NovelToon NovelToon
Pengelana: Batas Negeri

Pengelana: Batas Negeri

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Isekai / Action
Popularitas:154
Nilai: 5
Nama Author: Ashp

Semoga kalian suka ya.

Di dunia ini dihuni lima ras: manusia, elf, dark elf, beast, dan demon, lalu ada kekuatan "Aliran Alam" yang mengatur api, air, tanah, dan angin mulai terganggu drastis. seorang pemuda dari desa kecil yang bisa melihat jejak kekuatan tersembunyi ini terpaksa keluar dari rumahnya menuju Hutan Awan Gelap, tempat yang dilarang masuk oleh semua ras, menyebarkan kekuatan gelap yang merusak alam sekitar dan memicu konflik antar ras.

Bersama seorang elf yang melarikan diri dari tugasnya, seorang beast muda yang hilang ingatan, serta ditemani oleh seorang dark elf penyelidik dan seorang demon yang mencari kebenaran tentang masa lalunya, ia menjadi pengelana dalam perjalanan panjang menuju hutan terlarang.

Mereka harus bekerja sama melewati berbagai rintangan dari berbagai pihak yang punya kepentingan sendiri, untuk menghentikan bahaya yang mengancam seluruh dunia dan mengungkap rahasia lama tentang hubungan kelima ras yang selama ini disembunyikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kisah Batu

Mereka duduk berkeliling di atas tikar anyaman yang terletak di halaman rumah Guru Senja, sementara nyala unggun kecil menyala hangat di tengah kelompok mereka.

Udara malam yang sejuk dari hutan bercampur dengan aroma kayu bakar dan tanaman obat yang tumbuh di sekitar.

Guru Senja mengambil secangkir air kelapa hangat yang sudah diberi ramuan jahe, lalu duduk dengan tenang menghadap mereka.

Guru Senja: "Kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku tahu begitu banyak tentang gua dan Batu Keseimbangan bukan?"

Olivia: "Ya Bu. Kami sangat penasaran bagaimana Anda bisa menjadi penjaga jalur menuju gua itu."

Guru Senja tersenyum lembut sambil melihat ke arah hutan yang sudah mulai gelap.

Guru Senja: "Sekitar lima puluh tahun yang lalu, aku adalah pengawal kedua Batu Keseimbangan – bekerja sama dengan Master Aldric, kakek dari Raven. Pada waktu itu, kami adalah dua orang yang dipercaya untuk menjaga artefak itu dengan sepenuh hati."

Lyra: "Bagaimana suasana waktu itu Bu? Apakah gua itu selalu seperti sekarang?"

Guru Senja: "Sangat berbeda. Saat itu, gua itu penuh dengan cahaya hangat dan energi alam yang positif. Dinding gua yang sekarang dipenuhi dengan energi gelap dulu penuh dengan gambar-gambar hidup yang menceritakan sejarah penjaga elemen. Master Aldric dan aku menghabiskan tahun-tahun untuk mempelajari cara menjaga dan memahami kekuatan batu itu."

Dia menghela napas panjang sebelum melanjutkan. "Aldric adalah penyihir yang sangat cerdas dan penuh dengan semangat. Dia selalu berkata bahwa kekuatan Batu Keseimbangan bisa digunakan untuk membuat dunia menjadi lebih baik – untuk mengakhiri perang, menyembuhkan tanah yang tandus, dan membantu orang-orang yang menderita."

Stella: "Jadi apa yang membuatnya menyimpang Bu?"

Guru Senja: "Kekuasaan itu seperti obat yang bisa menyembuhkan tapi juga bisa meracuni jika tidak digunakan dengan benar. Mulai dari hal kecil – dia merasa bahwa kerajaan tidak melakukan cukup banyak untuk membantu rakyat miskin, bahwa para pemimpin hanya memikirkan diri mereka sendiri."

"Lama kelamaan, pemikiran itu tumbuh menjadi keyakinan bahwa dia adalah satu-satunya orang yang layak untuk mengendalikan kekuatan batu itu – agar dia bisa membangun dunia yang lebih adil sesuai dengan caranya."

Naomi: "Jadi dia mencoba mengambil kekuatan batu itu sendiri?"

