energi itu berperang hebat di dalam Dantian-nya.

"Giling mereka! Gunakan Inti Emas Iblismu sebagai palu godam! Jangan biarkan energi suci itu mencairkan auramu!" raung Leluhur Darah.

Di dalam Dantian Shen Yuan, Inti Emas Iblis yang berwarna hitam pekat dengan urat darah merah berputar dengan kecepatan gila. Ia menghantam gelombang energi putih itu berulang kali, menghancurkan keangkuhan energi suci tersebut, mencabik-cabiknya, lalu menelannya paksa untuk menebalkan lapisan luar intinya sendiri.

Hari pertama berlalu. Darah hitam merembes dari pori-pori Shen Yuan.

Hari kedua. Seratus Batu Roh berikutnya dipecahkan dan ditelan.

Hari kelima. Gua itu berguncang hebat. Tiga ratus Batu Roh telah menjadi debu.

Bummmmm! Gelombang kejut pertama meledak dari tubuh Shen Yuan. Inti Emas Iblisnya telah membesar dua kali lipat, memancarkan aura yang jauh lebih menindas.

Ranah Pembentukan Inti Emas - Tahap Menengah!

Namun Shen Yuan tidak membuka matanya. Ia tidak berhenti. Dua ratus Batu Roh Tingkat Tinggi terakhir melayang mendekat, dan dengan satu tarikan napas raksasa, pusaran hitam itu menelan semuanya secara bersamaan!

"HANCUR UNTUKKU!"

Energi yang melebihi batas tampung tubuh fana menghantam organ dalamnya. Retakan-retakan halus mulai muncul di atas tulang emas gelapnya. Namun, kemauan Shen Yuan untuk menundukkan langit jauh lebih keras dari baja. Ia memaksakan setiap tetes energi itu masuk ke dalam Inti Emas Iblisnya.

Di hari ketujuh, sebuah dengungan yang sangat dalam dan purba bergema dari pusarnya. Inti Emas Iblisnya kini tidak lagi hanya berwarna hitam, melainkan dikelilingi oleh cincin cahaya keemasan gelap, menandakan kematangan yang nyaris sempurna.

Ranah Pembentukan Inti Emas - Tahap Akhir!

"Bagus! Sangat bagus! Kau berhasil menelannya!" Leluhur Darah bersorak kegirangan. "Tapi... tunggu! Bocah, hentikan pusaranmu! Lihat ke luar!"

Shen Yuan tiba-tiba membuka matanya. Ia tidak perlu melihat ke luar gua; ia bisa merasakannya.

Hawa murni di seluruh Hutan Batu Cadas mendadak membeku. Kepadatan energi alam yang ditarik oleh penelanan mutlak Shen Yuan telah menciptakan keganjilan di mata Sembilan Cakrawala. Inti Emas Iblis yang tumbuh terlalu cepat, menelan kaidah alam secara paksa tanpa memahaminya secara perlahan, dianggap sebagai sebuah 'Penyimpangan Hukum' oleh alam fana.

Dan langit... tidak pernah membiarkan penyimpangan hukum terus bernapas.

Gelaaaaar! Bummmmm!

Suara guntur yang memekakkan telinga merobek langit malam Kota Awan Emas. Di atas Hutan Batu Cadas, awan-awan hitam yang luar biasa tebal berkumpul membentuk sebuah pusaran raksasa sejauh sepuluh li. Di dalam pusaran awan tersebut, kilatan petir berwarna merah darah dan perak menyambar-nyambar dengan buas.

"Petir Kesengsaraan... Kesengsaraan Langit!" gumam Shen Yuan, menatap langit-langit guanya yang mulai retak karena tekanan dari atas.

Pendekar biasa hanya akan menghadapi Kesengsaraan Langit saat mereka menembus Ranah Peleburan Jiwa. Namun, karena fondasi Shen Yuan adalah Sutra Penelan Surga—jalan iblis yang benar-benar merampas milik langit—hukum alam memutuskan untuk memusnahkannya saat ia mencoba menyentuh Puncak Inti Emas!

