NovelToon NovelToon
Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat / Cinta setelah menikah
Popularitas:22.9k
Nilai: 5
Nama Author: Inna Kurnia

Santaka, anak dari pemilik pesantren besar di Solo—yang berprofesi sebagai chef pastry—terpaksa menikah dadakan dengan Nandini, tetangga sekaligus montir bengkel langganannya.

ini semua karena mereka tertangkap basah di mobil Santaka dalam kondisi mengundang fitnah.

"Gus Taka dan Dini tertangkap di mobil! Suaranya mencurigakan, apalagi baunya..."

Itu kesaksian pihak yang menangkap basah. Tak tanggung-tanggung, tiga orang jadi saksi.

Bisakah Santaka—gus yang lembut—menjadi imam bagi Nandini—montir bengkel yang keras?

Kini kehidupan Nandini bukan lagi tentang oli dan kunci inggris, tapi umat dan pesantren. Sanggupkah sang montir bengkel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inna Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23 Panggil Aku, Mas

Nandini berjalan menunduk menuju garasi. Ahsan langsung menoleh, menyadari keberadaan gadis yang telah ia tunggu sedari tadi.

"Montir solihah kita datang." Ahsan berusaha menyejajari langkah mereka.

Nandini melirik datar ke arah gus nakal itu. "Kenapa, Gus Ahsan? Pagi-pagi sudah aktif banget, kebanyakan makan gula?"

Ahsan tertawa kecil. "Sudah solihah, lucu lagi." Nandini memutar mata mendengar ucapan Ahsan.

"Din, ayah ibu aku datang besok. Kamu kenalan ya nanti sama mereka. Mereka datang kok waktu nikahan kamu, cuma kan belum ngobrol."

Nandini membuka pintu mobil Santaka dan mulai memanaskan mesinnya. Ia tak menanggapi Ahsan. Gadis itu paham ada gelagat tak benar. Bukan bermaksud GR alias gede rasa. Waspada saja.

Nandini semakin paham batasan yang kaku dan tinggi di Ndalem mengenai interaksi antara lelaki dan perempuan bukan mahrom. Ahsan pasti lebih paham.

Bisa-bisanya gus muda itu membuntuti Nandini, yang bukan mahromnya dari luar hingga ke dalam garasi. Ini ke mana para polisi Ndalem? Coba semprot gus ini. Jangan hanya Nandini dan Santaka saja yang jadi bulan-bulanan mereka.

"Dini, kok diem saja sih?" Ahsan berdiri di samping mobil dan memegang pintu mobil yang terbuka.

"Ya harus gimana? Aku kan sekarang ndak boleh banyak tingkah. Lagian apa yang harus aku omongin, Gus?

Tenang, nanti aku ikut nyambut orang tua Gus Ahsan. Sama seperti Ning Sarah dan Ning Husna." Nandini berkata sambil memindai lampu indikator di dasbor.

"Seandainya kamu kenal mereka sebelum kamu nikah, Din." Ahsan memiringkan bibirnya. Sesal itu terus membayanginya.

"Emang boleh ngomong kayak gitu, Gus?" Nandini mengerutkan alisnya. Ahsan terkesiap.

"Ya... ndak boleh, hehehe... Terima kasih sudah ngingetin aku. Gus juga manusia, Din." Ahsan tertawa kecil. Nandini menggelengkan kepala.

Santaka menghentikan langkah kakinya di muka garasi. Matanya menatap tajam ke arah sepupunya. Piring di genggamannya hampir saja ia banting. Pecahannya ia layangkan pada sang sepupu.

"Apa yang Gus Ahsan lakuin di sini? Kenapa saya perhatiin, Gus Ahsan sering mampir kalau istri saya lagi manasin mobil?"

Ahsan menoleh cepat. Dahinya berkerut dalam. Nandini terkejut melihat suaminya yang langsung tancap gas begitu melihat Ahsan. Ini adalah Santaka versi tergarang yang pernah Nandini lihat.

Rasain kamu, Gus Ahsan! Lagian ganggu banget. Kalau diliat Ning Sarah, habis aku dirujak. Hhhm, Gus Taka, kalau marah tambah ganteng....

