NovelToon NovelToon
Bunga Indah

Bunga Indah

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:33.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ermina Elisabet

Karena retaknya hubungan antara papa dan mamanya membuat seorang gadis kecil harus berjuang untuk hidupnya dan mamanya yang sakit.

Disaat umurnya yang seharusnya berbahagia bersama keluarga yang penuh kasih sayang malahan membuatnya harus bekerja dikeluarga yang sangat baik bahkan menerima dan menyanginya seperti Putri sendiri.

Sepeninggal mamanya akhirnya dia berjumpa dengan pria anak keluarga tempat dia bekerja dulu itu, dan menjalin hubungan sehingga sampai jenjang pernikahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ermina Elisabet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18.Persiapan 2

Setelah dari rumah sakit kamipun langsung pulang ke rumah,aku langsung menemui Caca,dan membawa kekamarku.

Saat hendak mau makan malam, akupun turun sambil menggendong Caca,di meja makan ternyata semua sudah menunggu aku, malam semua Ucapku tanpa dosa.Melihat reaksi papa dan yang lainnya menydarkan aku akan kehadiran Caca.

Sayangnya bunda turun ya dan Salim Kakek dengan Om, ucapku sambil menurunkan Caca dari gendonganku.

Caca yang memang anak yang cerdas dan penurut langsung berjalan mendekati papa dan yang lainnya.setelah Caca selesai menyalami semua dia datang menghampiri aku.

Bunda... Caca makan sendiri aja ucapnya dengan gaya bicara anak kecil dan manja.

Akupun menarik kursi, dan mendudukkan Caca.Setelah mengisi nasi dalam piring dan membuat lauknya, segera meletakkan didepan Caca.

Makan malam telah selesai dengan perasaan bingung dari seluruh penghuni rumah.

Papa tunggu di ruang keluarga.

Ok pa ucapku dengan santai.Akupun membereskan bekas makan bersama bibi serta menitipkan Caca pada bibi.

Aku berjalan menuju ruang keluarga,dan duduk disebelah papa.Aku nyengir dan dengan manja menyandarkan kepalaku ke lengan papa.

Pa, Caca itu anak yang malang, Clara hanya membantu, mamanya sudah meninggal saat melahirkan Caca, sedangkan nenek Caca sekarang ada di rumah sakit pa.Maaf aku membawa dia ke sini tanpa bilang dulu sama papa.

Terus ayahnya anak itu? tanya kak Andes.

Ayahnya tidak bertanggung jawab kak,mama Caca diperkosa saat itu dia masih umur lima belas tahun.Karena keadaan mereka yang tidak memiliki apa-apa, sehingga terlambat membawa kerumah sakit,ujarku.

Ya sudah, tidak masalah nak kalaupun dia harus di sini, hanya tadi papa sangat terkejut.

O..ya nak Oktav datang mau menjemput mu, untuk menjumpai keluarga nak Oktav.

Kok dadakan sih, ucapku sambil menatap Oktav.

Bukan dadakan kamunya saja yang tidak bisa dihubungi, kata Kak Andes.

Kakak saja mulai tadi hubungi kamu tidak bisa, terus telepon ke toko katanya kamu sudah pulang.

Ya handphone aku di tas mulai pagi tadi aku tidak ada pegang, terus pergi sama Deo tuh jemput Caca dan nenek, dan ngantar nenek Caca kerumah sakit, ucapku panjang lebar.

Ya sudah besok saja, tidak apa-apa pa,ini sudah malam, lagian Clara mungkin capek, tadi aku sudah hubungi papa, jadi tidak masalah, seru Oktav.

Ya sudah kalau begitu papa masuk dulu, ucap papa, serta bangkit dari duduknya.

Setelah papa masuk ke kamar, Caca datang menghampiri aku dan yang lainnya,bunda nanti Caca bobok sama bunda boleh? ucapnya sambil duduk di pangkuanku.

Boleh dong ucapku.

Wah ternyata kak Oktav tidak salah segera menikahi kak Clara yangternyata sudah pas banget jadi ibu goda Deo usil.

Cemburu bilang saja, seruku lagi.