"Bocah! Ini adalah Petir Pembelah Jiwa! Kau tidak bisa menahannya di dalam ruang tertutup! Gua ini akan menjadi kuburanmu jika kau tidak keluar!" teriak Leluhur Darah dengan nada yang belum pernah setegang ini.

"Keluar? Jika langit ingin menjemputku, aku akan menyambutnya!"

Shen Yuan melesat ke atas. Tubuh Emas Gelap-nya menembus langit-langit gua batu kapur itu seperti batu godam yang dilontarkan. Ia menghancurkan bebatuan tebal dan melesat ke udara terbuka, tepat di atas puncak pilar-pilar batu cadas.

Begitu ia muncul di udara, pusaran awan hitam di atasnya langsung mengunci auranya.

Craaaassshhh!

Tanpa peringatan, pilar petir pertama berwarna perak pekat menyambar turun. Ukurannya sebesar batang pohon raksasa, membawa hukum kehancuran mutlak!

"Mari kita lihat apakah petirmu lebih tajam dari pedangku!"

Shen Yuan merentangkan tangan kanannya ke punggung, mencabut Pecahan Gigi Naga. Ia tidak menghindar. Ia menyalurkan seluruh hawa murni dari Inti Emas Tahap Akhirnya ke dalam pedang berkarat tersebut, dan mengayunkannya lurus ke atas!

Gulungan Pedang Penelan Langit: Belah Cakrawala!

Pusaran sabit hitam raksasa meledak ke atas, bertabrakan secara berhadapan langsung dengan pilar petir perak tersebut.

Blaaarrr!

Bentrokan itu menerangi seluruh Hutan Batu Cadas. Pusaran hitam Shen Yuan berhasil membelah petir perak itu menjadi dua bagian, mementalkannya ke kiri dan kanan hingga menghancurkan puluhan pilar batu karang menjadi debu.

Namun, langit seolah murka karena serangannya dipatahkan. Awan hitam bergolak semakin ganas. Kali ini, bukan satu, melainkan tiga pilar petir yang ukurannya dua kali lipat lebih besar menyambar turun secara bersamaan! Dan warnanya bukan lagi perak, melainkan merah darah!

"Itu Petir Karma Darah! Petir itu akan membakar sisa esensi di tubuhmu!"

Shen Yuan tertawa gila. "Petir darah? Aku adalah leluhurnya darah!"

Ia menyarungkan kembali Pecahan Gigi Naga. Alih-alih menggunakan pedang atau hawa murni iblis, Shen Yuan merentangkan kedua tangannya lebar-lebar, membusungkan dadanya yang telanjang dan memancarkan pendaran Emas Gelap.

"Ayo! Gunakan api langitmu untuk menempaku!"

Bummmmm!

Tiga pilar petir merah menghantam tubuh Shen Yuan secara telak!

Langit dan bumi seolah bergetar serentak. Shen Yuan terhempas dari udara, menghantam pilar batu karang raksasa di bawahnya hingga pilar itu hancur berkeping-keping. Tubuhnya tenggelam ke dalam puing-puing bebatuan.

Di Kota Awan Emas yang berjarak puluhan li, jutaan orang berhamburan keluar dari rumah mereka, menatap dengan ngeri ke arah kilatan petir berdarah yang menyambar Hutan Batu Cadas. Para ahli Peleburan Jiwa dari Kamar Dagang Sembilan Kuali melayang di udara, wajah mereka pucat pasi melihat keganjilan langit tersebut.

"Kesengsaraan Langit di Hutan Batu Cadas? Tokoh tua mana yang sedang menembus batas di sana?!" gumam seorang penjaga Paviliun.

Di tengah reruntuhan batu cadas, asap tebal mengepul.

Sebuah tangan yang kulitnya terbakar hangus tiba-tiba menembus bongkahan batu. Shen Yuan merangkak bangkit dari dalam reruntuhan. Kulitnya melepuh, rambutnya hangus sebagian, dan darah segar menetes dari tujuh lubang di wajahnya. Rasa sakitnya melampaui batas kewarasan manusia mana pun.

