NovelToon NovelToon
Hasrat Liar CEO Arogan

Hasrat Liar CEO Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Nikahmuda
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: giyonk17

"jangan om, aku masih perawan, "!! kata seorang gadis yang sudah berada di bawah kungkungan seorang laki laki tampan ,namun terlihat bagitu arogan.
"siapa yang menyuruhmu kesini ,"! sahut laki laki tersebut dengan suara yang terdengar paro, sambil menahan sesuatu yang sudah ingin meledak saat itu juga.
"om, jangan macam-macam atau aku tendang itu ular arab mu ya"!! ancam gadis tersebut yang masih mencoba mempertahan kan dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 21

 Clara mendekat ke arah baju baju yang sudah tergantung rapi dan Ter susun rapi di dalam lemari tersebut,berbagai tas wanita sudah terpajang dengan indahnya ,bahkan Masih ada merk dan harganya yang tertera di sana,sepatu sepatu cantik dan sandal wanita berkelas pun juga tersusun rapi.

"Dia benar benar gila"! Pekik Clara yang sudah tidak tahu harus berkata apa lagi melihat ini semua.

"Haaaah"!! Sahut bik Lastri bingung mendadak,biasanya setiap wanita akan bahagia dan langsung menelpon suaminya atas hadiah mewah yang di berikan,namun lain halnya dengan nona mudanya ini ,dia terang terangan mengatai tuan mudanya gila didepan kepala pelayan tersebut.

"Bik apa ini semua dia yang menyiapkan untukku,"!!

"Haaah"!! Bik Lastri sunggu dibuat pusing saat ini.

"Di-dia siapa maksud anda nona"!?.

"Suami ku"! Sahut Clara akhirnya saat menyadari kepala pelayan di sampingnya mendadak lemot .

"I-iya nona ,tuan Devan yang menyiapkan dan memberikan semuanya ini untuk anda".jawab bik Sri.

Clara tidak menjawab hanya saja langsung memijat keningnya yang mendadak berdenyut denyut.

"Apa ada yang salah,nona"!? Tanya bik Lastri sangking bingungnya.

"Yaaa,,lihatlah pakaian ini ,semuanya tidak cocok untuk saya,dan saya tidak suka memakai pakaian seperti ini". Jelas Clara akhirnya.

Gantian bik Lastri yang memijat keningnya saat ini,sunggu baru pertama kali bertemu dengan nona mudanya kepalanya sudah sangat pusing ,bagaimana jika bertemu setiap hari .

Hening..

"Bik tinggal kan aku sendiri"kata Clara akhinya setelah beberapa saat kebisuan melanda kamar tersebut.

"Baik nona"! Bik Lastri pun kembali melangkah keluar kamar dan meninggalkan nona mudanya .

"Bik tunggu"! Sergah Clara membuat kepala pelayan tersebut berhenti seketika.

"Apa bibik punya obat sakit kepala,Paramex misalnya ,Bodrex atau panadol". Tanya Clara dengan serius.

Lagi lagi tatapan kepala pelayan tersebut nampak bingung.

"Apa anda sakit , nona".

"Tidak , hanya kepalaku mendadak pusing".jawab Clara.

"Haah, apa tidak sebaiknya di panggil kan dokter ". Tanya bik Lastri yang sudah takut,ya takut terkena marah tuan mudanya pastinya.

"Jangan berlebihan bik,ini hanya sakit kepala biasa". Ujar Clara .

"Baik nona,saya akan mengambilkan nya untuk anda'. Bik Lastri pun akhirnya berjalan kembali melanjutkan langkahnya menuju lantai bawah untuk mencari obat sakit kepala.

Kembali bik Lastri naik kelantai atas dan memberikan sebuah obat sakit kepala dan air putih di gelas.

"Ini nona".

"Terimakasih bik"!. Sahut Clara dengan cepat mengambil obat tersebut dan meminumnya.bik Lastri pun akhirnya kembali meninggalkan kamar utama tersebut.

