NovelToon NovelToon
Ranting Kaku Yang Di Peluk Badai

Ranting Kaku Yang Di Peluk Badai

Status: sedang berlangsung
Genre:Kaya Raya / Romantis / Perjodohan
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Violet Aolani, mahasiswi tengil yang tak kenal kata mundur, nekat mengejar Arden Elio Bayu, CEO kaku yang hidupnya sedingin es. Di mata Arden, Violet hanyalah anak kecil yang mengganggu; namun bagi Violet, Arden adalah takhta yang harus ia taklukkan. Ini adalah kisah tentang "badai" muda yang meruntuhkan tembok beku sang penguasa korporat dengan keberanian yang nyaris lancang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pasir, matahari, dan si pengacau manis

Bandara Ngurah Rai menyambut mereka dengan hawa panas yang menyengat, namun tidak sepanas tatapan Arden saat melihat koper Violet. Gadis itu membawa tiga koper besar seolah-olah mereka akan pindah selamanya, padahal perjalanan bisnis ini hanya tiga hari.

"Kita ke sini untuk meninjau lokasi resor baru, Violet. Bukan untuk pindah domisili," tegur Arden sambil berjalan cepat menuju mobil jemputan.

"Tuan Bos, seorang wanita harus siap dalam segala situasi. Siapa tahu nanti Tuan tiba-tiba ingin mengajakku makan malam romantis di pinggir pantai, atau tiba-tiba kita terdampar di pulau kosong?" balas Violet tanpa beban, tetap berjalan dengan high heels ungu dan kacamata hitam besarnya.

Arden hanya mendengus. Di dalam mobil, ia langsung membuka laptop, mencoba mengabaikan aroma parfum melati Violet yang memenuhi kabin.

"Tuan, jangan kerja terus. Lihat deh, langit Bali itu biru banget, kayak warna mata Tuan kalau lagi nggak marah," celetuk Violet sambil mencoba menyandarkan kepalanya di bahu Arden.

"Jangan sentuh saya, Violet. Panas," ketus Arden sambil menggeser duduknya.

"Galak amat. Padahal di dalam hati pasti bilang, 'Aduh, Violet cantik banget hari ini'," bisik Violet yang masih bisa didengar oleh supir jemputan yang berusaha menahan tawa.

Di Resor - Kejutan Kamar

Sesampainya di resor mewah milik Bayu Group, Arden berdiri di depan meja resepsionis.

"Dua kamar Executive Suite, atas nama Arden Elio Bayu," ucap Arden tegas.

Resepsionis itu memeriksa komputer dengan wajah ragu. "Maaf, Pak Arden. Sepertinya ada perubahan jadwal dari kantor pusat tadi pagi. Karena ini musim liburan, kamar Suite kami penuh. Hanya tersedia satu Presidential Suite dengan dua kamar tidur di dalamnya."

Arden memejamkan mata. Ia tahu ini pasti kerjaan ayahnya atau ayah Violet. "Cek lagi. Tidak mungkin."

"Benar, Pak. Dan pesanan ini sudah dikonfirmasi oleh Tuan Bayu senior," tambah resepsionis itu.

Violet, yang berdiri di samping Arden, hampir saja melakukan sujud syukur di atas lantai marmer lobi. "Wah, sayang sekali ya Tuan. Sepertinya takdir benar-benar memaksa kita untuk... berbagi atap."

"Berhenti tersenyum seperti itu, Violet. Kamu tidur di kamar sebelah, dan jangan berani-berani mengetuk pintu kamar saya kecuali ada kebakaran," ancam Arden sebelum merebut kartu akses.

Rapat di Tepi Pantai

Sore harinya, rapat dimulai di sebuah paviliun terbuka yang menghadap langsung ke Samudera Hindia. Arden sedang berdiskusi serius dengan para arsitek dan kontraktor. Violet, yang awalnya dikira hanya akan menjadi "pajangan", tiba-tiba mengeluarkan iPad-nya.

Saat diskusi buntu mengenai konsep taman, Violet angkat bicara.

"Kenapa kita tidak menggunakan konsep Swastamita?" tanya Violet tenang. "Area ini menghadap langsung ke arah matahari terbenam. Jika kita membangun struktur terbuka dengan material lokal, cahaya senja akan masuk dengan sempurna ke lobi tanpa perlu banyak lampu tambahan. Itu lebih hemat energi dan lebih... puitis."

Semua orang di meja itu terdiam. Para arsitek mengangguk setuju. Arden menatap Violet dengan pandangan tidak percaya. Untuk pertama kalinya, ia melihat sisi "Pewaris Aolani Group" yang sebenarnya cerdas dan punya selera bisnis yang tajam.

"Ide yang bagus, Nona Violet," puji kepala arsitek.

Violet hanya mengerlingkan mata pada Arden. "Gimana Tuan? Aku bukan cuma jago ngejar Tuan, tapi jago nyari duit juga, kan?"

Arden berdehem, mencoba mengembalikan wibawanya. "Lanjutkan rapatnya. Ide itu... lumayan."

Malam yang Tak Terduga

Malam harinya, Violet sedang bersantai di balkon Suite mereka, menikmati angin laut. Tiba-tiba, ponselnya berdering. Nama Arjuna muncul di layar.

Violet mengabaikannya, namun sebuah pesan masuk:

"Lihat ke bawah, Vi. Aku ada di Bali. Kalau kamu nggak keluar sekarang, aku akan buat keributan di lobi resor ini dan bilang pada semua orang kalau CEO-mu itu merebut tunangan orang."

Wajah Violet pucat. Ia melihat ke bawah, ke arah area parkir, dan melihat mobil yang sangat ia kenali.

"Lintah satu ini bener-bener nggak punya kerjaan!" geram Violet.

Ia tidak ingin merusak citra Arden di resor miliknya sendiri. Violet memutuskan untuk turun tanpa memberi tahu Arden. Namun, saat ia sampai di lobi, Arjuna sudah berdiri di sana dengan wajah berantakan dan aroma alkohol yang kuat.

"Ikut gue sekarang, Vi! Kita pulang ke Jakarta!" Arjuna menarik tangan Violet dengan kasar.

"Lepasin, Juna! Lo gila ya?!"

"Iya, gue gila gara-gara lo! Lo lebih milih cowok kaku itu daripada gue yang udah nemenin lo dari SMA?!" teriak Arjuna, mulai memancing perhatian tamu hotel lainnya.

Tiba-tiba, sebuah tangan kokoh mencengkeram bahu Arjuna dari belakang. Bukan satpam, melainkan Arden yang ternyata mengikuti Violet karena curiga.

"Sepertinya kamu tidak mengerti bahasa manusia ya?" suara Arden terdengar sangat rendah dan dingin, lebih menakutkan dari deburan ombak di luar. "Saya sudah bilang, jangan pernah menyentuh karyawan—maksud saya, calon istri saya."

Violet terbelalak. Calon istri?!

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!