NovelToon NovelToon
Immortal Phoenix Emperor

Immortal Phoenix Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Fantasi Timur / Perperangan / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: AnginBiru

Seorang Kaisar Abadi yang sedang melewati rangkaian Ujian Langit, mengalami kegagalan karena diserang oleh Pasukan Berjubah. Dirinya yang mengalami luka cukup parah sebab gagal melewati Ujian Langit, serta merasa geram terhadap Pasukan Berjubah. Menggunakan sebuah Teknik Terlarang untuk melawan Pasukan Berjubah hingga menyebabkan tubuh dan jiwanya hancur.

Lima Ribu Tahun kemudian, Ia terlahir kembali sebagai seorang Tuan Muda dari Klan Xiao. Namun sayangnya, Ia terlahir dengan kondisi lautan energi yang tersegel sehingga membuat dirinya tidak bisa berkultivasi.

Tetapi, kondisi yang kurang baik tersebut tidak membuat dirinya menyerah. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan kembali seluruh kekuatannya seperti di masa lalu, demi membalaskan dendamnya serta melindungi orang yang ia cintai!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnginBiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 18 - Persiapan Menuju Hutan Spirit Beast

Yan langsung tersenyum menyeringai. Rasa bosan yang ia alami telah berubah menjadi kesenangan mengganggu Xiao Yun. Kata-kata yang diucapkannya selalu berhasil membuat darah Xiao Yun mendidih karena api amarah. "Kau tak perlu marah, Yun. Aku hanya asal bicara saja tadi."

WUSH!

Aura membunuh yang cukup kuat seketika terpancar dari tubuh Xiao Yun. Rahangnya mengeras, tatapan matanya yang dingin dan tajam terasa menusuk tubuh Yan dengan kejam. "Pergi kau dari sini!" Xiao Yun tidak berteriak, tetapi ucapannya mampu membuat Yan sangat ketakutan

Mendapatkan tekanan aura membunuh dari Xiao Yun membuat Yan tidak bisa berkata-kata lagi. Ia hanya dapat mengikuti perintah dari Xiao Yun serta nalurinya untuk segera pergi keluar melalui jendela yang terbuka lebar. Sementara itu, aura membunuh yang dipancarkan Xiao Yun perlahan mulai mereda setelah melihat kepergian Yan tanpa sepatah kata. Kemudian, ia langsung mengatur ritme napasnya agar lebih teratur sehingga dapat kembali berkonsentrasi pada pekerjaannya. "Hahh.. Dia tidak pernah berubah." gumamnya

Setelah suasana menjadi lebih tenang, Xiao Yun melanjutkan proses pembuatan racun di Tungku Teratai Langit. Proses pembuatan hari ini mengalami kemajuan yang lebih baik dari hari kemarin. Belum ada setengah hari sejak ia memulai pembuatan racun. Namun, lima wadah tanah liat yang baru sudah terisi penuh dengan cairan racun berwarna ungu pekat tersebut. Xiao Yun pun segera menghentikan pekerjaannya. Pandangannya tampak tertuju pada peti kayu kosong yang sebelumnya menjadi tempat kumpulan tanaman obat.

Tanpa ia sadari, seluruh tanaman obat yang ia dapatkan dari Gudang Harta Klan Xiao telah habis terpakai. Lalu, ia mengarahkan tatapan matanya ke arah delapan wadah tanah liat yang berada di sisinya. Alisnya bertaut rapat. Raut wajahnya terlihat keruh, menunjukkan tanda bahwa ia sedang memikirkan sesuatu yang cukup berat. "Seharusnya ini sudah cukup." ucapnya dengan pelan seraya menyimpan kembali Tungku Teratai Langit ke dalam cincin ruang

Selepas memastikan bahwa jumlah cairan racun yang ia buat telah terpenuhi. Tubuh Xiao Yun langsung bangkit dari tempatnya berada dan berpindah ke hadapan peti kayu lainnya yang berisi kumpulan pedang. Dengan wajah yang serius, tangan kiri Xiao Yun segera meraih sebuah pedang di hadapannya. Sedangkan tangan kanannya, mulai mengolesi separuh bagian mata pedang dengan racun buatannya menggunakan kuas khusus yang sudah ia siapkan. Tanpa sedikitpun lengkungan di bibirnya serta gangguan dari Yan, Xiao Yun terus melanjutkan pekerjaannya dengan suasana yang sangat tenang dan damai.

