Lin tian seorang remaja yang tinggal bersama ayah nya seorang pemabuk. suatu hari tiba tiba ayah nya berbicara dan mengasih warisan keluarga untuk anak nya dapat berkultivasi. seperti pepatah mengatakan "di balik kekuatan hebat terdapat musuh yang kuat"
Mampu kah Lin Tian bertahan dari banyak nya musuh yang datang.
mari kita cari tau bersama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14: Token Pedang Azure
Begitu Pil Pembersih Sumsum kemurnian sempurna mengalir ke dalam tenggorokan sang gadis, reaksi instan langsung terjadi. Tubuhnya yang semula sedingin es mendadak mengeluarkan uap putih yang pekat. Rona keunguan di wajah cantiknya perlahan memudar, digantikan oleh semburat merah sehat.
Uhuk!
Gadis itu terbatuk kecil, memuntahkan seteguk darah hitam yang membeku di atas tanah gua. Bersamaan dengan keluarnya darah beracun itu, energi spiritual (Qi) di dalam tubuhnya yang semula kacau mendadak mengalir dengan sangat lancar. Bahkan, riak energinya mulai membumbung tinggi, menembus batas sebelumnya.
Lin Tian yang bersandar di dinding gua sambil memulihkan Qi emasnya tersenyum tipis. Seperti dugaan, khasiat dari pil kemurnian 100% tidak hanya melarutkan racun dingin, tetapi juga membersihkan sumbatan di jalur meridian gadis itu.
Kelopak mata gadis itu bergetar sebelum akhirnya perlahan terbuka. Sepasang manik mata yang jernih menatap langit-langit gua dengan bingung, lalu pandangannya beralih dan tertuju pada Lin Tian yang sedang duduk bersila tak jauh darinya.
Gadis itu segera memeriksa kondisi tubuhnya sendiri. Dia terbelalak kaget. "Racun dingin... hilang? Bahkan fondasi Pemurnian Meridian-ku menjadi jauh lebih kokoh dari sebelumnya!"
Dia menatap Lin Tian dengan tatapan yang dipenuhi rasa takjub dan hormat. "Apakah kamu yang menyelamatkanku dan memberiku pil obat? Energi penawar di tubuhku... setidaknya itu adalah pil tingkat 1 dengan kualitas yang sangat tinggi!"
Lin Tian berdiri perlahan, menekan auranya kembali ke Level 3 Pengumpulan Qi agar tampak biasa saja. "Aku hanya kebetulan lewat dan memiliki beberapa obat penawar bersamaku. Bagaimana keadaanmu, Nona?"
Gadis itu segera bangkit dari daun kering. Meskipun pakaian sutra birunya masih koyak dan kotor, keanggunan seorang murid sekte besar tetap terpancar dari gerak-geriknya. Dia membungkuk hormat dengan tangan mengepal di dada—sebuah gestur resmi di dunia kultivasi.
"Nama saya Ye Chuan, murid dalam dari Sekte Pedang Azure," ucapnya dengan suara yang merdu namun tegas. "Terima kasih banyak atas budi baik penyelamatan nyawa ini, Rekan Dao. Jika boleh tahu, siapa nama Anda dan dari klan mana Anda berasal?"
"Lin Tian. Hanya seorang kultivator pengembara tanpa klan," jawab Lin Tian datar. Dia sengaja menyembunyikan asal-usulnya dari Desa Angin Sepoi untuk menghindari masalah yang tidak perlu dengan klan mantan kepala desa.
"Kultivator pengembara?" Ye Chuan sedikit terkejut. Sangat jarang ada kultivator mandiri tanpa sokongan klan atau sekte yang mampu memiliki pil penawar sehebat itu, apalagi memiliki keberanian untuk menghadang Beruang Hitam Peringkat 2 di usia yang tampak sepadan dengannya.
Ye Chuan meraba cincin ruang angkasanya yang sempat terjatuh, lalu mengeluarkan sebuah token perak berbentuk pedang kecil yang memancarkan aura dingin yang lembut. Dia menyodorkannya kepada Lin Tian.
"Saudara Lin, budi penyelamatan nyawa ini tidak bisa dibayar hanya dengan kata-kata. Ini adalah Token Pedang Azure milikku," ujar Ye Chuan dengan serius. "Kebetulan dalam tiga hari ke depan, Kota Azure Wood akan mengadakan Ujian Seleksi Murid Baru untuk Sekte Pedang Azure kami. Jika Saudara Lin tertarik untuk bergabung dan mencari sumber daya kultivasi yang lebih luas, bawalah token ini ke gerbang kota. Aku akan memastikan Anda mendapatkan jalur khusus tanpa harus mengantre dengan ribuan pendaftar lainnya."
Mendengar hal itu, mata Lin Tian seketika berbinar di balik ketenangannya. Ujian seleksi Sekte Pedang Azure! Ini adalah kesempatan batu loncatan yang tepat seperti yang dikatakan ayahnya sebelum pergi.
cerita nya seru, like + bunga🌹 , semangat😉