fadli seorang siswa penyendiri yang di panggil ke dunia lain bersama teman sekelas nya. namun ia justru tidak memiliki, skil, sihir mau pun kekuatan. setelah itu ia di buly oleh semua teman sekelas nya. akhirnya raja membuang dia ke hutan. saat fadli pasrah di hutan dan menunggu kematian teringat kembali hinaan yang di lontarkan teman- teman nya. ia pun memilih untuk tidak menyerah, ia mulai berpetulang dan mendapatkan skil, sihir dan kekuatan sedikit demi sedikit. sampai akhirnya ia menjadi yang terkuat di dunia itu. bagaimana kisah fadli? silakan di baca sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hilman padli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 22. utusan dari kerajaan angin
Ke esokan hari nya tiba. Fadli menyadari diri nya sedang di awasi oleh para penyihir. Namun ia memilih untuk tidak mencari masalah dan membiarkan mereka.
"Tuan yakin mau di biarin saja?" Tanya kei dengan nada khawatir.
"Ya biarkan saja. Tapi jika mereka macam- macam bunuh saja," jelas fadli.
Setelah itu fadli pun masik ke serikat. Ia lalu mulai mencari misi yang ingin dia kerjakan.
"Status open," kata nya penasaran dengan status nya yang sekarang.
(Status fadli)
Hp , 6000, mana 15.000. Skil penguat level 20. Skil penilai level 10. Skil panah air, skil abnormal perampas tidak memiliki level,skil penyembuh tingkat tinggi, item :, pedang karat, pedang kuning, tongkat sihir, dan gelang penyembuh. Keuangan, 3 juta keping perak.
"Kei hari ini aku berencana untuk meningkatkan mana milik aku, masa sih mana aku terus di angka 15 ribu, kamu ada saran?" Tanya fadli dalam hati nya.
"Ya saran saja sama seperti dulu tuan. Habiskan mana anda, pakai secara boros dengan begitu mana tuan akan bertambah lagi," jelas kei.
Fadli terseyum ia lalu memgambil salah satu kertas misi, "mencari herbal ya, ini misi yang bagus, kei aku akan melakukan ini sambil terus melepas sihir panah air yang tidak mematikan. Tidak akan merusak sekitar juga, nanti saat mana aku turun ke 1000 kamu kasih tau ya," jelas fadli.
Kei.." okay tuan,"
Fadli pun segera mengambil misi itu. Ia lalu pergi ke hutan untuk mengumpulkan herbal. Ia menggunakan skil penilai secara terus- menerus, ia juga terus melepaskan panah skil panah air ke tanah secara pelan- pana. Namun terus menerus.
Setelah 3 jam mencari fadli mendapatkan sekantung besar herbal. Ia lalu membawa nya kembali ke kota. "Ah... lelah sekali, lemas jug, tidak aku sangka menguras mana itu membuat diriku agak sakit, bagaimana kei apa sudah bertambah,?" Tanya fadli.
Kei.." lapor, bertambah sih tapi dari 15 ribu jadi 16 ribu,"
Mendengar itu fadli terlihat kesal namun, "sudahlah mungkin memang hanya segitu yang bisa di peroleh, sekarang kit pulang dan berikan herbal ini ke serikat, tapi ya agak kesal juga mereka terus mengikuti," kata fadli dalam hati nya.
"Padahal taun hisa menyingkirkan mereka dengan mudah," jelas kei,
"Tidak itu akan jadi masalah yang lebih merepotkan, kerajaan pasti akan marah dan mulai mengincar diriku," jelas fadli dengan santai.
Ia pun melanjutkan perjalanan kembali ke kerajaan. Namun ia terkejut saat melihat seorang lelaki muda yang gagal tergeletak di jalan.
"Kei kalau aku sembuhkan dia apa tidak masalah?" Tanya fadli.
"Sudah saya proses, itu hanya mengambil 20 mana saja, bukan masalah, aku rasa dia hanya kelelahan saja," jelas kei.
"Sembuhkan," kata fadli sambil meletakan tangan nya di lelaki itu.
Seketika cahaya hijau keluar dari tubuh lelaki itu. Ia pun sadar dan terkejut ketika melihat fadli.
"Perampok," kata nya.
"Bukan bodoh aku hanya manusia biasa," bentak fadli.
"Manusia aneh, pakai topeng," jelas lelaki itu.
"Terserah saja. Aku mau kembali ke kota," kata fadli dentan kesal meninggalkan lelaki itu.
"Tunggu dulu kota? Jangan- jangan ibu kota kerajaan matahari?" Tanya lelaki itu.