Nandini melirik sinis ke arah Ahsan. Santaka mendekati mobilnya dengan langkah memburu.

"Gus Taka, berlebihan banget. Kayak bukan anak gaul saja. Kan pernah hidup di luar pondok. Berteman seperti ini kan wajar.

Saya tertarik sama mesin. Mbak Dini juga. Gus Taka kan ndak suka mesin. Siapa tau Mbak Dini lagi suntuk, butuh temen ngobrol. Sebatas itu saja."

"Gus Ahsan... Sampeyan lupa sekarang lagi nginjek tanah apa? Tanah pondok. Saya walaupun bukan pengurus pondok, tapi jiwa saya anak pondok.

Aturan pondok saya jalankan dalam keseharian di luar pondok. Pemikiran Gus Ahsan ternyata sebebas ini? Bagaimana kalau Gus Yasa tau, salah satu gurunya, seliberal ini?" Santaka berdiri di depan Ahsan.

Ahsan membuang wajahnya. Kedua tangannya masuk ke dalam saku celana kain. Rahangnya mengetat.

Batin Ahsan mengutuk Santaka sebagai perebut. Ahsan merasa lebih berhak terhadap Nandini, karena mengenal dekat Nandini lebih dahulu daripada Santaka.

Memang berita yang beredar, Santaka dan Nandini dekat hanya dalam waktu satu bulan. Kenal dekat setelah Nandini berlangganan kue SS. Itu yang diceritakan jika ada yang mempertanyakan kisah mereka.

Ahsan yang merasa akrab dengan Nandini sejak awal menyervis motornya di bengkel Surbakti, merasa menyesal tak berani memperjuangkan Nandini. Santaka adalah perebut gadis impiannya.

"Dini, aku pamit ya, mau ngajar. Terima kasih buat ngobrol serunya." Ahsan melangkah cepat. Bahunya nyaris bertubrukan dengan pundak Santaka. Mata mereka saling menatap tajam.

Nandini keluar dari mobil dengan wajah tak enak. "Gus, saya ndak ngobrol sama dia. Gus Ahsan bohong, dia ngoceh sendiri dari tadi."

Santaka meletakkan piring di atas kap mobil. Ia tarik Nandini ke dalam pelukannya. "Kenapa dia bisa panggil nama kamu, sementara aku manggil kamu, Mbak?"

Nandini terkejut mendengar penuturan sang suami. Senyum terkembang di wajahnya. "Gus ndak pernah minta. Saya sebenernya... ndak suka dipanggil Mbak."

Santaka melepas pelukannya. "Kamu udah bisa terima kalau aku suamimu kan?" Nandini mengangguk perlahan.

"Jangan lagi ada kata saya atau panggilan formal lagi kalau kita lagi berdua. Selayaknya pasangan saja. Kamu setuju kan?" Santaka mengelus pipi istrinya.

Nandini tersenyum, kembali mengangguk. "Panggil aku, Mas." Santaka menatap dalam pada Nandini.

Nandini balas menatap suaminya. "Mas Taka, gitu? Terus aku apa?"

"Adek. Sama Sayang. Boleh?" Santaka melipat bibirnya.

Nandini terkikik. "Hhmm... Boleh... Mas tuh apa-apa izin terus. Lucu."

Santaka tersenyum simpul. "Aku takut kamu ndak nyaman. Aku sudah berusaha semaksimal mungkin supaya kamu nyaman saja, kamu masih perlu waktu.

Apalagi kalau kamu ndak nyaman. Aku takut walaupun sudah ganti kalender, tetep ndak diaku sama kamu."

Nandini kembali tertawa. "Terima kasih ya. Iya sih, kalau Mas tipenya kayak Gus Yasa, kayaknya aku terima nasibnya kapan-kapan." Santaka ikut tertawa.

"Jadi perlu Gus Ahsan ikut campur ya, supaya kita lebih cair?" Nandini mengerlingkan mata.

Wajah Santaka mengeras mendengar nama sepupunya disebut sang istri. "Kamu akrab ya sama dia, Dek?"

Nandini tersenyum mendengar panggilan baru dari sang suami. "Siapa tadi, coba ulang?"

"Apaan?" Santaka menyentil hidung istrinya.

