Zhevanya Maharani Karasya (Vanya) selalu menjadi anak yang dapat dibanggakan oleh kedua orangtua nya, siapa sangka sifat nya yang ceria periang dan selalu berfikir positif itu ternyata menyembunyikan rasa sakit yang sangat menyiksa. Vanya yang selalu ingin menyerah oleh penyakit nya itu tak pernah menduga masa remaja nya akan terasa sangat berwarna.
Pertemuan nya dengan Nana, Farida, dan Irgi benar benar membuat masa remaja nya begitu berwarna, indah dan membuat banyak kenangan yang tak terlupakan, sampai pada akhirnya Semua terasa begitu sia sia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CieMey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perpisahan
Ujian kenaikan kelas tinggal menghitung hari, hal. Yang paling menakutkan bukan pada saat ujian nya tapi fakta bahwa kelas mereka akan di rolling entah siapa yang akan satu kelas kembali dengan Vanya, Vanya hanya berharap salah satu dari ketiga teman nya berada di satu kelas yang sama dengan nya.
...☘️☘️☘️...
"Sumpah soalnya susah banget" Irgi dan Farida terus mengeluh sepanjang mereka berjalan melewati lorong lantai tiga. Vanya sampai keheranan, tumben sekali Irgi dan Farida memiliki pemikiran yang sama.
"Van tadi lo udah kelar duluan ya, gue liat kok lo tenang tenang aja sih" Jujur Farida keheranan melihat Vanya sangat tenang seperti tak ada beban hari ini sedangkan siswa lain sibuk mengeluhkan soal agama yang sangat sulit.
Farida selalu memandang dirinya jauh lebih pintar dari Vanya, setiap Vanya mendapat nilai lebih tinggi walaupun hanya selisih 2 angka saja ia akan langsung marah dan itu salah satu alasan Irgi menganggap Farida bukan teman yang baik untuk Vanya dan sejujurnya Vanya juga tidak menyukai sifat Farida itu.
"Ya biasa aja Far ga begitu susah sih soal nya yang gue pelajarin keluar semua" Jawaban itu jelas bohong, Vanya menganggap soal ini benar benar mudah untuk nya, mungkin tak banyak yang tahu kalau sebenar nya Vanya punya kepintaran lebih di bandingkan Farida apa lagi soal pelajaran agama dan informatika Vanya jauh lebih unggul dari pada yang lain nya tidak hanya Farida tapi seisi kelas. Vanya memilih berbohong karna ia malas menanggapi Farida yang sedang pundung, ah itu momen yang sangat menyebalkan bagi Vanya.
...☘️☘️☘️...
Hari pengambilan rapot tiba, Vanya sama sekali tidak tegang ia memasrahkan diri karna ia tau ia sudah melakukan yang terbaik.
Papan tulis di depan sudah tertuliskan nama siswa yang berhasil mendapatkan peringkat 10 besar dan nama Vanya ada di urutan ke 5 ia lega melihat nya, itu merupakan permulaan yang baik bagi nya. Untung peringkat pertama di kelas sudah tidak perlu di ragu kan lagi jelas itu adalah
Nana, Irgi dan Farida memiliki peringkat di bawah Vanya, ya tentu saja hal itu membuat Farida tak mau berbicara dengan nya. Tapi kali ini Vanya tak memikirkan nya ia hanya ingin fokus kepada diri nya sendiri.
Nana datang menghampiri Vanya dan Mama nya tak lupa ia mengajak ibu nya untuk menemui Vanya.
"Tante" Nana menyapa Ratih dengan senyum dan langsung mencium tangan nya.
"Hai Na, wih mantep nih dapet peringkat pertama boleh nih jadi guru les nya Vanya" Tawa renyah dari Nana dan Ibu nya membuat suasana semakin hangat.
"Eh iya gimana bu kondisi nya sudah membaik?" Ratih berganti menyapa ibu Nana.
"Alhamdulillah udah enakan nih"
"Alhamdulillah"
Mereka berjalan beriringan sambil mengobrol. Karna orang tua mereka masih ingin mengobrol Vanya dan Nana terpaksa mencari tempat makan, sesekali Vanya dan Nana membahas perihal Farida yang tak mau berbicara dengan Vanya setelah ia tau Vanya memiliki peringkat lebih tinggi dari nya. Ternyata tanggapan Nana dan Irgi sama mereka sama sama menyarankan Vanya untuk menjauhi Farida.
...☘️☘️☘️...
Masa masa libur sekolah adalah masa yang paling di tunggu Vanya. Planning libur dari hari pertama sampai hari terakhir liburan sudah di susun rapih oleh nya.
"Mah kita jadi jalan jalan kan, besok aku udah libur nih" Vanya teriak kencang sambil melangkah masuk ke dalam rumah.
"Salam dulu nak kalau masuk rumah tuh"
"Eh iya, Assalamu'alaikum mah"
"Waalaikumsalam, iya nanti kita pergi kamu udah rapihin kamar?"
"Iya Nanti aku rapihin kamar"
"Besok kita jalan jalan ke dufan dulu ya Van abang minta ke dufan, kamu mau ajak temen kamu ga Biar makin rame"
"Nanti coba aku tanya ya"
Vanya masuk ke kamar dan langsung mengirim pesan ke Nana dan Irgi, sebetulnya ia mengajak Farida tapi ia malas apa lagi mengingat sikap Farida yang menyebalkan kemarin, untuk Desya bukan Vanya tidak ingin mengajak nya tapi Desya sudah lebih dulu jalan jalan ke luar kota dengan keluarga nya. Siapa sangka Irgi dan Nana menyetujui ajakan Vanya dengan sangat cepat.