NovelToon NovelToon
Gelang Bima

Gelang Bima

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Ilmu Kanuragan
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: bang deni

satria baru mengetahui jika dirinya hanya seorang anak yang di temukan oleh kakek pandu saat berada di kaki gunung gede, saat kakek Pandu merasa ajalnya sudah dekat ia memberikan sebuah gelang yang ada bersama Satria langit saat ia menemukannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Mengungsi

Niken mengemudikan mobil Brionya dengan cepat melewati jalan raya Pramuka menuju Pringsewu. Satria duduk di kursi depan dengan wajah bingung, sementara Niken tetap fokus mengemudikan kendaraannya.

“kira kira gurumu kenapa menyuruhmu segera ke rumahnya?” tanya Niken

" Aku juga tak tahu kak, tapi pas nelpon tadi nadanya seperti marah?" Sahut Satria sambil mengingat nada suara pak Narto gurunya

" Apa gurumu tahu tentang sesuatu?"tanya Niken

" Maksud kak Niken soal aku melumpuhkan Baron" ucap Satria

" ya, kalau tidak mengapa tiba tiba nelpon dan marah marah" sahut niken

Satria berpikir sejenak tetapi ia tak menemukan alasan tak mungkin baron langsung mengetahui jika dirinya yang melumpuhkannya, sedangkan setahu baron yang bisa bela diri Bimo , bukan dirinya

"Nanti kita tanya langsung saja biar ga penasaran"  ucap satria setelah berpikir tapi tak tahu penyebab gurunya marah

Niken mengangguk mengerti, ia menambah kecepatan laju mobilnya agar cepat sampai di rumah pak Narto

satu jam berkendara mereka akhirnya tiba di Balai Pengobatan Sangkal Putung

" Kak mau ikut apa nunggu di sini?" tanya Satria

" gw nunggu di sini aja lah, udaranya enak" jawab Niken sambil duduk di kursi yang ada di bawah pohon tempat para tamu menunggu

" Kalau begitu aku masuk duluan yah" ucap Satria, dan melangkah ke balai pengobatan setelah melihat Niken mengangguk

" assalamualaikum," salam Satria pada penjaga yang mencatat tamu yang datang

" waalaikum salam, eh Mas Satria, masuk aja bapak di dalem" penjaga itu menjawab salam Satria dan menyuruhnya masuk

Satria masuk ke dalam balai pengobatan dan langsung menuju ruang tempat pak Narto biasa berada

“Assalamualaikum,” satria mengucap salam saat berada di depan ruang kerja gurunya

“Waalaikum salam masuk," terdengar salam balasan dari gurunya

Satria membuka pintu namun tak berani langsung masuk ia berdiri di depan pintu yang baru ia buka

"Duduklah" ucap Pak Narto, nada suaranya terdengar dingin bahka ia tak melihat ke arah Satria yang masuk dan duduk di kursi dekat meja kerjanya, ia hanya fokus pada bahan obat obatan yang sedang di pegangnya

“Kamu tahu kenapa aku memanggilmu di sini?” Tanya Pak Narto setelah cukup lama mendiamkan Satria

" Aku tak tahu guru" jawab Satria jujur karena memang tak mengetahui mengapa gurunya marah marah dan menyuruhnya segera menemuinya

" Apa yang kau perbuat pada Baron! aku mengajarimu Jarum Naga bukan untuk melukai orang tetapi untuk menolong sesama!" seru pak Narto sedikit keras

Satria terdiam tak menyangka jika gurunya mengetahui dirinya yang melumpuhkan Baron

" Bagaimana Guru bisa tahu?" tanya Satria sambil menunduk

" pagi tadi Baron dan keluarganya kemari, aku bisa tahu jika urat yang putus itu karena Jarum Naga milikmu" jawab sang guru sambil menatap Satria dengan pandangan berapi

“Maaf, Guru. Tapi aku tidak punya pilihan lain. Baron adalah orang yang sangat keji. Dia tidak hanya menculik dan menyakiti Hadi karena cemburu dengan hubungan Hadi dan Rani, tetapi juga pernah melakukan hal yang lebih parah.” ucap Satria mencoba menjelaskan, ia tahu dari rani jika Baron pernah memperkosa mahasiswi tetapi malah mahasiswi itu yang di tuduh memfitnah dan akhirnya bunuh diri karena malu, karena itu juga Rani tak mau di jodohkan dengan Baron walau baron kaya dan juga tampan

