NovelToon NovelToon
Hati Yang Selalu Dijauhkan

Hati Yang Selalu Dijauhkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Angst / Perjodohan
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Sejak kecil, Lolitta telah melewati begitu banyak penderitaan hidup. Berbagai masalah bahkan menyeretnya hingga ke penjara, menempa dirinya menjadi seorang gadis yang tangguh dan mandiri. Ia selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Meski bertunangan dengan pria kaya dan tampan, Lolitta tak pernah menjadi manja atau bergantung pada tunangannya.Di
balik ketegarannya, ia menyimpan luka yang hanya bisa ia tangisi dalam diam.

Dev Zhang, seorang konglomerat berpengaruh, menerima pertunangan itu hanya demi memenuhi permintaan sang kakek. Ia tak pernah menyadari bahwa gadis yang berdiri di sisinya telah mencintainya selama sepuluh tahun. Kedekatan Dev dengan cinta pertamanya membuat Lolitta memilih menjauh dan selalu menjaga jarak, mengubur perasaannya dalam diam.

Akankah Lolitta akhirnya berani mengungkapkan perasaan yang selama ini ia pendam pada Dev Zhang?
Dan di antara Lolitta dan cinta pertamanya, siapakah yang benar-benar dicintai Dev?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Lampu-lampu kristal di dalam club elit itu memantulkan cahaya keemasan di setiap sudut ruangan. Musik lembut mengalun pelan, sementara aroma minuman mahal bercampur dengan asap tipis cerutu. Di salah satu sofa eksklusif dekat jendela besar, David duduk dengan santai, satu tangan memegang gelas minuman. Tatapannya tajam, seolah sedang memikirkan sesuatu yang penting.

Di hadapannya berdiri asistennya, Stev, yang sejak tadi melaporkan sesuatu dengan wajah serius.

"Apa, sudah dibeli oleh seorang yang tidak diketahui?" tanya David pelan, alisnya sedikit terangkat. Ia memutar gelas di tangannya, es di dalamnya berdenting pelan.

"Benar, Tuan," jawab Stev dengan hormat. "Tidak ada yang tahu siapa pemilik baru pabrik itu. Dan posisi Lolitta Fang sekarang ditetapkan di pabrik dan tidak akan ke pelabuhan lagi."

David terdiam sesaat. Tatapannya berubah lebih dalam, seolah sedang menghitung sesuatu di kepalanya.

"Apakah kau tahu pemilik lamanya ada di mana?" tanyanya lagi.

Stev menggeleng pelan. "Sepertinya sudah ke luar negeri setelah menjual pabriknya. Sulit dihubungi."

David menyandarkan tubuhnya ke sofa empuk. Sudut bibirnya terangkat tipis, namun sorot matanya justru semakin tajam.

"Sepertinya aku harus mencari cara lain untuk mendekatinya," ujar David perlahan, seakan berbicara pada dirinya sendiri.

Ia kemudian menatap Stev dengan tatapan penuh perintah.

"Cari tahu semua aktivitasnya. Apa yang dia suka… dan apa yang dia tidak suka."

"Baik, Tuan," jawab Stev cepat.

Namun setelah beberapa detik ragu, Stev kembali membuka suara.

"Tuan… apakah Anda serius mengejarnya?" tanyanya hati-hati. "Lalu bagaimana dengan Nona Shi? Dia adalah wanita yang akan Anda nikahi."

David tertawa kecil, namun tawanya terdengar dingin.

"Perjodohan bukan cinta," katanya santai. "Kalau kami menikah pun itu hanya karena bisnis, bukan pilihan sendiri. Andaikan Lolitta Fang bisa aku dekati… maka aku akan menikahinya. Apa pun permintaannya."

Kata-kata itu membuat Stev terdiam.

Selama bertahun-tahun bekerja dengan David, baru kali ini ia melihat atasannya begitu terobsesi pada seorang wanita.

Dalam hati, Stev hanya bisa berpikir,

"Baru pertama kali aku melihat bos tergila-gila pada seorang wanita."

Dua tahun kemudian.

Di sebuah pabrik besar yang kini berkembang pesat, suasana kantor terlihat sibuk sejak pagi. Para karyawan berlalu-lalang membawa berkas dan laporan.

Di salah satu ruangan kaca yang luas, Lolitta Fang duduk di balik meja kerjanya.

