Dara Kaylie Virginia, gadis muda, Cantik Dan berprestasi dibidang akademik berusia 18 tahun, mahasiswi arsitektur semester awal yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi bergengsi di Jakarta. Ia merupakan anak tunggal dari keluarga Adiguna Wiratama seorang pengusaha, senator dan politisi ternama. Sejak umur 5 tahun ia ditinggal meninggal oleh ibunya karena menderita sakit kanker.
Keenan Aldrich William, 25 tahun, seorang CEO muda, tampan , lelaki blasteran Indo- Inggris-Turkey Dan ambisius terkenal bertangan dingin dalam dunia Bisnis. Ia merupakan pewaris Dari keluarga konglomerat terkaya di Asia William Abraham.
Awal pertemuannya dengan Dara tanpa disengaja karena ia telah menyelamatkan nyawa gadis muda korban kecelakaan maut . Sejak kejadian malam itu entah mengapa ia merasakan ada yang aneh pada dirinya. Ia selalu teringat pada wajah gadis cantik itu dan perasaan ingin selalu melindunginya.
Kisah cinta yang romantis antara Dara Keenan ditengah konspirasi dan balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tracy Marie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Keenan menyimak setiap obrolan bersama Adiguna terutama mengenai sosok gadis itu. Entah mengapa ia sangat antusias mendengarnya walaupun ia tidak saling mengenal.
"Dara anak yang sangat baik dengan semua orang, cerdas dan berprestasi, nurut dan ia anak yang sangat pengertian bahwa hanya dibesarkan oleh seorang ayah, ia tidak pernah menyulitkan dan tidak pernah menuntut apapun" ujar Adiguna.
"Ia adalah anugerah dari Tuhan yang sangat luar biasa bagi saya dan mendiang istri saya. Ia lahir ditengah rasa keputusasaan karena istri saya sudah divonis dokter menderita sakit kanker stadium akhir" .
Kami merawatnya , dan membesarkan dengan kasih sayang, semua kami lakukan yang terbaik untuk anak semata wayang kami".
"Demi tetap hamil dan melahirkan buah hati kami, istri saya sampai rela menghentikan sementara pengobatan sakit kankernya selama mengandung dan menyusui" jelasnya.
"Begitu besar pengorbanannya sebagai seorang istri dan ibu, demi melahirkan anak yang kami sangat sayangi. Itulah mengapa sampai saat ini tidak ada wanita yang bisa menggantikan posisinya dihati saya" ujar Adiguna dengan suara lirih.
Keenan mendengarkan dengan seksama setiap cerita Adiguna. Ia berusaha menjadi pendengar yang baik di tengah kondisi Adiguna yang sangat sedih karena anaknya mengalami kecelakaan.
Entah mengapa Adiguna juga merasa nyaman mengeluarkan uneg-unegnya dengan pemuda yang baru saja di kenalnya.
"Tapi hari ini dunia saya bagaikan runtuh saat mendengar anak kami mengalami kecelakaan dan sedang berjuang melawan maut didalam ruang operasi sendirian. Jika waktu bisa diulang lebih baik saya yang mengalaminya jangan anak saya" ujarnya lirih.
"Saya tidak bisa membayangkan saat kejadian malam tadi ia sendirian menahan rasa kesakitan dan berjuang sendiri melawan maut", sungguh tega orang yang telah mencelakainya!!"ujar Adiguna dengan mata berkaca-kaca dan langsung mengepalkan tangannya. Ia menundukan kepala sambil tak kuasa menahan air mata.
" Seharusnya mereka mencelakai saya, bukan anak ku yang tak berdosa" ujarnya lirih.
Saya merasa sangat bersalah dengan mendiang istri saya karena tidak bisa menepati janji yang dia ucapkan terakhir kali sebelum menghembuskan nafas terakhirnya agar selalu menjaga buah hati kami" lanjutnya sambil menunduk dan menopang kepalanya dengan tangan.
Mendengar isakan kecil Adiguna, Keenan ikut tersentuh, baru kali ini ia menyaksikan sendiri bagaimana seorang ayah yang menangisi anaknya.
Keenan menenangkan Adiguna yang sangat terpukul dengan menepuk bahu lelaki paruh baya itu. Ia membiarkan Adiguna meluapkan emosinya agar ia lebih tenang.
Adiguna mengusap wajahnya dengan saputangan yang ada dikantong jasnya. Ia sudah agak tenang.
" Biasanya ia setiap hari jika mau pergi kemanapun dilayani oleh sopir dan asisten pribadi yang saya siapkan khusus untuk menemaninya beraktivitas",
Entah mengapa tiba-tiba hari ini ia menyetir sendiri,malahan ia sempat meminta izin untuk pergi ke mall dengan sahabatnya di kampus, saya benar-benar menyesal sudah memberikannya izin"ujar Adiguna.
Sepertinya orang-orang jahat itu sudah mengikutinya sejak dari rumah" ujar Adiguna keceplosan.
Mendengar ucapan Adiguna, Keenan sangat terkejut ia menatap wajah Adiguna dan memastikan apakah benar apa yang diucapkannya itu atau hanya emosi sesaat.
" Maaf saya sedikit lancang , Apakah benar apa yang anda katakan tadi? Bahwa anak anda telah sengaja dicelakai orang?" tanya Keenan.
Mendengar pertanyaan pemuda dihadapannya Adiguna sedikit terkejut.
Ternyata ia baru sadar apa yang telah diucapkannya tadi tidak seharusnya orang lain tau apalagi ia belum kenal dengan Keenan. Tapi ia tidak bisa berbohong dan ia jujur menceritakan hasil penyelidikan polisi di tempat kejadian kecelakaan anaknya.
Bersambung...
coba mampir di cerita aku ya kak.
aku ga butuh like cuma butuh saran🙏🙏🙏🙏🙏