"Ih, mainin idung terus." Nandini mengelus hidungnya. Santaka terkekeh.

"Eh, jawab dong, Dek. Kamu akrab sama Gus Ahsan?" Santaka meraih tangan Nandini dan meremasnya.

"Dia langganan servis motor, dan pasti aku yang megang. Kalau Mas kan selalu Bapak yang megang. Pernah aku sekali, karena Bapak lagi keluar ya? Kalau ndak salah." Nandini nampak berpikir.

"Iya, karna aku mikirnya ya sama laki-laki lebih enak, ndak kagok. Tau gitu dari dulu aku minta diservis sama kamu. Udah punya anak kali ya kita sekarang, kalau gitu," seloroh Santaka.

Nandini terkekeh. Ia pukul pelan lengan suaminya. "Emang kalau ndak gara-gara digerebek, Mas mau nikah sama aku?"

"Pertanyaan yang sama, dari aku buat kamu." Santaka mengulum senyum. Mereka berdua tergelak.

"Terus, lanjutin cerita tentang Ahsan." Santaka mengelus punggung tangan istrinya.

"Ih, kepo banget Mas. Dia ndak penting buat aku. Males ceritanya." Nandini merengut.

"Aku pengen denger, Sayang." Santaka dan Nandini kembali terkekeh mendengar panggilan lain dari sang suami.

"Jadi akrabnya ya karna kalau servis, dia suka nongkrong di bengkel. Ngajak ngobrol. Ndak tau aku kalau dia juga gus. Dia ndak pernah bilang." Nandini memiringkan bibirnya.

"Sudah lama dia servis di bengkel Bapak?" cecar Santaka.

"Hhmm, ampir setaun kayaknya, pokoknya lebih dari setengah taun...." Mata Nandini mengernyit.

Santaka merapatkan bibirnya. Akhirnya dia bisa menduga jika Ahsan sudah lama tertarik pada istrinya. Ia harus waspada. Ia tahu karakter Ahsan sejak kecil.

"Dek, jangan tanggepin Ahsan ya...." Wajah Santaka terlihat serius.

"Iya... Tadi juga memang ndak aku tanggepin. Dia saja ngeyel." Nandini menghela napas.

"Dia ngomong apa?" kejar Santaka lagi.

"Katanya orang tuanya mau datang, besok. Aku mau dikenalin ke mereka. Apa coba maksudnya kayak gitu?" Nandini mencibir.

Santaka mengeratkan genggamannya bersama Nandini. Rahangnya mengetat. Mata teduh itu menatap jauh ke arah lantai. Ia benci situasi ini.

