NovelToon NovelToon
Arumi

Arumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​Dicap sebagai janda rendahan, dipermainkan oleh pria tak bertanggung jawab, dan dicemooh oleh keluarga sendiri karena kemiskinannya, Arumi memiliki segalanya untuk hancur. Namun, Arumi memilih untuk bangkit dari abu.

​Ia mematikan hatinya, menolak bantuan siapa pun, dan bekerja dalam diam hingga namanya disegani.

Saat ia kembali, ia tidak datang untuk memohon. Ia datang untuk menagih setiap air mata yang pernah ia jatuhkan.

​Karena pembalasan yang paling manis adalah kesuksesan yang membuat musuhmu tidak mampu lagi menatap matamu.

Kita Simak Kisah Selanjutnya Di Cerita Novel => Arumi.
By - Miss Ra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 17

Hujan gerimis membasuh jalanan aspal yang retak di pinggiran kota saat Arumi melangkah menuju sebuah bangunan tua yang hampir tertutup rimbunnya pohon kamboja.

Di tangannya, ia memegang sebuah paket kecil, sebuah pesanan perbaikan kebaya kuno yang dikirimkan melalui perantara pasar. Alamat yang tertera membawanya ke sebuah rumah bergaya kolonial yang nampak angkuh meski catnya telah mengelupas dimakan waktu.

Arumi menggendong Kirana yang masih terlelap. Beban di punggungnya terasa ringan dibandingkan beban rencana yang sedang ia susun di kepalanya.

Sejak pertemuannya dengan Pak Tora, Arumi tahu bahwa ia butuh lebih dari sekadar kain sisa, ia butuh otak bisnis yang mampu membaca celah di dinding kekuasaan Reza.

"Permisi... Paket untuk Nyonya Ling," ucap Arumi di depan pintu kayu ek yang berat.

Pintu itu terbuka perlahan, mengeluarkan bunyi derit yang panjang. Seorang wanita tua dengan gaun sutra berwarna marun yang sudah pudar berdiri di sana. Rambutnya disanggul rapi dengan tusuk konde perak, matanya tajam dan waspada di balik kacamata berbingkai emas.

Inilah Madam Ling, sosok yang dulu dikenal sebagai "Naga Tekstil" sebelum sebuah pengkhianatan dari rekan bisnisnya, yang tak lain adalah ayah dari Reza membuatnya jatuh miskin dan mengasingkan diri.

"Kamu terlambat lima menit," suara Madam Ling berat dan berwibawa, meski tubuhnya nampak rapuh.

"Hujan membuat langkah saya melambat, Nyonya," jawab Arumi tenang. Ia memberikan paket itu.

Madam Ling mengambil kebaya di dalamnya, memeriksanya dengan teliti. Ia meraba bekas jahitan yang dikerjakan Arumi semalam. Matanya tiba-tiba berhenti pada satu bagian, jahitan silang yang sangat halus, teknik yang hampir punah di industri garmen modern.

"Siapa yang mengajarimu teknik 'Hidden Chain' ini?" tanya Madam Ling, suaranya tiba-tiba menajam. "Ini bukan teknik yang diajarkan di sekolah menjahit biasa."

"Saya mempelajarinya sendiri dari membedah gaun-gaun lama di butik tempat saya dulu bekerja," Arumi menjawab jujur.

Madam Ling menatap Arumi lekat-lekat. Ia tidak melihat seorang penjahit pasar yang kumal. Ia melihat seorang wanita yang berdiri dengan punggung tegak di tengah kehancuran. Ia melihat cara Arumi memegang tas kainnya, penuh proteksi namun siap untuk menyerang.

"Masuklah. Di luar dingin, anakmu bisa sakit lagi," ucap Madam Ling singkat.

Di dalam rumah yang sunyi dan berbau kayu cendana itu, Madam Ling menyeduh teh melati. Ia meletakkan secangkir di depan Arumi.

"Banyak orang datang ke sini hanya untuk meminta sumbangan atau mencoba membeli koleksi kain lama saya dengan harga murah," Madam Ling memulai. "Tapi kamu... kamu datang dengan aroma kemarahan yang tertahan. Kamu tidak butuh uang saya, kan?"

Arumi menyesap tehnya, membiarkan kehangatannya menenangkan saraf-sarafnya yang tegang. "Uang bisa dicari, Nyonya. Tapi pengetahuan tentang bagaimana cara menjatuhkan raksasa tanpa menggunakan senjata... itu yang tidak bisa saya temukan di pasar."

Madam Ling tertawa kecil, tawa yang terdengar seperti gesekan kertas kering. "Reza. Kamu sedang bicara tentang Reza, bukan? Aku tahu bau pengkhianatan mereka dari jarak satu kilometer."

Madam Ling berdiri, berjalan menuju sebuah lemari besar dan mengeluarkan selembar kain yang terbungkus kain kafan putih. Saat dibuka, sebuah kain sutra jacquard berwarna emas tua berkilau tertimpa lampu redup.

"Ini adalah desain terakhir yang dicuri ayah Reza dariku dua puluh tahun lalu. Dia menyebutnya karyanya, dan itu menjadi batu pertama kekaisaran bisnisnya," ucap Madam Ling dengan nada datar, namun tangannya bergetar. "Aku melihat api yang sama di matamu, Arumi. Api yang dulu pernah membakarku hingga menjadi abu."

Arumi menatap kain itu, lalu menatap Madam Ling. "Saya tidak akan menjadi abu, Nyonya. Saya akan menjadi api yang menghanguskan mereka sampai ke akarnya."