Kok Kakak yang sewot, sedangkan Kak Oktav gak tuh, sambung Deo . AKu melihat Dociku, yang menanggapi obrolan kami hanya tersenyum.

Ca sini sama om,tuh bunda kamu lagi merajuk,goda Deo lagi.

Siapa yang merajuk tahu, ucapku sambil melempar bantal.

Idih sudah jadi bunda, manja banget, usilnya.

Mulut mewot, jelek tahu.

Bodoh amat, sambungku sambil tersenyum.

Ca tu liatin,mana yang lebih dewasa' bundamu apa Caca?Caca yang bingung dengan ucapan Deo hanya diam.

Kamu itu ya, seru Kak Andes yang mulai tadi hanya menyaksikan kami.Sama anak kecil bicara gitu ya mana paham.

ntah tu kak seperti tolelot aja, ucapku.

Apa itu? ucap Deo.

ya'kamu, sebentar muji sebentar lagi sudah di jatuhkan, gak jelas banget, ucapku.

Senang deh, sambung Deo dengan tertawa kemudian pergi sambil menggendong Caca.

Kak Andes juga permisi, sekarang tinggal kami berdua yang tersisah.

Muciku , kamu tahu gak tadi jantungku hampir tidak berdetak, ucap Dociku untuk memulai pembicaraan.

Maaf ucapku manja.Emangnya kalau benar dia itu anak aku apa Doci masih mau menerima aku?kataku kemudian, untuk mencari tahu tentang perasaan dociku.

Hemmmm.Aku mencintai kamu apa adanya, jadi jika Caca memang anak kamu, aku juga akan menerimanya Ucapnya.

Masaksih? yang benar?nanti boong godaku lagi.

Terus maunya kamu gimana? yang jujur atau yang bohong, ucapnya sambil tersenyum.

Muciku,tiga hari lagi kosongkan waktu mu, untuk jangka waktu seminggu,kita akan ikut persiapan perkawinan, tapi tidak di kota ini, kita harus ke kota lain, karena kursus perkawinan paroki di kota ini sudah lewat, ucapnya.

Gak masalah muciku, selagi kita bersama aku pasti siap,sambungku dengan manjanya.

gemesnya ucapnya sambil terkekeh.O ya besok kita kerumahnya papaku ya jam sembilan aku jemput, sekarang aku balik ya.

****

Tepat jam sembilan dociku datang menjemput aku, kami segera berangkat karena sebelumnya aku sudah permisi kepada papa.

Kamipun sudah sampai di kediaman calon mertua aku, rasanya dekkkk, jantungku berdegup kencang,rasa gugup tiba-tiba menguasai diriku.

Melihat aku gugup Dociku langsung menggenggam tanganku, tenang sayang kita bukan menjumpai serigala, tapi kita menjumpai papa, tidak akan terjadi sesuatu, percaya pada aku, ucapnya.

Kamipun masuk ke rumah yang ternyata sudah menunggu kami,aku menyalami calon mertua,lalu duduk di dekat dociku.

Perbincangan yang sangat hangat menurut aku, tidak ada beban pikiran yang harus kutanggung, mereka benar orang tua yang bijaksana.Aku tidak melihat, kecanggungan di antara mereka, walaupun sebelumnya, mereka bukan keluarga yang harmonis, tetapi dengan berjalannya waktu, luka itupun menghilang hal itu yang aku rasakan.

Wanita yang sangat cantik menurut aku, tapi sekilas terukir dalam pikiran aku, kenapa harus ibu yang jadi korban mereka.Aku menatap sekilas, wanita yang akan menjadi mertuaku, tapi yang hadir wajahnya Ibu yang sangat tulus pada aku, dan tanpa terasa air mata yang tidak aku undang, akhirnya datang juga.

Jujur hatiku sangat sakit, tetapi dengan cepat aku menenangkan hati dan pikiran aku.

Aku tidak boleh mengorek luka yang sudah sembuh, biarlah cinta ibu membuat aku semakin dewasa dan penyayang.

Setelah percakapan kami dengan calon mertua, kami kemudian permisi untuk pulang.

Di dalam perjalanan kami tidak ada percakapan yang berarti, tidak seperti biasanya.Dociku juga sepertinya memiliki beban pikiran, ya mungkin sama seperti apa yang aku rasakan.

