NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN LUKA

MENIKAH DENGAN LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:909
Nilai: 5
Nama Author: Delvi Binti

Ara di jodohkan dengan Aib, bukan dengan laki-laki, Ia di tatap jijik oleh keluarga nya sendiri.
ini kisah tentang pernikahan Tampa pesta, Tampa restu dan Tampa wali, tapi ada Tuhan jadi saksi dan luka jadi maharnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delvi Binti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 29

Dimas akhirnya membawa Ara ke taman itu,dan di sana ternyata Dimas sudah menyiapkan sebuah kejutan untuk Ara.

Di sana Dimas melamar Ara di depan banyak orang dan di saksikan langsung oleh ibu nya Dimas yang ternyata belum pulang ke kampung, ibu nya Dimas dan Doni hanya berbohong pada Ara mereka sebenarnya pergi untuk menyiapkan apa saja yang di perlukan Dimas untuk melamar Ara.

" Ara aku mau ngomong serius sama kamu." ucap Dimas

Ara yang mendengar itu bingung dengan sikap Dimas yang agak sedikit gelisah.

" iya kamu mau ngomong apa, tapi kamu kok kaya gelisah gitu kenapa kalau ada apa-apa bilang aja." jawab Ara.

" hmmm gini Ara aku..."

  Doni pun datang dengan seikat bunga dan sebuah kota cicin yang di ikuti oleh ibu nya Dimas yang terseyum kearah mereka.

" kamu mau kan jadi istri aku." ucap Dimas sambil membuka kotak cincin yang tadi di pegang oleh Doni

Ara tidak bisa berkata apa-apa Ia benar-benar di buat terkejut dan terharu dengan pernyataan Dimas yang meminta nya menjadi istri untuk Dimas.

Namun karena Ara sudah yakin bahwa Dimas adalah laki-laki yang baik Ara pun akhirnya menerima lamaran Dimas.

" hmm aku.... aku mau kok jadi istri kamu." jawab Ara dengan senyuman.

Semua orang yang ada di taman itupun bertepuk tangan untuk mereka, Dimas lalu memberikan buket bunga yang tadi di bawa Doni.

Dimas yang bahagia saat itu langsung memeluk Ara dan mencium kening Ara.

" makasih ya sayang kamu udah mau nerima aku."

Namun saat itu Renata anak tante Rianti melihat adegan lamaran itu Renata lalu mem videonya dan mengirimkan video itu kepada ibunya tante Rianti.

saat tante Rianti melihat video yang d kirim oleh anaknya itu ia menjadi sangat emosi, sebab Tante Rianti tidak ingin jika Ara menika Tante Rianti ingin Ara selamnya ada di rumah itu dan melayani mereka.

" kurang ajar awas aja kamu ya Ara berani-berani nya kamu Terima lamaran dari laki-laki itu tampa sepengetahuan saya, dasar kamu wanita mu**han awas aja kamu yaa." ucap tante Rianti.

hari itu Ara dan Dimas menghabiskan waktu berdua tidak ada yang menganggu mereka tidak.

Sementara itu Sarah yang kini sedang berada di penjara bukan nya menyadari kesalahannya Ia malah semakin membenci Ara dan bersumpah saat Ia keluar dari penjara Sarah pasti akan memberi pelajaran kepada Ara dan juga Dimas

" ahhhhh... kenapa jadi gagal si rencana gua,kenapa malah gua yang di penjara awas aja ya luh Ara tunggu gua bebas dari sini gua pastiin hidup luh ngga akan tenang, gua ngga akan biarin kalian bahagia." ucap Sarah dengan penuh Amarah.

waktu sudah menunjukkan 16:00 Ara dan Dimas berencana untuk pulang ke desa dengan menggunakan mobil sewaan karna mobil nya Dimas sudah di pakai Doni dan ibunya Dimas yang sudah pulang duluan.

akhirnya mereka pun meninggalkan kota itu dan kembali ke desa mereka dengan hati yang senang, beberapa jam kemudian akhirnya mereka sampai di desa Dimas mengantarkan Ara ke rumah nya Dimas berencana untuk meminta izin dari tante Rianti dan juga nenek nya Ara untuk menikah dengan Ara.

" Ara aku mau ketemu sama tante dan nenek kamu aku mau minta izin mereka untuk Nikahin kamu, kamu setuju kan." ucap Dimas

" tapi Dim bagaimana kalau tante Rianti dan nenek tidak setuju, nanti kamu di marahin sama mereka." jawab Ara

" aku akan Terima konsekuensi nya, aku akan tetap menemui tante dan nenek kamu aku akan meminta izin mereka, dan soal mereka setuju atau tidak aku ngga akan perduli itu, mereka ngga punya gak untuk ngelarang kamu nikah sama aku Ar."