Guru Senja: "Ya anakku. Pada malam yang sangat gelap tiga puluh tahun yang lalu, dia mencoba mengendalikan batu dengan mantra yang dia ciptakan sendiri – mencoba memaksa kekuatan batu untuk tunduk padanya."

"Hasilnya adalah bencana besar – energi gelap menyebar ke seluruh hutan, membuat banyak makhluk terinfeksi dan tanah menjadi tandus. Aku berusaha menghentikannya, tapi dia sudah terlalu kuat dan akhirnya melarikan diri setelah menyebabkan kerusakan besar."

Liam: "Jadi itu sebabnya Anda tinggal di sini saja Bu? Untuk menjaga agar tidak ada orang lain yang mengulangi kesalahannya?"

Guru Senja: "Betul sekali. Aku merasa ada kesalahan dariku karena tidak bisa mencegahnya. Sejak saat itu, aku tinggal di sini untuk menjaga jalur menuju gua dan memastikan bahwa hanya orang dengan niat yang benar yang bisa sampai ke sana.

"Dan melihat kalian bekerja sama untuk menyelamatkan Desa Cemara beberapa waktu yang lalu, aku tahu bahwa kalian adalah orang-orang yang benar-benar layak untuk menghadapi apa yang ada di dalam gua itu."

Malam itu mereka berbicara lebih lama lagi, dengan Guru Senja memberi mereka banyak nasihat tentang bagaimana menghadapi energi Batu Keseimbangan dan cara membaca gambar-gambar sejarah yang ada di dinding gua.

Setelah itu, mereka beristirahat dengan nyenyak, siap menghadapi hari berikutnya yang penuh dengan tantangan.

Pada pagi hari berikutnya, Guru Senja mengantar mereka sampai ke pintu masuk gua yang sangat tersembunyi di balik air terjun kecil yang mengalir deras.

Air terjun itu menyembunyikan lubang kecil yang hanya bisa dilihat jika seseorang tahu persis di mana harus melihatnya – lokasi yang tidak akan mereka temukan jika tidak ada yang menunjukkan arahnya.

Setelah masuk ke dalam, mereka menemukan bahwa gua itu jauh lebih besar dan luas dari yang mereka bayangkan.

Dinding gua dipenuhi dengan relik kuno seperti peralatan penyihir kuno yang sudah lapuk, patung batu yang bentuknya sudah aus karena usia yang sangat tua, dan ubin dinding yang dicat dengan gambar-gambar yang menceritakan sejarah dunia dulu.

Sebagaimana para penjaga elemen pertama kali diberi tugas untuk menjaga keseimbangan alam semesta, dan bagaimana Batu Keseimbangan dibuat sebagai pusat kontrol semua elemen.

Mereka berjalan melalui lorong-lorong gua yang semakin dalam, diiringi dengan suara tetesan air yang jatuh dari langit-langit gua.

Akhirnya, mereka sampai di bagian terdalam gua yang memiliki ruangan sangat luas dengan langit-langit yang menjulang tinggi ke atas, sehingga mereka tidak bisa melihat ujungnya.

Di tengah ruangan itu, ada panggung batu yang dibuat dengan sangat indah dan rapi, dengan tangga batu yang mengarah ke atas.

Di atas panggung itu terletak Batu Keseimbangan – batu besar berbentuk bulat dengan warna putih keperakan yang memancarkan cahaya lembut tapi sangat kuat yang menerangi seluruh ruangan.

Tapi sayangnya, Raven sudah berada di sana jauh sebelum mereka datang. Dia berdiri tepat di depan batu dengan kedua tangan terangkat ke atas, mengucapkan mantra dengan suara yang keras dan penuh dengan amarah.

Energi gelap sudah mulai menyebar dari batu ke seluruh ruangan, membuat dinding gua mulai goyah sedikit demi sedikit dan batu-batu kecil mulai jatuh dari langit-langit ke tanah dengan suara dentuman yang keras.

Raven: "Akhirnya kalian datang! Aku sudah tahu bahwa kalian akan mengikutiku ke sini. Cukup tepat untuk menyaksikan bagaimana aku akan mengambil kekuatan yang seharusnya menjadi milikku – setelah kakekku gagal untuk mengendalikannya dulu!"

