Tak punya pilihan lain, selain mengikuti apa yang sahabatnya Fani minta. yaitu menikah dengan Fauzan yang notabennya adalah suami Fani.
Fauzan adalah masa lalunya dan Kemala bersama Fauzan memiliki memori yang bisa di katakan tidak baik-baik saja. tetapi Kemala menerimanya dan dia rela menjadi istri kedua supaya sahabatnya itu bersemangat kembali dan mau menjalani perawatan atas penyakitnya, yaitu kanker payudara.
pernikahan yang cukup pelik dan Kemala kira kalau dirinya dan Fauzan tidak akan sejauh itu. mereka hanya menikah demi permintaan Fani saja, akan tetapi tidak untuk Fauzan dan Fauzan menuntut supaya Kemala mau melakukan tugasnya sebagai istri betulan, termasuk melayaninya di atas ranjang.
cekidokttt mohon dukungannya untuk karya saya yang kesekian, terimakasih😊🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Saat Kemala bangun di saat itulah wanita itu di suguhi dengan pemandangan yang bisa di katakan acak-acakan. Seluruh kamar hotel yang di pesan oleh Fauzan sudah tak berbentuk lagi, gorden yang sudah tak pada tempatnya, bantal-bantal berserakan, seluruh pakaiannya dan Fauzan juga berserakan, bung-bunga yang sudah tercecer habis di atas lantai. Belum lagi aroma pekat khas percintaan yang terasa menusuk hidung sekali.
Astagfirullah. Kemala ingin pulang dan Kemala rasanya ingin menenggelamkan dirinya di dalam bath up saja ketimbang harus menghadapi kenyataan seperti ini.
Kepalanya di geleng-geleng, kedua tangannya meremas rambutnya frustasi. Kemala tak mau mengingat dan Kemala tak mau tahu tentang apa yang terjadi beberapa jam yang lalu.
“Kamu sudah bangun rupanya?.“Suara seseorang membuat atensi Kemala pun teralih__seseorang yang tampak menyeringai puas dengan pakaian rapih yang sudah tersemat di tubuhnya. Sementara Kemala sendiri? Oh shit, dia baru bangun tidur dengan rambut acak-acakan dan sudah mirip singa, belum lagi selimut yang kini membungkus tubuhnya yang telanjang__jangan lupakan aroma pekat percintaan juga bau tubuhnya karena keringat. Oh sialan sekali.
“Mau saya bantu untuk ke kamar mandi?.“Tanya pria itu dengan tatapan mata yang masih begitu dalam dan lekat pada Kemala, oh jangan lupakan bagaimana ekspresi pria itu yang cengar-cengir seoerti Odgj saja. Tampaknya mood pria itu berubah cerah ya? Setelah berhasil menjarah tubuh Kemala selama beberapa jam tadi, ck!
“Nggak usah, aku bisa sendi__.“Belum sempat menyelesaikan ucapannya, tubuh Kemala sudah melayang karena di gendong ala bridal style oleh pria yang menjadi suaminya itu. Kemala pasrah dengan mengalungkan kedua tangannya ke leher pria itu, ketimbang tubuhnya terjerambab dan membuatnya kesakitan.
“Kemampuan kamu makin meningkat saja Mala, saya suka saat kamu berada di atas tubuh saya.“Ucap pria itu pelan. Namun sanggup membuat bias kemerahan muncul di kedua pipi Kemala__Kemala yang malu pun mengubur wajahnya di cerukan leher sang suami, sementara itu Fauzan terkekeuh pelan, kakinya terus melangkah namun kedua netranya masih menatap lekat pada sang istri.
“Sebetulnya saya mau__.“
“Aku capek, tolong tinggalkan aku sendiri.“Ujar Kemala memitong ucapan Fauzan dan Fauzan pun memilih bungkam. Ia sedikit tahu diri untuk tidak memaksakan kehendaknya, meskipun sebetulnya sangat ingin kembali menggagahinya.
“Baiklah, kalau butuh bantuan. Kamu bisa panggil saya. Saya ada di depan.“
Kemala tak menyahut, wanita itu masih sibuk dengan kepalanya yang berisik sekarang__satu sebutan yang cukup pantas tersemat adalah 'munafik' lain di mulut lain di hati, ya. Begitulah adanya.
Kemala tak menampiknya, namun terlalu mengakui kalau dirinya pun mulai larut dan menikmati momen kebersamannya dengan Fauzan.