Setelah sekian lama dalam perjalanan akhirnya kami sampai di tempat yang biasa kami kunjungi, walaupun dari awal kami tidak ada janji mau kesana, tapi melihat arah jalan aku tahu akan tujuan tanpa banyak bicara, kami turun dan berjalan menuju pemakaman ibu.

Seperti biasanya, kami akan mengeluarkan isi hati yang terpendam, dan yang menjadi beban pikiran.

Aku melihat Dociku menagis,dan kemudian berkata,ma..aku datang ..aku tidak bawa bunga untuk mama,tapi aku membawa calon menantu yang sangat mama cintai.Doakan kami selalu setia ma, dan tidak akan menyakiti.

Aku berjanji pada mama, aku tidak akan melakukan kesalahan yang pernah papa lakukan untuk mama.

Kamipun akhirnya menangis bersama.Rupanya sekuat apapun hati ini, tapi tetaplah lemah jika dihadapkan dengan kehilangan orang yang paling kita cintai apalagi dia yang telah melahirkan kita harus berakhir dengan derita.

Kekuatan dociku selama ini, yang selalu menguatkan hatiku, rupanya memiliki kerapuhan, batinku.

Setelah dari makam ibu, kamipun berpindah ke makam mamaku.

Acara sedih sudah berakhir, sekarang kami sudah di suatu tempat yang membuat hati siapa saja tidak akan bersedih.

Ya kami sudah berada di tempat taman hiburan, kami membawa Caca bermain, layaknya sepasang suami istri yang bahagia.

Caca yang digendong dociku, dan aku berjalan disampingnya.

Hiburan para badut cukup menghibur hati kami.Banyak tertawa dan tersenyum, itulah yang kami lakukan saat ini

Setelah menjelang sore, kami pulang tanpa ada pembahasan tentang perasaan kami tadi setelah pulang dari kediaman calon mertuaku.

Inilah sifat yang membuat aku semakin mencintai dociku, dia tidak akan terang-terangan jika ada masalah, dengan mencairkan suasana hati, baru setelah di rasa baik waktunya baru di bicarakan.

Banyak cara yang dia lakukan saat emosi sedang memuncak, karena menurutnya saat emosi tidak perlu bicara, dengan mendingan otaknya yang harus didinginkan.

****"****

Seperti yang telah disepakati kami berangkat ke kota B untuk persiapan pernikahan kami, semua berjalan dengan lancar.

Pernikahan akan diadakan dua minggu lagi, semua persiapan telah diatur dengan baik.

Dari tempat resepsi,baju pengantin dan dekorasi gereja sudah diatur tinggal menunggu hari h.

Hari ini kami kerumah sakit untuk menjemput nenek Caca, dan kamipun sudah sepakat membawa mereka ke rumah dociku,dan mengangkat Caca menjadi anak kami.

Dengan hati_hati aku menyampaikan niat kami kepada neneknya Caca.Akhirnya diapun setuju.

Rasanya hatiku bahagia mendapatkan orang yang sangat menyayangi aku.

Aku memiliki beberapa ibu yang sangat tulus kepadaku.ketulusan hati mereka juga dapat dirasakan oleh kakak dan juga adekku Deo.

Setelah mengantar nenek Caca, dociku langsung mengantarkan aku pulang,

Didalam perjalanan, muciku.. panggilnya.

Iya,ada apa ?Ucapku.Apa kamu nanti tidak terlalu lelah? jika hari wisuda terlaksana sehari sebelum pernikahan kita?

Terus maunya gimana? ucapku.

Apa wisudanya di tunda saja?

Kok gitu?

Ya ..aku takut, kamu capek.Karena acara wisuda juga memakan tenaga ucapnya.

Gak ah..aku berjuang selama ini biar cepat selesai,masaksih mau di tunda.

Capekkan besoknya enak-anak,seruku sambil menggodanya.

Sudah berani sekarang, ucapnya sambil menarik hidungku.

Sampai di rumah aku langsung mendapati Deo dengan sikap jahil.

