{ Lanjutan dari cerita SAHABAT KU AYAH PUTRI KU tapi ini tentang Kanz dan Ana }
Kanz Altaf Siagian, seorang ketua OSIS di sebuah sekolah,ia memiliki wajah yang sangat tampan dan banyak di idolakan oleh kaum hawa .
Melihat dari latar belakang nama nya Kanz bukan orang sembarangan namun pria itu memilih untuk menutupi dan hidup seperti orang lain ,hidup yang damai itu tiba-tiba kacau setelah kehadiran wanita bar-bar .
Ariana Gauri Aleena nama wanita itu ,yang selalu membuat Kanz habis kesabaran nya namun siapa sangka berjalannya waktu keduanya semakin dekat.
Hingga terjadi sesuatu di antara keduanya saat acara puncak sekolah keduanya terpaksa harus hidup bersama !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bisikan Hanum
Kabar tentang di keluarkan Kiara dan teman-teman nya semakin membuat heboh sekolah, banyak yang bertanya-tanya tentang hubungan Aksa dan Ana dan ada juga yang bertanya-tanya tentang koneksi orang tua kedua nya .
" Apa aku perlu pindah, melihat muka mereka membuat ku semakin membuat ku tidak nyaman " Ana menjatuhkan kepalanya di atas meja memalingkan wajahnya ke arah samping .
" Kalau kamu pindah kami juta ikut " Ujar Tasya di jawab anggukan setuju oleh Hanum .
" Kalian tidak bohong kan ? " Ana langsung mengakat kepalanya menatap kedua sahabat nya bergantian " Tidak, kita kan sahabat" Jawab mereka bersamaan,tapi detik kemudian Ana kembali menjatuhkan kepalanya di atas meja .
" Kenapa ? " Tanya Hanum mengerutkan keningnya pelan .
" Tidak papa hanya sedih saja kalau harus pindah " Gumam nya pelan .
" Ngomong-ngomong mau pindah memang kamu sudah tahu mau pindah di mana " Tanya Tasya penasaran di jawab anggukan kecil oleh Ana " Di mana ? " Lanjut nya semakin penasaran sedangkan Hanum menyimak dengan baik .
" Sekolah milik keluarga Abang " Jawab nya lirih .
" Oh " jawab Hanum dan Tasya bersamaan namun detik kemudian mata kedua nya membola sempurna.
" Tunggu " Pekik Hanum tertahan " Milik keluarga kakak Kanz maksud mu " Ana mengaguk sebagai jawaban nya " Apa itu artinya kita pindah di sekolah yang itu kalau jadi " Ana kembali mengaguk ,Hanum langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
" Kamu lagi tidak bercanda kan ? " Bisik Tasya pelan agar tidak terdengar oleh teman-teman sekelas nya .
" Tidak , sebenarnya Abang sudah ngomong beberapa hari yang lalu" Ana mengakat kepalanya menatap ke arah luar jendela karena posisi duduknya di dekat dinding " Sebentar lagi Abang akan lulus jadi dia meminta ku untuk pindah ke sana karena di sana setidaknya dia lebih tenang baru ada Zahra juga " Lanjut nya tanpa mengalihkan pandangannya.
" Memang Kaka Kanz mau ke mana ? Kan sekolah di sini juga bisa " Tanya Hanum bingung.
" Dia lanjut ke luar negeri " Seketika wajah Ana berubah sendu ,ah padahal lagi beberapa bulan tapi tiba-tiba perasaan nya menjadi tidak karuan .
Hanum dan Tasya saling melirik " Kami akan ikut kamu jika pindah ke sana ,tapi bagaimana kalau setelah kakak Kanz lulus jadi untuk sementara kita habiskan waktu bersama-sama gimana ? " Tanya Hanum antusias.
" Benar itu ,sebelum kita cuci mata dengan yang lebih tampan,kaya ,pintar kita harus menghabiskan waktu bersama ketiga pria tampan di sekolah ini ,kalau kakak Kanz kan sudah laku " Timpal Tasya tertawa kecil.
Candaan kecil dari kedua sahabatnya itu membuat Ana sedikit lebih baik .
" Makasih ya " Ujarnya tulus .
" Koh jadi melow sih " Tasya pura-pura menghapus air matanya padahal tidak ada air mata yang ke luar membuat senyum Ana semakin lebar .
" Maaf boleh aku tanya hal yang lebih intim " Ana mengerutkan keningnya pada Hanum " Apa ? " Tanya Ana ragu .
Hanum memberikan kode pada Ana agar sedikit mendekat namun bukan hanya Ana yang mendekat melainkan Tasya juga .
" Kamu gila " Sentak Ana keras membuat kedua sahabatnya kaget bahkan penghuni ruangan itu pun menatap ke arah mereka .
" Kamu membuatku jantungan Na " Cicit Tasya sambil mengelus dada nya .
" Lagian Hanum....
" Tapi Na ucapan Hanum ada benarnya " Potong Tasya di jawab senyuman lebar oleh Hanum " Kamu setuju kan ? " Tasya menggaguk cepat.
" Kamu masih punya waktu jadi pikir-pikir dulu tapi aku harap kamu setuju " Lanjut nya serius .
" Iya Na, setidaknya ada yang temani kamu ! Tapi bukan berarti kami tidak menemani ku saat Kaka Kanz pergi tapi kalau ada dia pasti lebih berwarna " Ujar Tasya tak kalah serius .
" Jangan memikirkan hal apa pun ,kami selalu bersama mu apa pun nanti yang terjadi kedepannya " Ujar Hanum serius .
" Setuju " Jawab Tasya cepat.
Hayooo kira-kira apa ya yang di bisikin Hanum membuat Ana syok namun Tasya justru mendukung nya 🤔🤔🤔
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Kanz dan Ana menjadi novel favorit kalian 😘 😘 😘 😘
Like
Komentar
vote
Jangan lupa hadiah bunga dan juga ⭐ ⭐ ⭐ ⭐ ⭐ ⭐ ⭐
jawaban nya hanya Author yg tau 🤣🤣
lanjut thor 🙏🙏💪💪
melahirkan tidak di dampingi suaminya rasanya sedih banget 😭😭