Namun, di balik luka-luka mengerikan itu, kilau emas yang sangat murni memancar dari tulangnya. Petir Karma Darah tidak menghancurkannya; petir itu secara paksa membersihkan sisa-sisa kotoran fana terakhir di dalam dagingnya, mengukir kaidah langit secara langsung ke dalam Tubuh Emas Gelap-nya!

"Uhuk..." Shen Yuan memuntahkan gumpalan darah yang terbakar, lalu mendongak menatap pusaran awan yang masih bergemuruh.

"Hanya... hanya segini kekuatanmu?" raung Shen Yuan, suaranya menggetarkan langit. "AKU BELUM KENYANG!"

Awan hitam di atasnya berputar gila. Ini adalah penghinaan mutlak terhadap Sembilan Cakrawala. Seluruh energi di dalam awan kesengsaraan itu dipadatkan menjadi satu titik. Pusat pusaran itu menyala dengan cahaya putih mutlak yang menyilaukan mata—Petir Hukuman Ilahi!

Satu pilar petir terakhir ini ukurannya tidak besar, hanya setebal lengan orang dewasa. Namun kepadatannya menyamai pedang dari dewa penghancur.

Saat petir putih itu melesat turun, suaranya benar-benar membungkam seluruh dunia.

Shen Yuan tidak bergerak. Di dalam Dantian-nya, Inti Emas Iblisnya yang berada di Tahap Akhir berdenyut keras, mengamuk, dan meronta-ronta di ambang batas.

"Sutra Penelan Surga... Putaran Puncak Langit!"

Shen Yuan mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi, telapak tangannya terbuka. Pusaran hitam mutlak meledak, menutupi langit di atasnya.

Saat Petir Hukuman Ilahi itu menabrak pusaran tangannya, lengan Shen Yuan berderit patah! Tulang-tulangnya retak, namun ia menolak untuk menarik tangannya.

"Masuklah ke dalam Dantian-ku!"

Pusaran iblis itu dengan paksa menyedot seluruh petir putih tersebut! Petir murni dari langit itu dialirkan lurus ke dalam Dantian-nya, menghantam Inti Emas Iblisnya dengan daya hancur yang tak terlukiskan.

Blaaarrr!

Di dalam tubuh Shen Yuan, ledakan dahsyat terjadi. Namun, bukannya hancur, Inti Emas Iblisnya menelan petir tersebut, memadatkannya, dan menyatukannya dengan hukum penelanan!

Seketika itu juga, awan hitam di langit Hutan Batu Cadas lenyap tanpa sisa, seolah tidak pernah ada.

Angin malam kembali berhembus tenang.

Di atas puing-puing batu, Shen Yuan berdiri dengan tangan kanan yang terkulai lemas akibat patah tulang. Namun, hawa murni yang memancar dari pori-pori kulitnya kini tidak lagi hanya berwarna merah kehitaman, melainkan dihiasi oleh kilatan petir perak yang menyambar-nyambar.

Aura penindasannya melonjak seratus kali lipat dari sebelumnya, menekan ruang di sekitarnya hingga beriak seperti air.

Inti Emas Iblisnya telah sempurna.

Puncak Ranah Pembentukan Inti Emas!

"Hahahaha... Hahahaha!" Shen Yuan tertawa. Tawa yang sangat dalam dan penuh wibawa. Kekuatan yang ia miliki saat ini adalah kekuatan yang bisa berdiri sejajar dengan para dewa alam menengah! Tubuhnya perlahan pulih dengan sendirinya, retakan tulangnya menyambung dalam hitungan menit di bawah aliran energi Puncak Inti Emas.

Ia mengambil Pecahan Gigi Naga, menyarungkannya ke punggung, dan memandang lurus ke arah utara, melewati cakrawala Benua Pusat.

"Lembah Gema Abadi... Tuan Surgawi Tian Chen," bisik sang Iblis Penelan Surga, matanya menyala menembus malam. "Pengasinganku telah selesai. Sekarang, giliranku yang akan mengetuk pintu kematianmu."

1
black swan
...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!