_______

Dengungan suara jangkrik serta jeritan melengking dari burung hantu mulai terdengar di telinga Xiao Yun. Cahaya matahari yang sebelumnya terus menyinari ruangan tempatnya berada. Kini tergantikan oleh nyala api yang redup dari lampu minyak di sampingnya. Tubuh Xiao Yun tampak masih terpaku pada pekerjaannya. Intensitas cahaya yang sudah berkurang tidak membuat konsentrasinya terpecah-belah. Walaupun, ia sempat berhenti karena kehadiran Bibi Yi yang membawa makanan untuk dirinya.

Beberapa menit kemudian, kedua tangan Xiao Yun terlihat berhenti bekerja. Embusan napas yang panjang nan penuh rasa lelah terdengar sangat jelas dari dirinya. Kemudian, ia segera bangkit dari posisi duduknya dan berjalan menuju kasur lipatnya berada. Tubuh kecil Xiao Yun yang dipenuhi oleh rasa letih karena bekerja sepanjang hari, seketika jatuh ke dalam kenyamanan kasur lipat tersebut. Embusan napas panjang kembali terdengar, Xiao Yun meregangkan tubuhnya untuk melemaskan urat-urat ototnya yang menegang.

"Apa pekerjaanmu sudah selesai, Yun?" tanya Yan yang sudah kembali sejak tadi

"Sudah. Besok kita akan pergi dari Gudang Harta Klan Xiao." jawab Xiao Yun dengan penuh ketenangan

"Baguslah. Aku merasa sangat bosan berada di ruangan ini."

Xiao Yun hanya tersenyum kecil. Ia tidak lagi membalas keluh kesah Yan dengan emosi yang meluap-luap seperti sebelumnya. Tubuhnya yang sudah tak bertenaga, perlahan-lahan membuat matanya terpejam dalam kesunyian yang nyaman.

_______

Keesokan paginya..

Langkah kaki yang tegas membawa tubuh Xiao Yun pergi dari ruangan pribadinya menuju keluar Gudang Harta Klan Xiao. Setelah dua hari penuh bekerja di hadapan Tungku Teratai Langit dengan pemandangan sekitar yang dipenuhi oleh dinding kayu. Kini, Xiao Yun bisa kembali melihat suasana yang ramai dan penuh semangat di Kediaman Klan Xiao. Angin pagi yang sejuk mengibaskan rambut serta jubah birunya dengan lembut. "Akhirnya, kita bisa pergi dari ruangan itu." ucap Yan melalui transmisi suara

"Kau ini.. Kita baru berada di sana selama dua hari. Tetapi kau, tak henti-henti mengeluh." sebenarnya Xiao Yun ingin menetap lebih lama di Gudang Harta Klan Xiao seperti yang pernah ia ucapkan kepada Xiao Baizi

Ia sudah menyusun rencana untuk berkultivasi serta mengasah kemampuan teknik pedangnya di sana selama beberapa hari. Namun, kesabarannya terus menipis karena mendengar berbagai macam ocehan dari Yan. Sehingga, ia harus menunda rencananya tersebut dan memilih menjadi pihak yang mengalah.

