NovelToon NovelToon
Demi Sumpah Dan Cinta Matiku

Demi Sumpah Dan Cinta Matiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mafia / Cintapertama
Popularitas:63
Nilai: 5
Nama Author: Shelly Husein

Laki-laki hanya mencintai satu kali, sisanya hanya menjalani hidup. Ada yang mengatakan seperti itu. Damien tidak tau apakah itu benar, namun perjalanan hidupnya kali ini benar-benar diluar prediksi dan rencana.
Dia kehilangan istri dan keluarga kecilnya juga terancam pecah, namun di saat yang hampir bersamaan, ternyata semua bencana yang dia alami mengantarkan dia bertemu kembali ke sosok wanita yang dulu sangat dia idam-idamkan sepenuh jiwanya untuk menjadi pasangan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shelly Husein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seperti MANEKIN !!!

Bab 14.

5 januari 2025.

Sekolah R.A Al Muttaqin daerah Bekasi pagi ini mengajak para anak-anak murid asuhan mereka, kelas A dan B untuk olahraga berjalan pagi mengitari sekitar perumahan mereka , sambil tidak lupa membawa makanan dan minuman masing-masing di dalam tas sekolah mereka, jarak putaran mengelilingi perumahan mereka hanya sekitar 1.5km, dan para guru sudah mempersiapkan tempat untuk beristirahat di tempat lapangan rumput taman perumahan yang memang cukup luas dan cukup tertata rapih.

Semua murid sudah bergeser rapih sesuai urutan tinggi badan mereka, dan sekarang sambil berjalan berurutan mereka semua bernyanyi-nyanyi dengan ceria dan penuh semangat mengikuti arahan para guru mereka yang mendampingi perjalanan mereka.

Setelah 15 menit, mereka pun sampai di taman perumahan mereka untuk kemudian mencari lokasi yang teduh untuk beristirahat dan mempersiapkan bekal yang masing-masing sudah mereka bawa dalam tas mereka .

Suasana sangat ceria sekaligus riuh rendah, celotehan para murid bercampur baur dengan arahan sahut menyahut dengan guru-guru mereka.

Dan ketika mereka sudah duduk di lokasi yang sudah di persiapkan , secara teratur para anak-anak tersebut mencuci tangan mereka di keran taman yang memang dibangun juga disitu, dengan tujuan utama nya untuk menyiram tanaman sekeliling lahan taman.

Mereka sudah selesai mencuci tangan dan sudah mulai menikmati camilan masing-masing ketika angin pagi yang sejuk berhembus panjang, menyisakan bau tanaman yang masih tersentuh embun pagi dan juga...bau yang lain.

Ada beberapa guru yang menyadari bau asing tersebut, mereka mengernyitkan sedikit hidung mereka sekaligus melemparkan pandangan satu sama lain.

“Ada bangkai ya, disini?”

“Mungkin... Bangkai apa ya ?”

“Ah, ada yang buang sampah, kali ... dekat sini ??”

“Bisa jadi juga begitu...”

Perumahan yang terletak di administrasi Kecamatan Bekasi Utara itu memang Perumahan yang cukup luas, dan dari mayoritas blok-blok Perumahan nya, ada beberapa ruas tanah yang kebetulan memang belum ada pembangunan nya, hanya ditumbuhi rumput ilalang yang menjulang tinggi, namun letaknya di persis di tengah-tengah Perumahan, hanya kebetulan ruas lahan kosong itu terletak dekat dengan pintu masuk/keluar perumahan sekaligus dekat dengan taman perumahan yang pagi ini di masuki anak-anak R.A tersebut.

Anak-anak tampak menikmati acara itu, selain saling bercakap-cakap dengan teman masing-masing, ada juga yang aktif saling berlarian menghampiri satu sama lainnya .

Tidak lama Ibu Duma, guru olahraga mereka berdiri, lalu memberi tahu mereka dengan ceria , jika mereka bisa memulai acara olahraga bersama, yaitu bermain Lempar-tangkap Bola saat ini.

Semua murid tampak sangat antusias, lalu saling berebut sedikit gaduh mulai berkelompok untuk memulai olahraga tersebut, dengan tetap mengikuti arahan dari para guru.

Selama beberapa menit suasana begitu ramai dan suara nya sangat riuh rendah.

Dan ketika beberapa kali Bola keluar dari taman, beberapa kali pula ada anak yang berlari dengan sigap mengejar dan mengambilnya, sampai secara tidak sengaja, lemparan pancingan sang guru di pukul balik salah satu anak dengan ukuran badan yang lebih tinggi dan kuat dari teman-teman lainnya , sehingga bola melambung lebih jauh dan memantul berulang kali ke arah luar taman dan merangsuk masuk kearah tanah sebelah nya yang ditumbuhi ilalang yang lebat dan juga tinggi.

Beberapa anak-anak langsung mengeluh protes kepada temannya yang memukul bola tersebut, dan saat sang anak hendak mengambil bola tersebut sambil tertawa , langsung di cegah oleh para guru.

