NovelToon NovelToon
Gadis SMA Milik Sang Duda

Gadis SMA Milik Sang Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Vava olive

Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Matahari mulai tenggelam,nadia merasakan dingin menusuk hingga kedalam tulangnya.

Ia menatap jam yang masih terpasang di tangan kirinya.

"Jam 6 sore!"

"Kenapa dingin sekali.."

Nadia mengamati sekitar yang kosong hanya ada dirinya,

"Dimana seragamku.."

"Aku harus cepat-cepat pulang.." ucapnya sembari berdiri.

"Aw..sakit.." keluhnya begitu merasakan rasa ngilu yang muncul dari titik kewanitaannya.

Lalu ia pun berjalan perlahan masuk kedalam kamar mandi.

"Aaaaaa..oopss.." mulut nadia berteriak tetapi langsung ia bungkam sendiri.

"Apa ini astaga.." nadia menatap tubuh polosnya yang kini tertinggal beberapa bercak kemerahan di area dadanya.

"Sudah gila dia..untung ga di leher!"

"Hmm..apa kamu mau juga di leher.." suara saga terdengar dari pintu kamar mandi yang tak terkunci.

Nadia pun bergegas menarik handuk piyama yang tersusun di satu rak samping wastafel dan memakainya.

"Jangan masuk.." teriaknya.

"Jangan lama mandinya,aku akan menunggu di ruang makan.."

Nadia mengernyitkan dahinya dan menatap sinis ke arah pintu.

Begitu saga keluar ia segera mengunci pintu tersebut.

"Dimana seragamku.." ucap nadia yang kini keluar kamar mandi dengan mengenakan celana pendek dan baju hitam polos milik saga yang sangat kebesaran.

"Kamu lihat apa! baju ini sangat besar untukmu.." ucap nadia merutuki dirinya sendiri di depan cermin.

Dengan langkah kaki yang sedikit aneh dan meskipun ini kali keduanya melakukannya tapi ia masih merasakan sesuatu yang sakit disana dan mengganjal.

"Hmm.." saga menatap langkah nadia dengan menyunggingkan kepalanya.

"Duduk!" Perintah saga begitu nadia sudah berada di dekatnya.

"Siapa yang menyuruhmu memakai bajuku!"

Nadia melotot dan bangkit kembali dadi duduknya.

"Lalu dimana seragamku!"

"Duduk!"

Ucapan saga bagaikan perintah yang tidak dapat di tolak olehnya.

Bahkan meskipun melalui pesan nadia pun tidak dapat menolak.

Ia pun kembali duduk,dan meraih segelas air putih yang sudah tersaji di sana.

"Cepat jelaskan? Untuk apa kamu melakukan ini?"

"Kenapa harus mengaku kalau kamu kuliah?"

"Apa mikayla juga sepertimu?"

"Apa ini cara anak-anak sekarang untukk..."

"Aahh aku lapar.." ucap nadia memotong ucapan saga.

"Kamu harus jelaskan terlebih dahulu.."

"Aku lapar..perutku sudah berbunyi sejak tadi.."

"Aku tidak akan memberimu makan sebelum kamu menjelaskan semuanya apa yang kamu lakukan?"

"Kamu tau?umur kita meskipun kamu benar kuliah itu sudah berbeda sangat jauh,apalagi kamu ternyata masih sekolah?"

"Aku beneran laper,aku sampai pusing karna kelaparan.."

Saga pun menghela nafas,ia pun menatap layar di ponselnya dan menghubungi resto terdekat dari apartemennya untuk memesan makanan.

Setelah kurang lebih setengah jam makanan pun datang.

Saga menyerahkan bungkusan makanan yang di kemas sangat premium kepada nadia dan meninggalkannya seorang diri,

Ia berjalan ke arah sofa untuk menonton televisi sembari menunggu nadia.

Nadia pun menerima bungkusan tersebut dan berjalan ke dapur,

Ia melihat porsi yang sangat banyak lalu ia berinisiatif memindahkan ke dalam piring-piring dan mangkok kecil.

"Kita bisa makan bersama jika pak saga mau.."

"Aku sudah memindahkan makanannya ke piring.."

Saga pun mengikuti langkah nadia,dan duduk di seberangnya.

