NovelToon NovelToon
Aku Bukan Wanita Mandul

Aku Bukan Wanita Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elvy Anggreny

Kesalahan di masa remajanya membuat Dewi harus menerima konsekuensi dari semua itu. Memiliki dua orang anak tanpa suami membuat Dewi menjadi bahan pembicaraan di kampungnya. Hingga suatu hari dia menerima lamaran dari saudara ayahnya yang memiliki seorang anak laki laki. Bertahun-tahun berumah tangga Dewi dan Randi belum memiliki anak. Segala cara mereka melakukan, pengobatan tradisional sampai ke dokter kandungan yang terbaik di kota mereka tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Dewi mulai lelah menghadapi tuntutan suami dan keluarga suaminya yang menginginkan keturunan. Hingga semua keluarga besarnya berprasangka buruk pada Dewi, mereka mengatakan kalau Dewi itu mandul karena minum obat ketika belum bersuami.

Suami Dewi juga mulai terpengaruh dengan pembicaraan orang orang. Pertengkaran menjadi hal biasa. Setiap kali ada pertemuan keluarga, mereka selalu mengatakan agar Randi menikah lagi. Agar bisa memiliki anak.


Bagaimana kisah selanjut

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvy Anggreny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

"Kakak bisa pulang sekarang, kan nggak jauh" Jawab Dewi santai.

"A a...apa ? Kamu bilang apa sayang?"

"Kak Randi mau pulang ke rumah kak Rani kan ? nggak jauh, kakak bisa pulang "

"Hahaha nggaklah sayang, saya cuma bercanda" Jawab Randi

"Kirain kakak mau pulang "Jawab Dewi tersenyum

"Nggak lah sayang, ya udah tidur yuk.. " Dewi hanya mengangguk lalu memeluk guling.

"Kalian memang sepadan kak, kamu dan Mariam memang serasi.Satu frekuensi. Kalian cocok berada dalam satu bahtera rumah tangga, semoga saja rumah tangga kalian baik baik saja " Batin Dewi.

Dewi bisa merasakan Randi masih sibuk dengan ponselnya. Mungkin Mariam yang mengirim pesan kepada suami mereka.

Keesokan paginya kejutan lain sudah menunggu, tiba tiba saja di depan rumah sudah ada orang yang mengantarkan beberapa makanan siap saji. Ketika Dewi bertanya siapa pengirimnya, orang itu menjawab seseorang hanya menitipkan makanan itu untuk Randi dan di suruh antarkan ke alamat rumah Dewi.

Dewi menyiapkan semua makanan itu " ada seseorang yang mengirimkan makanan ini untuk kak Randi" Dewi menjelaskan dengan tersenyum tanpa di tanya.

Dewi bisa melihat wajah Randi yang terkejut mendengar kata kata Dewi. Tampak Randi sedang menatap makanan yang tersaji di meja. Entah apa yang di pikirannya.

"Wah.. ini enak banget Bu, Ini makanan kesukaan ayah kan ? Tiba-tiba Arumi datang dan semakin membuat Randi merasa tidak nyaman.

"Oh ya.. adek tau ini kesukaan ayah ya ? Ibu kan nggak pernah masak makanan kayak gini" Dewi merasa aneh saja kalau Arumi tau makanan ini kesukaan Randi. Karena Dewi tidak pernah memasak makanan ini. Jika mereka ke kampung, ibu mertuanya lah yang akan memasak makanan ini untuk Randi.

"Iya Bu, kata ayah dan tante Mariam ini kesukaan ayah, Waktu itu tante Mariam ke sini juga. Ayah pernah minta tante Mariam masak makanan kesukaan ayah ini bu" Jawab Arumi tanpa tau jika Ayah nya sedang menatap kesal padanya.

"Ooooooo......." Bibir Dewi membulat sempurna dan mengangguk anggukkan kepalanya. Dewi ingin tertawa mendengar Arumi bicara seperti itu.

Tak lama kemudian mereka menikmati makanan yang tersaji di meja makan

"Kayak nya enak juga ya kalau setiap pagi ada yang mengantarkan makanan untuk sarapan pagi, saya nggak perlu capek-capek masak. Apalagi makanan ini enak banget " Ujar Dewi memilih masakan adik tirinya.

"Iya Bu, Arumi juga suka. Makanannya enak banget"! Sambung Arumi

"Sayangnya kita nggak tau siapa pengirimnya "

"Pasti orang baiklah Bu"

"Iya sayang..., hum..kakak serius nggak kenal siapa yang mengirimkan makanan ini?"

"Iya sayang saya nggak kenal juga....."

"Lah...gimana kalau makanan ini di racun? Kita kan nggak kenal siapa pengirimnya " Ujar Dewi

"Eh...eh nggak mungkinlah sayang. Dia nggak mungkin meracuni saya "

"Oh ya ?"

