NovelToon NovelToon
CEO Itu Ayahku

CEO Itu Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Single Mom
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: T Moel

Perjuangan seorang anak yang lahir dari sebuah kesalahan, Prayoga berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan ibunya, Rania yang berjuang seorang diri untuk membuat putranya di akui oleh dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T Moel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rania Shock

Di rumah Rania menangis karena tidak menemukan keberadaan kembar. Di kamarnya, di taman belakang rumah daan terakhir terakhir mencari di taman kompleks karena pak satpam memberitahukan kalau mereka pamit ke taman kompleks, namun di sanapun Rania tidak mendapati mereka Rasa takut terus menghantui pikiran nya.

Meminta tolong pada papah dan mama, hnya rasanya tidak mungkin larena mereka berdua saat ini sedang berada di China dalam rangka kunjungan kerja ke perusahaan nya. Semoga terpikir olehnya Rania untuk meminta tolong Leon. Namun dirinya nya sadar kalau Leon tidak mungkin akan menolong nya karena Leon tidak tahu kalau Rania pernah hamil anak kembar.

Bu Arini yang baru pulang dari mengaji di masjid kompleks merasa terkejut karena kembar tidak ada di rumah. Namun yang membuat bu Arini sedikit tenan karena mereka pergi dengan babby sitter nya.

"iya tapi bu, mereka pergi sudah cukup lama, pak satpam bilang dari jam sepuluh tadi pagi, lihat sekarang sudah jam berapa,? " Rania semakin panik dan takut terjadi apa apa dengan kembar.

"Sekarang sudah jam empat sore bu. "

"Apa tidak sebaiknya meminta tolong tuan Aditama Ran.? "

"Seperti nya tidak mungkin bu, saat ini papah dan mamah sedang berada di China dan Ran tidak ingin mengganggu pekerjaan mereka bu. "

'Tapi Ran.... "

" Bu kalau Ran menghubungi mereka, bukannya menolong tapi menambah masalah, ibu tahu sendiri kan papah punya penyakit jantung. " Rania stress menghadapi situasi seperti ini.

"Minta tolong Leon juga ga mungkin ya Ran? "

"Apalagi Leon bu, Leon tidak tahu kalau Ran hamil, terus tiba tiba minta tolong carikan anaknya yang hilang, bukannya mencari tapi malah menjebloskan Ran ke penjara karena pencemaran nama baik. "

"Ya sudah kita berdoa saja semoga kembar di berikan keselamatan dan juga kesehatan, semoga mereka cepat pulang ke rumah. "

"Aamiin...... "

Tidak lama kemudian suara mesin mobil berhenti di depan halaman rumah Rania, pak satpam membukakan pintu pagar agar kembar dan pengasuh nya bisa masuk.

"Loh nona Naila dan tuan muda Zaidan dari mana saja sih, itu ibu sepuh sama ibu Rania menangis karena kembar tidak ada di rumah."

"Pak catpam, mamah cudah puyang? tanya Naila dengan wajah tanpa dosa.

" Sudah nona, mamahnya menangis dari tadi."

Naila dan Zidan berlari masuk ke dalam rumah.

"kalian juga kenapa harus bohong bilangnya ke taman, tapi baku cariin kalian ga ada di taman. " pak Satpam marahnya kedua pengasuh anak bosnya.

"Anu pak satpam, tuan muda Zaidan yang meminta untuk pergi mencari papah nya, kalau kami tidak ikut mereka mengancam akan menggunduli kami. " Dua pengasuh merasa bersalah.

"Kalian ini seperti baru kerja satu hari saja dengan bu Rania, sudah berapa lama kalian mengasuh kembar. " Pak satpam tampak kesal dengan kedua pengasuh tersebut.

Kedua pengasuh kembar hanya diam saja tidak menjawab ucapan pak satpam karena memang benar adanya. Mereka masuk ke dalam rumah lewat pintu samping langsung ke kamar tidur mereka.

Sementara Zaidan dan Naila berjalan menghampiri ibunya yang sedang duduk di ruang tengah sambil menangis memikirkan anak kembar nya.

"Mamah.... " serempak kembar berbicara.

"Zaidan Naila. " Panggil Rania

"Iya mamah, ini ila cama Idan. " jawab Naila.