1
Aisyah Virendra
Insiden yg akan membawa masalah.. tapi di SS tentu ada CCTV yg bisa pantau kejadian sebenarnya.. smg Taka dan Ndalem bijak dlm menghadapi sedikit ombak yg diluncurkan Gus bengek 🙄🙄🙄
Inna Kurnia: cakep ❤️❤️
total 1 replies
Nanik Arifin
jangan jatuh hati ma Syifa, Boy. sama Fiona aj. Syifa muna. Ning tapi suka munafik, bungkusnya doang yg baik. 11, 12, ma Gus Ahsan. cocok deh.
Inna Kurnia: kita jodohin aja apa ya, Syifa ama Ahsan 🤔🤔😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
Biasanya klo orang ngomongnya ceplas ceplos itu emang lebih baik daripada yg terlihat kalem diem tapi menghanyutkan...
mestinya Boy sebagai lelaki ngerti gimana cara pandang Ahsan ke Dini yg ga wajar, dan lagii...Fiona sm Boy apa saling kenal 🤔
Inna Kurnia: kita liat ya Kaaaak 🤭🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
ya Ampunnn jangan canda yg aneh² ya Boy, Ucapan sama dg Doa.. hati² dalam berucap gemblung 🙄🙄🙄
Inna Kurnia: hahaha
total 7 replies
Aisyah Virendra
🙄🙄🙄 bahasane dikitik kitik bikin geliii membayangkannn 🤣🤣🤣🤣
Aisyah Virendra: kakak mau dikitik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ketik kata dikitik aja aku terkikikk geliii loh inii ngakakkk 🤣
total 2 replies
Nanik Arifin
kau tunggu jandanya Dini ya Boy....🤭🤭
Inna Kurnia: ada aja yaaa kelakuan orang ya, Kak 🤭
total 1 replies
Jaojatun Ma'rup
Maasyaallaah.. Gus Taka Super Duper Sabaar... semangaaat Gus💪💪💪
Inna Kurnia: iya, Kak Jaojatun. kan sabar nama tengah Gus Taka 🤭🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
Taka dan Dini memang bener² harus waspada yaa sama sepasang sejoli resek itu (Ahsan n Syifa), mereka merencanakan sesuatu yg sedikit ehem tapiii smg ada salah 1 dari Ning Sarah atau Ning Husna juga menyadari kejanggalan dan berpihak pada Taka dan Dini 🫠
Aisyah Virendra: hhuuuh
total 2 replies
Nadia Zalfa
syafakillah kak
Inna Kurnia: aaamiin ya Allah, jazaakillahu khoyr Kak Nadia ❤️❤️
total 1 replies
Aisyah Virendra
Syafakillah waa fii amanillah kakak sayang.. semoga dunia nyata kita baik² aja dan ga ada problem apapun, sehat² selalu.. kutunggu up nyaa bolak balik, tapi yasudahlah.. kesehatan itu lebih utama, segera membaik kakak 🤝😇🥰
Aisyah Virendra: Aamiin Allahumma Aamiin 🤲🥰
total 3 replies
Aisyah Virendra
Diiiiihhhh...ngapain lagi si Ahsan beluuuttt datang kekamar orang, yg sakit juga Nandini bulan Santaka, anehhh bgt.. Ustadz gajeee 😂🤣 lelepinn neeeehhh 🫳
Inna Kurnia: 🤭😂😂🤭😂
total 5 replies
Aisyah Virendra
marah.. tertatih, pelaku eh merasa korban 😂🤣 Nandini gemblung 🤣🤣🤣 mlm itu Santaka menang berkali lipat banyak dan dini ya ampunnn pasti malu banget setelahnya 😂😂 ky nya ntar jadi kembar 4 ehh 🤣🤣🤣
Inna Kurnia: 🤣🤣🤣🤣 subuhhhh
total 5 replies
Aisyah Virendra
gaskuy lagiiii 🤣🤣🤣🤣
duuuuhhh cenut² pala barbiee 🫠
kenapa pas unboxing disaat bginiii 😂🤣🤣🤣
Inna Kurnia: hahaha, saa-bar 🤭🤭
total 3 replies
Aisyah Virendra
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kocak parahhhh kamu dinoooooooo 🤣🤣 menang banyak nih Santakaa malam ini dan besok dini teparrrrr 😂🤣 aiiiihhh membayangkan yg bergulat ehemm 😂🤣😂🤣
Inna Kurnia: hissss 😂😂😂😂
total 4 replies
Aisyah Virendra
Nandini salah ambil jamu, jamunya Taka diminumnya 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 mengandung perangsang herbal ini mah, duh bisa² ntar langsung hamil baby twins 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Inna Kurnia: gasss 😂😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
ko sur ? harusnya mud kan yaa 🤔🤔🤔
Inna Kurnia: typo, wkwkwk
total 1 replies
Aisyah Virendra
minta traktir banyak² yaa Din, jangan lupaaa alu dikasih jugaaa 🤣🤣🤣🤣🤣
Nanik Arifin
Dini salah minum jamu ?
Gus Taka yg bakalan di KO Dini ...🤭🤭
Inna Kurnia: pantengin bab besok ya Kak Naniiik 😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
Gus Agam... ini sepeeti sosok pria yg kalau mencintai bisa sedalam dan sesetia ituu.. tapi skrg kondisinya berbeda, jadi lelaki yg tak punya perinsip hidup dalam berkomitmen. sudah punya pasangan masing² masih juga tak tahu diri ko malah tahu bakso 😂🤣🤣
Inna Kurnia: ❤️❤️🙏🏻🙏🏻
total 13 replies
Aisyah Virendra
huhhhh akhirnya nongol juga..
Inna Kurnia: sip, insyaa Allah malem ❤️❤️😘
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!