NovelToon NovelToon
Bidadari Bar-bar: Pangeran Bisu Ini Milikku!

Bidadari Bar-bar: Pangeran Bisu Ini Milikku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / CEO / Pendamping Sakti / Cinta Beda Dunia / Cinta pada Pandangan Pertama / Fantasi Wanita
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Turun dari langit bukan untuk jadi Dewi, tapi untuk jadi istrimu!"
​Demi kabur dari perjodohan Dewa Matahari, Alurra—bidadari cantik yang sedikit "gesrek"—nekat terjun ke bumi. Bukannya mendarat di istana, ia malah menemukan Nael Gianluca Ryker, pewaris tunggal yang sekarat dan kehilangan suaranya akibat trauma masa lalu.
​Bagi Alurra, Nael adalah mangsa sempurna. Tampan, kaya, dan yang paling penting: tidak bisa protes saat dipaksa jadi pangerannya!
​Nael yang dingin dan bisu mendadak pusing tujuh keliling. Bagaimana bisa bidadari penyelamatnya justru lebih agresif dari pembunuh bayaran? Ditolak malah makin menempel, diusir malah makin cinta.
​Dapatkah sihir bidadari bar-bar ini menyembuhkan luka bisu di hati Nael? Atau justru Nael yang akan menyerah pada "teror" cinta dari langit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: CAHAYA YANG TERLUKA DAN SALAH PAHAM DI ATAS AWAN

​Angin kencang menderu-deru di lantai 50 gedung Ryker Group. Langit Jakarta yang hitam pekat seolah hendak runtuh, menumpahkan guntur yang memekakkan telinga. Nael berdiri di tepi balkon, ujung sepatunya sudah melewati batas semen. Matanya yang gelap menatap lurus ke bawah, ke arah kegelapan jalanan tempat kalung akar perak itu jatuh.

​Bagi Nael, kehilangan kalung itu adalah kehilangan napas terakhirnya. Ia tidak peduli pada Stella yang merangkak ketakutan di lantai, atau Hadi yang mengerang kesakitan. Ia hanya ingin terjun, menyatu dengan gravitasi, mencari satu-satunya benda yang menghubungkannya dengan Alurra.

​Tepat saat Nael mencondongkan tubuhnya ke depan, sebuah ledakan cahaya murni berwarna emas kemerahan muncul di udara. Cahaya itu tidak turun perlahan, melainkan menghantam balkon dengan kekuatan yang membuat seluruh gedung bergetar.

​BOOOMM!

​Nael terhempas ke belakang, jatuh terduduk di lantai balkon yang retak. Di tengah kepulan asap cahaya yang menyilaukan, sesosok wanita berdiri dengan jubah yang compang-camping dan sayap cahaya yang sebelah sisinya masih meredup transparan.

​Itu Alurra. Tapi bukan Alurra yang ceria. Wajahnya pucat pasi, matanya sembap oleh air mata emas, dan auranya terasa sangat muram dan dingin.

​"Nael..." suara Alurra terdengar serak, bergetar karena luka batin yang dalam. "Kenapa...?"

​Nael terpaku. Ia ingin bicara, ia ingin memanggil namanya, tapi tenggorokannya kembali mengunci karena syok melihat kondisi Alurra yang tampak sangat lemah dan menderita.

​Alurra melangkah maju, kakinya gemetar. Ia menatap leher Nael yang kini kosong tanpa kalung akar perak. Dada Alurra naik turun, napasnya tersengal karena ia memaksa turun ke Bumi sebelum luka energinya pulih.

​"Kenapa kau memutuskan kalung itu, Nael?" Alurra bertanya dengan nada pedih yang menyayat hati. "Apa artinya kau sudah menyerah menungguku? Apa kau pikir... aku tidak akan pernah kembali untukmu?"

​Nael menggeleng kuat. Ia merangkak mendekat, tangannya menggapai kaki Alurra, namun Alurra mundur selangkah. Pandangan bidadari itu beralih ke dalam ruangan, di mana Stella sedang berdiri dengan wajah pucat, mencoba merapikan pakaiannya yang berantakan.

