Jika cinta tak harus memiliki, aku rela untuk melakukannya! Biarkan aku saja yang menanggung akibatnya karena telah menjatuhkan hatiku ke padamu..
Cinta itu seperti matahari yang menyinari bumi, selalu menerangi kegelapan dan tak meminta balasan...
Mungkinkah cinta itu hanya bertepuk sebelah tangan ataukah mendapat balasan?
Inilah kisahku, ikuti aku dan cerita hidupku...
Hai Sky, aku menyukaimu.. By Cloud...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angela Jasmine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
C & S 18
Mohon kakak2 meninggalkan like sebelum membaca, terimakasih 🤗🤗🙏🙏
_____________________________________
Claudya menggeser tubuhnya setelah beberapa saat tercipta suasana canggung yang dirasakan keduanya. Sky menurunkan kedua tangannya yang tanpa ia sadari melingkar indah pada gadis di hadapannya. Mereka berdua bingung bagaimana harus bersikap setelah kejadian itu.
Sky memundurkan tubuhnya hingga membuat jarak bagi keduanya, tapi tidak dengan mata mereka, mata yang memandang penuh cinta. Sky berusaha sebisa mungkin berpikir menggunakan akal sehatnya, ia harus menjauh dari gadis cantik ini karena takut akan terjadi hal yang bukan - bukan. Ditambah lagi kelas yang sepi dan hanya mereka berdua yang ada di dalamnya. Sangat memiliki potensi besar untuk melakukan hal yang lebih dari itu.
Sky! Sadarlah, ayo pergi jangan terlalu lama berada di dalam sini, takutnya akan terjadi sesuatu yang meruntuhkan imanmu....
Sky memandangi Claudya yang masih menundukkan pandangan, sepertinya gadis sama saja dengan dirinya, canggung, iya itu benar sekali.
"Maaf!" ucap Sky, ia sedikit menyesalkan mengapa hanya kata ini yang mampu lolos dari bibirnya.
Sky hendak melangkahkan kaki menuju pintu keluar, namun ia kembali lagi dan mendekati Claudya.
"Jangan bilang siapapun kalau aku yang membantu kamu, karena aku nggak mau nantinya justru akan mempersulit kita berdua. Oke?" ucap Sky dengan wajah serius dan tegas.
Claudya tak menjawab sepatah katapun, hanya anggukan dari kepalanya yang menjawab itu semua. Sky paham dan segera berjalan keluar namun sebelumnya ia mengedarkan pandangan ke kanan dan ke kiri, setelah situasi dirasa aman ia pun berlari kecil menuju ruangan panitia ospek.
Degg Degg Degg
Jantung Claudya nampaknya sedang berdisko ria di dalam sana, dentuman itu terasa nyata ia rasakan saat ia menyentuh dadanya. Getaran hebat yang mampu menghilangkan kantuknya yang sedari tadi ia tahan, dan karena mengantuklah ia dihukum. Melihat senyum dan pelukan tak sengaja dari Sky membuat kedua matanya siap terjaga kapanpun dan dimanapun. Tanpa mereka sadari, keduanya sama - sama menarik sudut bibir masing - masing karena kejadian itu, meskipun kini keduanya berada di tempat yang berbeda.
🌺 🌺 🌺 🌺
Senja melihat secarik kertas yang ada di genggamannya kemudian beralih menatap wajah Claudya yang tampak tenang.
"Kamu serius dapat tanda tangannya pak Prayoga?" tanya Senja masih tak percaya.
"Tolong dicek sendiri kak, ada namanya juga di bawah tanda tangan. Kalau kakak nggak percaya, silakan naik dan tanyakan sendiri pada beliau. Dan setelah itu, mari kita dengarkan apa jawaban beliau," jawab Claudya santai, sebenarnya diam - diam tangan Claudya mengepal menahan takut, ia hanya menakut - nakuti para seniornya saja. Itu cukup. Tapi kalau sampai senior yang ada di depannya benar - benar mempertanyakan kebenarannya, ia lebih memilih kabur dari sana. Karena dijamin, kedoknya akan terbuka.
Sky berjalan santai mendekati Senja yang masih penasaran perihal tanda tangan dosen killer yang kini ada di genggaman tangannya. Namun ia tak bisa membantah lagi, karena ia ingat sekali bagaimana bentuk rumitnya tanda tangan pak Prayoga yang lain daripada yang lain. Unik seperti orangnya.
"Kenapa, Sen?" tanya Sky pura - pura penasaran.
"Ini anak kok keren banget ya, bisa dalat tanda tangan pak Prayoga yang galak banget itu! Aku penasaran gimana cara dia ngomong ke bapaknya? Gila, keren, keren," tanpa sadar Senja memberikan applause pada Claudya.
Sejenak Sky melirik ke arah Claudya yang kembali terlihat canggung saat ada dirinya. Karena kali ini Claudya tak berani menatap wajah sang penolongnya. Tapi, wajah gadis itu terlihat menggemaskan untuk Sky, karena tampilan merah di kedua pipi Claudya menjadi fokus Sky kali ini.