Sebetulnya tidak ada yang salah sih, apalagi mengingat mereka adalah pasangan suami istri, meskipun hanya siri. Tapi Fani__andai dia tahu, mungkin Fani akan sangat sakit hati sekali.
Maafkan aku Fani, maaf. Ucap Kemala pelan seraya menengadahkan wajahnya ke atas, Kemala lebih memilih langit-langit kamar mandi, ketimbang menunduk dengan bongkahan-bongkahan penyesalan yang begitu besar dan banyak yang ia rasakan.
*****
“Mala...“Fani memanggilnya dan Kemala yang sedang memakan cilor pun kontan menoleh ke arah sahabatnya itu.
“Iya Fan, ada apa?.“Ujarnya, Kemala menggigit sisa cilor yang ada di batang lidi lalu mengunyahnya dan membuang batang lidi itu ke tempat sampah.
“Kamu mau tahu kan, mana pria yang suka sama aku.“Ujar Fani terdengar bersemangat dan membuat Kemala ikut menganggukan kepalanya, lalu Kemala mengikuti arah tangan Fani yang terhenti pada sesosok pria dengan pakaiannya yang rapih dan cukup tinggi serta paling tampan di antara teman-temannya.
“Namanya Fauzan.“Kemala mengangguk, matanya menyipit dab memindai setiap hal yang melekat di tubuh pria itu.
“Terus kamu gimana, Fan? Kamu nerima dia?.“Tanya Kemala penasaran, kini atensinya kembali pada sang sahabat Fani. Ekspresi Fani yang tadinya terlihat antusias pun mendadak redup dan membuat Kemala semakin di buat penasaran saja.
“Be.lum.“Jawab Fani lirih, sebelah alis Kemala terangkat naik.
“Kok bisa? Kenapa? Kata kamu kan Fauzan pria yang baik, dia sering jajanin kamu juga lho.“
“Memang, tapi aku masih suka sama mantan aku, Mala.“
Mendengarnya Kemala hanya bisa menghela nafas panjang. Walau agaknya menyayangkan sikap Fani yang plin plan begini__ya, meski begitu. Kemala juga tak bisa memaksa, kan cinta tak bisa di paksakan juga.
“Yaudah, gimana baiknya menurut kamu aja, Fan. Aku dukung kamu.“
“Makasih ya, Mala.“
“Hmm.. iya. Btw, mau cilor nggak? Aku udah eneg nih..“Kemala menyodorkan beberapa biji cilor yang masih tersisa ke arah Fani dan dengan cepat Fani pun menganggukan kepalanya.
“Sebenarnya udah kenyang, tapi sayang. Yaudah aku makan aja.“
Semakin hari semakin Fauzan begitu gigih mengejar Fani dan Fani pun tak menampik. Meski begitu, jujur saja Fani belum bisa move on sepenuhnya dari mantan pacarnya.
Sampai di hari ini Fani pun di tembak oleh Fauzan dan Fani yang tidak bisa membohongi perasaannya sendiri pun dengan terpaksa menolak Fauzan.
“Maaf Fauzan, tapi aku gak bisa bohongin hati aku “Ucap Fani dengan wajah tertunduk lesu, kedua tangannya tertaut erat di atas pahanya dengan buliran-buliran kristal yang jatuh begitu saja dari sudut matanya.
Fauzan bungkam. Namun terlihat dari sorot mata, desah nafas tak beraturan juga dengan urat-urat mengencang di lehernya. Sudah di pastikan kalau pria itu emosi atau lebih tepatnya marah pada Fani. Wajar sih, mengingat mati-matian Fauzan mengejarnya dan Fani pun seolah memberikan peluang sebesar-besarnya. Akan tetapi wanita itu malah menolaknya mentah-mentah setelah semua yang di lakukannya untuk Fani.
“Sekali maafin aku ya, Fauzan. Aku gak bermaksud__.“
“It's ok, semua salah aku kok.“Tukas pria itu memotong ucapan Fani. Fauzan pergi dari sana dengan perasaan kecewa hati yang remuk dan semangat hidup yang redup.
Sampai beberapa bulan kemudian, di mana tanpa sengaja Kemala di pertemukan dengan sosok Fauzan yang sama-sama mengantri di apotik.
