NovelToon NovelToon
The Silent Queen : Mafia'S Ghost Editor

The Silent Queen : Mafia'S Ghost Editor

Status: tamat
Genre:Mafia / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:312
Nilai: 5
Nama Author: Amila FM

Calypsa, seorang freelance video editor biasa di siang hari dan editor video deep web khusus geng mafia untuk menghikangkan bukti di malam hari. Ia ketahuan oleh clientnya, Cyrus ketua geng terbesar di Aethelgard. Namun, Cyrus bukan melenyapkannya, terapi merekrutnua untuk sebuah misi. Misi untuk membalas dendam kematian kakak laki-lakinya sekaligus misi cintanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amila FM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wajah Dibalik Inisial

Dua hari berlalu menjadi tiga. Tiga menjadi empat.

Calypsa tidak keluar dari jalur penelusurannya meski beberapa kali menemukan jalan buntu yang mengharuskannya mundur dan memulai dari titik yang berbeda. Ia minum lebih banyak kopi dari biasanya dan tidur lebih sedikit, tapi otaknya tetap tajam karena ada sesuatu yang membuatnya terus bergerak, bukan hanya kewajiban profesional, tapi rasa penasaran yang dalam pada teka-teki yang tidak mau melepaskannya.

Siapa W?

Pada hari keempat dini hari, ketika jam di sudut layarnya sudah menunjukkan pukul tiga lebih tiga puluh menit dan ruang kendali sudah hampir kosong kecuali satu operator yang tertidur di kursinya sambil menunggu proses yang berjalan otomatis, Calypsa menemukan jawabannya.

Prosesnya tidak dramatis. Tidak ada suara alarm atau cahaya yang berkedip. Hanya sebuah nama yang muncul di layarnya setelah serangkaian dekripsi berlapis yang panjang, disertai foto wajah yang diambil dari basis data yang tidak semua orang punya akses ke sana.

Calypsa menatap nama dan foto itu selama hampir satu menit penuh tanpa bergerak.

Kemudian ia menutup matanya sebentar, membukanya kembali, dan memastikan bahwa apa yang ia lihat memang benar-benar ada di layar dan bukan produk dari kelelahan yang sudah melewati batas wajarnya.

Masih ada di sana.

Ia menyimpan semua bukti ke dalam folder terenkripsinya, membersihkan semua jejak penelusuran dari sistem, mematikan layar, dan berjalan langsung ke ruangan Cyrus meski waktu sudah menunjukkan lewat tengah malam dan ia tidak tahu apakah Cyrus masih ada di gedung.

Ia mengetuk pintu.

Tidak ada jawaban.

Ia mengetuk lagi, sedikit lebih keras.

"Siapa." suara Cyrus terdengar dari dalam, suaranya tidak seperti orang yang baru saja terbangun tapi ada sedikit kualitas berbeda yang membuat Calypsa menduga pria itu mungkin sedang beristirahat meski tidak tidur.

"Calypsa."

Jeda dua detik. "Masuk."

Ruangan itu lebih gelap dari biasanya, hanya ada lampu meja kecil yang menyala di sudut. Cyrus duduk di kursinya dengan kemeja yang sama seperti tadi malam, tapi jasnya sudah digantung di sandaran kursi. Ia menatap Calypsa dengan mata yang langsung fokus sepenuhnya, tidak ada tanda-tanda kantuk di sana.

"Kamu menemukannya." bukan pertanyaan.

Calypsa meletakkan tabletnya di atas meja, sudah menampilkan nama dan foto yang ia temukan. "W adalah inisial dari nama tengah." ujarnya. "Nama lengkapnya ada di sana."

Cyrus mengambil tablet itu.

Calypsa memperhatikan setiap perubahan sekecil apapun di wajah pria itu ketika ia membaca nama di layar. Dan untuk pertama kalinya sejak Calypsa mengenalnya, Cyrus tidak berhasil sepenuhnya menyembunyikan reaksinya. Ada sesuatu yang lewat di matanya, bukan terkejut karena terkejut akan menunjukkan bahwa ia tidak pernah mencurigai orang ini. Yang lewat di matanya lebih seperti konfirmasi atas sesuatu yang sudah lama ia curigai tapi tidak pernah ingin ia benarkan.

Ia meletakkan tablet itu kembali ke meja dengan gerakan yang sangat terkontrol.