Manisnya...
Sky kembali bertanya pada Senja mengenai foto pak Prayoga, dan pikiran Senja kembali teringat kesana. Foto, iya benar, foto pak Prayoga untuk menyempurnakan hukuman Claudya.
"Sekarang mana foto pak Prayoga? Kalau kamu beneran dapat foto beliau, hukuman kamu aku anggap selesai. Dan kamu bebas hukuman untuk hari ini, tapi... Tapi, kalau kamu nggak punya foto beliau, kamu harus melanjutkan hukuman kamu untuk menyatakan cinta ke Arjuna.... " tantang Senja. Sebenarnya Senja tak ada niat untuk memberi hukuman yang tidak masuk akal seperti ini, berhubung ini permintaan langsung dari Arjuna, mau tak mau ia harus membantu sang sahabat menjalankan misinya. Entah misi apa itu?
Dan tak jauh dari mereka, Arjuna nampak tersenyum penuh kemenangan, karena ia yakin bahwa Claudya tidak bisa mendapatkan foto pak Prayoga dan itu artinya Claudya harus menanggalkan harga dirinya untuk menyatakan cinta padanya di depan seluruh mahasiswa baru. Senyum kemenangan itu terlihat seperti senyuman mengejek bagi Claudya namun ia tetap berusaha tenang sambil menutupi rasa gugupnya karena diperhatikan oleh sebagian besar sesama junior terutama kaum hawa yang mengidolakan Arjuna.
"Ini kak," tunjuk Claudya sambil menscroll tampilan galeri foto yang ada di dalam ponselnya. Gadis itu menggulir setiap foto dan berakhir pada sebuah foto yang menampilkan pak Prayoga dengan senyum manisnya meskipun sudah tak lagi muda namun kharismanya jangan ditanyakan.
Waw... Dosen killer tapi kok ganteng juga ya? Kirain udah bapak - bapak gitu....
Claudya mengagumi foto pak Prayoga pada layar ponselnya, namun segera ia menghilangkan senyuman dari wajahnya mengingat ia menjadi tontonan senior dan junior disana. Ia tidak mau dianggap memiliki affairs dengan sang dosen galak karena tersenyum seperti itu.
Senja tak habis pikir, bagaimana mahasiswa baru itu mendapatkan foto pak Prayoga? Ada rasa kagum yang terbersit dalam benak Senja, ia salut pada keberanian Claudya yang bisa membuktikan ucapannya.
Senja menepuk bahu Claudya dan segera menyuruhnya kembali ke barisan.
"Keren! Good job, aku suka. Kamu boleh kembali ke barisanmu, dan bebas dari hukuman. Selamat ya..." ucap Senja seraya mengulurkan tangannya hendak menyalami Claudya, Claudya tampak ragu namun Senja menarik tangan gadis itu, dan kini mereka bersalaman.
Hal itu membuat Arjuna merasa kesal, ia melewati Senja dan Claudya, dan pemandangan itu menyisakan tanya bagi Sky. Sky merasa ada yang aneh pada Arjuna.
Jangan - jangan...
🌺 🌺 🌺 🌺
Claudya keluar dari toilet usai ospek hari ini berakhir. Seperti biasa jadwalnya setiap hari, ia harus siaran dan baru bisa kembali ke rumah setelah jam enam sore. Baru saja keluar dari toilet lantai satu, tangannya ditarik oleh seseorang dari belakang. Claudya menoleh ke belakang.
Arjuna? Ngapain lagi orang ini? Astaga... Kenapa aku harus bermasalah dengan orang ini lagi?
Claudya melepaskan secara paksa tangan Arjuna yang mencengkeram pergelangan tangannya hingga meninggalkan jejak merah di permukaan kulit. Sedikit merasa terusik namun ia juga penasaran dengan ulah pria ini yang tiba - tiba.
"Kakak ngapain disini? Mau mengintip ya?" tuduh Claudya dengan penuh selidik.
"Aku mau ngomong sama kamu!" seru Arjuna.
"Maaf kak, aku masih ada urusan, aku harus segera pulang," Claudya mencoba mencari alasan yang sekiranya masuk akal agar bisa kabur dari Arjuna.
Bukan Arjuna namanya jika membiarkan gadis incarannya pergi begitu saja.
Seringai licik terbit dari sudut bibir Arjuna yang terangkat naik.
Apa yang akan dia lakukan?
Claudya waspada lalu mundur beberapa langkah dari Arjuna dan lelaki itu mengikuti pergerakannya dengan maju semakin mendekati tubuh gadis cantik yang telah membuat hari - harinya gelisah. Claudya berharap ada pahlawan kesorean yang menolong dirinya dari terkaman titisan Serigala di depannya.
🌺 🌺 🌺 🌺
sini peluk (づ ̄ ³ ̄)づ
Salam dari Clarissa ❣️
Salam dari "CLARISSA"