Fadli hanya mengangguk saja dan lanjut jalan. Lelaki itu segera berjalan di sebelah fadli. " aku mau minta bantuan, tolong antarkan aku ke serikat yang ada di kota " jelas petualang itu. "Ya aku juga mau ke sana. Kebetulan aku mau mengantarkan kerjaanku," jelas fadli. Lelaki itu terseyum mereka pun segera kembali ke kota.
Di kota, di serikat fadli memberikan hasil ia mengumpulkan herbal pada resepsionis.
"Ini terlalu banyak," kata resepsionis itu.
"Ya kan bisa di sini beli sisa nya," ucap fadli terseyum.
"Ya..ya.. aku mengerti, lalu lelaki yang ada di sebelah kamu siapa?" Tanya resepsionis itu.
"Oh dia, dia dari kerajaan angin kanya terus dia minta di antar ke serikat, jadi aku bawa saja dia sekalian," jelas fadli dengan santai.
Mendengar itu resepsionis segera memanggil kenici sang ketua serikat.
"Jadi kamu ya utusan dari kerajaan angin, kamu mau memberikan surat ke kerajaan kan? Tapi kenapa datang ke sini?" Tanya kenici memastikan.
"Aku ingin memberikan misi pada seluruh petualang yang ada di sini. Hadiah nya 1000 keping emas," jelas petualang itu.
"Maaf kami tidak bisa menerima misi dari petualang dari kerajaan lain. Kecuali kamu mau mengambil misi itu boleh," jelas kenici.
"Tidak ada aturan seperti itu aku akan tetap membuat misi nya di kertas. Aku ingin menyelamatkan teman- temanku," jelas petualang utusan dari kerajaan angin itu.
Mendengar itu kenici segera membawa petualang itu ke ruangan nya. Ia juga memaksa fadli untuk ituk. Kini di ruangan kenici ada petualang utusan kerajaan angin, fadli dan kenici.
"Bisa ceritakan apa yang sebenar nya terjadi," tanya kenici.
"Simpel saja. Aku dan party ku mendapatkan misi dari raja. Kami petualang kelas A, tapi di jalan kami di cegat oleh bandit, kami berhasil melawan, namun kami tetap kalah jumlah, akhir nya bos menyuruh aku untuk kabur sendirian ke sini, dan meminta bantuan," jelas petualang itu.
"Begitu ya, baiklah aku akan mengantarkan surat dari kerajaan angin dulu pada raja. Aku juga akan meminta raja untuk membantu, lalu fadli kamu juga harus ikut," jelas kenici dengan tegas.
"Hah.. kenapa aku? Males ah," jawab fadli.
"Diam dan ikut saja," jelas kenici.
Fadli pun tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti perintah dari kenici. Ia lalu duduk sambil menunggu kenici kembali, tidak lama kemudian resepsionis datang. Ia memberikan bayaran kepada fadli.
"Ini di, total untuk herbal yang anda kumpulkan adalah, 3000 keping perak ya," jelas resepsionis itu.
"Ya makasih," jawab fadli.
Resepsionis itu pun pergi, "lapor, keuangan bertambah, 3 juta 3000 keping emas," jelas kei. Fadli terseyum sambil memasukan uang nya ke dompet sihir milik nya.
"Anu.. kamu juga petualang kan? Memang nya kamu sehebat apa sampai ketua serikat mengormati kamu?" Tanya utusan dari kerajaan angin itu.
"Tidak aku tidak kuat, aku cuma punya skil penguat dan penilai saja. Skil biasa," jelas fadi.
"Benar sekali itu adalah skil biasa menjadi supot di party saja tidak mungkin bisa," jelas petualang itu.
Fadli tidak tersingung mendengar itu. Ia hanya terseyum kecil saja. Setelah 1 jam kenici kembali juga.
Ia membawa 100 kesatria kerajaan bersama dengan dewi orang dari dunia lain.
"Ini gawat kenapa aku harus itu,"kata fadli dalam hati nya.
"Apa yang kamu lakukan lagi, ayo naik," ajak kenici.
"Masalah nya. Meski pun kamu memberikan aku sebuah kuda. Aku tidak bisa menaiki kuda itu," jelas fadli malu- malu.
"Hah... ada- ada saja, kalau begitu jalan saja," bentak kenici.
"Hahahaha.. jangan begitu ketua, biar aku yang bawa dia, aku memiliki hutang pada nya " kata dewi terseyum.
Fadli terdiam karena ia takut penyamaran nya akan ketahuan.
"Tunggu apa lagi ayo naik di belakang aku, " ajak dewi.
"Baiklah," jawab fadli.
Ia pun naik ke kuda itu. Setelah itu perjalanan menuju ke markas bandit pun di mulai. Iring- iringan 104 orang pergi dengan 103 kuda menuju markas bandit untuk menyelamatkan utusan dari kerajaan angin.