Sekte kuno Pedang Langit yang berjaya selama seribu tahun, dalam lima ratus tahun terakhir mengalami kemunduran akibat seluruh guru besar dan murid sekte bahkan sesepuh serta ketua sekte tewas dalam perang melawan Klan Iblis. Hanya tersisa, seorang murid luar Li Tianchen dan mendapatkan warisan dari guru besar. li Tianchen menjadi ketua sekte Pedang Langit.
Hidup damai dan nyamannya mulai terusik, saat Sekte -sekte baru menyerang dan ingin menguasai wilayah sekte Pedang Langit.
Mampukah Li Tianchen mempertahankan sekte pedang Langit? Dapatkah Tianchen mendapatkan murid untuk membantu sekte meraih puncak tertinggi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEKTE KUNO 28
Valeska memiringkan kepalanya, lalu mengarahkan pandangannya ke arah ranjang tempat pelayan pria dari Keluarga Liu terbaring. Telinga bulunya berdiri tegak saat indera spiritualnya yang tajam menangkap fluktuasi aneh yang memancar dari dada pemuda yang tak sadarkan diri itu.
Tunggu dulu... mata kucing Valeska membelalak hebat. Pola getaran energi ini... Tulang Sakti?! Pemuda yang terbaring kaku seperti mayat itu memiliki Tulang Sakti Surgawi di dalam tubuhnya?!
Ratu Rubah itu terpaku di tempatnya, gelombang keheranan bertubi-tubi menghantam pikirannya hingga membuat otaknya serasa hendak meledak.
Sekte macam apa ini sebenarnya?! gerutu Valeska berapi-api di dalam batinnya, ekor putihnya mengibas-ngibas gelisah di atas meja. Mengapa tempat terpencil yang tampak terbengkalai ini dipenuhi oleh orang-orang dengan tubuh khusus dan wadah sakti yang langka?! Wanita manusia penyayang itu memiliki Tubuh Sakti Harmonis Selaras... Pemuda sekarat di ranjang itu memiliki Tulang Sakti... Murid perempuan bertabiat kasar yang berlatih di menara itu berada di Ranah Pencerahan di usia muda...
Pandangan Valeska kemudian beralih mendongak, menatap sosok Tianchen yang berdiri tegak di samping ranjang.
Dan yang paling menakutkan... Lelaki yang menjadi Ketua Sekte ini! Valeska meneguk ludahnya yang terasa pahit. Aku adalah Ratu Rubah Ekor Sembilan dari Pegunungan Es Kelam! Jiwa spiritualku berada di tingkat yang sangat tinggi! Tapi jangankan membaca kedalaman kultivasinya, melihat aura di sekitar tubuhnya saja aku seperti menatap jurang tak bertepi yang gelap gulita! Tidak ada fluktuasi sama sekali! Orang yang sanggup menyembunyikan tingkat kultivasinya hingga tak berbekas di hadapanku... setidaknya berada di Tingkat Suci! Atau bahkan lebih tinggi... Cih, pria monster!
Baru saja Valeska selesai menggerutu di dalam hatinya dan membuka mulutnya lebar-lebar untuk menguap...
Greb!
Sebuah tangan berjemari panjang dan kuat mendadak meluncur dari udara, menyambar tepat di kulit tengkuk leher belakang Valeska! Tanpa peringatan sama sekali, tubuh kucing putih mungil itu diangkat tinggi-tinggi ke udara hingga keempat kakinya bergoyang-goyang tak berdaya di atas tanah!
"KYAAA?!" Valeska menjerit kaget di dalam hatinya, matanya membelalak hampir keluar dari matanya.
Monster! Lepaskan aku! Lepaskan aku, pria tidak sopan! umpat Valeska histeris di dalam batinnya, mengayung-ayungkan cakar depannya ke udara yang kosong. Beraninya tangan kotor manusiamu bermain-main dan mencubit leher tubuh seorang Ratu! Aku ini adalah Hewan Suci Agung! Aku adalah penguasa benua es! Lepaskan aku sekarang juga atau aku akan menggigit jarimu hingga putus!
Tianchen membawa kucing putih yang tergantung pasrah itu tepat di depan matanya. Ia meneliti tubuh kucing itu dari atas ke bawah dengan pandangan penuh ironi.
"Baru sebentar saja berada di sekte ini, kau sudah kelihatan agak gemuk ya, Lingling," ucap Tianchen santai tanpa dosa, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang sangat menyebalkan bagi Valeska. "Karena kau sudah agak pulih, aku akan memberikan sesuatu yang sangat bagus untukmu."
APA?! GEMUK?! KAU BILANG AKU GEMUK?! raung Valeska berapi-api, wajah kucingnya mengernyit hebat. Dan apa yang mau kau berikan?! Jangan-jangan kau mau membawaku ke dapur untuk dijadikan sup kucing?! Lepaskan! Lepaskan aku, pria bau! Jangan makan aku! Aku ini Rubah Suci Agung, dagingku beracun untuk manusia biasa sepertimu!