"Mak...maksud kakak, dia nggak mungkin melakukan hal itu. dia nggak sejahat itu. Dia pasti takut dosa sama takut masuk penjara jugalah sayang " Randi menjawab pertanyaan Dewi asal saja.

"Kenapa sekarang saya malah ketakutan ketahuan? Dulu bukannya pengen banget Dewi tau tentang Mariam.. Duhh..... " Randi menggaruk kepalanya yang tidak gatal

Terlihat Randi seperti kebingungan sendiri. Dewi tidak perduli. Dewi terus melanjutkan makannya. Dia tau tidak mungkin Mariam meracuninya makanan ini.

"Wahhh .. Kalau gitu bilang ke si pengirim makanan ini supaya rajin rajin mengirimkan makanan ke sini lagi ya kak. Enak sekali masakannya kak" Dewi semakin memuji masakan Mariam, Randi pasti menyampaikan itu pada istri rahasia nya.

Randi tersenyum penuh arti, dalam hati dia senang karena Dewi memuji masakan Mariam.

Tak lama kemudian terdengar bunyi ketukan di pintu rumah Dewi.

Tok tok tok tok

"Arumi aja yang buka pintunya Bu " Arumi segera berlari ke depan.

"Ayah ibu di depan ada tante Reni sama om Jack "

"Oh ya....hum baiklah sayang. Makasih ya " Randi segera menuju ke depan rumah mereka.

"Loh.. Ada apa Reni, tumben kamu ke sini sama Jack?" Tanya Randi.

"Hum saya langsung aja ngomongnya kak. Jack dan orang tua Jack mau ajak kak Randi ke rumah Jack di kampung tapi nginep "

"Dewi dan anak-anaknya juga di ajak ?" Tanya Randi.

"Iya kak... Tadi saya udah kasih tau putri kakak untuk bersiap siap dan dia seneng banget loh kak " Jack langsung menjawab pertanyaan Randi

Reni menatap Jack dengan tatapan tidak percaya.

"Sayang... Kamu serius ngajak si mandul sama anak anaknya?" Tanya Reni, kening Jack berkerut dalam mendengar kata kata Reni memanggil Dewi dengan kata mandul.

"Iya... Emang kenapa? Kamu nggak suka ya ?"

"Bu... bukan begitu sayang,hum...."

"Kamu keberatan sayang?"

"Ah nggak kok sayang " Jawab Reni

"Ya udah, kenapa kamu tanya seperti itu? Kamu juga tadi bilang si mandul ya Ren....?"

"Emangnya ada apa di sana dek ?" Tanya Randi memotong pembicaraan Jack.

Sebelum Jack menjawab pertanyaan Randi, Dewi muncul membawa minuman kepada mereka.

"Ayah sama ibu pengen ke sana aja kak, kata ibu sekalian ajak kakak Randi dan kak Rani sekeluarga " Jawab Jack.

"Gimana sayang? Besok kamu ada waktu nggak?" Tanya Randi pada Dewi.

"Besok minggu kak, kerjaan saya di rumah pasti banyak "

"Tapi besok Jack mau mengajak kita ke kampung orang tuanya" Dewi melihat ke arah Jack dan Reni. Dewi bisa melihat tatapan Jack padanya.

"Hum... gimana ya kak, saya..saya.... "

"Kakak harus ikut, karena kak Randi juga akan pergi " Jack memotong pembicaraan Dewi karena Jack tau Dewi pasti akan menolak

"Ayah ibu... saya udah siap " Tiba-tiba Arumi muncul dengan tas ranselnya dan perhatian mereka semua tertuju pada Arumi.

"Arumi aja udah siap kak, sekarang kak Randi sama kak Dewi juga bersiap siap ya " Ujar Jack.

Dewi hanya menarik nafas panjang, ingin sekali dia menolak ajakan Jack.

Akhirnya mau tidak mau Dewi menerima ajakan Jack untuk berlibur sehari ke kampung halaman orang tua Jack karena Jack beralasan bahwa orang tua Jack ingin memperkenalkan keluarga Reni pada keluarga Jack di kampung.

Pukul 3 sore mereka semua sudah berkumpul di rumah Rani. Dewi dan kedua anaknya juga ikut. Yan dan Arumi menggunakan motor.

"Dek.... Ngapain kamu ajak istri kamu?" Tanya Rani dengan berbisik kepada Randi

"Sstt kak....nanti aja deh tanya itu, sekarang saya mau tanya. siapa yang ajak Mariam? Kenapa dia juga ikut?" Tanya Randi yang terkejut melihat Mariam sudah dengan tampilan yang bersiap untuk pergi.