"Kemana saja kalian mamah sangat khawatir dengan kalian berdua? " tanya Rania dengan air mata yang bercucuran.

"Tadi Idan cama ila pelgi ke taman, telus jalan jalan kelual komplek. Eh kelupaan udah jauh dali lu mah. " Jawab Zaidan sedikit berbohong

Karena jika Kembar mengatakan yang sebenarnya pasti mamahnya akan sangat murka dan pasti mereka akan di hukum mamahnya tidak boleh main keluar lagi.

"Kenapa ga minta sama suster telpon mamah. "

"Idan lupa mamah... " jawab Zaidan manja khas anak anak.

"ila juga biasanya yang suka ingatkan kalau yang salah kenapa ila ga kasih tahu suster? "

"ila makan es kim mamah, telus lupa deh. " jawaban yang sama yaitu lupa.

Rania yang tadinya ingin marah dengan kembar tapi melihat keduanya berbicara dengan menggemaskan membuat Rania utung untuk memarahi mereka, Rania gemas dengan cara mereka berbicara.

"Ya sudah, sekarang kalian ke atas, panggil dulu suster biar bantu kalian mandi, bau matahari. " ucapan Rania.

"Zidan Naila. " panggil bu Arini

"Iya nenek Alini yang tantik ada apa? " Tanya Zidan yang selalu bercanda dengan nenek nya.

"Lain kali jangan membuat ibu marah dan khawatir lagi ya, nenek kasian melihat nya. "

"Iya nenek cayang. " Zaidan dan Naila mencium pipi nenek nya bergantian.

"Sekarang kalian mandi bau acem badannya, setelah itu makan terus istirahat pasti kalian lelah kan. "

Setelah nya mereka berdua berlari ke lantai dua untuk segera mandi karena memang badan mereka sudah bau matahari dan juga bau keringat

"Mereka sangat menggemaskan kalau sedang meminta maaf, namun kalau lagi main, bikin ibu jantungan. " ucap bu Arini.

Rania hanya tertawa saja melihat ekspresi ibunya yang memegang dadanya karena teringat dengan kelakuan kedua cucu kembarnya.

Rasa yang tadi was was serta khawatir, kini hilang sudah berganti dengan rasa haru, apa begini rasanya jika mempunyai anak yang di atas rata-rata. Selalu saja di hantui rasa ketakutan.

Sementara itu, di kantor Leon melihat rekaman CCTV yang sudah dikirim Ryan ke ponselnya. Beberapa kali Leon melihat rekaman tersebut. Wajah kedua anaknya sangat jelas terlihat, wajah yang sangat mirip sekali dengan diri versi anak anak.

"Seperti nya tanpa harus tes DNA, aku yakin kalau mereka berdua adalah anak anak ku, keduanya sangat menggemaskan. " Leon tertawa sendiri melihat rekaman anak kembarnya.

"Mamah papah pasti belum tahu wajah kedua anakku pasti mereka akan sangat bahagia jika tahu kalau mereka sudah memiliki cucu kembar. " Leon tampak senyum senyum sendiri.

Pintu ruangan Leon terbuka, Ryan masuk ke dalam untuk memberikan berkas berkas yang harus di cek serta di periksa oleh Leon.

"Maaf tuan, ini berkas yang harus anda cek dan tanda tangan. " Ujar Ryan.

"Simpan saja dulu, biar nanti saya akan cek. "

Ryan meletakkan berkas di atas meja dekat Leon yang sedang tersenyum sendiri melihat rekaman anak kembar nya.

"Oh ya Ryan, kamu cari tahu di mana kedua anakku tinggal. "

"Baik tuan. "

Ryan kembali ke ruangan nya, di sana Ryan segera menghubungi beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan kedua anak bosnya, dengan berbekal rekaman CCTV Ryan mengerahkan semua anak buahnya agar bosnya bisa bertemu dengan kedua anaknya, Ryan menjadi saksi bagaimana Leon menderita saat ngidamnya, dan banyak hal hal yang membuat Ryan sangat bersimpati pada bosnya tersebut.

"Lakukan semaksimal mungkin, kalau berhasil kalian akan mendapatkan bonus besar dari bos Leon. "

"Ok bos akan kami lakukan semaksimal mungkin . "

"Ok, lakukan secepatnya. "

"Baik bos"

Setelah memberi perintah pada anaknya buahnya, Ryan kembali bekerja karena masih banyak pekerjaan yang menumpuk.