" Maksudnya?" tanya Pak Narto penasaran

“Baron pernah memperkosa seorang mahasiswi dari Universitas Lampung satu tahun yang lalu, Saat mahasiswi itu melapor ke kepolisian, Baron dan keluarganya yang memiliki pengaruh besar malah menuduhnya sengaja menggoda Baron dan memfitnahnya. Mereka bahkan menyebarkan berita bohong bahwa mahasiswi itu adalah wanita nakal yang hanya ingin menempel dengan orang kaya.” tutur Satria

" Kamu ga bohong!?" tanya sang Guru

" tentu saja tidak guru, guru bisa lihat di berita tahun lalu saat baru penerimaan mahasiswa baru" jawab Satria

" Lalu bagaimana dengan mahasiswi yang jadi korbannya?" tanya sang guru lagi

" Karena malu dan putus asa mahasiswi itu bunuh diri menenggak baygon di kamar kostnya" jawab Satria

" Kurang ajar, Aku tidak menyangka bahwa orang yang aku coba obati ternyata adalah bajingan yang keji seperti itu! Dia seharusnya mendapatkan hukuman yang lebih berat dari apa yang kamu berikan padanya!” Pak narto yang mendengar mahasiswi itu bunuh diri menjadi marah

“Maaf, Guru. Aku seharusnya memberitahu kamu terlebih dahulu sebelum melakukan itu,” ucap Satria

" Jika memang begitu kelakuannya apa yang kau lakukan sudah benar, hanya saja kau harus berhati hati, keluarganya mungkin akan membalas dendam" ucap sang guru pelan, ia tak lagi marah dengan muridnya

" Deg!" mendengar kata balas dendam satria sedikit kaget, bukan ia takut tetapi yang Baron tahu Bimo pelakunya, ia harus cepat memberitahukan pada bimo agar tak keluar rumah sendirian

" Gawat guru, aku harus segera kembali!" Satria langsung bangkit

" Ada apa!"

" Baron tahunya Bimo yang melumpuhkan mereka, aku harus segera menemui Bimo guru" sahut satria

" Pergilah, ingat berpikir lebih matang sebelum bertindak" pesan sang guru

" Ya guru, aku pamit, assalamualaikum" salam Satria berpamitan, ia melangkah cepat keluar menemui Niken yang sedang duduk di bangku

" Eh, gmana udah beres?" tanya Niken saat melihat Satria menghampirinya

" masalah dengan guru sudah, tapi kita harus segera kembali" sahut Satria

" ayo, tapi kenapa harus buru buru?" tanya Niken lagi

" tadi guru mengingatkan akan aksi balas dendam keluarga Baron. sedangkan baron tahunya Bimo yang mencelakai mereka

" Kok bisa bimo yang jadi sasaran?" ucap Niken heran , Satria menceritakan jika kasus penculikan itu menyuruh Bimo yang datang bukan dirinya, pastinya Baron mengira yang melumpuhkan Oyot Bimo

" Ooh, ayo kita secepatnya kembali" Niken dengan cepat naik ke mobilnya, dan memacu mobilnya lebih kencang dari berangkat tadi

hanya 45 menit mereke sudah sampai kembali ke rumah Hadi, Satria menghela napas lega saat melihat Bimo dan Hadi masih berlatih kuda kuda

" udah dateng lagi aja, kirain mau pacaran dulu" sindir Bimo saat melihat Niken dan Satria sudah kembali

" ada apa dengan pak Narto Sat?" tanya Hadi

" ga apa apa hanya salah paham," Sahut Satria

" Bim, untuk sementara loe jangan keluar rumah dulu yah, kalau memang penting jangan sendirian" Ucap Satria pada Bimo,

" Lho kenapa?" Tanya Bimo heran dia ga boleh pergi sendirian

" Buat jaga jaga, takutnya keluarga Baron bales dendam" Sahut Satria

" kok bales dendamnya ke gw?" bimo berkata dengan bingung, Satria dan Hadi yang mempunyai masalah dengan Baron kenapa dirinya ikut jadi sasaran