"Lupakan tentang diriku. Sekarang, apa yang akan kau lakukan selanjutnya? Apa kau akan langsung pergi ke Hutan Spirit Beast? Yan sedang berusaha mengalihkan topik pembicaraan

Xiao Yun terdiam sejenak. Ia mengabaikan pertanyaan dari Yan, bukan karena dirinya merasa tidak nyaman dengan sikap Yan yang terus menyebalkan. Namun, Xiao Yun ingin menjawab pertanyaan Yan melalui tindakannya. Langkah kakinya yang penuh semangat dan percaya diri terus berjalan di tengah segala aktivitas para anggota Klan Xiao. Hingga tubuhnya seketika berhenti di hadapan Bibi Yi yang menyambut kedatangannya dengan tersenyum lembut. "Selamat pagi, Tuan Muda." ucap Bibi Yi seraya membungkukkan setengah tubuhnya memberi hormat

Xiao Yun segera mengangguk pelan. "Selamat pagi, Bibi Yi. Maafkan aku, karena sudah mengganggu waktu bekerja Bibi." ujarnya dengan lembut

"Tidak apa-apa, Tuan Muda. Aku merasa sangat senang dan terhormat bisa membantu segala keinginan Anda."

"Terima kasih, Bibi."

Setelah berbincang singkat dengan Bibi Yi. Xiao Yun kembali melangkahkan kakinya menuju Aula Utama Klan Xiao bersama Bibi Yi di sisinya. Hutan Spirit Beast yang menjadi tempat tujuan Xiao Yun selanjutnya, merupakan sebuah hutan yang dipenuhi oleh berbagai macam bahaya dari segala arah. Banyak Spirit Beast liar dan kuat serta manusia-manusia dengan niat buruk yang selalu mengancam setiap nyawa. Karena itulah, Xiao Yun dipaksa melakukan beberapa persiapan untuk menghadapi kemungkinan buruk yang akan menghampirinya.

Akan tetapi, masalah terbesarnya bukanlah bahaya yang akan ia temui di sana, melainkan kasih sayang dari ayahnya. Pergi ke Hutan Spirit Beast seorang diri dengan tingkat kultivasi yang masih berada di tahap Pemurnian Energi Lapisan Kelima. Tindakannya tersebut sama saja seperti melompat ke dalam lautan api, mengantarkan nyawa menuju kematian abadi. Xiao Qinzi pasti tidak akan mengizinkan Xiao Yun untuk pergi ke sana. Dan Xiao Yun, tetap ingin melanjutkan rencananya bersama dengan sifat keras kepalanya.

Jadi, dirinya meminta bantuan Bibi Yi untuk menghadapi penolakan yang sudah pasti dari ayahnya. Sesampainya di Aula Utama Klan Xiao, kehadiran Xiao Yun dan Bibi Yi langsung disambut oleh suasana yang serius dari perbincangan antara Xiao Qinzi serta Ye Wuling. Telinga Xiao Yun samar-samar mendengar obrolan mereka tentang perkembangan kultivasi murid-murid Klan Xiao. Langkah kaki Xiao Yun tampak tidak bisa beranjak dari pintu Aula Utama, sebab keraguan setelah mendengar percakapan ayahnya dengan Ye Wuling.

Ia tidak ingin kehadirannya menjadi alasan utama yang menggangu mereka. Bibi Yi pun seketika melangkah maju ke hadapannya dengan tegas. Wajahnya terlihat lebih serius dan bersemangat dibandingkan dirinya. "Tidak apa-apa, Tuan Muda. Biar aku yang mengurus mereka." serunya dengan tatapan mata yang tajam

Tanpa menunda waktu, Bibi Yi langsung masuk ke dalam Aula Utama seraya menggenggam tangan kecil Xiao Yun. Setiap langkah kaki Bibi Yi dihiasi oleh keanggunan serta aura dominasi yang sangat kuat. Sikapnya yang sangat tegas saat ini, sangat berbeda dengan sosoknya yang selalu menjadi pelayan dengan kepribadian lemah lembut selama ini. Perbincangan antara Xiao Qinzi dan Ye Wuling pun sontak terhenti sebab kehadiran mereka. "Apa yang sedang kalian lakukan di sini?" tanya Xiao Qinzi