"Kamu yakin dengan ini." ujarnya.

"Saya yakin dengan buktinya." jawab Calypsa. "Nama itu terhubung ke alamat IP yang sama yang berkomunikasi dengan jaringan Dragan. Dan ada tiga transmisi dalam dua minggu terakhir yang bisa ditelusuri langsung ke perangkat yang terdaftar atas nama orang ini." ia menggeser layar tablet untuk menampilkan detail buktinya. "Ini bukan kesamaan kebetulan."

Cyrus berdiri dari kursinya dan berjalan ke jendela seperti kebiasaannya ketika sedang memproses sesuatu yang berat. Tangannya masuk ke saku, bahunya sedikit lebih tegang dari biasanya meski hanya terlihat kalau seseorang sudah cukup sering memperhatikannya.

"Berapa lama orang ini sudah ada di dalam sistem kita?" tanya Cyrus tanpa berbalik.

"Berdasarkan pola komunikasi yang berhasil saya lacak, paling tidak sejak empat bulan yang lalu." jawab Calypsa. "Tapi mungkin lebih lama. Itu hanya batas sejauh mana saya bisa menelusuri dengan data yang ada."

"Empat bulan." Cyrus mengulang angka itu dengan nada yang tidak bisa Calypsa definisikan.

"Mobil yang saya lihat seminggu lalu." Calypsa melanjutkan. "Terdaftar atas nama perusahaan dalam jaringan Dragan. Saya menduga mobil itu ada di sana bukan untuk mengawasi gudang ini, tapi untuk mengawasi orang ini masuk dan keluar dari sini, memastikan W masih menjalankan perannya."

Cyrus berbalik menghadap Calypsa. "Artinya Dragan sudah tahu bahwa kami sedang menyelidiki jaringannya. W yang memberitahu."

"Kemungkinan besar." ujar Calypsa. "Dan kalau Dragan tahu kami sedang menyelidikinya, maka dua minggu ke depan, jadwal transfer informasi yang saya temukan di lapisan komunikasi Dragan, kemungkinan adalah jebakan. Bukan transfer asli."

Keheningan di ruangan kecil itu terasa sangat padat.

Cyrus menatap Calypsa dengan cara yang tidak pernah ia tunjukkan sebelumnya, bukan penilaian, bukan pengamatan profesional, sesuatu yang lebih langsung dan lebih personal dari itu. Seolah ia baru sekarang benar-benar melihat orang yang sudah seminggu bekerja di dalam gedungnya.

"Tidak ada yang berhasil masuk sejauh ini dalam waktu satu minggu." ujar Cyrus akhirnya. "Tidak ada yang berhasil menemukan apa yang kamu temukan."

Calypsa tidak tahu harus merespons apa terhadap pernyataan itu, jadi ia memilih untuk tidak meresponsnya dan kembali ke hal yang relevan.

"Apa yang akan anda lakukan dengan informasi ini?"

Cyrus berpaling dari jendela, mengambil jaketnya dari sandaran kursi, dan mengenakannya. "Aku perlu satu malam untuk memikirkannya." ujarnya. "Besok malam, kita bicara lagi. Datang lebih awal."

Calypsa mengangguk dan mengambil tabletnya dari meja.

"Jangan simpan data itu di dalam sistem gedung ini." ujar Cyrus sebelum Calypsa sempat bergerak menuju pintu. "Simpan hanya di perangkatmu sendiri."

"Sudah dari tadi." jawab Calypsa.

Sesuatu yang sangat mendekati ekspresi lega melintas di wajah Cyrus, cepat dan segera tersembunyi kembali di balik ketenangan yang biasa. Tapi Calypsa melihatnya.

Ia keluar dari ruangan itu, menuruni tangga, dan melewati ruang penyimpanan di lantai bawah menuju pintu samping. Udara malam Wraithgate menyambutnya dengan kelembabannya yang khas.

Di sepanjang perjalanan pulang, Calypsa tidak memikirkan W. Tidak memikirkan Dragan atau jaringannya atau jebakan yang mungkin sudah disiapkan.

Ia memikirkan cara Cyrus memandangnya di ruangan kecil itu tadi, dan betapa berbahayanya perasaan yang mulai tumbuh perlahan di suatu tempat di dalam dirinya yang seharusnya ia jaga lebih ketat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!