​Alurra menatap Stella—wanita manusia yang tampak cantik dengan perhiasan mahal dan aroma parfum yang masih menempel di jas Nael. Hati Alurra mencelos. Kesedihannya berubah menjadi rasa hampa yang menghancurkan.

​"Oh... aku mengerti sekarang," bisik Alurra, suaranya sangat kecil namun terdengar jelas di tengah badai. "Pantas saja resonansinya putus. Kau sudah menemukan manusia Bumi yang akan menjadi jodohmu, kan? Kau sudah menemukan wanita yang bisa memberimu keturunan, yang bisa bicara padamu setiap hari... tidak seperti aku yang hanya bisa memberimu masalah dan cahaya yang menyakitkan."

​Alurra tertawa getir, air mata emasnya jatuh membasahi lantai balkon. "Aku nekat turun dengan nyawa taruhanku karena aku merasa kau dalam bahaya... tapi ternyata, bahayanya adalah aku sendiri yang menghalangi kebahagiaanmu dengan wanita itu."

​"TIDAK! ALURRA, TIDAK!" Nael akhirnya berhasil mengeluarkan suara, meski sangat parau dan menyakitkan. Ia menunjuk ke arah Stella dengan penuh kebencian. "DIA... DIA YANG MEMUTUSNYA! DIA MEMBUANGNYA!"

​Stella, yang melihat sosok bercahaya itu, mendadak bangkit dan berteriak histeris, "Nael! Apa-apaan ini?! Siapa monster ini?! Dia yang menghancurkan rencana pertunangan kita!"

​Alurra menatap Stella dengan tatapan dingin yang mematikan. "Monster? Kau menyebutku monster setelah kau mengotori ikatan suciku dengan pria ini?"

​Alurra kembali menatap Nael, matanya dipenuhi keraguan. "Jika dia yang memutusnya, kenapa kau membiarkannya menyentuh lehermu, Nael? Kenapa kau membiarkannya berada di ruangan ini? Di tempat yang seharusnya menjadi rahasia kita?"

​Kekuatan Alurra mulai tidak stabil. Cahaya di sayapnya berkedip-kedip. Ia terlalu sedih, terlalu lemah, dan cemburu yang membakar jiwanya membuatnya hampir pingsan.

​"Mungkin... Ayah benar," gumam Alurra, tubuhnya mulai terlihat transparan kembali. "Bumi memang bukan tempat untukku. Dan hatimu... mungkin sudah tidak cukup luas untuk menampung cahaya yang sedang sekarat ini."

​"ALURRA, TUNGGU! JANGAN PERGI!" Nael merangkak, mencoba memeluk kaki Alurra, namun tangannya hanya menembus cahaya emas yang mulai memudar.

​Di luar, petir menyambar tepat di atas gedung, seolah Langit sedang memanggil kembali putrinya yang sedang patah hati, sementara Nael hanya bisa berteriak bisu di tengah kegelapan yang kembali menelannya.

...****************...

1
umie chaby_ba
mari kita coba
Ariska Kamisa
semoga kalian bisa menikmati nya juga...
Aldah Karisa
semangat thorr... aku suka gaya bahasamu. 👍
Ariska Kamisa: terimakasih 🙏🙏🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
👍👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak sudah mampir 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
wow hebat jugaa
Aldah Karisa
termasuk cerita fiksi yang bikin kita membayangkan jauh ga sih... dengan adanya dewa matahari dewa langit... dan ini cinta dua dunia .. berharap happy ending yaaa... suka takut kalo cinta beda dunia... dan semoga Nael ini bisa sembuh dan mau bicara lagi....
aku suka namanya Nael ....
Aldah Karisa
bidadari genit parah
Aldah Karisa
kenapa nael bisa bisu
Aldah Karisa
ini bidadari nya ga pake selendang??? 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!