Kini posisinya bukan lagi karyawan biasa.

Ia sudah menjadi manager.

Lolitta mengenakan kemeja putih lengan panjang yang rapi, dilapisi blazer berwarna krem. Penampilannya terlihat profesional namun tetap elegan. Rambut panjangnya yang dulu sering diikat kini dibiarkan terurai, membuat auranya terlihat lebih dewasa dan anggun.

Tatapan matanya fokus pada layar laptop dan dokumen yang menumpuk di meja.

Sejak dua tahun terakhir, hidupnya hampir sepenuhnya dihabiskan untuk pekerjaan.

Ketukan papan ketik memenuhi ruangan yang tenang.

Tiba-tiba ponselnya bergetar.

Sebuah pesan masuk.

Lolitta berhenti bekerja sejenak, lalu mengambil ponselnya. Ia membuka pesan itu dan membaca nama pengirimnya.

Dev.

Isi pesannya singkat.

"Malam ini aku datang menjemputmu. Kakek ingin makan bersama kita untuk membahas masalah pernikahan kita."

Alis Lolitta langsung berkerut.

Ia menatap layar ponselnya beberapa detik, seolah memastikan tidak salah membaca.

"Pernikahan?" gumamnya pelan. Ia menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Pertunangan kami hanya dua tahun… mana mungkin membahas pernikahan."

Nada suaranya pelan, lebih terdengar seperti seseorang yang sedang berbicara pada dirinya sendiri.

Namun setelah beberapa saat, ia hanya menghela napas dan kembali bekerja.

Seolah mencoba mengabaikan sesuatu yang membuat hatinya tidak tenang.

Malam hari.

Lampu di rumah keluarga Zhang menyala terang.

Meja makan panjang sudah dipenuhi berbagai hidangan hangat. Aroma makanan memenuhi ruangan, menciptakan suasana keluarga yang hangat.

Di meja itu duduk tiga orang.

Kakek Zhang, Lolitta, dan Dev.

Kakek Zhang terlihat sangat berwibawa meskipun usianya sudah lanjut. Tatapannya hangat ketika melihat Lolitta.

"Lolitta," ucapnya dengan suara lembut. "Belakangan ini kamu terlihat lebih kurus. Apa kamu sangat sibuk?"

Lolitta tersenyum sopan.

Senyum yang selalu ia tunjukkan di depan keluarga ini.

"Kakek, mungkin aku hanya kurang tidur," jawabnya pelan. "Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja."

Kakek Zhang mengangguk, tetapi tetap menatapnya dengan perhatian.

Belum sempat percakapan berlanjut—

Tiba-tiba nada dering ponsel Dev berbunyi.

Suara itu memecah suasana makan malam yang tenang.

Dev mengeluarkan ponselnya dari saku, lalu melihat layar.

Seketika ekspresinya berubah sedikit kaku.

Di layar tertulis satu nama.

Carmen Hong.

Mantan pacarnya.

Lolitta yang duduk di depannya sempat melihat perubahan wajah Dev, tetapi ia tidak mengatakan apa pun.

Dev segera berdiri dari kursinya.

"Aku jawab panggilan dulu," katanya singkat.

Ia berjalan menjauh dari meja makan.

Pintu balkon terbuka pelan, lalu tertutup kembali.

Di meja makan, suasana tiba-tiba menjadi lebih sunyi.

Kakek Zhang menyesap tehnya perlahan.

Sementara Lolitta menatap piring di depannya, namun pikirannya jelas tidak berada di sana.

Beberapa jam kemudian.

Malam sudah semakin larut ketika mobil Dev berhenti di depan gedung apartemen tempat Lolitta tinggal.

Di dalam mobil, hanya terdengar suara mesin yang masih menyala pelan.

Lolitta membuka sabuk pengamannya, lalu menoleh ke arah Dev.

"Terima kasih karena sudah mengantarku pulang," ucapnya sopan. Ia hendak membuka pintu mobil.

Namun sebelum sempat keluar, Dev tiba-tiba menahan lengannya. Pria itu sedikit mendekat, membuat jarak mereka menjadi sangat dekat.

Keduanya saling bertatapan.

Mata Dev terlihat serius, seolah ada sesuatu yang ingin ia katakan sejak tadi.

"Apakah sampai sekarang kau masih tidak sudi mengizinkanku masuk?" tanya Dev dengan nada setengah bercanda.