“Adam, jangan kesana sendirian yaaa, ilalangnya tinggi, bahaya. Takut ada ular... “ sahutan peringatan dari sang guru cukup membuat Adam, sang anak bertubuh tinggi tersebut langsung berhenti berjalan. Lalu bu Danu, guru yang tadi memperingatkan Adam , menoleh kepada salah satu guru lainnya, Bu Tania. “miss Tania, bantu Adam ambil kan bola nya yaa, boleh bareng-bareng sama Adam, tapi pakai tongkat untuk menyibak ilalangnya terlebih dahulu. ..” Lanjut Bu Danu sambil meraih tongkat kayu panjang yang memang sudah dibawa sejak awal perjalanan tadi. Tongkat yang terbuat dari bambu kuning berukuran kecil, dengan panjang sekitar 110 cm namun sudah diamplas dan di cat kayu dengan warna alami, hingga bisa berfungsi sebagai tongkat.

“Baik bu..”, jawab Miss Tania dengan sigap, lalu sambil menggapai tongkat bambu kecil tersebut, dia berjalan mendahului Adam, sang anak didik itu sambil melambaikan tangannya, “Ayoo Adam, harus bantu Miss juga yaa, kan kamu yang mantulin bolanya sampai kesana...” seru Miss tania dengan ceria.

Adam tertawa lalu mengangguk, dan bergegas berjalan mengikuti Tania, salah satu guru TK nya. Mereka berjalan masuk kedalam petakan tanah yang belum ada bangunan rumah nya, dimana ilalang dan tanaman-tanaman liar tumbuh cukup rapat dan terlihat sangat tidak beraturan.

Mereka berdua dengan cukup hati-hati menyibak jalinan tanaman liar tersebut, mencari-cari Bola yang terlempar tadi, dan setelah beberapa saat, akhirnya mereka menemukannya, tergeletak diantara rerumputan dan jalinan tanaman rambat liar lainnya.

Miss Tania sudah hendak mengambil bola tersebut, ketika tiba-tiba Adam bertanya di belakang nya, “Miss..... itu apa ?”, .

Tania menoleh, melihat tunjukkan tangan Adam, yang mengarah ke samping kiri Tania, berjarak sekitar 3 meter kurang dari tempat Tania berdiri.

Tania menolehkan kepalanya ke arah tempat yang di tunjuk Adam, lalu mengernyitkan dahinya agar bisa melihat lebih jelas.

Awalnya hanya terlihat sekeliling tanaman yang ditunjuk Adam merebah tidak teratur. Lalu dia baru melihat nya benar-benar.

Ada Boneka besar disana, seperti manekin, namun berwarna kusam membengkak, dengan sebagian bentuknya tertutupi rumput dan daun-daun ilalang yang menutup badan manekin tersebut.

Lalu dilihat nya lebih jelas lagi, bentukan jari-jari tangan yang tergeletak, lalat-lalat yang mengerubungi manekin itu.... Dan sepatu kets yang terpakai di sebelah kaki kanan manekin yang membengkak.

Tania merasa nafasnya berhenti berhembus tiba-tiba, tergagap dan mulai merasakan semua bulu-bulu di badannya meremang, sebagian menampilkan perasaan ngeri akan hal yang dia temukan, namun sebagian pikiran lainnya seolah-olah langsung berteriak di telinga, kepala bahkan di rongga dadanya.

ITU BUKAN MANEKIN !.

Tania berjalan mundur beberapa langkah, mendekati Adam... lalu langsung menarik tangan Adam sambil menjawab tegas, “Ayo, kita keluar dari sini ! “ menutupi naluri kewaspadaan nya yang secara mendesak alami muncul.

Dengan sama-sama berjalan cepat dan terburu-buru, dan tangan yang masih memegang erat tangan anak didiknya, Tania berjalan kearah luar lahan dengan arah yang sama saat dia masuk tadi, lalu terus bergegas berjalan menghampiri Ibu Danu, yang masih duduk dengan santai mengawasi anak-anak lainnya yang tetap bermain bola dan juga permainan lainnya.

“Bu, maaf... saya rasa ibu harus melihat sesuatu di dalam lahan ini, “ Kata Miss Tania dengan pelan namun mendesak.

Ibu Danu melihat kepada Tania dengan tatapan sedikit kebingungan, namun langsung tersadar dengan raut muka Adam yang terlihat sedikit terguncang dan menatap dengan tatapan nanar ke arah Bu Danu.

“itu tadi apa, Miss ?? Kayak boneka, tapi bukan kan ?” tiba-tiba Adam kembali bertanya kepada Tania.

Tania langsung menggelengkan kepalanya, “bukan Adam, itu boneka rusak, kok..” Jawab Tania dengan nada menenangkan.

“Ayo Adam...gabung dulu sama teman-teman disana yaa..” ajak Tania langsung sambil melambaikan tangan ke arah salah satu guru yang sedang mengawasi sekaligus bercengkerama dengan murid lainnya, yang berkumpul di dengan mereka dalam jarak beberapa meter di depan mereka bertiga.

Adam hendak protes namun langsung terdiam ketika melihat tatapan gurunya yaitu Tania yang menatap balik dengan tegas. Bersamaan dengan itu, Miss Suci, sudah berada di deoan mereka dan Tania langsung memegang bahu Adam sambil menatap Suci. “Miss Suci, tolong pegang Adam dan ajak dia bermain bareng-bareng temannya ya. “ pinta Tania.

“Oke miss.” Suci membalas sambil menghampiri Adam dan merangkul bahu Adam. “Ayoo..kita main bareng sama teman-teman lainnya “ kata miss Suci dengan ceria.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!