Sore pun tiba ,jam menunjukan angka 5 sore hari ,Devan yang sudah bersiap untuk pulang ,laki laki tampan tersebut kini sedang mengemasi meja kerjanya.

"Boss,apa kita pulang sekarang"!? Tanya Jo yang sudah masuk keruang CEO tersebut.

"Emmm,, apa istriku sudah kembali ke mansion,lalu keluarganya bagaimana"!.tanya Devan sambil berjalan keluar dari ruang CEO dan diikuti Jo yang mengekor di belakang nya.

"Sudah boss,paman dan bibi Nona Clara sudah kembali ke desanya,siang tadi". Jelas jo,terlihat Devan mengangguk kan kepalanya singkat.

30 menit berlalu sampailah mobil mewah yang di tumpangi Devan di mansion baru miliknya.

"Selamat sore tuan",sapa bik Lastri yang sudah berdiri di depan pintu menyambut kedatangan tuan mudanya.

" Dimana istri ku"!tanya Devan dengan wajah datarnya.

"Nona sedang istirahat di kamar,tuan,sepertinya nona Clara sedang sakit,tadi meminta obat sakit kepala ". Jelas bik Lastri dengan kepala yang tertunduk.

"Kenapa tidak memberitahuku". Sahut Devan sambil bergegas berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.

Ceklek.

Pintu kamar tersebut pun dibuka perlahan oleh Devan,di lihatnya Clara sedang tertidur di atas ranjang tanpa selimut.

Devan pun mendekat dan mengarahkan tanganya menyentuh kening istri cantiknya tersebut.

"Semuanya normal,bahkan  suhu tubuhnya sama denganku". Gumam Devan sambil sesekali menyentuh keningnya sendiri.

Clara yang merasa terusik akibat sentuhan Devan pun perlahan membuka matanya,di lihatnya wajah tampan yang sedang menatapnya lekat lekat.

"Tampan sekali ". Gumam Clara lirih hingga membuat Devan menaikan satu alisnya.

"Kata bik Lastri kamu sedang sakit,benarkah"! Tanya Devan akhirnya yang sudah begitu penasaran dan khawatir menjadi satu.

"Tidak ,hanya saja kepalaku mendadak pusing tadi". Jawab Clara.

"Hah,bagaiman bisa".

"Bisalah ,ini semua karena ulahmu"! Jawab Clara akhirnya.

"Aku ," Devan menunjuk dirinya sendiri dengan satu jarinya.

"Emmmm"!!

"Bagaimana bisa".

Clara segera turun dari ranjang dan membuka lemari yang sudah membuat nya mendadak pusing hari itu.

"Anda lihat ini tuan devandra,apa anda pikir saya akan memakai baju seperti ini". Jelas claraa.

"Bukankah itu baju wanita dan sangat cocok untuk mu bukan".

"Tidak". Pekik Clara.

"Lalu"!?

"Lebih baik aku memakai baju anda dari pada harus memakai baju seperti itu". Jelas Clara .

Devan pun di buat pusing seketika.

"Dia itu perempuan atau laki laki sih,kenapa tidak mau memakai dress seperti wanita wanita di luar sana". Gumam Devan sambil memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut nyeri.

"Pening ya,,sama aku juga".sahut Clara sambil berjalan  menuju kamar mandi begitu saja.

"Tunggu"!!

Clara menghentikan niatnya masuk kekamar mandi saat tanganya sudah memegang handel pintu.

"Bersiaplah aku akan membawamu pergi membeli baju yang kamu inginkan".

"Okey";! Sahut Clara sambil mengangkat 3 jarinya ke udara .

"Bisa bisanya aku jatuh cinta dengan gadis modelan preman pasar seperti itu". Kata Devan sambil memejamkan matanya menahan kepalanya yang bertambah pusing memikirkan istri kecilnya itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!