“Fauzan.“
“Kemala.“
Keduanya saling balas tersenyum kecil lalu memutuskam untuk saling mengobrol sambil menunggu obat yang mereka pesan pun datang.
“Senang bertemu dengan kamu, Fauzan “
“Saya juga.“
Kemala dan Fauzan hanya saling tahu dan saling menyapa ringan selama ini. Kemala juga menjadi salah satu orang yang sangat kekeuh untuk membuat Fauzan dan Fani bersama__Bisa di bilang Kemala lebih Pro dan mendukung Fani dan Fauzan, ketimbang Fani dengan mantannya yang hanya bisa selingkuh itu.
Namun semua dukungan itu sia-sia, sebab Fani lebih memilih mantannya ketimbang Fauzan yang sudah nyata dan terbukti sangat mencintai Fani. Sebagai seorang sahabat, Kemala hanya bisa mendukung dan mendo'akan apapun yang terbaik untuk Fani.
“Eum.. maafin Fani ya?.“Ucap Kemala yang membuat Fauzan kini menoleh dan memperhatikan dengan seksama bagaimana ekspresi penuh penyesalan yang di tunjukan oleh Kemala.
Kening Fauzan mengeryit samar”Kenapa kamu yang harus minta maaf?.“
“Ya, enggak papa. Cuman ngerasa bersalah aja. Lagian aku yang selama ini dukung kalian, aku juga yang nyemangatin kamu untuk deketin Fani..“Ujar Kemala sambim tersenyum masam. Fauzan menghela nafasnya panjang.
“Bukan salah kamu. Murni, semuanya salah saya, pilihan saja. Dan tidak apa-apa, saya baik-baik aja kok.“
“Kalau mau nangis bilang aja kali,..hehe.“Tukas Kemala berusaha mencairkan suasana yang ada, walau yang terjadi tidak demikian__Fauzan tentunya masih merasa sakit hati karena penolakan Fani. Tapi dia bersikap biasa saja, dia tidam mau di sebut pengecut karena menunjukan kegalauannya, apalagi di depan Kemala yang nogabennya sahabat Fani sendiri.
“Enggaklah, saya laki-laki. Masa iya nangis.“
“Laki-laki juga manusia kali.“Sahut Kemala. Wanita itu lalu menoleh dan mendapati tatapan Fauzan yang tampak rumit sekali.
“Eum.. kalau kamu mau curhat, barang kali aku siap dengerin kamu.“
Saat itulah Fauzan menatap seolah tak percaya dengan apa yang barusan Kemala katakan, bagaimana mungkin?
“Itu pun kalau kamu mau. Kalau enggak, yaudah. Gak usah..hehe .“
“Siapa bilang nggak mau?.“Sahut Fauzan yang kini gantian menatap Fauzan tak percaya.
“Oalah mau juga toh..hahaha.“
“Kamu lucu juga ternyata.“Puji Fauzan yang membuat kedua pipi Kemala memerah. Astaga, padahal baru di puji begitu lho. Ah sial..
“Makasih, anda adalah orang ke seribu yang mengatakan saya begitu.“Timpal Kemala dengan tingkat kepercayaan dirinya yang mendadak begitu tinggi. Sementara Fauzan di sampingnya hanya gelemg-geleng kepala dengan senyum kecil yang terlihat di bibirnya.
Tak menyangka, kalau sahabat mantan gebetannya selucu ini ternyata. Lumayan, dia membantu Fauzan lupa dengan rasa sakit hatinya akibat penolakan yang di lakukan Fani.
“Kalau begitu, saya minta nomor telepon kamu. Mala.“
“Eh buat apa?.“
Fauzan menatap Kemala lurus dengan sudut-sudut bibirnya terangkat dan membentuk sebuah garis kecil di sana”Katanya kalau mau curhat, boleh.“
Kemala menggaruk belakang kepalanya, ekspresi wajahnya terlihat cengo”Oh iya, lupa. Maaf ya? Ok deh.. 085357888***.“
“Saya save, nomor saya jangan di blokir ya.“
“Ya enggaklah, masa iya sih.“
Semenjak dari sana hubungan Kemala dan Fauzan pun menjadi dekat, mereka menajdi teman curhat satu sama lainnya.
lanjut Thor 👍👍
lanjut Thor 👍👍👍
lanjut Thor 👍👍👍
good job thor 👍👍👍♥️♥️♥️
lanjut 👍👍👍