Madam Ling meletakkan tangannya yang keriput di atas tangan Arumi. "Api tanpa kendali hanya akan membakar dirimu sendiri. Kamu punya bakat, tapi kamu tidak punya strategi. Kamu hanya seorang penjahit yang sedang marah."

"Maka ajari saya," pinta Arumi. "Ajari saya bagaimana caranya membuat mereka merasa di atas awan, sebelum saya menarik buminya dari bawah kaki mereka."

Madam Ling tersenyum, kali ini senyumnya terlihat mengerikan sekaligus megah. "Baiklah. Tapi kontrak denganku lebih berat daripada kontrak dengan iblis. Aku tidak butuh uangmu. Aku hanya butuh satu hal. Saat Reza jatuh miskin dan memohon di kakimu, aku ingin ada di sana untuk melihat wajahnya."

"Saya berjanji," jawab Arumi tanpa ragu.

"Pelajaran pertama," Madam Ling menunjuk ke arah Kirana. "Anakmu adalah kelemahanmu, tapi juga bisa menjadi kekuatanmu. Jangan ajari dia untuk menangis. Ajari dia untuk menghitung setiap langkah musuhnya. Dan untukmu... berhenti menjahit baju untuk orang pasar. Mulai besok, kamu akan menjahit untuk musuh-musuh dari musuhmu."

Madam Ling mengeluarkan sebuah amplop hitam. "Minggu depan adalah ulang tahun istri dari Gubernur, musuh politik terbesar keluarga Reza yang selama ini disingkirkan oleh pengaruh uang mereka. Istri Gubernur butuh sebuah gaun yang tidak bisa dibeli dengan uang, dia butuh sebuah pernyataan."

"Jika kamu bisa membuatkan gaun yang membuat Dinda terlihat seperti pelayan di samping Istri Gubernur, maka namamu akan mulai berbisik di telinga para penguasa. Tapi jika kamu gagal, Reza akan tahu kamu masih hidup dan dia akan menghancurkanmu sebelum kamu sempat bernapas."

Arumi mengambil amplop itu. Di dalamnya ada detail ukuran dan preferensi warna. Arumi tahu, ini adalah ujian hidup dan matinya.

"Saya butuh sutra shantung yang ada di gudang Pak Tora kemarin malam," gumam Arumi. "Dan saya butuh teknik bordir yang Ibu sebutkan tadi."

"Ambil apa yang kamu butuhkan dari lemari rahasiaku di belakang," ucap Madam Ling. "Dunia menganggapku sudah mati, Arumi. Biarlah mereka berpikir begitu. Kamu akan menjadi tanganku, suaraku, dan pedangku."

Malam itu, Arumi tidak pulang ke warung Ibu Ratna. Ia menginap di salah satu kamar di rumah Madam Ling yang dingin. Ia duduk di lantai, mengelilingi dirinya dengan potongan kain perca berkualitas tinggi dan sketsa-sketsa yang mulai ia coret dengan tinta hitam.

Kirana duduk di sampingnya, memegang sehelai kain sutra. "Ibu, kain ini cantik sekali. Apa ini untuk kita?"

Arumi menatap anaknya, lalu mengusap kepalanya dengan gerakan yang kaku namun penuh kasih. "Bukan, Kirana. Ini adalah umpan. Kita sedang memancing hiu besar."

Arumi mulai memotong kain itu. Setiap bunyi guntingnya yang beradu dengan kain terdengar seperti suara detak jam yang menghitung mundur kehancuran musuh-musuhnya. Di luar, petir menyambar, menerangi wajah Arumi yang kini nampak berkali-kali lipat lebih dewasa dan berbahaya.

Ia bukan lagi Arumi si tukang cuci piring. Di bawah bimbingan Madam Ling, ia sedang bertransformasi menjadi seorang pemain catur yang cerdas.

"Dinda... silakan tertawa di puncak gunung kalian," bisik Arumi sambil menusukkan jarum ke kain sutra emas itu. "Karena di kaki gunung, aku sedang menyiapkan longsor yang paling indah untuk kalian."

Arumi sedang menjahit di bawah lampu remang, sementara Madam Ling berdiri di ambang pintu, menatap murid barunya dengan tatapan puas. Sang Naga telah menemukan pewarisnya.

...----------------...

To Be Continue ....

1
Dew666
💎💎💎💎
Enny Suhartini
semangat Arumi
Dyas31
bagus cerita nya KK, mengandung konflik berat, tetep semangat KK kuuuu 😘😘😘😘
Enny Suhartini
ayo Arumi semangat 💪
Sulfia Nuriawati
kok ni crta keterlaluan skali konflik nya, dlm dunia nyata bs d siksa tu yg sk fitnah knp jatuhnya arumi sampai sdh bangkit jd kesel bc nya
Enny Suhartini
semangat ya Arumi
Enny Suhartini
Miss Ra kenapa kok kejam banget
Enny Suhartini
kok kejam sekali sih
Enny Suhartini
sabar dan kuat ya Arumi 💪
Enny Suhartini
ayo semangat Arumi💪
Enny Suhartini
cerita penuh perjuangan
semoga kuat dan sabar Arumi
Dew666
☀️☀️
Dew666
🔥🔥🔥🔥
Himna Mohamad
sdh mampir baca,,lanjut kk
Ma Em
Miss Ra , Arumi atau Arini namanya , tapi semoga sukses Arini dgn usahanya dan balas tuh perbuatan mbak Sari yg menyebalkan selalu menghina dan merendahkan Arini tunjukan pada mereka yg sdh menghina kamu Arini bahwa Arini bisa sukses .🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Miss Ra: ooh sori, saya ingatnya arini yg di novel baru yg belum rilis..
nanti saya rubah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!