"Maaf karena sudah mengganggu waktu kalian berdua. Ada hal penting yang ingin Tuan Muda Ketiga sampaikan kepada Anda, Tuan Pemimpin." seru Bibi Yi dengan penuh kesopanan

Perhatian Xiao Qinzi segera tertuju pada wajah putra kecilnya. Firasatnya kembali memberi tahu dirinya, kalau Xiao Yun memiliki rencana yang tidak sederhana seperti saat meminjam lencana emas miliknya. "Apa yang ingin kau sampaikan, Yun'er?"

Xiao Yun terdiam sejenak. Tatapan matanya diselimuti oleh keraguan yang sulit untuk dikalahkan. Bibirnya yang tampak gemetar mulai berbicara, "Ayah! Tolong izinkan aku untuk pergi ke Hutan Spirit Beast!" tegas Xiao Yun seraya membungkukkan setengah tubuhnya

...

Suasana seketika menjadi hening total. Tubuh Xiao Qinzi serta Ye Wuling langsung membeku, tidak mampu memproses perkataan Xiao Yun yang baru saja mereka dengar. Mereka berdua menatap Xiao Yun dengan ekspresi kosong selama beberapa detik sebelum akhirnya bertanya, "Hutan Spirit Beast adalah tempat yang sangat berbahaya, Yun'er! Apa yang ingin kau lakukan di sana?!" bola mata Xiao Qinzi terlihat membulat penuh

"A, aku.."

"Hutan Spirit Beast bukan hanya dipenuhi oleh berbagai macam Spirit Beast yang buas dan kuat. Tetapi, ada banyak kultivator kuat yang pergi ke sana untuk mendapatkan apapun keinginan mereka tanpa pandang bulu." seru Ye Wuling

"Kau masih di tahap Pemurnian Energi Lapisan Kelima, Yun'er. Kemampuan serta pengalaman bertarungmu masih sangat kurang dan belum layak untuk menjelajahi dunia luar. Ayah tidak akan mengizinkanmu untuk pergi ke sana."

"Sebaiknya Anda tetap berada di lingkungan Klan Xiao, Tuan Muda. Aku akan membimbing Anda hingga benar-benar kuat dan layak untuk pergi menjelajahi dunia luar suatu saat nanti." lanjut Ye Wuling

Atmosfer di Aula Utama seketika menjadi intens. Xiao Qinzi dan Ye Wuling terus berbicara, menekan Xiao Yun tanpa memberinya kesempatan untuk menjelaskan. Mereka ingin Xiao Yun sadar akan resiko yang menantinya di Hutan Spirit Beast. Kekhawatiran serta kepedulian mereka terhadap Xiao Yun, membuat dua Pria tersebut lupa pada keberadaan seseorang di sisi Xiao Yun.

"Ucapan Ye Wuling benar. Kau harus tetap di sini hingga.."

"DIAM KALIAN!!"

WUSH! BOOM!

Ledakan energi murni yang sangat kuat tiba-tiba keluar dari tubuh Bibi Yi, hingga menghempaskan beberapa kursi serta meja di sekitarnya. Fluktuasi energi yang hebat mengubah suasana di Aula Utama menjadi menegangkan. Xiao Qinzi serta Ye Wuling seketika berhenti berbicara saat merasakan tekanan aura membunuh dari Bibi Yi. Lutut mereka tampak bergetar hebat dan lemas di hadapan tatapan mata Bibi Yi yang dingin. Sosoknya yang sangat mendominasi tersebut menyebabkan Xiao Yun juga ikut ketakutan, langkah kakinya tanpa sadar menjauhi Bibi Yi.

"Fluktuasi energi..? Jadi selama ini, Bibi Yi juga seorang kultivator?" bisiknya dengan mata yang terbuka lebar

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!