Satu jam kemudian Ryan selesai dengan pekerjaan nya, karena jam pulang sudah terdengar, Ryan segera membereskan meja nya.

Sebelum pulang Ryan menuju ke ruang Leon terlebih dahulu, apabila bosnya membutuhkan Ryan sebelum pulang.

Sebelum masuk Ryan mengetuk pintu terlebih dahulu. Kemudian masuk dalam ruangan.

"Sore tuan, sudah mau langsung pulang atau mau mampir ke mana dulu.? " tanya Ryan.

"Bagaimana apa anak buah kamu sudah menemukan dimana anak ku tinggal? " Leon menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.

"Belum ada kabar tuan, mungkin nanti malam, paling lambat nya besok siang. " Jelas Ryan.

Leon hanya mendesah, hatinya sudah tidak tahan ingin segera bertemu dengan kedua anaknya. Selama ini Leon tidak pernah bertemu dengan kedua anaknya. Namun tadi siang Leon bertemu sebentar, itupun karena dirinya belum menyadari kalau mereka adalah anak anaknya yang mencari dirinya.

"Kamu tahu, mereka sangat tampan dan cantik sekali ya, apalagi yang perempuan lucu sekali sangat menggemaskan. " Leon tertawa kecil saat membayangkan putri kecil nya.

"Ya tuan, mereka sangat tampan dan cantik. Mungkin genetik anda turun semua pada anak anak anda, dan saya sangat yakin kepintaran tuan untuk pasti akan turun pada mereka. " jawab Ryan.

"Ya, itu sudah pasti, karena mana mungkin mereka bisa sampai di sini jika mereka tidak memakai ini. " Jawab Leon sambil tangannya menunjukkan kepalanya.

Ryan mengakui kalau kedua anak bosnya pintar, mungkin karena genetika dari tuan Aditama dan juga Leon.

Leon sudah berada di dalam mobil untuk segera pulang ke rumahnya, karena hari sudah mulai malam. Mobil yang dikendarai tumpangi Leon sudah melesat di antara mobil mobil yang berlalu lalang Leon duduk di kursi belakang dengan pikiran nya yang melayang ke beberapa waktu yang lalu.

Kepolosan dua anaknya yang sangat menggemaskan, ingin rasanya Leon memeluk mereka, menciumnya dan hidup bersama dengan mereka salah mimpi yang terindah dalam hidupnya. Kini hidupnya memiliki tujuan yaitu untuk kedua anaknya.

Sementara di rumah Rania, kembar belum mau tidur, Zaidan terlihat masih sangat aktif tanpa terlihat kelelahan, seperti nya energi yang di miliki anaknya tidak pernah habis.

"Sayang tidur yuk, hari sudah malam, mamah juga sudah lelah seharian bekerja. Apa kalian tidak lelah nak? " tanya Rania yang sudah pasrah dengan kelakuan Zidan.

Sedangakan Naila sedang berlenggak lenggok seperti seorang model yang sedang berjalan di atas catwalk, memakai septi yang Rania yang sudah jelas kebesaran memakai topi dan tas branded yang di belikan neneknya beberapa waktu yang lalu saat mereka pergi ke luar negeri.

"Mamah lihat, ila tantik kah? " Naila memperlihatkan gaun yang mirip dengan princess Elsa.

"Anak mamah pasti cantik sekali, tapi lebih cantik lagi kalau mau bobo sama mamah sekarang. ' Rania mencoba membujuk putri nya siapa tahu Zidan juga tertarik untuk tidur.

" Tapi mamah, ila beyum mau tiduy, ila masih mau main plincess. "

"Kan bisa di lanjutkan besok sayang, sekarang sudah malam. Yuk bobo sama mamah. " bujuk Rania dengan sabar..

"Tapi mamah. "

"Mamah akan bacakan cerita sebagai pengantar tidur mau? " Rania mencoba trik baru agar anaknya tertarik untuk segera tidur.

"Idan mamah mau baca buku celita, Idan mau dengal ndak.? "

"Idan mau main cupel helo, nanti kalo Idan cudah becal mau lindungi mamah dari olang olang jahat. "

"Kan Idan macih kecil, beyum bisa jadi cupel helo. " jawab Naila tidak mau kalah.