Lolitta tersenyum tipis, namun ia menggeleng.

"Aku hanya menjaga nama baikku," jawabnya tenang. "Di gedung ini banyak tetangga yang suka bergosip. Aku tidak ingin menjadi bahan pembicaraan mereka."

Dev menghela napas pelan, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi.

"Tapi kita adalah pasangan," katanya.

"Lalu kenapa tadi saat Kakek menyebut tentang pernikahan, kau malah menundanya?"

Lolitta terdiam sebentar sebelum menjawab.

"Aku hanya ingin menikmati hidup sendiri," katanya jujur. "Bebas… dan bisa melakukan apa saja."

Dev menatapnya dalam.

"Lolitta, setelah menikah pun aku tidak akan melarangmu melakukan apa pun," ujarnya.

"Kau bebas pergi ke mana saja."

Lolitta menggeleng pelan.

"Sebuah pernikahan adalah ikatan," ucapnya perlahan. "Aku hanya ingin mempertimbangkannya dengan baik sebelum melangkah lebih jauh."

"Kau tidak percaya padaku?" tanya Dev.

"Aku hanya tidak percaya pada pernikahan, sebuah hubungan bisa berubah kapan saja," jawab Lolitta. "Dev, saat ini kita masih punya banyak pilihan. Pernikahan tanpa paksaan… adalah pernikahan yang bahagia."

Dev terdiam beberapa detik mendengar itu.

Lalu ia tersenyum tipis.

"Aku menikahimu bukan karena terpaksa," ucapnya pelan.

"Aku mencintaimu, Lolitta."

Tatapannya menjadi lebih lembut.."Kalau kau masih ragu denganku… beri aku waktu untuk membuktikannya. Aku tahu janji tidak bisa menjamin apa pun. Tapi waktu akan membuktikan segalanya."

Setelah mengatakan itu, Dev perlahan mendekat.

Ia menangkup lembut wajah Lolitta.

Dan tanpa memberi kesempatan untuk menolak, Dev mencium bibir Lolitta dengan lembut.

1
Ridwani
👍
Ridwani
👍👍
kitty ❤
min, kok bab 23 ada dua?
Pikachu: Iya, kak. jaringan author ngelag, klik dua kali baru bisa malah jadi doubel bab. terima kasih mengingatkan🙏🙏
total 1 replies
Dini Anggraini
Carmen hong semakin kamu mengusik hidup lollita semakin lollita bisa pisah dengan Dave kak karena kasihan lollita selama ini mencintai Dave sendirian sedangkan Dave meskipun cinta lollita tapi apa yang dia lakukan ke mantannya semua orang pasti berpikir Dave akan kembali dengan mantannya ( Carmen hong) daripada lollita sakit hati mendingan di lepaskan saja Dave lollitanya. 🙏😍😍
JasmineA
lo pikir lolita peduli soal dirinya mantan narapidana...dia aja kerja dipelabuhan awalnya karna ngak mau bergantung sama pria...lo pikir lolita bakalan nangis dipojokan gitu...maaf lolita fang bukan gadis menye2 kek lu
falea sezi
q suka cwek g manja siipp dah
JasmineA
kita liat aja...emang benar dikejar atau lebih prioritaskan mantan dgn alasan kerjasama...
JasmineA
kek gak ada model lain aja yg bisa di perkerjakan...emang harus gitu ambil mantan?kalo pun terpaksa...bisa kok suruh yg lain aja yg jemput ke bandara...emang harus CEO sndri yg jemputnya?
🤩😘wiexelsvan😘🤩
semangattt berkarya dan semangattt up yaach thorrr😍😘
Dame Manalu
apakah Dev punya pacar apa tunangan !..
Maria Mariati
berterus terang saja Lolita apa yang menjadi rasa di hatimu,daripada menyesal kemudian hari
Permata_tanty
knpa jd namanya cowoknya calvin thor ??? bukannya dav zang ya
Pikachu: Maaf kak, salah masuk nama 🤣🤣
total 1 replies
Maria Mariati
pasti ada seseorang yang datang padanya kalo Dev kekasih nya,mangkanya Lolita tidak mau ketemu Dev,kasihan jadi salah paham kali yakk
M Karyawanti
lanjut dong ceritanya 🙏
Maria Mariati
balas dendam di mulai 💪💪💪😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!