Wah calon pengantin datang, enak dong dapat hadiah dua sekigus, jadi usaha dapat cinta,iya usaha dapat titel iya juga, godanya.

Ya iyalah emang kamu, candaku.

Aku memang sudah menyelesaikan skripsi dengan cepat, makanya aku wisuda dengan jurusan lain.

Ujian dengan dosen pembimbing Juga tidak ada masalah, ya' bisa jadi sih karena dociku pemiliknya,tapi yang pastinya berkat usaha yang kutempuh ya, ucapku lagi.

Aku bertempur sendiri,aku tidak ngemis tahu, ucapku jutek. Orang salah tetap dihukum sama seperti yang lain jud ya.

Oktav yang mendengar juga ikut tertawa.Ya elah Nepo juga tidak masalah,siapa yang berani protes sambung Deo.

Bersambung

Mohon dukungannya dengan vote dan like serta komentar yang membangun.

Terimakasih.

1
Ira
Makin asik aja nih.

Kalau ada waktu mampir juga yah ke novel ku.
di tunggu mampir nya.
Terimakasih 🙏
Ermina Elisabet: ok.apa judulnya kak?
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
Ceritanya bagus.. tapi maaf ya thor. kalau boleh kasih saran, dialognya di kasih tanda petik biar reader nggak bingung. Jadinya malah kayak lagi baca naskah UU🙏🙏 maaf ya,,,,
Ermina Elisabet: ok tidak masalah aku malah senang, berarti Kakak benar ingin mendukung karyaku.
total 1 replies
Darah Biru (Bangsawan)
sambungan jejak boomlike ❤️ Semangat Thor
zhea😍😘
aku udh baca sih sampai sini ceritanya bagus, tapi maaf nih thor kalau aku boleh kasih saran tolong dong kalau setiap percakapan dikasih tanda petik biar ga pusing kalau baca
Ermina Elisabet: iya trimakasih atas sarannya, aku akan berusaha memperbaiki.
total 1 replies
Sajiwo
salam dari "dua ayah untuk james"
Ucy (ig. ucynovel)
Double like dikaryamu yg hebat thor 👍
SisternyaRoje
jempol hadir mampir ya :)
Riana Nazwa
ceritanya bagus kak aku suka

bdw mampir juga ya kak di novel ku judulnya cinta segi tiga
Ermina Elisabet: ok kak
total 1 replies
Lia Lia
mamplr thor blm di like ya, krn mau baca dulu
Ermina Elisabet: ok kak semoga suka dengan ceritanya.
total 4 replies
Riri Fatimah
hai kak
semangat dan sukses untuk karyanya
Jangan lupa mampir yuk ke ceritaku
"pernikahan bisnis dengan cinta pertama ku"
Terimakasih
Ucy (ig. ucynovel)
10 like mendarat + rate
Sukses selalu 👍

Dapat salam dari "Raja dan Ratu" &
"Mengejar cinta di masa lalu"
Ermina Elisabet: Salam balik Untuk Raja dan Ratu, sukses selalu
total 1 replies
Ucy (ig. ucynovel)
Aku baru mampir thor

Salam kenal 🤝
Ermina Elisabet: Salam kenal juga
total 1 replies
follow IG : @umijazimah_
Cuma klik "dua pengantin" di kolom pencarian apa susahnya 😭
Btw makasih kalo mau mampir, love you all..
Buat author semangat 🔥🔥
Nureti
hai kak 👋
suksesk kak untuk karyanya

jangan lupa mampir di karyaku yang menceritakan cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.

Terimakasih 🙏
Darah Biru (Bangsawan)
like + rate bintang ⭐⭐⭐⭐⭐😇 saling mendukung ya Thor 👌
Ermina Elisabet: iya itu betul, bahwa kita harus saling mendukung
total 1 replies
Darah Biru (Bangsawan)
semangat 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
mantap ❤️
Darah Biru (Bangsawan)
like like 👍
Darah Biru (Bangsawan)
Permisi Thor penduduk bunian mampir 😇 fav and like 👍❤️
NewJerseyJack
Selamat! Karya kk masuk rak buku akuuuu haha bakal aku tunggu terus nih kelanjutannya
Ermina Elisabet: Trimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!