Lyra: "Raven, berhentilah! Kamu sudah melihat sendiri apa yang terjadi ketika energi gelap menyebar ke Desa Cemara – banyak orang yang menderita, tanaman yang layu, dan hewan yang menjadi agresif!"

Raven: "Itu hanya percobaan kecil yang belum sempurna. Kali ini aku sudah mempelajari cara yang benar untuk mengendalikan kekuatan ini. Aku akan membangun dunia yang lebih baik sesuai dengan keinginanku – dunia di mana orang yang kuat layak memimpin!"

Raven mengangkat kedua tangannya dengan keras, dan energi gelap yang sangat kuat keluar deras dari Batu Keseimbangan seperti sungai yang meluap.

Energi itu segera membentuk makhluk-makhluk besar yang tubuhnya seperti bayangan hitam pekat dengan mata yang menyala merah menyala – jauh lebih banyak dan kuat daripada yang mereka hadapi di Desa Cemara.

Makhluk-makhluk itu langsung menyerang Tim Pelindung Alam dengan gerakan yang sangat ganas dan cepat.

Liam: "Semua bersiap! Kita harus mengalahkan makhluk-makhluk ini sebelum mereka bisa merusak Batu Keseimbangan lebih jauh! Ingat teknik yang kita latih dan kerja sama yang kita punya!"

Liam: "Naomi dan Olivia – serang dari depan dengan energi api terkendali! Ingat hanya fokus pada energi gelap di dalam tubuh mereka saja, jangan menyakiti makhluk itu sendiri!"

Naomi: "Siap! Kali ini aku tidak akan terlalu gegabah seperti saat bertemu dia di Desa Cemara – aku sudah bisa mengontrol api dengan lebih baik!"

Olivia: "Aku akan membentuk perisai api pelindung di sekitar kita untuk melindungi dari serangan dan membantu bersihkan energi negatif yang menyebar ke udara!"

Liam: "Stella – serang dari sisi dengan energi air dan belati kamu! Bersihkan energi gelap yang sudah dilepaskan dari makhluk itu agar tidak menyebar ke gua!"

Stella: "Oke siap! Aku sudah mengamati pola gerakan mereka saat kita bertemu di desa dulu – mereka biasanya menyerang dengan pola tertentu yang bisa kita prediksi!"

Liam: "Lyra – pantau kondisi Batu Keseimbangan setiap saat dan beri tahu kita jika ada bahaya yang akan datang! Coba hubungkan energi batu dengan alam sekitar melalui akar pohon yang masuk ke dalam gua jika bisa!"

Lyra: "Siap! Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menstabilkan energi batu sebelum terlambat!"

Mereka bekerja sama dengan sangat baik dan berhasil mengalahkan beberapa makhluk dengan mengeluarkan energi gelap dari dalam tubuh mereka, namun jumlah makhluk yang muncul terus bertambah dan kekuatan masing-masing makhluk juga semakin besar seiring dengan semakin tidak stabilnya Batu Keseimbangan.

Batu itu mulai bergetar dengan sangat kuat dan cahayanya berubah dari putih ke warna kebiruan yang mencurigakan. Dinding gua mulai retak dengan jelas dan batu-batu besar mulai jatuh dengan keras dari langit-langit, membuat mereka kesulitan untuk tetap bertempur dan menjaga keseimbangan.

Pada saat yang paling kritis, ketika satu makhluk besar dengan tubuh sangat besar dan tangan seperti cakar tajam akan menyerang Lyra yang sedang fokus pada batu dan tidak bisa menghindari serangan itu.

Liam bergegas dengan sangat cepat untuk melindunginya. Dia menghalangi Lyra dengan tubuhnya sendiri dan secara tidak sengaja menyentuh permukaan Batu Keseimbangan dengan telapak tangannya yang terbuka.

Dalam sekejap, cahaya terang yang sangat hangat dan tidak menyakitkan menyelimuti seluruh tubuhnya.

Semua suara pertempuran dan gemuruh gua seolah menghilang, dan Liam merasa seperti terbang keluar dari tubuhnya – masuk ke dalam dunia lain yang penuh dengan warna-warni cerah dan energi yang tak terbatas yang mengalir di sekelilingnya.

Liam masuk ke dalam kesadaran batu itu...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!