" gini aja karna ini udah malam kamu datang nya besok aja, sekarang kamu pulang istirahat dulu kamu pasti capek kan."

Dimas akhirnya menyetujui perkataan Ara, karna Dimas juga takut akan ada keributan yang memancing orang - orang untuk datang menonton mereka di malam- malam seperti ini.

akhirnya Dimas pun pulang ke rumah nya, dan Ara akhirnya berjalan masuk ke rumah, saat Ara mengetuk pintu dan meminta tante Rianti untuk membuka kanya pintu, tante Rianti membuka pintu itu namuan saat pintu itu di buka wajah tante Rianti terlihat sangat marah Ia menatap Ara dengan tatapan tajam.

" kamu habis ngapain di kota hah." ucap Tante Rianti tampa mempersilahkan Ara masuk terlebih dahulu.

" aku ngga ngapa-ngapain kok tante." jawab Ara dengan lembut.

" kamu bilang ngga ngapa-ngapain, kamu liat ini." tante Rianti memperlihatkan video Dimas yang sedang melamar Ara.

Ara hanya bisa diam, Ia tidak tau bagaimana harus menjelaskan itu kepada tante Rianti, karna ia tau saat ini tante Rianti benar-benar marah padanya.

" tante Ara sudah dewasa, Ara berhak untuk memilih jalan Ara sendiri." jawab Ara berharap itu bisa membuat tante Rianti mengerti.

" oo kamu udah berani sama saya, heh perempuan si**an, kamu harus nya berterima kasih karna saya sudah mau nampung kamu di sini dari kamu kecil tau, dan kamu harus nya mendengarkan perintah saya kalau saya bilang kamu ngga boleh nikah yaa ngga boleh ngerti kamu perempuan be*o." ucap tante Rianti

" tapi kenapa tante, apa alasan nya kenapa tante begitu ngga suka kalau aku bahagia apa aku ada salah sama tante, tante ngga bisa terus menerus ngurung aku di rumah ini tante."

Plak...... satu tamparan mendarat di wajah Ara.

" kurang ajar kamu ya, berani kamu ngomong kaya gitu sama saya. "

nenek nya Ara yang mendengar itu hanya berdiam diri di kamar, ia tidak ingin membela salah satu dari mereka.

" tante aku minta maaf kalau kata-kata aku buat tante sakit hati, tapi aku berhak memilih jalan aku sendiri aku berhak punya masa depan aku sendiri. tante memang sudah nampung aku di rumah ini dari aku kecil tapi tante nggak punya hak untuk menghalangi aku untuk punya masa depan aku sendiri.

Ara lalu pamit dan masuk ke kamar nya, ia tidak memperdulikan Teriakan tante Rianti di luar kamar yang terus menghina nya, malam itu Ara memutuskan untuk tidak akan menjadi wanita lemah lagi, ia akan memperjuangkan masa depan nya sendiri.

Ara tidak ingin terus menerus menjadi budak di rumah itu, meski Ia tau tante Rianti tidak akan pernah membiarkan itu terjadi, namun kali ini Ara akan melawan jika itu bisa melukai dirinya atau pun melukai orang-orang yang Ia sayang.

akhirnya suara makian tante Rianti pun tidak lagi terdengar, namuan beberapa saat kemudian suara ketukan terdengar di depan pintu Ara.

" Ara buka pintu nya ini nenek , nenek mau ngobrol sebentar sama kamu. " ucap nenek nya Ara yang sedang berdiri di depan pintu kamar Ara.

Ara yang mendengar itu yakin bahwa nenek datang untuk memarahinya sama seperti tante Rianti tadi, Ara dengan enggan untuk membuka pintu kamar nya dan membiarkan nenek nya untuk masuk.

" ada apa nek kok malam-malam begini datang ke kamar Ara, nenek kenapa belum tidur." ucap Ara

nenek nya lalu menghembuskan nafas panjang sebelum akhirnya mulai berbicara dengan Ara.

" Ara nenek mau bilang sesuatu sama kamu, sebenarnya Rumah ini adalah milik ibu kamu, tapi tante Rianti sudah membalik nama sertifikat rumah ini menjadi namanya."

betapa terkejut nya Ara saat mendengar ucapan nenek itu, Ara seakan tidak percaya dengan hal itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!