" Loe lupa, yang di suruh ke kuburan Gang PU kan elo bukan gw, jadi baron ngira yang ngelumpuhin mereka itu elo" sahut Satria sambil tersenyum

" Eh, iya ya, waduh gw dalam bahaya dong!" seru Bimo panik

" Tenang yang peting loe jangan keluar sendiri dan kalau ada apa apa cari tempat ramai. ini juga andai kata mereka belum kapok" ucap Satria

" Rencana loe sekarang apa sat?" tanya Hadi

" kerja lagi, di kebun PTP desa munjuk " jawab Satria santai memang ia berencana akan kembali bekerja setelah memberi balasan pada Baron

" kalau latihan di sana bagus ga?" celetuk Bimo

" Bagus, udaranya masih alami, tapi kemaren gw di uber babi hutan" sahut Satria

" Beneran ada babi hutan?" tanya Hadi

" Iya, gede banget kaya bimo badannya" sahut Satria sambil melirik Bimo

" Enak aja gw di samain sama babi" gerutu Bimo

" tapi ada bagusnya kalau kita di sana sementara waktu" ucap Niken

" kenapa?" tanya Hadi

" kalau kita di sana,kita bisa melihat pergerakan keluarga Baron dengan aman" jawab Niken

" Iya juga , tapi fasilitas di sana kalian tahu sendiri kan, rumah dinas yang gw tempatin aja rumah panggung satu kamar" ucap Satria

" Tenang nanti gw bangun villa aja di sana" Sahut Niken santai

" kak Niken kalau ngomong suka asal" gerutu Satria

" he he he, tapi gw emang lagi buat Villa disana" niken tertawa pelan, dia memang sedang membangun Vila di dekat rumah dinas Satria tanpa sepengetahuan Satria

" tapi ga baik kalau kamu sendirian bersama kami" ucap Satria, " gini aja biar kita bertiga dulu di sana, kak Niken di sini mengamati pergerakan keluarga Baron" saran Satria

Niken terdiam sejenak seperti memikirkan sesuatu lalu mengangguk mengerti

1
Jujun Adnin
yang banyak
Jack Strom
Wih... Ceritanya asik... Lanjut Thor!!! 😁
Jack Strom
Jangan marah² lah guru... 😁
Jack Strom
Satria jangan gitu lah, entar Nikennya digondol cowok lain, kan gak seru... 😁
Jack Strom
Alur ceritanya sudah benar, menarik...
Tapi sayang kalau Satria jika dipecat dari kerjanya, soalnya kerjanya sudah mantap tuh, santai dan lingkungannya sangat mendukung untuk latihan²nya... 😁
Jack Strom
Hahaha... Sang guru sewot kepada muridnya, karna jarum sang murid lebih gede dari pada jarum sang guru. 😁😁😁
Jack Strom
Jangan buru² terpapar kemampuan Satria, resikonya tinggi... 😁
Jack Strom
Ish ish... ada yang kepo... 😁
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Menarik... 🤔
Jack Strom
Eh, gelangnya ada jejak tidak??? 😁
Dewi kunti
semoga satria bisa melindungi teman berasa saudara
Dewi kunti
Niken yg ndeketi satria nich
Dewi kunti
yg ngechat Hadi dong,kan satria ad didekatnya
Blue Angel: he he he iya salah kak Terima kasih nanti di revisi
total 1 replies
Was pray
bikin repot terus si hadi
Dewi kunti
lho Niken jd perginya sama Hadi pa satria nich
Jack Strom: Walah... Salah dikir ya ra opo² toh, yang penting semangat tetap membara... Ia kan Thor... 😁
total 2 replies
Was pray
up nya ditambah bang othor... gak cuma 1 episode tiap harinya biar atau reader puas dan hadiah pada meluncur.... 🤭
Dewi kunti
kok malah jd ky pesan singkat,gw🤭🤭🤭🤭
Blue Angel: he he he🤣🤣🤣
total 1 replies
Was pray
satria udah ada kemajuan dalam ilmu pengobatan, cuma bang Deni yg belum ada peningkatan jumlah up nya masih stagnan belum nambah jadi 2 atau 3 episode tiap harinya... 🤭🤭🤭🤣
Dewi kunti
motor ad bagasinya🤔🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!