Sesaat ia mengamati makanan yang sudah tertata rapi diatas meja dengan sepasang alat makannya.

"Dulu sama mamanya aldo mana pernah aku di siapin seperti ini.." bathin saga.

Saga kemudian meneguk air minum disebelah piringnya,meraih pisau dan garpu untuk memotonh daging di depannya.

Baru ia mau memasukkan daging tersebut kemulutnya tiba-tiba nadia berbicara.

"Aku akan bercerita versi jujurnya,bagaimana pak saga mau menanggapinya itu terserah" terdengar nada bicara nadia yang sangat serius.

"Astaga ini anak kenapa tiba-tiba ngomong pas lagi mau nyuap si.." bathin saga menggerutu.namun ia kemudian meletakkan garpu dan pisaunya ke celemek kecil di samping piring.

"Aku emang masih sekolah,aku bingung sama kehidupanku sendiri,aku bukan dari orang yang susah tapi untuk pendidikan aku sangat tidak di dukung.."

"Makanya aku nyari uang tambahan dari mengajar les.."

"Aku ga mau sekolah hanya sampai disini,dan aku ingin terus mempunyai pendidikan yang bagus.."

"Aku juga ingin membuktikan kepada orang tuaku kalau perempuan bisa berkarir dengan baik.."

Saga menundukkan kepalanya lalu memijit keningnya sendiri.

"Jadi?"

"Kamu mau tetap kuliah meskipun orang tuamu tidak mengijinkan?"

"Engga! Mereka mengijinkan asal aku membayarnya sendiri,."

"Dan kampus yang aku mau biayanya cukup mahal.."

"Hmm..aku akan memikirkan itu nanti.."

"Makan dulu,makanannya sudah dingin.."

"Jangan paksa aku untuk berhenti mengajari aldo" nadia memberanikan diri untuk berbicara lebih lantang.

Saga kembali meletakkan peralatan makannya yang baru saja ia genggam.

"Yaudah,kalau kamu mau terus mengajari aldo,kamu juga harus bersamaku seperti ini terus.."

"Keputusannya hanya itu.."

"Aku bisa hari ini juga mencari penggantimu.."

"Ta-tapi.."

"Hah.."

"Maksud pak saga seperti ini?"

"Tepat seperti yang kamu fikirkan!"

Nadia menelan ludahnya,

"Apa seperti ini yang di maksud aku harus terus melayaninya?"

"Apa,seperti apa maksudnya.."

Bathin nadia bertanya-tanya sendiri.

"Aku akan menemui mikayla dan berkata bahwa kamu sudah tidak mengajari aldo lagi."

"aku berkata begini agar dia tak menganggapmu sama sepertinya!"

"Tunggu-tunggu.."

"Aku belum menyatakan setuju untuk semua itu.."

"Dan kenapa mikayla harus tau?"

"Menganggapku sepertinya?"

"Sejauh apa yang kamu tau tentang mikayla?"

"Jam 8 ini kamu sudah harus memutuskan makan saya akan antar kamu pulang,atau kalau kamu menolaknya aku punya bukti rekaman cctb bahwa kamu juga menginginkanku.."

"Heeiiii!!"

"Itu sama saja memaksaku untuk menerimamu!"

"Ah maksudku sama saja memaksaku untuk menerima tawaran bodoh itu.."

Saga bangkit dari kursinya dan meninggalkan nadia seorang diri.

"Hanya sampai jam 8 malam.."

"Kamu masih ada waktu setengah jam untuk memikirkannya"

Nadia menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya bersama amarah dalam dirinya.

"Aahh kenapa aku bisa seperti ini si.."

"Ga mau aku terjebak dalam dunia seperti ini.."

"Tapi aku juga ga mau kalau harus menuruti keinginan mama papa.."

"Aku harus nyari cara biar bisa pergi dari sini.."

Nadia berlari kedepan pintu namun langkahnya terhenti melihat kondisi tubuhnya yang hanya memakai celana kolor dan baju gombrang.

Karna merasa putus asa ia pun berdiam diri lalu berjalan menuju balkon dan disanalah ia melihat baju seragamnya tengah di jemur.

"Bukankah tadi ini kotor.." gumam nadia sembari mengecek baju seragamnya yang siang tadi kena kopi.

"Apa dia yang mencucinya?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!