"Reni dan calon ibu mertuanya yang ajak Mariam " Jawab Rani

"Duh.... sampai sana gimana dong kak, saya kan nggak mungkin menunjukkan bahwa saya punya istri dua di depan calon mertua Reni "

"Kamu tenang aja dek, kakak udah kasih tau Mariam dia harus gimana di sana. Dan dia mau kok "

Terdengar tarikan nafas panjang dari Randi.

*

Dewi duduk di samping Randi, Dewi bisa melihat Mariam yang sibuk mengirim pesan, Dewi yakin pasti dia mengirimkan pesan kepada Randi.

Dua jam lebih perjalanan ke kota kelahiran orang tua Jack dengan menggunakan dua mobil. Randi dan Dewi dalam mobil Jack. Sedangkan yang lainnya bersama orang tua Jack.

Randi bisa merasakan Jack mencuri pandang pada Dewi, sudah beberapa kali ia melihat Jack terus menatap Dewi.

Dewi merasakan pelukan tangan Randi di bahunya, Dewi melihat ke arah Randi.

"Kenapa kak ?" Tanya Dewi lemas, karena tidak pernah Randi melakukan hal itu apalagi di saat seperti ini.

"Kita mampir sebentar di warung itu ya kak" Ujar Jack menatap Dewi.

Dewi tidak mendengarkan sama sekali, ia lebih suka melihat keluar.

"Oh ya... Boleh Jack, kakak juga udah rasa pegal duduk terus nih." Jawab Randi

Mereka memasuki rumah makan yang banyak pengunjungnya.

"Tunggu, biar saya ambilkan" Kata Jack tiba tiba sudah berdiri di belakang Dewi yang sedang mengambil beberapa camilan yang berada di tempat sedikit tinggi. Dan itu semua tidak luput dari perhatian Randi dan Mariam yang sedang duduk berhadapan di meja yang sama.

"Berlebihan sekali, ngapain dia harus melakukan itu" Randi bersungut-sungut dalam hatinya melihat bagaimana Jack perhatian pada Dewi dan kedua anaknya.

"Calon suami Reni baik sekali ya kak... Dia perhatian sama keluarga calon istri nya " Ujar Mariam tanpa maksud apapun, tapi tidak dengan Randi yang sudah merasakan panas seluruh tubuhnya karena merasa sikap Jack sedikit berlebihan.

Randi tidak menjawab, pandangannya terus tertuju pada Dewi dan kedua anaknya, karena Randi melihat bagaimana Jack tertawa lepas bersama Yan, hal yang tidak pernah Randi lakukan pada anak sambungnya itu.

Bagaimana dengan Dewi? Dewi tidak perduli dengan apapun yang terjadi. Dia ingin melihat bagaimana suaminya membagi waktu antara dia dan Mariam nanti nya di sana. Dewi tau Randi sedang menahan kesal karena sikap Jack padanya.

"Nak Randi, kenapa istrinya nggak di ajak duduk sini juga?" Kata kata ibu Jack membuat Randi, Rani dan Mariam terkejut.

"Ehh.. Iya... " Randi hendak menjawab tapi terlihat sekali dia bingung ingin bicara apa.

"Nggak apa-apa Bu, Dewi udah biasa seperti itu bersama anak-anaknya" Rani tiba tiba memotong pembicaraan Randi

Kening ibunya Jack terlihat berkerut dalam mendengar Rani bicara seperti itu.

"Apakah kalian biasa memperlakukan Dewi seperti itu ?" Satu pertanyaaan dari ibu Jack bisa di dengar oleh beberapa pengunjung dalam rumah makan itu, termasuk Jack, Reni dan Dewi.

Reni sudah menatap Rani dengan tatapan tajam, dia heran kenapa kakaknya tidak bisa mengontrol kata katanya saat menghadapi calon mertuanya.

"Jack...ajak Dewi dan anak-anaknya makan ya Nak" Sambung ibu Jack lagi.

Jack tersenyum manis mendengar ibunya bicara seperti itu padanya.

.

.

.

.

Bersambung......

Hi.... Baru up lagi ya ☺️

jangan lupa tinggalkan jejak dan jangan lupa 🌟🌟🌟🌟🌟 5 nya juga ya. 🙏🏼🙏🏼

1
Aliya Awina
pasti Jack yg lewat
Aliya Awina
betul2 keluarga Firaun
Aliya Awina
takut ketahuan konon tpi gak bisa klu gak deket dasar laki laki munafik kau rendi
Aliya Awina
keturunan konon macam saja kau org kaya
sudahlah miskin belagu pulak tuh
Aliya Awina
gimana ceritanya dorang bilang klau si Dewi mandul sudah jelas2 Dewi sudah perna melahirkan 2 kali malah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!