NovelToon NovelToon
Fall In Love With You, Mr Tomi.

Fall In Love With You, Mr Tomi.

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

"Saya mohon menikah lah dengan putri saya! Putri saya sangat mencintai nak Tomi. Waktu saya tidak lama lagi, dan saya akan pergi dengan tenang jika sonia telah menikah." Tangis Sonia semakin pecah mendengar permintaan Daddy-nya sedang kritis di rumah sakit, kepada pria yang sudah setahun terakhir dicintainya secara diam-diam. Ya, diam-diam, sebab Sonia tidak pernah mengutarakan perasaannya terhadap pria itu kepada siapapun, termasuk pada Daddy-nya.

Sonia memang sangat mencintai pria yang merupakan bosnya tersebut, akan tetapi Sonia juga tidak ingin menikah dengan cara seperti itu. Ia ingin berusaha menaklukkan hati Pria bernama Tomi tersebut tanpa permintaan atau paksaan dari pihak manapun. Namun kondisi Daddy-nya yang sedang sekarat membuat Sonia tak tega untuk banyak berkata-kata, apalagi untuk menolak.

Akankah pernikahan Sonia berjalan layaknya pernikahan bahagia pada umumnya, atau justru kandas ditengah jalan, mengingat Tomi tidak memiliki perasaan apapun terhadap Sonia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18.

Sekembalinya ke kamar Tomi mendapati Sonia telah tertidur. Bisa jadi dirinya yang terlalu lama mengobrol dengan ayah atau mungkin Sonia yang terlalu lelah sehingga memilih tidur lebih awal.

Tomi mendekat dan menatap wajah teduh istrinya yang sedang tertidur. "Ada apa denganku? Mengapa mendengar papah memintaku berpisah dengannya, hatiku tidak bisa menerimanya?." Tomi bergumam dalam hati.

"Apa mungkin karena aku sudah mulai terbiasa dengan keberadaannya di sisiku, atau justru karena aku sudah mulai_." Tomi tak sengaja menuntaskan kalimatnya.

Keesokan paginya.

Sonia berangkat lebih dulu ke kantor. Ia berangkat di saat Tomi sedang mandi. Bukannya sengaja menghindari suaminya namun ada pekerjaan yang belum sempat diselesaikan oleh Sonia kemarin, sehingga ia harus tiba lebih awal di kantor untuk menyelesaikan. Nampaknya berurusan dengan Cili kemarin membuat pekerjaan Sonia sedikit terbengkalai.

Seperti biasa, Sonia menggunakan lift yang diperuntukkan bagi para pegawai. Saat pintu lift hendak bergerak, menutup kembali, seseorang berusaha menghentikannya dan menerobos masuk.

"Selamat pagi, Nona Sonia." Sapa seseorang yang tak lain adalah Cili. Wanita itu yang biasanya selalu ditemani oleh asisten pribadinya kini nampak hanya seorang diri.

"Selamat pagi, Nona Pricilia." Balas Sonia dengan seulas senyum di bibirnya.

"Rupanya anda ini adalah pegawai yang sangat disiplin, buktinya anda datang lebih pagi, Nona Sonia." Sonia hanya merespon perkataan Cili dengan senyum tipis. Ia malas meladeni mantan tunangan suaminya tersebut. Karena itu hanya akan membuang energi menurut Sonia.

Sonia memilih mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya untuk mengurangi interaksi dengan Cili. Namun siapa sangka, Cili justru menjatuhkan buku di tangannya hingga sesuatu yang terselip di dalam buku tersebut terjatuh tepat di depan kaki Sonia, hingga secara otomatis terlihat dengan jelas oleh Sonia.

Dengan pergerakan perlahan, Cili merunduk, memungut sebuah foto yang menampilkan dirinya dan Tomi sedang tersenyum bahagia. "Tomi memang suka sekali berfoto bersama, jika aku menolak pun dia pasti akan ngambek." Dengan senyum tanpa dosa Cili berkata demikian tanpa di tanya.

Sonia tak berniat merespon pernyataan Cili. Sonia memilih diam saja.

"Dulunya kami adalah pasangan yang sangat romantis dan juga bahagia, hanya saja terjadi sedikit kesalahpahaman sehingga aku terpaksa harus pergi meninggalkannya dihari pernikahan kami. Aku tahu, mungkin saat ini Tomi masih merasa kecewa dengan sikapku di masa lalu, tetapi aku yakin bahwa Tomi masih sangat mencintaiku." Lagi-lagi, tanpa ditanya Cili menceritakan sesuatu yang mampu membuat Sonia ingin sekali menyumbat mulut wanita itu agar berhenti mengatakan hal-hal yang menyebabkan telinganya sakit.