Yuanling yang melihat suaminya mengangkat kucing peliharaannya hanya tertawa pelan. "Suami, jangan menggodanya terus. Lihat, mata Lingling sampai melotot begitu karena kaget."
"Dia tidak kaget, dia hanya terlalu berenergi," sahut Tianchen tenang. Ia membalikkan badan seraya tetap mencengkeram tengkuk leher Valeska. "Ikut aku sebentar, Yuanling. Ada satu tempat yang perlu kita kunjungi sebelum aku berangkat."
Tianchen melangkah keluar dari kamar pengobatan, menyusuri lorong batu kuno yang berbelok-belok menuju bagian bawah Paviliun Kultivasi Utama. Udara di lorong bawah tanah ini semakin lama terasa semakin dingin dan lembab, namun dipenuhi oleh konsentrasi energi alam yang begitu pekat hingga membentuk titik-titik uap air bercahaya di dinding batu.
Di bagian dalam paling ujung lorong tersebut, terdapat sebuah pintu batu bundar berlapis ukiran mantra kuno. Tianchen melambaikan tangannya, membuat pintu batu itu terbuka secara perlahan tanpa suara.
Di dalam ruangan raksasa berdinding batu kristal hijau, terhampar sebuah kolam alami seluas sepuluh meter. Air di dalam kolam tersebut tidak berwarna bening, melainkan berwarna biru keemasan yang berkilau-kilau, memancarkan uap putih tebal yang membumbung tinggi ke langit-langit ruangan. Itu adalah Kolam Energi Murni, sumber mata air spiritual utama milik Sekte Pedang Langit yang tersambung langsung ke inti bumi.
Valeska yang masih tergantung di tangan Tianchen mendadak menghentikan guncangan kakinya. Hidung mungilnya kempas-kempis menghirup uap air yang membumbung dari kolam.
Ini... Ini kan... batin Valeska terperanjat, matanya membelalak tak percaya. Mata Air Spiritual Murni Inti Bumi?! Bagus sekali! Energi murni di tempat ini begitu pekat dan tidak terkontaminasi sama sekali! Hanya dengan menghirup aromanya saja, aku bisa merasakan hawa sejuk mengalir menenangkan meridianku yang rusak! Luka-luka dalam pada inti jiwaku... rasanya bisa sembuh jauh lebih cepat di sini!
Namun, sebelum Valeska sempat menikmati keindahan sensasi sejuk tersebut...
"Pergilah mandi," kata Tianchen datar.
BYUUURRRRR!
Tanpa belas kasihan sedikit pun, Tianchen mengayunkan tangannya dan melemparkan tubuh kucing putih itu tepat ke tengah-tengah kolam energi!
"MIAAAOWWWWW!"
Valeska memekik nyaring. Tubuh kucingnya meronta-ronta hebat di dalam air biru keemasan. Ia mengayuh keempat kakinya secara liar, berusaha berenang menuju tepi kolam. Namun, air di dalam kolam energi itu bukan air biasa! Kepadatan energi spiritualnya sepuluh ribu kali lebih berat dibanding air normal, membuat tubuh kecil Valeska terisap ke bawah!
Pria gila! Pria gila tidak berotak! teriak Valeska di dalam jiwanya, tersedak beberapa teguk air energi. Kau mau menenggelamkan Ratu ini sampai mati?!
Tiba-tiba, permukaan kolam bergetar hebat!
Wuuussshhhh!
Sebuah pusaran kecil terbentuk tepat di bawah tubuh Valeska. Air kolam berwarna biru keemasan itu mendadak berputar kencang, dan dari dasar kolam, membumbung pilar cahaya hangat yang mengangkat tubuh kucing mungil itu melayang di udara, dua meter di atas permukaan air!
Aliran kabut energi murni yang sangat tebal berputar-putar melingkupi sekujur tubuh Valeska. Titik-titik uap emas mulai menembus masuk melalui pori-pori kulitnya, meresap secara paksa ke dalam pembuluh darah, daging, dan inti jiwa sang Ratu Rubah yang sedang tersegel!
"ARGHHHH!"
Rasa sakit yang teramat sangat menyergap seluruh bagian tubuh Valeska! Energi murni yang dialirkan oleh kolam itu begitu besar dan dahsyat, menabrak dan meremukkan segel hewan roh yang membelenggu wujud aslinya secara paksa! Rasanya seperti ada ribuan jarum membara yang menusuk-nusuk seluruh sarafnya sekaligus!
Ini terlalu menyakitkan! raung Valeska di dalam pikirannya, air mata spiritual menetes dari mata kucingnya. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh pria monster itu?! Energi ini terlalu besar untuk wadah kecilku! Tubuhku... rasanya sakit semua! Serasa ingin meledak menjadi serpihan daging!