Rania yang mendengar perdebatan kedua anaknya hanya bisa tersenyum sambil geleng geleng kepala. Rania sudah sangat mengantuk tanpa terasa Rania tertidur, sedap kedua anaknya masih segar tidak mau tidur.

Naila melihat mamahnya yang sudah terlelap menghampiri Zaidan agar tidak berisik agar mamahnua tidak terganggu dengan permainan mereka.

"Idan jangan belicik, mamah cudah tidul, kacian mamah lelah cudah bekerja. " Kata Naila sok bijak.

"Kalau mamah cudah tidul, ila juga tidul, bial jadi teman mamah. "

"Kayau ila cama mamah tidul, Idan mau apa? "

"LAHASIA." Ucap Zidan dengan serius.

"Lahasia apa Idan? " Naila mulai kepo.

"Idan mau macuk ke emailnya papah. "

"Idan bica? " tanya Naila.

"Bica." Jawab Zaidan dengan percaya diri.

Tanpa menunggu jawaban dari Naila, Zidan segera mengambil laptopnya hadiah dari tuan Aditama, walaupun hal itu membua Rania marah, namun karena permintaan dari Zidan, Rania tidak bisa apa apa selain mendukung serta mendoakan yang terbaik untuk kedua anaknya.

Dengan penuh keseriusan, Zidan mulai mengutak atik laptopnya. Masuk ke dalam jaringan email perusahaan papah nya. Mengecek apakah ada hecker lain yang ingin menghapus data data perusahaan milik papah nya.

"Idan, ila mau ihat boyeh? " tanya Naila dengan wajah penasaran.

"Ayo, tapi tapi, ila dangan ganggu Idan ya. " wajah Zaidan serius.

"Iya." Naila memberikan jari kelingking nya.

Kedua nya tampak serius, Naila duduk di samping Zidan sambil ngemil makanan kesukaan nya. Sesuai dengan janjinya Naila duduk diam tidak mengganggu Zidan yang sedang serius memperhatikan layar laptop.

Dua jam sudah keduanya selesai mengecek perusahaan papah nya. "Ayo ila kita tidul pelusahaan papah cudah aman dali olang olang jahat. "

Naila mengangguk, setelah menyimpan kembali laptop di tempat nya, keduanya naik ke tempat tidur, Rania menggeliat sebentar merasakan ada pergerakan. Kembar tidur sisi kanan kirinya Rania. Kembar memeluk tangan Rania . Terlihat damai apabila sedang tidur.

Esok harinya di kantor Leon ada keributan, bagian IT perusahaan ADITAMA CORP melaporkan ada berniat menjebol data perusahaan namun selamat karena ada yang membereskan hacket tersebut.

"Apa kamu tahu siapa yang sudah melenyapkan hacker itu? " Leon penasaran siapa yang sudah membantunya.

"Saya kurang tahu tuan, di sini hanya tertera nama " KEMBAR PAPAH. ", petunjuk lainnya saya tidak menemukan. " jawabnya.

"Kembar papah, apa mungkin anak-anak ku, tapi mereka masih kecil. " Leon tampak berpikir keras.

"Bisa jadi tuan, anak anak tidak an pasti sangat pintar, buktinya mereka bisa sampai di sini, walaupun mereka di dampingi suster, darimana mereka tahu alamat kantor perusahaan tuan. " Ucao Ryan.

"Bisa jadi. Kalau memang mereka yang melakukannya itu berarti gen dariku turun semua pada kedua anak kembar ku. " Leon tampak melanun.

"Oh iya bagaimana pencarian anak buah kamu? " tanya Leon.

"Maaf tuan, anak buah saya yang menguasai IT, tidak dapat meretas CCTV lalu lintas. " Ryan bicara sambil menunduk.

...****************...

1
tia
lanjut thor
tia
cepat satukan thor kembar sama papa nya
Nadia salma: ada lika liku dulu kak, biar ada gregetnya
total 1 replies
tia
tambah lagi Thor 🫢,,suka cerita ny
Nadia salma: siap kak...
total 1 replies
tia
update yg banyak lah thor
Nadia salma: akan saya usahakan kak, karena saya sambil kerja membagi waktu. Terima kasih sudah menyukai karya saya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!