"Maaf Nona Sonia.... sepertinya saya sudah terlalu banyak bicara akibat begitu bahagia bisa kembali di kehidupan pria yang begitu mencintaiku." Cili memasang wajah sungkan, seolah menyesal sudah banyak bicara.

"Tidak masalah, Nona Pricilia...." Sonia memaksakan senyum dibibirnya. Bukannya munafik, tetapi faktanya wanita mana yang senang jika mendengar wanita lain membahas tentang masa lalu bersama pria yang kini telah menjadi suaminya?

Untungnya tak lama kemudian pintu lift terbuka dan Sonia pun melangkah keluar, begitu pun dengan Cili.

"Jika hubungan mas Tomi dengan nona Cili seindah itu di masa lalu, maka tidak menutup kemungkinan mas Tomi masih berkeinginan kembali merajut cinta bersama Nona Cili." batin Sonia yang kini telah berada di meja kerjanya.

Ketimbang terus memikirkan hal-hal yang membuat moodnya berubah buruk, Sonia memilih memulai pekerjaannya sehingga nantinya ia tak perlu mendapat amukan Tomi jika terlambat menyerahkan berkas tersebut.

Suara pantofel beradu dilantai sekaligus mengalihkan perhatian Sonia dari layar laptopnya. Ia lantas bangkit dari kursinya. "Selamat pagi, tuan."

"Pagi. Sonia, ikut ke ruangan saya!." Titah Tomi sembari terus melangkah menuju ruangannya.

"Baik, tuan." Sonia lantas bergerak menyusul Tomi.

Menatap wajah Tomi, mengingatkan Sonia pada senyum bahagia Tomi yang ada di dalam foto bersama dengan Cili.

"Akankah suatu hari nanti kamu bisa mencintaiku walau hanya sedikit saja, mas?." Gumam Sonia di dalam hati.

"Kamu itu sekretaris saya. Patuh lah hanya pada perintah saya, dan jangan pernah mematuhi perintah orang lain, siapapun itu!." Ucap Tomi penuh penekanan.

"Baik, tuan."

"Sekarang Kembalilah ke meja kerjamu!." Ucapan Tomi kini jauh lebih lembut.

Satu jam berlalu, para pegawai nampak berkumpul di ruang auditorium, memang tak semua pegawai namun tak kurang dari seratus pegawai berkumpul di sana. Ya, Tomi sengaja mengumpulkan para pegawainya untuk melihat hasil dari pembuatan iklan produk mereka sebelum nantinya diluncurkan. Hal itu dilakukan Tomi untuk memastikan bahwa hasil iklan sudah sesuai dengan harapan, dan minimal lima puluh persen dari pegawai Andrean Group merasa puas dengan hasilnya. Karena, menurut Tomi mereka semua merupakan satu tim dalam mengembangkan perusahaan sehingga komentar dari para pegawai pun dibutuhkan.

Asisten Azam membuka acara dengan formalitas, sebelum mempersilahkan tuannya untuk berbicara dan nantinya secara resmi memperlihatkan hasil iklan produk baru mereka guna disaksikan bersama-sama melalui layar proyektor.

"Selamat pagi semuanya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak kepada kalian semua yang telah meluangkan waktu untuk hadir di ruangan ini. Seperti biasa, saya sengaja melibatkan para pegawai untuk menyaksikan bersama hasil dari pembuatan iklan produk baru kita sebelum diluncurkan demi menjaga kwalitas serta kuantitas iklan kita, dan untuk memastikan apakah hasilnya sudah sesuai dengan tips pemasaran dan dapat di terima di semua kalangan atau justru sebaliknya."

"Dengan itu, mari kita saksikan bersama-sama." Tomi lantas menghidupkan layar proyektor yang menampilkan iklan produk baru yang akan segera diluncurkan.

Setelah menyaksikan durasi iklan hingga selesai, Tomi lantas mempersilahkan para pegawai untuk menilai ataupun memberikan komentarnya.

"Maaf tuan, untuk konsepnya nampaknya sudah sesuai karena sudah menjangkau mulai dari kalangan remaja hingga orang dewasa. Akan tetapi, menurut penilaian kami dari divisi keuangan, terkhusus saya pribadi, pemilihan kostum yang dikenakan oleh model terlalu terbuka sehingga tidak pantas menjadi tontonan untuk anak dibawah umur." Mewakili semua jajarannya, Kepala divisi keuangan mengutarakan komentarnya.

"Menurut kami pun demikian, tuan. Akan lebih baik jika dilakukan revisi kembali sebelum diluncurkan!."

