NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Kapten

Terjerat Cinta Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Enemy to Lovers
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Kirana, putri seorang menteri yang sedang naik daun, datang ke pedalaman demi meningkatkan citra politik ayahnya. Bersama reporter Carmen dan kameramen Dion, dia membuat konten kemanusiaan mengajar anak-anak desa dan memberi bantuan bersama prajurit TNI.
Kapten Damar ditugaskan mengawal kunjungan itu. sanf kapten menganggap Kirana hanyalah bagian dari panggung politik yang penuh pencitraan.
Semua berjalan lancar, hingga segerombolan pemberontak bersenjata menyerbu desa. Dalam kekacauan dan tembakan yang membabi buta, Damar harus membawa Kirana menyelamatkan diri ke dalam hutan.
Terpisah dari rombongan dan jauh dari sorotan kamera, Kirana untuk pertama kalinya menghadapi dunia tanpa privilese. Di tengah bahaya dan perjuangan bertahan hidup, tumbuh perasaan yang tak seharusnya ada antara seorang perwira yang terikat sumpah dan putri pejabat yang mulai melihat arti ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebetulan Yang terlalu Kebetulan

Malam di Washington, D.C. semakin larut. Lampu-lampu kota mulai mendominasi, memantul di jalanan yang sedikit basah oleh embun malam.

Kirana dan Damar berjalan berdampingan, langkah mereka pelan menyusuri trotoar menuju apartemen.

Untuk beberapa saat, tidak ada yang berbicara hanya suara langkah kaki dan angin malam yang menemani.

“Saya antar Mbak Kirana pulang,” ucap Damar akhirnya, memecah keheningan. “Sudah malam.”

Kirana menoleh, lalu tersenyum ringan.

“Baiklah, terima kasih.” Mereka kembali berjalan.

“Mbak Kirana tinggal di mana?” tanya Damar.

“Foggy Bottom,” jawab Kirana singkat. Damar meliriknya sekilas.

"Tinggal di Apartemen?” Tanya Damar Kirana mengangguk cepat.

"Iya,"

“Potomac Crest.” kata Kirana lagi.

Langkah Damar terhenti hanya sepersekian detik, tapi cukup untuk membuat Kirana menyadarinya Kirana ikut berhenti, lalu menatap Damar dengan heran.

“Kenapa?”

Damar menghela napas pelan, seolah memastikan sesuatu di kepalanya.

“Itu terlalu kebetulan,” kata Damar masih tampak syok Damar menatap Kirana sejenak.

“Aku juga tinggal di sana.” kata Damar memperjelas, Kirana sedikit membelalakkan mata, lalu tersenyum lebar, pura-pura terkejut.

“Serius? Wah kebetulan bangat ya," Ungkap Kirana menatap Damar masih menujukan keterkejutannya.

Damar tidak langsung bereaksi dia menatap Kirana lebih lama dari biasanya mencoba memahami situasi yang serba kebetulan ini.

Bertemu Kirana saat joging, dan tinggal di gedung yang sama itu terlalu kebetulan, sebuah pikiran sempat melintas di benaknya.

"Apa dia mencari tahu tentang ku?" Gumam Damar dalam hati.

Namun detik berikutnya Damar menggeleng pelan, mengusir prasangka itu tidak mungkin untuk apa? Damar terus berdialog dengan dirinya sendiri.

Matanya menatap Kirana cukup lama "Lagi pula dia tidak terlihat seperti orang yang perlu bersusah payah mengejar siapa pun" Guman Damar lagi dalam hati dan dalam sekejap Damar mengalihkan pandangannya ke depan.

Mereka kembali berjalan tak lama kemudian, mereka sampai di lobby Potomac Crest Residences. Lampu gantung besar menerangi ruangan, suasana tenang dengan beberapa penghuni yang sesekali keluar masuk.

Kirana tersenyum kecil melirik ke arah Damar.

“Bagus kita satu gedung,” kata Kirana ringan, “aku jadi punya teman nggak kesepian.”

Damar menarik napas dalam, nyaris tak terdengar di dalam pikirannya dia sudah bisa membayangkan ini tidak akan sederhana.

“Hmm,” jawab Damar singkat, mereka berjalan menuju lift.

“Nanti Kapten Damar bisa temenin aku ke supermarket kan,” kata Kirana santai.

Damar hanya menoleh sebentar, lalu memberikan senyum tipis yang terasa lebih formal daripada hangat.

“Kita lihat saja nanti.” Pintu lift terbuka.

Mereka masuk bersamaan Damar menekan tombol 12 lalu Kirana menekan tombol 8.

Hening seketika suara mesin lift bergerak naik terdengar pelan.

“Kita cuma berdua,” ucap Kirana sambil tersenyum ke arah Damar, Damar tidak menanggapi tatapannya lurus ke depan, ekspresinya kembali dingin seperti biasa.

Kirana sedikit memiringkan kepala memperhatikannya.

“Masih sekaku dulu, ya,” gumamnya pelan, lift berhenti di lantai delapan.

Ding.

Pintu terbuka.

Kirana melangkah keluar, lalu berbalik menghadap Damar yang masih berdiri di dalam.

“Mau mampir?” tanyanya, nada suaranya ringan, hampir menggoda Damar langsung menggeleng.

“Tidak, terima kasih.”

Dia sedikit menggeser tubuh Kirana agar pintu tidak tertahan terlalu lama, lalu menekan tombol penutup.

Namun sebelum pintu benar-benar tertutup Kirana masih sempat melihatnya, sebuah senyum tipis hampir tidak terlihat tersungging di wajah Damar.

Pintu lift pun menutup.

Di dalam lift yang bergerak naik, Damar menghela napas panjang keningnya berkerut.

“Ini akan merepotkan…” gumamnya pelan.

Damar menyandarkan kepala sejenak ke dinding lift, matanya terpejam hidupnya yang tenang mulai terusik. Dan Damar belum yakin apakah kehadiran Kirana itu adalah hal yang baik atau justru sebaliknya.

1
sitanggang
mcnya ternyata goblok🤦🤦
Rosie: Baca J.R.R Tolkien aja cocok buat anda jangan novel online.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!