"Kami setuju, tuan. Jangan sampai project kita kali ini justru mendapatkan boikot dari pihak yang merasa dirugikan nantinya."

Terdengar beberapa pegawai yang mewakili divisi masing-masing memberikan komentarnya.

Cili yang tentunya juga hadir di ruangan tersebut dibuat kesal mendengarnya. Bagaimana tidak, selain ia harus mengerjakan ulang project tersebut, bisa jadi Tomi pun akan menilai buruk tentang dirinya.

"Sial...." Umpat Cili dalam hati. Jika saja hal seperti ini terjadi di masa lalu, sudah pasti Tomi akan lebih mendengarnya dan pastinya akan mengabaikan komentar para pegawainya. Tetapi, kini situasi berbeda, hubungannya dengan Tomi sudah tidak seperti dulu lagi sehingga Cili khawatir masalah ini justru berimbas pada kontrak kerjasamanya dengan Andrean Group.

Tak punya pilihan lain, Cili akhirnya memutuskan memainkan sandiwara demi menutupi kesalahannya.

"Sebelumnya saya mohon maaf... Bukannya ingin membela diri, tetapi kemarin saya sudah mencetuskan ide untuk mengenakan kostum yang lebih tertutup dalam pembuatan iklan ini, akan tetapi Nona Sonia justru menyarankan saya untuk mengenakan kostum yang tadi terlihat pada iklan, kata beliau kostum tersebut lebih cocok dengan konsep yang ada. Sebagai model yang baru bergabung di perusahaan ini, tentunya saya hanya bisa menurut saja."

Berbeda dengan Ambar yang mengangguk, seolah membenarkan ucapan Cili, Sonia justru terlihat bingung. Pasalnya, ia tidak merasa melakukan apa yang dituduhkan oleh Cili.

Sonia berdiri dari duduknya, menatap sejenak pada Cili lalu beralih pada Tomi.

"Maaf tuan... Bukannya saya ingin bersikap lancang ataupun mencari pembenaran atas diri saya, tetapi saya hanya ingin meluruskan bahwa saya sama sekali tidak melakukan apa yang telah dituduhkan oleh Nona Pricilia. Kemarin saya hanya sekedar membantu persiapannya saja tanpa berkomentar apapun, apalagi sampai memberikan saran tentang kostum yang harus dikenakan oleh model." Sonia tidak habis pikir Cili tega mengkambing hitamkan dirinya.

1
Nurul
Ditunggu lanjutannya......
Uba Muhammad Al-varo
Tanggerang hadir kakak Author 🙏🙏💪💪💪💪💪
Uba Muhammad Al-varo
cilli....... bukan nya sadar malah tambah gila karena obsesi dan keegoisanmu dan karena perbuatan ini juga kamu akan berakhir menderita dan menyesal, nggak mau menurut sih apa yang dikatakan oleh Linda 👿👿
sutiasih kasih
cili cari hidup susah...
Ami LeoGirl
Lajutkn up semangt
Lentera Aksara
kota udang hadir Thor 😁
Nurminah
jangan sampe kejebak ama obat perangsang ya Thor jujur muak liatnya
secret
akhirnya perjuanganmu membuahkan hasil tom, hrs hati2 karena si cabe blom kapok
secret
Palembang thorr, salam kenal dari wong kito galo😁
Lusi Hariyani
hati2 tomi jaga sonia bahaya mengancam
Syifa
kaka yg banyak donk aplopnya
Ayila Ella
waduh gawat si ular mau bikin olah
Syarifah
Penajam Paser Utara Kaltim Thor 🙏
Lia siti marlia
iya tom kamu harus hati hati sama c cili jaga sonia dengan baik kalau sampai terjadi lagi bisa bisa kamu gak ketemu sama sonia untuk waktu yang tidak bisa di tentukan ....halo kak aku dari garut jabar 🥰
Dwi ratna
Cilapop kak alias Cilacap, tau gk daerah itu? hehehe 🫣🫣🫣
Delvyana Mirza
Iya Tom,si ulat bulu,da punya rencana yang menjijikkan,yang membuat kesal,
Uba Muhammad Al-varo
begitu cintanya Tomi ke Sonia, membuat dia melakukan segala supaya Abil mau beri ijin Tomi membawa Sonia pulang ke rumahnya 💪💪💪
Lentera Aksara
lucu ih Tomi demi istri apapun dilakukan🤣🤣🤣
Lia siti marlia
hahaha semangat terus tom demi luluhin hati abil dan merjuangin istri dan calon anak mu
Lusi Hariyani
wuih g main2 efort y tomi buat jemput sonia...ksh pelajaran dl si tomi abil biar g ulangi lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!